Hai...
semua...
Bagi yang menantikan Kisah Randika KanGio Mahadiningrat..
Ikuti Kisahnya Ya..
tapi bagi yang belum tau Disarankan Membaca
Gadis Obsesi Tuan Mahadiningrat dulu...
Randika Adalah Pangeran Mahkota Keluarga Mahadiningrat..
Dika Sejak Kecil,
dia benci Jika menjadi Kelemahan Orang Tuanya....
Jika ada Penghianat Maka harus di musnahkan di muka bumi ini..
Dika akan kejam pada seorang Penghianat..
Hidupnya harus Dililit Keadaan Melindungi Seorang Gadis karna Hutang Nyawa..
Gadis itu Ialah Mia...
tatapan Mata Ramia sungguh Jujur..
dan Tulus,,
Ramia adalah Gadis yang sejak kecil selalu bahagia dengan Keadaannya.
namun hidupnya berubah saat Ayah nya Di sekap Musuh..
Keadaan yang membuatnya harus menjerat Dika..
namun siapa Sangka Gadis ini Punya Rahasia besar Garis Keturunannya..
membuatnya Selalu hidup dalam bahaya..
Bagaimana Mia bisa bertemu dengan Randika...
Bagaimana Kisah Cinta Mereka...?
Ikuti Terus ya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menantangku..?
dika masuk ke kamarnya, dia langsung membentang kan tubuhnya di kasur mewahnya menatap langit-langit kamarnya.
"Dika hidupku tidak berguna lagi karna Kakiku.. jadi Aku mohon lindungi anakku. jangan biarkan orang lain tau siapa dia dia akan berada dalam bahaya jika dunia tau siapa jati dirinya. Aku mohon dika... jangan biarkan siapapun mencari tau kelainan dalam tubuh anakku.. nyawanya bisa dalam bahaya.. "
Ingatan Perkataan terakhir Ayah Mia terngiang-ngiang di kepalanya ditambah lagi perkataan Mamanya yang curiga ada kelainan dalam tubuh Mia.
"kelainan apa yang harus di takuti orang tuanya? hingga Mereka mau berpisah dengan Anak kandung mereka.. Apa Mia benar-benar dalam bahaya Jika kelainan dalam tubuhnya terbongkar..! " tanya Dika penasaran.
"luka sembuh dalam semalam..? " ulang Dika mengingat Perkataan Kania tadi.
"Emang kelainan apa yang sembuh dalam semalam.. apa bahayanya..? " tanya Dika lagi penasaran.
"oh... Miau.. teka-teki dirimu kapan akan aku ketahui..! Aku tidak pernah sebuntu ini... kenapa kau harus dilindungi seorang Hacker Profesional nomor 1 di dunia.
"bahkan Ika pun tidak bisa membobol Datamu.. ika Termasuk Hacker Profesional di dunia walau nomor 2 .. benar kata Ika.. Jika Ika sendiri tidak bisa mencari Data Mia, berarti orang yang lebih hebat dari Ika yang melindungi data Mia..! " lanjut dika lagi penasaran.
"Aku harus lebih dekat dengannya.. Kalau dia dilindungi Peretas nomor 1 di dunia berarti Keluarga Mia juga orang hebat, dia pasti tau Anaknya bersama keluargaku..!" Ucap Dika lagi meyakinkan diri.
iya Dika akan lebih dekat dengan Mia, supaya tau identitas mia sebenarnya. dia yakin Mia adalah anak dari Orang Hebat Tapi siapa itu Dika juga tidak bisa menebaknya.
kalau ika tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencari identitas Mia, berarti memang tak di ragukan lagi keluarga Mia bukan Orang Biasa bahkan yang melindungi data Mia saja adalah peretas nomor 1 di dunia.
Gio dan Dika melindungi identitas Mia di dalam Negara ini, dari surat-surat keterangan yang di rekayasa sebaik mungkin kalau Mia adalah Putri kandung Ziko dari wanita lain..
Dan Ziko sendiri tidak mempermasalahkannya, demi keselamatan Mia akan dia lakukan yang penting Cintanya memang hanya untuk Syara. Kalau Syara masih hidup dia pasti akan setuju.
Maka nya identitas Mia sangat bisa terlindungi, Mungkin itu yang membuat orang tua Kandung Mia Merasa Aman Putri mereka berada di sisi Pangeran Mahadiningrat.
bahkan data Mia dilindungi oleh Ika sendiri tapi hanya data Palsu saja. data yang sesungguhnya di lindungi oleh Si Hacker nomor 1 itu.
....
ke esokan harinya Dika ke kampusnya untuk sidang Kampusnya walaupun pihak kampus menyuruh Dika untuk tidak usah di sidang tapi Dika tidak suka dirinya di Perlakukan beda hanya karna dia Pangeran Mahadiningrat pemilik Kampus itu sendiri..
Dika tidak suka menggunakan Nama keluarga yang sangat di cintainya itu untuk keangkuhan semata.
Selesai sarapan Ika mengekor pada Dika, Dika berbalik menatap Ika.
"kenapa Ika..? " tanya Dika bingung.
Kanza juga tidak mengerti, semua melihat bingung Ika yang membuntuti Abangnya.
Ika Nyengir Kuda.
"Ika Naik Motor Gede Abang ya..! " Pinta Ika Tersenyum Manis, matanya mengerjab manja.
Kanza menghela nafas panjang..
"sayang.. Kan ada Kanza..! " Ucap Kania lembut.
Raisa mengangguk-ngangguk, Mulut Nyonya Besar ini begitu penuh makanan Untuk berbicara..
