menceritakan seseorang yang bernama Jack yang meninggal setelah menyelamatkan seseorang..
ia menemukan system dan memulai kehidupan barunya dengan nama Eiji Hikaru ,,
dengan bantuan system dan pelatihan di berbagai dunia yang dilakukan olehnya, dia akhirnya dikenal sebagai
Naga penjaga alam semesta ...
up tidak menentu tergantung mood..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang pian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Phoenix #2
dunia di sekitarnya telah berubah menjadi apa yang secara harfiah dapat disebut Purgatory Merah.
Eiji menutup matanya, merilekskan tubuhnya dan tiba-tiba, tubuh raksasa tertutup api mendarat di depan Ikuya dengan suara ledakan.
Ini adalah raksasa api yang seluruh tubuhnya terbakar. Tingginya tiga puluh tiga meter, memiliki tubuh yang terbakar seluruhnya dalam api merah-panas, dan memiliki dua mata ganas di kedua sisi kepalanya. Di atas kepalanya, ada juga dua tanduk api yang panjangnya sepuluh meter dan tanda emas yang tampaknya bersinar dari tengah tanduk ini.
"Jadi ini Purgatory Demon." Eiji tidak mundur, tetapi hanya mengamati Purgatory Demon.
Eiji dapat merasakan bahwa Purgatory Demon ini memiliki kultivasi yang lebih kecil dari dia, true profound .
Purgatory Demon meraung , ia menembakkan banyak bola api ke arah Eiji , tapi ia berhasil menghindarinya dengan mudah.
Purgatory demon mengangkat kakinya dan hendak menginjak Eiji , ia juga menghindari itu dengan mudah.
Setelah lima menit,Eiji sudah muak dengan raksasa ini. Satu-satunya hal yang dilakukannya adalah menembakan api atau menginjak Eiji.
"Buang-buang waktu saja." Eiji bergumam kemudian ia memusatkan energi yang mendalam pada kakinnya, dalam sekejap mata dia tepat muncul tepat di atas kepala Purgatory demon.
Seketika, ia menyalurkan seluruh energinya yang dalam pada tangan kanannya.
" Matilah !" Eiji meninju Iblis Api Penyucian pada tanda api emas di dahinya, lalu raksasa mengeluarkan teriakan yang menyedihkan , perlahan raksasa itu jatuh tanah lava dan membuat suara benturan yang sangat keras.
Api di tubuhnya padam dengan cepat, sampai yang tersisa hanyalah beberapa bara kecil yang menunjukkan tubuh hitamnya yang besar. Segera setelah itu, bahkan tubuhnya mulai hancur dan semuanya menghilang seolah terbuat dari uap.
Eiji memandangi Purgatory Demon yang hancur dengan kekecewaan yang sangat dalam, "Benar-benar menyedihkan.Aku mengharapkan lebih dari itu,ternyata hanya badannya saja yang besar namun ketahanan tubuh dan kekuatan nya sangat kecil , benar-benar membuang waktuku saja "
Saat Eiji hendak beranjak pergi dari sana , pemandangan di depannya tiba-tiba berubah. Di tengah-tengah distorsi, ruang tanah merah, gunung berapi dan genangan lava .... Semua itu lenyap. Apa yang menggantikannya adalah hamparan kehampaan.
"Tahap kedua persidangan: Arrows of the Phoenix."
Pada saat ini, seruan tiba-tiba burung phoenix yang sangat keras dan jernih datang dari langit. Setelah ini, langit yang awalnya gelap tiba-tiba menjadi merah menyala, seolah-olah terbakar.
Eiji mengangkat kepalanya dan melihat banyak titik merah di langit. Saat dia melihat mereka, tangisan phoenix bergema lagi dan noda merah mengarah ke lokasinya dan tiba-tiba mulai dengan cepat jatuh seperti meteor. Di depan matanya, titik-titik ini semakin dekat dan menjadi semakin besar.
Itu adalah tubuh yang diselimuti api merah, burung phoenix berukuran kecil sekitar enam kaki panjangnya. Kecepatan turunnya sangat cepat, seolah-olah itu adalah panah yang cepat dan tajam sedang meluncur kebawah.
Eiji segera mengindari nya ketika phoenix menyala menabrak tanah dan langsung meledak, namun karena telat persekian detik menyebabkan Eiji terhuyung mundur.
