NovelToon NovelToon
ASSISTEN SANG CEO

ASSISTEN SANG CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:441.2k
Nilai: 5
Nama Author: lijun

Apa jadinya kalau CEO dan asistennya selalu bertengkar hanya karena hal sepele?

Andrian yang selalu saja ribut dengan Jasmine asistennya dalam segala kesempatan. Tiada hari tanpa keributan antara mereka, dari saling mengejek dan menggoda jadi aktifitas mereka disela kegiatan kantor.

Seiring kebersamaan dan langkah mereka yang sering ribut justru menimbulkan perasaan nyaman antara keduanya. Namun gengsi seakan menahan perasaan keduanya untuk tidak terucap.

Mampukah mereka saling jujur akan perasaan masing-masing? atau justru terus terperangkap pada gengsi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lijun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bapak

Pagi yang baru sudah kembali menyapa semua orang agar beraktifitas kembali. Begitupun dengan pemuda yang sudah siap dengan setelan jas nya yang semakin membuatnya nampak sangat tampan mempesona.

Langkah kakinya begitu ringan saat menuruni tangga menuju ruang makan sekedar untuk minum teh hangat. Setiap pagi Andrian hanya akan minum teh atau kopi saja sebelum pergi kerja.

Tidak pernah sekalipun Andrian sarapan di rumah atau lebih tepatnya Andrian lebih suka makan di luar. Baginya makan di rumah sangat membosankan karena hanya ada dirinya seorang saja.

Meja makan juga tidak pernah terisi oleh makanan selain teh dan selembar roti yang selalu di siapkan palayannya. Namun kali ini ada yang berbeda dengan meja makan Andrian yang biasanya selalu kosong.

"Bi Jum kenapa masak? aku tidak akan sarapan di rumah" ucap Andrian sembari melihat sejenak pelayannya yang sedang membereskan dapur itu.

"Oh maaf den Rian, itu bukan bibi atau pelayan lain yang menyiapkan tapi non cantik yang tinggal di sini" jawab bibi Jum dengan senyum senangnya.

Apa lagi saat mengingat bagaimana ramah dan baiknya gadis yang tinggal di kamar atas itu. Wanita tua itu sampai berdecak kagum saat melihat keahlian memasak dari si gadis.

Kening Andrian mengkerut mencoba berpikir siapa wanita yang tinggal di rumahnya selain pelayan. Ah iya Jasmine! Andrian baru ingat kalau Jasmine mulai saat ini akan tinggal di rumahnya bersama dengannya.

"Dimana dia bi? apa belum turun?" tanya Andrian lagi yang masih menatap makanan di meja dengan minat.

"Kau cari siapa?" tanya Jasmine yang baru memasuki ruang makan dengan pakaian kantornya yang sudah rapi.

Aroma mawar juga langsung menyeruak di hidung Andrian membuatnya tergoda untuk menghirup lebih lama lagi aroma itu. Namun mengingat kalau aroma itu berasal dari singa betina Jasmine, Andrian mengurungkan niatnya untuk menikmati aroma menenangkan itu dari pada di terkam singa betina pagi-pagi pikirnya.

Pemuda itu duduk dengan acuhnya di salah satu kursi dan mulai mengambil sarapannya membuat Lara meradang.

"Hey tuan aku bertanya padamu! siapa yang kau cari tadi?" kesal Jasmine ikut duduk di sebelah Andrian.

Andrian hanya mengangkat bahunya acuh sembari mulai memakan sarapannya tanpa memperdulikan cemberutnya Jasmine.

Rasa masakan yang pas di lidah membuat Andrian menambah lagi sampai pemuda itu merasa cukup dari pada kekenyangan malah jadi begah.

"Kau mau pergi dengaku atau naik angkutan umum?" tanya Andrian setelah selesai makan.

Jasmine menoleh pada Andrian di sampingnya lalu membuka mulut ingin berkata, tapi....

"Pasti ikut dengaku, kau kan si nona gratisan kalau ada yang namanya gratisan pasti selalu pilih itu dengan alasan berhemat" sambar Andrian lebih dulu.

