true story....
Noviant Juan adalah seorang pria yang tertutup, dia seakan punya dunia sendiri tapi semua berubah karena kedatangan seorang gadis di hidupnya.
Meyda Shakira harus mu hidup bersama orang yang tak mengharapkan kehadirannya.
Naira putri Noviant adalah cahaya cinta keduanya.
akankah mereka bahagia?
atau Vian akan kembali pada cinta lamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bersama itu indah
Aira terus berlarian bersama seorang bocah sepantar dengannya.
"Aira, kemari nak," panggil Akira.
Aira pun berlari dan langsung memeluk ibu sambungnya itu, Aira terus menciumi pipi Akira.
"ada apa bunda?" tanya gadis itu.
"sudah yuk mainnya, ayah mau ajak kalian beli ponsel dan juga hadiah untuk bunda, mau kan?" tanya Vian.
"mau, tapi hadiah apa ayah?" tanya Aira yang kini pindah di pangkuan Vian.
"hadiahnya masih rahasia, sekarang kita beli ponsel dulu yuk," ajak Vian.
ketiganya pun berjalan menuju ke area parkir, setelah itu Vian menuju ke jalan gus dur, di sana Vian berbelok ke sebuah toko ponsel yang terkenal dan terbesar di Jombang.
saat masuk Aira begitu senang melihat berbagai pernak-pernik aksesoris ponsel.
"mbak ponsel keluaran terbaru," kata Vian pada karyawan toko itu.
"merk apa pak?" tanya pegawai itu.
"Samsung mbak," jawab Vian.
pegawai toko itu langsung mencarikan ponsel sesuai keinginan Vian, ada beberapa jenis Mai dari J1 Ace, hingga J5 prime.
"ini J5 prime keluaran paling terbaru pak, juga sudah 4G LTE, dan memori juga besar," jelas pegawai itu.
"dek mau ponsel ini," kata Vian pada Akira.
"terserah mas saja, aku tak mengerti ponsel seperti itu," jawab Akira.
pegawai toko itu pun tersenyum mendengar jawaban polos Akira, "bapak juga bisa mencoba kamera depan maupun belakang, silahkan," kata pegawai itu.
Vian pun mengajak Akira dan Aira ber-selfie, dan kemudian pegawai itu memfoto ketiganya.
"baiklah mbak, saya ambil ponsel ini dan juga tolong casingnya di Carikan yang sama ya," kata Vian menyodorkan ponselnya.
pegawai itu pun dengan cekatan memilih, setelah itu mereka pun keluar dari toko ponsel itu.
Akira kaget saat melihat jumlah uang yang harus di keluarkan oleh Vian, "mas, ini terlalu mahal," kata Akira berbisik.
"ini pantas untuk mu," jawab Vian.
Akira tak mengira jumlah 3,5 juta itu tak seberapa untuk Vian, pasalnya itu uang yang cukup banyak.
"eh putri bunda kenapa kok cemberut?" tanya Akira yang melihat Aira kurang bersemangat.
"Aila lapal bunda," jawab Aira dengan mengembungkan pipinya.
Vian langsung tertawa mendengar jawaban Aira, "mas ih, anaknya lapar malah di ketawain," kata Akira.
"aduh maaf ya sayang, kamu sudah lapar lagi, mau makan apa sih?" tanya Vian yang menyamakan tinggi badannya dengan Aira.
"Aila mau makan sate yah," kata Aira.
"baiklah sebelum itu, kita haris beli sesuatu dulu, oke," kata Vian.
"oke ayah," jawab Aira.
mereka menuju ke warung makan sesuai keinginan Aira, tapi saat menunggu Vian pun pamit.
"dek, Aira kalian tunggu disini ya, ayah harus pergi sebentar saja," kata Vian.
"tapi ayah, mau kemana?" tanya Aira.
"mau beli rokok nak, tunggu ya, sebentar saja," kata Vian.
Vian pun berlari menyebrang jalan, Akira masih fokus dengan Aira, Vian pun masuk kesebuah dealer motor.
"selamat datang," sapa SPG pria.
"mas, cari Honda beat atau Vario 125," kata Vian.
"ada pak, kebetulan semua warna ready, tapi untuk Honda beat ini ada yang keluaran terbaru," kata SPG itu.
Vian pun memilih dan pilihannya jatuh pada Honda beat berwarna biru putih, setelah itu dia memberikan KTP milik Akira.
"oh ya ini nanti di kirim ke alamat mana pak?" tanya pegawai dealer.
Vian pun menulis alamat nya dan memberikan pada pegawai itu, setelah proses selesai, Vian pun langsung menuju ke warung tadi.
Aira sudah mengambil karena Vian pergi cukup lama, dan Aira tak ingin makan jika bukan Vian yang menyuapi.
"maaf lama," kata vian sedikit ngos-ngosan.
