Siapa yang tidak kenal dengan Jordan Mikhael Anderson. Pria berkharisma itu adalah pemilik perusahaan MA Group. Perusahaan besar di dunia, memiliki banyak cabang di setiap negara.
Dewi keberuntungan sedang tidak berpihak padanya, Alana Jovanka. Alana menelan saliva dengan susah payah melihat kopinya yang tumpah pada tuksedo pria yang kini menatapnya, tatapan itu seperti laser yang siap membelah tubuhnya.
Alana menahan nafasnya, saat Jordan mendekat dan membisikan sesuatu di telinganya.
"Jangan harap kau bisa lepas dariku, bodoh!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepiring Omelet
Jordan mengerjapkan matanya, kepalanya terasa sedikit berdenyut. Jordan meraba dahinya yang terasa basah.
Handuk kompres, apa aku demam semalam?
Ada hal penting yang harus Jordan urus, dia meraih ponselnya. Untuk menelepon Niko, “Nik bagaiman?”
“Bryan tidak mau menikahi Emily tuan.”
Rahang Jordan mengeras, “Kau desak lagi Nik! Bryan harus bertanggung jawab. Kalau masih menolak, hancurkan perusahaannya.”
Nik menatap sambungan yang terputus, dia tidak suka dalam situasi seperti ini. Lagi-lagi wanita yang berdekatan dengan tuan muda, selalu membuat Nik terjebak dalam masalah mereka.
Niko menghubungi seseorang suruhannya yang bertugas mengawasi Em. “Perketat penjagaan. Pastikan hasil tes DNA-nya akurat. Jangan sampai ada yang menukarnya.”
“Baik tuan.”
Nik segera mengakhiri teleponnya, namun telepon Niko kembali berdering, Niko menekan tombol hijau. “Ada apa?”
“Ada kapal yang mengawasi pulau pribadi milik tuan muda.”
“Terus awasi dan kabari saya jika ada pergerakan, jangan sampai lengah! Pastikan keamanan tuan dan nona.”
Setelah menutup teleponnya, Nik mengepalkan tangannya. Masalah tuan muda semakin rumit, Nik harus lebih waspada.
***
Setelah menutup teleponnya Jordan menarik selimut untuk menutupi tubuh Alana. Dia berjalan menuju kamar mandi, tubuhnya terasa lengket. Jordan ingin merelaksasi tubuhnya dengan berendam di dalam bathup.
Jordan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan di bawah pinggangnya, roti sobeknya terekspos.
Alana masih tidak percaya melihat pemandangan indah di depannya, Jordan dengan otot lengannya yang menonjol. Dan roti sobek yang tampak seksi.
“Kamu sudah sembuh?”
Jordan mendekati Alana yang masih duduk di atas tempat tidur, dengan lembut Jordan memberi kecupan di kening Alana. “Terima kasih.”
“Terima kasih untuk apa?” tanya Alana.
“Semalam sudah merawatku. Sebagai gantinya aku akan membuatkan sarapan untukmu.”
“Apa itu?” tanya Alana dengan nada antusias.
Alana penasaran Jordan akan memasak, memangnya pria itu bisa masak?
“Sana mandi!”
Alana bangkit dari tempat tidur, dan berjalan riang menuju kamar mandi. Alana sengaja mandi secepat kilat, dia ingin melihat Jordan memasak.
Saat keluar dari kamar Alana kebingungan, dia tidak tahu letak dapur di rumah ini. Untung saja ada seorang pelayan yang baru saja masuk dan menyapanya. “Selamat pagi nona.”
“Pagi. Dapurnya di sebelah mana?” tanya Alana.
“Mari nona saya antar,” ucap pelayan tersebut dengan senyum ramahnya.
Alana berjalan mengikuti pelayan tersebut, di sana ada Jordan yang sibuk dengan acara memasaknya.
Alana lebih memilih duduk di bar yang tersedia di sana, dari tempat duduknya Alana bisa memperhatikan Jordan lebih jelas.
Jordan yang sudah menyelesaikan acara memasaknya menghampiri Alana, dengan dua piring di tangannya.
Alana menatap takjub omelet yang menggugah selera makannya. Meskipun hanya sekedar omelet, tapi tidak semua pria bisa membuatnya.
“Selain omelet bisa masak apa lagi?” tanya Alana.
Jordan memotong omelet di piringnya, lalu memberikannya pada Alana. “Tidak ada, hanya ini.”
Perhatian kecil Jordan selalu berhasil menarik hati Alana, bahkan hanya memotong-motong omelet miliknya Alana merasa bahagia bukan main.
Mungkin karena ini pertama kalinya Alana terikat hubungan dengan pria, sebelumnya Alana memang tidak pernah memiliki pacar.
Alana mulai memasukkan satu potong omelet buatan Jordan ke dalam mulutnya. Matanya membulat sempurna, ini enak serius.
Rasanya gurih dan omelet-nya empuk. “Ini enak, belajar dari mana tuan?”
Jordan memberikan tatapan tajamnya karena Alana memanggilnya dengan sebutan tuan.
“Ini enak sayang, terima kasih.”
Pipi Alana bersemu merah karena ucapannya sendiri.