Semakin bertambah kesallah Jasmine dibuat Andrian pagi ini. Sudah tadi di cuekin sekarang di katakan nona gratisan, kalau ada yang gratis kan sayang untuk di abaikan pikir Jasmine.

"Pergi sana aku bisa naik ojol" jawab Jasmine ketus tidak ingin di bilang nona gratisan lagi.

Ditambah gadis itu sedang kesal membuatnya mengabaikan tawaran Andrian kali ini. Jasmine yakin Andrian pasti akan mulai membalas dendam untuk masalah tadi malam.

"Ya sudah" cuek Andrian yang entah kenapa membuat Jasmine semakin kesal saja.

"Ish kok tidak di paksa sih! biasanya aja maksa ini pergi gitu aja" gerutu Jasmine saat Andrian benar-benar pergi.

Gadis itu tadi sempat berharap kalau Andrian mau memaksanya maka ia akan ikut dengan alasan paksaan dari pemuda itu. Namun nyatanya Andrian malah pergi meninggalkannya.

Dengan kesalnya Jasmine menyuapkan banyak makanan kemulutnya. Jasmine juga mengunyah dan menyuap dengan cepat sampai akhirnya ia tersedak karena tepukan seseorang mengagetkannya.

Uhuk uhuk uhuk

"Minum-minum" ucap seseorang yang ternyata Andrian menyodorkan segelaa air kepada Jasmine.

Langsung saja Jasmine menyambar gelas itu dan meminum airnya sampai tanpa sisa lalu menetralkan napasnya sejenak sebelum akhirnya menatap sengit pada Andrian yang nampak tersenyum puas.

"Kau sengajakan!" marah Jasmine melototkan matanya.

"Tidak! aku tidak sengaja, tadi aku cuma mau bilang padamu untuk cepat dan jangan lupa bawa berkas untuk rapat hari ini karena kita akan langsung pergi menemui klien di luar" ucap Andrian santai dengan senyum tipis di bibirnya dan alisnya yang dinaik turunkan seakan menggoda Jasmine.

Gadis itu memutar bola matanya jengah akan tingkah Andrian itu.

"Tidak sengaja tapi wajah mu terlihat puas begitu! bilang saja kau ingin balas dendam padaku karena tadi malam" kesal Jasmine meninggalkan meja makan untuk menuju kamarnya lagi.

"Kalau kau merasa itu balas dendam bisa jadi iya bisa juga tidak, tapi pembalasan si tampan masih ada kelanjutannya" kekeh Andrian menatap jahil pada Jasmine.

Jasmine berdecak kesal sekligus sebal pada Andrian yang menurutnya jahilnya kelewatan bahkan Jasmine sendiri kadang merasa sangat kesal padanya.

Tapi kalau saja Andrian tidak mengingatkannya akan berkas yang harus di bawa sudah pastinya Jasmine akan lupa dan meninggalkan berkas penting itu. Dan bisa di pastikan juga kalau Jasmine akan mendapat pencerahan yang tiada ujungnya dari Andrian.

Atau lebih parahnya lagi Jasmine malah di suruh mengambil kembali berkas itu. Huh pasti mengesalkan kalau aku harus sampai bolak balik nantinya pikir Jasmine.

"Pergi sana! aku akan pergi juga sebentar lagi" ucap Jasmine sembari menaiki tangga menuju lantai atas.

Mata Andrian melotot mendengar ucapan Jasmine.

"Heh! enak saja kau mengusirku di rumahku sendiri" ucap Andrian tidak terima.

"Aku tidak mengusirmu hanya menyuruhmu pergi" teriak Jasmine dari lantai atas.

"Sama saja tahu!" ketus Andrian jengah.

Ucapan Jasmine yang terkadang ceplas-ceplos dan tidak ada bedanya di setiap kalimatnya kadang membuat Andrian bingung sendiri mencari dimana letak perbedaan kalimat gadis itu.

"Kalau kau merasa seperti itu ya bisa jadi bisa juga tidak" kata Jasmine membalikkan kalimat Andrian tadi sembari menuruni tangga.