"ayah pelgi nya lama, Aila lapal, Aila mau disuapi ayah," kata gadis itu.
"habis tokonya antri tadi, sini ayah suapi," kata Vian.
Akira pun mengambilkan air dingin untuk Vian, setelah minum Vian menyuapi putri kecilnya.
Akira pun meminta basi Aira dan menyuapi putrinya itu, sedang Vian bisa makan, tapi Vian malah juga menyuapi Akira.
"aduh romantisnya," komentar salah seorang pelanggan yang melihat adegan itu.
Akira hanya tersenyum malu, sedang Vian malah menggodanya terus sambil mengedipkan sebelah matanya.
"ayah matanya sakit ya," kata Aira menunjuk mata Vian.
"gak cuma kelilipan sayang," jawab Akira menahan senyumnya.
sedang Vian malah tertawa mendengar ucapan putri kecilnya itu, setelah selesai, mereka pun kini menuju kesebuah toko emas.
Vian hanya tinggal mengambil pesanan Bu Ageng, tapi sayang saat akan pergi mereka bertemu dengan Rini dan Irwan.
"wah mau apa nih ke toko emas, tak mungkin beli kan, apa lagi kamu hanya orang tak mampu," kata Rini.
"maaf ya mbak, mampu tidak nya kami, itu tak perlu lapor pada mbak, jadi kami permisi," kata Akira yang menggandeng tangan Vian.
Vian hanya tersenyum sekilas mendengar jawaban dari Akira, "alah tak usah sok jawab deh, dasar gadis kampung, mau saja kamu di jadikan pembantu oleh Vian, di gaji berapa sih, aku bisa memberikan dua kali lipat," kata Rini yang berhasil menghentikan langkah kaki Akira.
Akira langsung menoleh ke arah Rini, "itu bukan urusan anda, kenapa jika aku mau jadi pembantu untuk putrinya yang berharga," kata Akira yang menggendong Aira.
"dua berharga, anak menjengkelkan itu, anak yang merepotkan," kata Rini menghina Aira.
untung Aira sudah tertidur karena kelelahan dan juga kenyang, Akira langsung mendekat ke arah Rini dan menamparnya, Akira pun menepuk lembut putrinya agar tak bangun.
"silahkan menghinaku, tapi jangan pernah menghina suami dan juga putriku, ingat itu, ayo mas kita pulang, kasihan Aira sudah lelah," kata Akira.
semua orang mau berbisik melihat Rini, sedang Rini tak menyangka jika Akira berani menamparnya.
"lihat suatu saat aku akan membalas mu, dasar wanita kampung," lirih Rini.
"sudah sayang, jadi mau beli atau tidak, tak usah urusi mereka lagi lah, sekarang kamu bisa membeli apapun yang kamu inginkan," kata Irwan membujuk Rini.
sedang Vian dan Akira saling diam saat menuju ke rumah, saat sampai Akira langsung masuk ke kamar dan menidurkan Aira.
Vian pun menghampiri Akira yang ternyata sedang menemani Aira tidur, saat Vian menepuk bahunya.
Akira langsung menghapus air matanya, Vian tau saat ini Akira terluka karena hinaan dari Rini.
Vian pun ikut bergabung bersama Akira, Vian mencium hijab Akira, "jangan di masukkan ke dalam hati, dia memang bermulut pedas," kata Vian.
Kalau berkenan boleh mampir dan support karyaku yang berjudul Sungguh Mencintainya 🙏😉☺️
tegas mirip Romo Jalal
pernah suatu waktu anaknya nangis g mau diam.lsg dibawanya kerumah.alhamduliah begitu kami gendong si baby lsg tenang.
aku sarankan untuk mencari ustadz yg berpengalaman.krna anak ini ada yg jagain.jdi klo ada yg niat g baik dg mengirimi sesuatu, penjaganya marah. itu yg buat si anak rewel..
alhamdulillah..skrg si anak sdh balita.
semangat Thor..🤩🤩
cerita ini sesikit banyak mengingatkan tentang kampung halaman.
pohon rambutan kembar di depan pintu. dijaga macan loreng putih. begitu diceritakan banyak yg tak oercaya dan beranggapan hanya bualan.
giliran surup (menjelang magrib datang) ada balita yg membagikan jajanan beng-beng ke maung di dwpan beberapa ibu2 tetangga.
padahal mrka tak melitah apapun didepan balita itu.
begitu ditanya,si balita bilang..jajannya buat miong yg duduk baik.
nah loh.. kicep lsg para emak2 yg denger.auto bubar masuk rumah masing2..😁😁
apakabar akira selama ini vian..??
hempaskan susukk..😆😆😆
g ada yg nyangka klo jenasah blm mau pulang tanpa maaf dri orang tsb.
jagalahblisan dan perbuatan. krna kadang tanpa kita sadari kita menyakiti orang lain tanpq sengaja dan meninggalkan luka yg mendalam.