"Sialan, ini sangat merepotkan " Eiji merasa kesal karena banyaknya siluet Phoenix meluncur kearahnya..
Ia kemudian mengangkat kedua tangannya
"Gluttony "
Keluarlah lubang hitam layaknya black Hole dari tangan ikuya, lubang hitam itu terus menyerap semua siluet Phoenix yang ingin menabrak Eiji.
Roh Phoenix benar-benar terkejut dengan penampilan Eiji.
'Kecepatannya menyalurkan energi yang mendalam mungkin tidak tertandingi bahkan di antara para Guru Ilahi. Hanya jenis meridian apa yang dimiliki bocah itu? Dan kendalinya terhadap energi yang dalam sangat fantastis. Belum lagi kemurnian dan betapa padat energinya. Hanya siapa bocah ini?dan apa-apa an lubang hitam itu ' Phoenix bertanya-tanya.
Ia telah memindai tubuh Eiji dan menemukan bahwa baik meridian dan nadinya yang dalam adalah sesuatu yang bahkan Divine beast tidak memiliki pengetahuan tentang itu.
Setelah beberapa saat ujian kedua berakhir ,Eiji menghilangkan skillnya dan mengungkapkan ia yang tidak terluka sedikit pun.
Selama 5menit , ribuan siluet phoenix telah terhisap oleh skill gluttony milik Eiji, dan oleh sebab itu ia sama sekali tidak kelelahan, bahkan energinya semakin meningkat.
"Selamat kamu telah melewati dua tahap ujian sebelumnya dan telah membuktikan bahwa kamu memiliki tingkat kemampuan yang cukup. Bahkan, hasil Anda sangat baik dan saya dapat melihat bahwa Anda memiliki tubuh yang sangat unik. Namun, uji coba ketiga Corruption of the Heart Flame adalah cobaan hati yang tidak terkait dengan kemampuan luar. Dengan demikian, kelebihan tubuh serta kemampuan unik milikmu tidak akan berguna. Cobaan ketiga ini juga merupakan cobaan yang paling sulit untuk dilalui. Dalam tahun-tahun yang tak terhitung ini, jumlah penantang yang telah melewati dua cobaan pertama sama dengan tiga ratus dua puluh sembilan. Tetapi orang-orang yang lulus ujian ketiga .. hanya berjumlah tujuh orang. " Kata Roh Phoenix.
"Hrmm begitu ya " renung Eiji .
"Cobaan ketiga adalah cobaan hati. Itu tidak melibatkan perkelahian, melainkan melibatkan pilihan di dalam hatimu. Jika kamu memiliki hati serta tekad yang kuat, maka bahkan jika kamu memiliki kekuatan mendalam yang lemah, ada kemungkinan dapat dengan mudah lulus. Di sisi lain, jika Anda tidak memiliki tekad yang cukup, maka menyerahkan hidup Anda di dunia biasa juga bisa menjadi pilihan. Lagi pula, kekuatan bukanlah segalanya dalam hidup. " Kata Phoenix.
"Jadi, apakah kamu siap?" Phoenix bertanya.
" Yayaya, tidak usah banyak tanya . Langsung mulai saja"
Mata Phoenix menghilang lagi dan ruang gelap gulita mulai berfluktuasi. Tapi....
"Hah?"
Datang suara terkejut oleh Roh Phoenix.
"Tidak mungkin ..... Apakah hal seperti itu bahkan mungkin terjadi ..." Phoenix berkata dengan tidak percaya.
Eiji tadi merasakan sesuatu menyerang jiwanya dan memindai jiwanya seolah mencari sesuatu di dalam jiwanya. .
"Kenapa? Kenapaa aku tidak bisa melihat apapun di dalam jiwamu?" Phoenix bertanya.
"Tentu saja kau tidak akan menemukan mereka. Karena ....." Eiji terdiam lalu menatap langsung ke mata emas raksasa itu dan berkata.
" Kau tidak akan pernah bisa melihat jiwa asliku " Eiji menatap sinis Phoenix.
"...." Roh Phoenix tertegun diam.
Malas menunggu Phoenix yang tidak berbicara, Eiji memulai bertanya.
"Jadi ..... Apa aku lulus?"