"Ayo cepat dasar lambat! kita bisa terlambat menemui klien penting" lanjutnya melewati Andrian setelah melayangkan tatapan tajam pada pemuda itu.

Dengan santainya gadis itu berjalan melewati Andrian yang malah terlihat seperti seorang asisten yang tidak bisa bergerak cepat. Bahkan mendapatkan tatapan tajam dari sang bos.

"Hey Jasmine yang bos itu aku bukan kau!" protes Andrian mengejar gadis yang sudah menjauh hampir mendekati pintu itu.

"Tidak ada bos atau atasan, kau hanya menggajiku karena aku selalu mengikutimu dan membantumu mengerjakan sesuatu, itu saja" sahut Jasmine santai.

"Itu sama saja kau bekerja denganku!" jengkel Andrian.

"Kalau aku bekerja denganmu aku pasti sudah memanggilmu bos atau tuan atau pak, tapi aku tidak tuh" ucap Jasmine sembari membuka pintu mobil Andrian lalu duduk di kursi penumpang disebelah Andrian.

Dengan cepat Andrian ikut masuk kedalam mobil yang di kendarai supir.

"Kalau begitu mulai sekarang kau harus memanggilku pak!" perintah Andrian tegas.

Dalam hati Jasmine tertawa geli karena berhasil membuat Andrian lupa akan dirinya yang mengatakan akan naik ojol. Jadi Andrian tidak akan mengatakannya nona gratisan lagi sepanjang jalan nanti, yang penting samapi dulu pikirnya.

"Oh kau mau ku panggil pak! baiklah bapak Andrian yang terhormat" ucap Jasmine menatap Andrian dengan senyuman manisnya.

Andrian yang mendengarnya ikut tersenyum melihat senyum manis Jasmine. Namun senyum itu tidak bertahan lama karena kalimat Jasmine selanjutnya benar-benar membuat Andrian kesal.

"Tapi setahuku orang yang dipanggil pak hanya kepada mereka yang sudah punya keluarga, seperti anak dan istri sedangkan bapak Andrian tidak memiliki satupun dari keduanya, jadi aku akan tetap memanggilmu Andrian JELEK" ucap Jasmine menekan kata 'Jelek' dengan kerasnya di telinga Andrian.

Setelahnya Jasmine tertawa karena lirikan tajam Andrian dan juga raut wajah pemuda itu yang terlihat datar malah lucu bagi Jasmine. Bahkan supir yang membawa mereka juga ikut terkekeh pelan mendengar ucapan Jasmine.

Pria yang sudah berumur itu tidak menyangka akan menemukan gadis yang malah mengejek tuannya. Kalau biasanya gadis lain memuja maka Jasmine kebalikannya.

1
solehatin binti rail
😃😃😃😃
solehatin binti rail
bagus ceritanya ....nyantai baget gak ngebosennim
solehatin binti rail
lanjut ....kayak nya seru
Dewi Al Farha
Luar biasa
Barry Slange'an
astaga ngakak aq...wkwkwkwk
Marhaban ya Nur17
temannya kali y yg nyulik
Marhaban ya Nur17
hrs pake wotak y pk ceo
Marhaban ya Nur17
wah g jd neh nikahnya
Marhaban ya Nur17
what ???
Marhaban ya Nur17
ya kan pembalut
Marhaban ya Nur17
saudara nya bebek kaleo 😁👍
Marhaban ya Nur17
kalah donk keras sakti ama heil sakti
Marhaban ya Nur17
yg wkt itu jasmine bilang bisma mirip papahnya yg playboy itu siap y ???
Marhaban ya Nur17
klo g teman sekolah pst kolega
Marhaban ya Nur17
kalimate kadang ada yg baku
Marhaban ya Nur17
minimouse
Marhaban ya Nur17
wkww
Marhaban ya Nur17
msh ada lagi musuhnya se mini belum
Marhaban ya Nur17
dag dig dug ser
Marhaban ya Nur17
mini 🐁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!