Bastiano arkana pemuda humoris yang memiliki IQ yang sangat tinggi.
Dengan IQ yang tinggi dengan mudahnya memanipulasi dirinya yang sebetulnya adalah seorang psyco yang sangat mengerikan dan menjadi inti dari mafia TIGER WHITE yang hanya diketuai oleh sahabatnya sendiri.
Tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis yang cuek dan ketus dan anehnya bastian menyukainya dari pandangan pertama
Bagaimana kisah cinta mereka? akankah bastian diterima oleh sang gadis dan perjalanan cinta mereka semulus jalan tol?
Baca DOKTER CANTIK ISTRI KETUA MAFIA biar nyambung ! karena ini aku ambil cerita dari episode ke 111 kisah itu. . .
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 29
Bastian memasuki apartemennya diikuti oleh Tama, dengan segala bujuk rayu Tama akhirnya Bastian mau mengajaknya menginap di apartemen miliknya.
"bas?"
Bastian menoleh "apa?"
"lo mau kemana? ayo minum minum dulu"
"gue mau ganti celana dulu" ucap Bastian, Tama mengekorinya.
"mau kemana lo?" berbalik dan menatap tajam Tama.
"gue pinjem celana elu ya, gue nggak nyaman pake jeans kalau tidur"
"ihh lo kalau kemari selalu merepotkan!"
Tama hanya nyengir kuda saat mendengar gerutuan Bastian, dia sama sekali tidak marah karena mereka selalu bertengkar dimanapun mereka berada, meski begitu mereka berdua sebenarnya saling menyayangi dan saling melindungi.
Setelah berganti celana kedua pemuda keluar kamar berniat minum diruang tengah.
"lo duluan!" Bastian berbelok menuju kesalah satu kamar.
"wooy mau kemana lo? ahh gue curiga jangan jangan elo mau nyelup ya?" Tama menatap Bastian penuh selidik.
"gue nggak kayak elo tam!" melanjutkan berjalan kearah kamar yang dihuni oleh Grizelle.
Tama masih saja menatap Bastian yang sudah masuk kamar "lo itu lelaki normal bas, mana percaya lo nggak ngapa ngapain tuh cewek"
Tama berjalan pelan menuju kamar tadi dan menempelkan telinganya di pintu.
**
Bastian masuk kedalam kamar grizelle dan menutupnya kembali, mata bastian menatap disekeliling,redup hanya cahaya lampu tidur yang gadis itu hidupkan.
Berjalan mendekati ranjang dan duduk ditepi, menatap wajah cantik grizelle yang terlihat damai "dia seperti bayi" bergumam dan mengelus pipi Grizelle.
Bastian tersenyum dan menyingkirkan anak rambut yang sedikit menutupi wajah grizelle "entah kenapa aku nggak rela kalau kamu bersedih, apa aku beneran jatuh hati ke kamu griz?" gumam kecil takut gadisnya terbangun.
"aku akan melindungi dan menjaga kamu griz, good night sweetheart" mengecup kening Grizelle lembut dan pelan, Bastian tersenyum dan membetulkan selimut yang sedikit turun.
Bastian berjalan ke arah pintu dan segera membukanya gedubrak Tama yang sedang menyandarkana tubuhnya terjatuh kedepan, Bastian melotot dan langsung menarik Tama, dia tutup pelan pintu takut mengganggu tidur Grizelle.
"lo gila ya nguping kayak gitu!" bentak Bastian saat mereka telah duduk diatas sofa.
"hehehe sorry bas, gue cuma penasaran" ucap tama sambil terkekeh.
"kok elo cepet banget keluar? lo nggak tahan lama ya? mau gue ajarin?" tambah Tama lagi dan menatap pangkal paha Bastian demgan sedikit kasihan.
"sialan lo tam! gue nggak ngapa ngapain griz, dan asal lo tau gue nggak selemah itu"
"benarkah? gue pikir elo nyelup dan burung elo nggak tahan lama hahaha" tertawa dengan sangat puas, dia semakin terbahak melihat wajah kesal Bastian.
"cih !"
Mendengus kesal bastian berdiri dan mengambil minuman dirak yang tersedia diruangan tersebut.
Tama masih saja menertawakan Bastian dan terus saja menghinanya.
Bastian menuangkan wine nya kedalam gelas dan mulai minum "ambil camilan sana! ngejek gue terus nggak capek apa?!"
"hahaha gue cuma nggak habis pikir, kenapa lo nggak makan tuh si griz, beg* banget sih! "
"gue mau melindunginya bukan merusaknya!"
"iya iya, lo itu nggak kaya gue yang bre*gsek ini, lo itu good boy" ucap Tama malas, dan berjalan kearah dapur mengambil camilan.
Tama dan Bastian terus saja minum sambil memakan camilan, sampai mereka berdua benar benar mabuk.
"hehehe Andini elo sexi sekali" rancau Tama, seperti biasa kalau mabuk dia berhalusinasi melihat para pacarnya.
"gue bukan Andini bodoh! gue Sella hihihi" Bastian malah ikut merancau tidak jelas, tapi herannya nyambung dengan apa yang Tama katakan.
"oh sella ku sayang, ayo kita main kuda kudaan" Tama langsung menindih tubuh Bastian yang sedang tengkurap, menarik narik kaos Bastian dan bermain kuda kudaan seperti anak kecil.
"ayo jalan sayang!"
"hmm? minggir lo! berat banget badan elo tam! kebanyakan dosa ya?" membalikan tubuh sehingga Tama tersungkur kelantai.
Mereka berdua masih saja merancau sampai mereka sama sama tertidur dilantai.
tp ad kelanjutanny kan thoor