"Hmmm ... Ini tentu pertama kalinya situasi seperti itu muncul. Kamu benar-benar manusia paling aneh dan paling unik yang pernah kulihat. Karena kamu tidak gagal dalam ujian ini ,bahkan bisa mengatasinya itu bisa dianggap sebagai 'Lulus'. "
"Selamat, kamu telah melewati ujian Phoenix. Kamu telah mendapat hak untuk mewarisi hadiah Phoenix." Kata Phoenix.
"Kamu akan menerima Pelet Phoenix Suci, setetes Darah Phoenix, dan satu bulan untuk memahami Dunia Ode of Phoenix."
"Sekarang, aku akan memberimu Vena Phoenix."
Mata emas roh phoenix menyala, dan menyebabkan dunia gelap berubah menjadi emas untuk sesaat. Tiba-tiba, titik cahaya keemasan datang dari ruang ilusi. Tembakan sinar berwarna merah tepat di antara alis Eiji.
"Setelah kamu menyatu dengan darah Phoenix, kamu tidak hanya akan mendapatkan kemampuan Phoenix untuk menahan api, tetapi juga kemampuan untuk menguasai api atribut seni yang mendalam dan menghasilkan dua kali hasil dalam separuh waktu. Terutama skill api Phoenix yang akan memungkinkan Anda untuk menggunakan kekuatan yang tiga kali lebih kuat dari apa yang bisa dilakukan oleh pembuluh darah orang normal. " Kata Phoenix.
Eiji mengulurkan tangannya dan setetes darah muncul, mengambang di telapak tangannya.
"Di mana imbalan saya yang lain?" Eiji bertanya sambil menyimpan setetes darah Phoenix.
Mata emas itu berkedip lagi dan dua titik cahaya turun dari langit. Apa yang jatuh di depan Eiji adalah botol batu giok berwarna putih dan sepotong batu giok putih yang pecah.
"Di dalam botol giok berwarna putih itu adalah Divine Phoenix Pill. Itu dapat meningkatkan kontrol energi api dengan jumlah yang substansial. Tetapi pada saat yang sama, itu juga dapat sangat meningkatkan kekuatan mendalam . Berkenaan dengan kekuatan mendalam kamu saat ini, itu bisa membuat kekuatanmu yang dalam memajukan setidaknya tiga peringkat! "
"Sementara itu, fragmen dari [Dunia Ode of Phoenix] tertulis di batu giok ini. Bersama [World Ode of the Phoenix], [Lagu Roh Penghibur Vermillion Bird], dan [Catatan Pembakaran Golden Crow ] dikenal sebagai Tiga Buku Surgawi Hangus Terbesar Dunia. Masing-masing memiliki kekuatan luar biasa yang mampu membakar surga. Tahun itu, Phoenix meninggalkan enam tahap pertama [Dunia Ode of Phoenix]. " Phoenix menjelaskan kegunaan barang itu secara singkat.
" Hmmmm, untuk pil ini aku akan mengambil nya dan yang lain silahkan kau simpan saja, barang itu tidak berguna " Eiji melemparkan fragmen itu kembali kepada roh Phoenix.
Mendengar ucapan Eiji ,Phoenix merasa bingung.
" Oh satu lagi, nanti akan ada yang datang kesini, jadi berikan saja sampah itu kepadanya " Lanjut Eiji
"Sampah ! Itu adalah fragmen yang dicari bahkan oleh semua manusia di sini, dan kamu menganggapnya sampah!! Jangan kira kamu sudah merasa kuat , aku tidak akan mentolerir orang yang menghina usaha terakhir Phoenix yg asli! " Phoenix menekankan kekuatan nya pada Eiji.
Namun hal yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Eiji kembali menatap mata Phoenix.
"Jangan macam- macam denganku makhluk Rendahan "
Ledakan aura naga Eiji membuat pecahan jiwa Phoenix terpental.
Seketika muncul bayangan naga yang sangat besar di belakang Eiji, Phoenix yang melihat itu hanya bisa diam tidak bisa berbuat apa-apa.
" Urusanku disini sudah selesai, jadi selamat tinggal "
Eiji kemudian pergi dari sana.
"Ap-apa itu , dia sebenarnya bukan manusia? Astaga apa yang akan terjadi pada dunia ini, semoga saja hal yang baik " Gumam Phoenix setelah melihat kepergian Eiji.
Bersambung!