NovelToon NovelToon
For A Great Love

For A Great Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:261k
Nilai: 5
Nama Author: vie

Kiand Radea merasa sudah mengambil keputusan yang tepat untuk merantau ke jakarta, demi melunasi hutang sang ayah yang terbaring lemah, setelah sang Ibu meninggal. Empat tahun berjuang, akhirnya Kiand resmi menyandang gelar S. Ars dengan nilai yang memuaskan, dan mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan ternama di bidang Kontruksi dan Property

Pertemuannya dengan Pandu di lift, membuat Kiand terjerumus kedalan masalah yang di akibatkan oleh Pandu, sehingga memaksanya untuk masuk kedalam kehidupan pandu. Apakah Kiand mampu untuk tetap bertahan, dengan segala sikap Pandu yang menurutnya sangat menyebalkan? atau mungkin akan ada Cinta yang tumbuh karena pertemuan yang intense?

Pandu Bagaskara adik dari presiden direktur sekaligus wakil presdir di perusahaan tempat Kiand bekerja. memiliki wajah tampan dan sempurna, serta kekayaan yang melimpah membuat Pandu menjadi pujaan setiap wanita, namun siapa sangka Pandu justru sedang merasakan luka yang begitu dalam hingga sulit dia obati, dan membuatnya bersikap dingin kepada lawan jenis. pertemuannya dengan Kiand merubah pandangan Pandu tentang arti cinta yang sesungguhnya. Apakah Kiand bisa menjadi obat untuk luka Pandu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 28 pelukan Kiand

Sepertinya Kiand benar-benar kesal dengan sikap ku tadi pagi, ia bahkan tak menghubungiku, apa aku tadi sudah kelewatan? aghhh entahlah...

Aku bahkan tidak bisa berpikir kali ini, pikiranku semua terkuras oleh Kiand dan perkataan jefry tadi,

"aghhhh" teriakku sambil mengacak - acak rambutku

apa aku coba menghubungi Kiand? pikirku

tapi apa kata dia nanti, tadi pagi aku sudah sangat jutek padanya, masa sekarang aku harus menghubunginya lebih dulu.

Sampai pukul 11 siang tak ada kabar dari Kiand, padahal biasanya dia akan mengirimku pesan " makan siang bareng ngga? " atau dia akan meminta ijin untuk makan bersama teman-temannya.

"Hallo karin! bisa tolong sambungkan ke karyawan atas nama Nanda, bagian fit out officer" titahku pada Karin

"Baik pak! " selang beberapa detik aku sudah terhubung dengan Nanda

"Hallo selamat siang! " sapa Nanda

"Siang, dengan Nanda ... "

"Iya Pak.. "

"tolong kecilkan suaramu, jangan sampai Kiand tahu saya menghubungimu, saya boleh minta tolong? " tanyaku, meski awalnya ragu tapi aku harus merendahkan gengsi ku kali ini

"apa pak? " kali ini suara Nanda mengecil

"Makan siang ini tolong ajak Kiand ke kantin, nanti saya akan kesana" pintaku

"Kantin? serius bapak mau ke kantin? " tanyanya dengan nada tinggi

"Syuuuuuttttt Nanda saya bilang kecilkan suaramu" ujarku

"Maaf pak, tadi itu saya syok dengernya, lagian Kiand lagi di panggil pak Darma " jelas Nanda

"Ohh...! kenapa? " tanyaku penasaran

"Besok akan ada meeting, tentang renovasi hotel yang di surabaya, nah design nya itu Kiand sama Pak Darma yang handle" jelas Nanda. Rupanya dia sedang sibuk

"oke baik! ya sudah jangan sampai kiand tahu saya akan menyusulnya ke kantin" tegasku

"Baik pak! "

setelah menutup sambungan telpon dengan Nanda aku meminta Karin untuk masuk ke ruanganku.

"Permisi pak! " tak lama karin masuk

"Ohh ya, sini karin duduk" aku mempersilahkan karin duduk.