Gio sudah pergi ke Perusahaan Nya, Andhan ingin bertemu dengan papanya Dino sahabat Dekatnya.. mereka berangkat pagi sekali.
"Ika mau naik Motor Hari ini.. " Rengek Ika Manja.
"baiklah apapun Untukmu Tuan Putri Perak Mahadiningrat akan saya penuhi..! " Jawab Dika Berkata dengan hormat.
membuat mereka semua tertawa terpikal-pikal.
"cih.. Tuan Putri Perak...! " ledek Kanza tertawa lebar,
Ika memang Tuan Putri Perak Gio, Apapun Akan Gio lakukan Jika Anak permata peraknya itu meminta sesuatu.
"Uwekk...! " Ika menjulur lidah pada Kanza.
"Ayo Bang. !'' Ajak Ika berjalan duluan meninggalkan Keluarga nya yang tertawa lebar.
"Ma.. GranMa.. Dika ke kampus ya..! " Izin Dika mencium kening Kania dan Juga Neneknya..
mereka hanya mengangguk sambil tersenyum lembut.
Dan Dika mengacak gemas Kepala Kanza.
"abang...! ihh Nyisirnya payah ni... " Emosi Kanza kembali berlari ke lantai atas menuju kamarnya untuk menata kembali Rambutnya.
Raisa dan Kania tertawa lebar sambil menggeleng kepala melihat ke usilan Dika yang tidak juga hilang tetap saja dia menggoda Kanza adiknya itu yang menurut Kanza penampilan Rambutnya adalah segalanya bagi kanza.
"Pangeran Kania tetap usil Ma..! " Seru Kania menatap ceria pada Raisa..
dibalas anggukan Antusias Raisa mereka menyusun Piring-piring Sarapan mereka dengan tertawa Lucu..
Ika sudah sumringah melihat penampilan keren Abangnya itu..
"Abang... Kalau Abang bukan saudara kandung Ika.ika akan jadikan abang Pacar Ika... susah nyari yang kayak abang..! " Omel Ika berkacak pinggang menggeleng kepalanya sambil memejamkan matanya silau akan penampilan dika..
Dika tersenyum lebar hingga tertawa lebar..
"Sayangnya Abang Adalah saudara mu.. Tenang saja Sayang.. Kamu akan dapat Pria yang sangat hebat nantinya karna standar mu terlalu tinggi..! " Sahut Dika membelai lembut Kepala Ika.
Dika langsung naik ke Motor Besarnya Ya hari ini Dika ingin naik Motor.. Dia ingin menjemput Mia di Sekolahnya hari ini, Mia di suruh sekolah Tiba-tiba hari ini untuk membantu Sekolahnya mengurus Murid Pindahan. Murid pindahan itu juga Beasiswa..
Dika membuka pijakan Motornya dan mengulurkan tangannya untuk Memudahkan Ika naik motor Gedenya..
Ika menyeringai semangat dia menyambut tangan Dika setelah memakai helm nya. Ika naik ke Motor itu dengan Semangat.
Sepanjang perjalanan Ika mengoceh tak jelas pada dika. dika hanya tersenyum mendengar Ocehan Adiknya itu.
"sudah sampai sayang..! " Ucap Dika berhenti di depan gerbang sekolah Ika.
"masuk...! " Seru Ika Manja.
Dika menggeleng saja tapi dia menuruti kemauan Adik manjanya itu..
Ika memeluk Semangat Abangnya itu dan berhenti di depan parkiran Sekolah Ika yang dimana siswi di situ menjerit histeris melihat Pangeran sulung Mahadiningrat itu.
Dika sendiri tidak peduli, dia memberikan lengannya untuk menjadi pegangan Ika turun dari Motornya..
"Makasih abang..! " ucap Ika Manja dia ingin berlalu tapi tangannya di tahan Dika.
Ika tersenyum penuh kemenangan. dia kembali dengan Mode Wajah tak tau apa-apa.
dika turun dari motornya dengan keren dan melepaskan helmnya dan jerit histeris siswi disitu makin lah menjadi bahkan ada yang terduduk lemas memegang dada mereka..
"menyilaukan.. sangat menyilaukan..! " ucap Salah satu siswi yang terduduk tidak berdaya.
"kenapa Rok mu pendek sekali hah..? " Tanya Dika Dengan tajam.
"enggak kok..! " elak Ika menggaruk kepalanya melihat Roknya.
"sepatumu juga kenapa bisa lepas talinya..?" Lanjut Dika lagi menatap Kaki Ika.
Dika berjongkok keren mengikat Sepatu adiknya itu. Ika tersenyum manis..
Yes.. aku menang.. Aku akan menang taruhan.. siapa suruh kalian berani menantangku.. Gumam Ika dalam hati tersenyum manis menatap Abangnya..
dika menurunkan pelan Rok adiknya yang sangat pendek itu..
Siswi di situ tak kuasa menahan kecemburuan nya. mereka kompak menatap tak berkedip akan pemandangan itu. mulut mereka terbuka lebar melihat itu, Adiknya saja dia jaga begitu posesif apalagi kekasihnya nanti..
"sudah pergilah.. jangan naikkan lagi Rokmu..! " Ucap Dika menyibakkan Rambut Ika yang berantakan di terbang angin.
"ya udah.. abang hati-hati ya..! " Ucap Ika mencium pipi Dika..
Dika terkekeh. dia mengangguk saja.
"bye..! " lambai Ika berjalan biasa saja masuk ke kelasnya, siswi di situ memberi jalan untuk tuan putri itu.
tanpa melihat apa-apa lagi Dika langsung memakai helmnya dan melajukan motornya meninggalkan sekolah adiknya..
😊😊😊
...