"Ada perlu apa pak panggil saya? " tanya karin

"Begini, jam 12 ini saya mau ketemu seseorang, tolong kamu belikan coklat di bawah ya, saya nggak sempet, nih uangnya kamu beli aja lima, kalau kamu mau kamu boleh beli untuk kamu" perintahku pada karin sambil memberikan uang lima lembar pecahan 100rb

"Baik pak! " Karinpun meninggalkan ruangan

Setelah mendapatkan coklat, aku bergegas menuju kantin di lantai dasar, hal yang tak pernah ku lakukan sebelumnya, rasanya sangat aneh, saat aku menuruni anak tangga dan melihat beberapa stand makanan berjejer rapih dan terlihat beberapa karyawan sudah memenuhi meja-meja yang di sediakan, mataku mulai mengitari seluruh sudut ruangan, untuk mencari keberadaan Kiand, untunglah aku dengan cepat menemukan sosoknya, dia tengah serius menikmati makananya sambil membaca sebuah buku, perlahan aku berjalan di belakangnya, Nanda dan Temannya Kiand sempat melihatku, namun ku isyaratkan untuk tidak memberi tahu kiand.

Aku berjalan semakin mendekat, hingga aku bisa dengan jelas melihat apa yang dia baca, rupanya dia sedang membaca novel aku pikir dia sedang sibuk mengerjakan tugas dari Pak Darma, dasar Kiand .....

"Kannn Cinta itu kadang bikin orang lemah, tau nggak Kak masa akhirnya si ceweknya pergi, padahal dia sayang banget sama cowoknya" serunya pada Nanda dan temannya.

"sebenernya ada nggak sih cowok yang bisa bener-bener sayang sama ceweknya, sampe rela berkorban gitu" dia terus berbicara meski kedua temannya tidak menanggapi, rasanya ingin ku ketok kepalanya dengan coklat ini.

"eheemmmm " aku berdehem pelan

Kiand berbalik dan tampak kaget saat melihatku sudah berdiri di belakangnya, matanya sempat menyipit tajam, lalu kembali membelakangiku dia tampak tak perduli dengan kehadiranku.

aku segera menarik kursi di sebalahnya dan duduk disana

"Ngambek? "

Kiand hanya diam dan melanjutkan makannya, seolah ia tidak melihatku yang ada di sampingnya

"Ki.. Kiand" Nanda mencoba mengingatkan jika ada aku di sini

"Biarin aja! " jawabnya ketus

" Nih" Aku memberikan coklat yang tadi karin beli "Maaf" ucapku singkat

Kiand menoleh dan melihat pemberianku dengan pandangan tidak tertarik.

"Gue udah selesai makannya, kalian masih mau disini" Ujar Kiand pada kedua temannya sambil beranjak dari tempat duduk

"Hei ! mau kemana? " tanganku menarik tangan Kiand, agar Kiand tetap disini.

Semua mata tertuju padaku, mereka merasa bingung mengapa aku ada disini

"Saya banyak kerjaan pak! 'jawabnya berusaha melepaskan tanganku

" Bisa duduk sebentar? " tanyaku

"Nggak...! " kiand tetap berjalan meninggalkanku, dia benar-benar marah

"Sabar ya pak, nanti kita bujuk kiand" ujar Nanda

"Pak ini buat Kiand? " tanya salah satu teman Kiand sambil memegang coklat yang ingin ku beri pada kiand

"Hmmm" aku hanya mengangguk

"Gimana kalau coklatnya saya kasih ke Kiand! "

"Di... syuuut! " Nanda mencoba memperingati temannya untuk tidak lancang

"Ohh nggak papa, boleh boleh" jawabku sambil memberikan bungkusan plastik berisi coklat

"Ya udah kita pamit dulu ya pak! " Nanda dan temannya pun pergi, aku yang tak tahu harus apa disini memilih untuk meninggalkan kantin dan memesan kopi di salah satu Coffee shop langgananku yang berada di loby.

Aku duduk sambil mengingat kembali wajah kiand saat ia marah padaku, gadis itu.... entah kenapa dia terlihat lucu saat dia marah, hal yang tak pernah ku lihat pada diri Bintang. Mungkin aku memang sudah keterlaluan pagi itu.

Kunikmati secangkir kopi yang ku pesan, sambil melihat ponselku, berharap Kiand akan menghubungiku, tapi ternyata dia benar-benar tidak menggubris permintaan maafku.

Aku memberanikan diri mengirimkan pesan singkat untuknya

Masih ngambek?

Cukup lama aku menunggu tapi tak ada jawaban dari Kiand, berani juga dia memperlakukan aku seperti ini desisku sambil tersenyum

Saya minta maaf untuk masalah tadi pagi

aku masih menunggu balasan darinya, dia membaca pesanku, tapi dia tidak membalasnya , dasar Kiand awas saja aku akan bikin perhitungan sama dia

Kalau nggak balas, saya akan bilang Pak Darma untuk memotong gaji mu bulan ini

Salah satu keuntungan menjadi seorang atasan, bisa melakukan apapun sesuka hatiku.

Mau bapak apa sih?

benar saja dia membalas pesanku, ternyata dia masih takut kalau gajinya di potong, mudah sekali mengamcam Kiand, aku jadi geli sendiri memikirkannya.

Mau saya kamu balas pesan saya

Sayang kuota saya nanti habis

kamu bisa pakai wifii kantor

sayang Baterainya

Kamu bisa charger pakai listrik kantor, semua tagihan wifi dan listrik saya yang bayar

alasan apa lagi yang akan dia berikan

Sayang tenaga saya terkuras untuk ngetik

dasar anak ini, sepertinya dia punya berjuta alasan saat aku mencecarnya

kamu mau temui saya, atau saya potong gaji kamu?

anacamku

BAIK TUAN WAKIL PRESDIR SAYA AKAN MENEMUI ANDA, SEKARANG POSISI ANDA DIMANA?

Dia membalas dengan huruf kapital, itu tandanya dia semakin kesal

saya di coffe shop

balasku

tak ada balasan apapun dari Kiand, tapi dia pasti datang. Aku menaruh ponselku sambil merebahkan punggungku di sofa kecil , ku bayangkan wajah kesal kiand saat dia membalas pesan-pesan dariku.

Saat aku menunggu Kiand, seseorang yang kukenal tengah berdiri di sampingku

"Ngapain lo kesini? " tanyaku

"Kita harus bicara! " ujar Kak Candra,

"apa yang harus di bicarain lagi? gue lagi males berdebat sama lo" jawabku

"Pulang! " perintah Kak Candra

"Gue nggak mau pulang! " tolakku

"kamu nggak kasian sama papih mamih, mereka mau kamu pulang" ujar Kak Candra

"Kasian? siapa yang haruanya di kasihani? " aku mulai meninggikan suaraku

"Jadi lo masih belum terima sama hubungan gue dan Bintang?

" Apa pertanyaan lo harus gue jawab? " tanyaku

"Kenapa lo terlalu egois? harusnya lo bisa lebih dewasa menerima keadaan ini! lo harus terima kalau perasaan Bintang bukan buat lo tapi buat gue! " Nada bicara Kak Candra semakin meninggi

"Dewasa? egois? siapa disini yang egois, lo sebagai kakak harusnya bisa hargain perasaan gue, lo tau seberapa besar rasa cinta gue sama Bintang, dan lo seakan nggak perduli hal itu! " amarahku semakin tak terkendali, coffeshop kini mulai ricuh, beberapa pengunjung bahkan menghampiri kami,

"Udah udah malu, ini tempat umum! " Bintang berusaha melerai

"Dia yang duluan! " sahut ku sambil menujuk kearah wajah Kak Candra

"Sudahlah Du, ayo kita pulang... kasian mamih di rumah" kali ini Bintang yang membujukku, rasanya aku tak sanggup menatap matanya, hatiku masih luluh di hadapannya

"Maaf Bi, untuk saat ini nggak bisa! " jawabku menunduk

"kenapa? karna aku? " tanya Bintang

"Kenapa kalian terus memaksa sih? apa nggak boleh aku menenangkan perasaanku sejenak, nanti juga aku pulang, jadi tolonglah mengerti aku"

"Du, kita sudah bicarakan ini, sudah ada Kiand yang bisa menggantikanku, lalu kenapa kamu masih nggak rela? " Aku hanya diam saat Bintang menanyakan hal itu,

"Mau sampai kapan kamu jadi pecundang? Kian bukan pacar kamu kan? " Tembak Kak Candra

"Bukan urusan lo! " jawabku

"cewek murahan, di bayar berapa dia untuk jadi pacar pura-pura lo" perkataan kak Candra sungguh di luar batas, rasanya amarahku semakin naik saat kak Candra menghina Kiand

Tanpa pikir panjang aku menarik kearah kak Candra, "jangan pernah ngomong macem-macem tentang Kiand, lo ngak tau apa-apa" ucapku kesal

"Pandu, lepasin ini kakak mu! " Bintang terlihat takut

"Kenapa? benarkan dia pacar pura-pura kamu? " tanpa berkata apapun, ku layangkan pukulanku ke arah wajah Kak Candra. Kak Candra yang tidak terima langsung membalas pukulannya ke arahku hingga aku terhuyung kebelakang.

"Candra, Pandu sudah" Bintang mencoba menarik tangan Kak Candra, disini hatiku sakit, dia tampak memperhatikahn luka Kak Candra.

Bintang sudah tidak mencintaiku lagi, dia lebih membela kak candra, dia bahkan tidak perduli padaku.

"Dasar anak tak tahu diri? pasti gara-gara cewek murahan itu" Kak Candra masih tidak berhenti mencela Kiand, dengan cepay aku bangkit, dan saat aku hendak memukul Kak candra Kiand memelukku

"Pak.... udah pak! " pelukan kiand terasa begitu hangat, amarahku yang memuncak seketika reda

"Udah ya pak saya mohon" pelukannya begitu erat , aku yang terkejut hanya bisa diam mematung, Kiand menangis dalam pelukanku, disaat aku pikir sudah tidak ada yang perduli padaku Kiandlah yang datang untukku.

"saya mohon, jangan lakukan lagi" ujar Kiand, ingin rasanya aku membalas pelukan Kiand, tapi tangan ini seolah kaku, mataku menatap Bintang yang kala itu tengah menenangkan Kak Candra, dia membalas tatapanku dengan mata yang berkaca-kaca. Hatiku sedang berperang saat ini, Bayangan Bintang dan Kiand datang silih berganti, membuat hatiku semakin bimbang.

1
Kadek Ety
Kisahnya sangat dalam dan mengharukan
Nur Aini
ceritanya bagus
Eneng Sutirah
ah senengnya happy ending....makasih othor cantikku
Susi Mardiana
belum rela Kisah mereka selesai Thor...
secara nunggu nya berpuluh purnama
vie: nanti ada novel selanjutnya, dukung terus ya
total 1 replies
Eneng Sutirah
ah senangna liat si cantik up lagi...udah lama banget d tunggu ...hatur nuhun gelis❤️
pisces
syukur deh semua berjalan baik dan bahagia stlh kesakitan dan halangan selama ini, semoga ke depannya tdka ada kendala yg berarti sampe menikah
Susi Mardiana
tissu mana tissu...
Kiand nk mw ngerjain pak Pandu dlu???
keenakan pak Pandu nya lgsg dimaafkan...
Author juga harus tanggung jawab Up banyak2...krn sy udh nungguin 1thn lebih...
Susi Mardiana
di tunggu double up nya Thor...
pisces
sejak dulu noval sll ada buat kiand, laki2 yg sangat baik
pisces
ikut deg2an deh gmn reaksi kiand ketemu pandu yg gak jls ujungnya, semoga mereka cpt menyusul jefry nanda
Anna Mutia Feranita
akhirnya setel skian purnama....
Susi Mardiana
semangat berkarya Thor...
di tunggu kelanjutannya...
vie
makasi ya semuanya maaf nunggu lama
Eri'e Fitriasari
akhirnya setelah sekian lama aku menunggu up mu 🥺
pisces
ya Allah sudah 100 abad aku nunggu nih lanjutan pandu kiand akhirnyaaaaa bisa baca lagi nih novel
welcome back thor
Khaira Yunizar
aku malah sudah lupa dengan cerita nya🤭😂😃. semangat tor...
Nesya Nesya
akhirnya setelah sekian purnama up jga,,,
vie
setelah hampir satu tahun akhirnya baru bisa masuk ke akunku, sempat rusak hpnya lupa pasword jd males buat log in, mau lanjutin kisah ini masih ada yang mau baca gak ya
Bermain bersama Raiyya: Mau kaaa, aku nungguin lho
total 3 replies
BirVie💖🇵🇸
ngorek informasi tentang Pandu yaa Kiand 🤭
BirVie💖🇵🇸
untung yg menyelamatkan Pandu adalah Kiand...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!