NovelToon NovelToon
The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / One Night Stand / Tamat
Popularitas:22.7M
Nilai: 5
Nama Author: Winda keenandra

Bagaimana jadinya jika seorang laki-laki dan perempuan yang tidak saling mengenal terjebak pada situasi yang mengharuskan mereka menikah?

Zivanya Anindita
Gadis berusia 19 tahun harus tinggal di kota besar seorang diri untuk menempuh pendidikan di bangku kuliah. Dia harus bekerja part time untuk menambah penghasilannya.

Kenzo Julian Abram
Seorang pengusaha yang sangat dingin. Dia hanya memikirkan pekerjaan dan tidak memikirkan pernikahan hingga kedua orang tuanya memberikan ultimatum

Ikuti kisah Kenzo dan Vanya yang harus menikah karena kesalahpahaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda keenandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terkejut

Vanya dan Kenzo segera bersiap-siap untuk pergi ke Bali. Mereka tidak diperbolehkan untuk memilih pakaian dan mengemasnya sendiri. Vanya bahkan tidak diperbolehkan untuk membongkar pakaiannya yang memang masih berada di dalam koper dan tas besar yang dibawanya dari kos-kosannya.

Setelah selesai bersiap, Vanya dan Kenzo segera berpamitan kepada seluruh keluarga yang hadir saat itu. Setelahnya, mereka segera berangkat menuju bandara dengan diantar supir keluarga Kenzo.

Dalam perjalanan menuju bandara, Vanya berusaha untuk tidur. Dia merasa sangat lelah sekali. Kenzo yang melihatnya segera menarik kepal Vanya agar bersandar di bahunya. Vanya yang menyadari perbuatan Kenzo segera membuka matanya.

"Tidurlah. Akan aku bangunkan nanti jika sudah sampai bandara." Kata Kenzo menjelaskan keterkejutan Vanya. 

Vanya yang memang sudah sangat lelah untuk berdebat segera mengangguk mengiyakan. Dia menyenderkan kepalanya pada bahu Kenzo. Tak lama kemudian, Vanya sudah terlelap.

Kenzo membangunkan Vanya setelah sampai di bandara. Vanya mengikuti Kenzo dengan mata yang masih terkantuk-kantuk. Menyadari Vanya masih mengantuk, Kenzo menarik lembut tangannya untuk menuntunnya menuju pintu pesawat. Mereka berangkat sangat mepet dengan jadwal keberangkatan pesawat. Jadi, mereka tidak perlu menunggu lebih lama lagi.

Di dalam pesawat, Vanya kembali terlelap. Kenzo yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. Dia tahu istrinya itu sangat sibuk sejak kemarin untuk mengurus acara pernikahan mereka. Ah, istri. Kenzo harus membiasakannya mulai sekarang.

Kenzo merebahkan kembali kepala Vanya pada bahunya. Dia juga mengambil jaketnya dan menyelimutkannya pada tubuh Vanya. Tak lama kemudian, Kenzo juga ikut terlelap.

Sekitar tiga jam kemudian, pesawat sudah mendarat di Bali. Vanya dan Kenzo yang sudah lumayan segar, karena tadi sempat mencuci muka dulu, segera mencari supir yang bertugas menjemput mereka. Vanya yang melihat nama mereka tertulis di pada selembar kertas segera menghampirinya.

Setelah memastikan bahwa dia adalah supir yang akan menjemput mereka, Vanya dan Kenzo segera berangkat menuju hotel yang telah dipesan oleh mama Tari. Perjalanan dari bandara menuju hotel memerlukan waktu sekitar satu jam. 

Pukul 00.40, Vanya dan Kenzo tiba di hotel. Setelah mendapatkan key card kamarnya, Vanya dan Kenzo segera menuju kamarnya. Vanya dan Kenzo menarik kopernya masing-masing hingga sampailah di depan pintu kamar mereka. Setelah menempelkan key card, mereka segera mendorong koper mereka masuk. 

Vanya begitu takjub dengan kemewahan kamar hotel tersebut. Mewah sekali. Kata itu yang muncul pertama kali di benaknya ketika mulai membuka pintu geser balkon dan menampilkan kolam renang mini yang ada di sana. Suara deburan ombak sangat jelas terdengar dari sana. Ya, lokasi hotel tersebut memang berada dekat dengan bibir pantai. 

Kenzo yang memperhatikan tingkah Vanya segera berjalan mendekatinya yang memang tengah berada di dekat kolam renang mini tersebut.

"Jangan berenang dulu. Ini sudah malam. Bersihkan diri, setelah itu istirahat." Kata Kenzo dengan intonasi datarnya.

Vanya menoleh dan mendapati Kenzo tengah berdiri di sampingnya. Dia segera mengangguk mendengar perkataan Kenzo dan berjalan menuju kopernya. Namun, seketika pandangan matanya menatap sekeliling kamar tersebut. Dan, betapa terkejutnya dia saat melihat kamar mandi besar yang berada di sana hanya dibatasi oleh kaca transparan. 

Aaarrggghhh. Seketika Vanya berteriak histeris.

Kenzo yang mendengar teriakan Vanya segera berjalan masuk kembali ke dalam kamarnya. Dia sedikit terkejut dengan teriakan Vanya.

"Ada apa?" Tanya Kenzo segera menghampiri Vanya yang tengah berdiri mematung. Vanya menoleh menatap wajah Kenzo dengan sorot mata khawatir. 

"It-itu!" Tunjuk Vanya pada kamar mandi yang berada di depannya. "Bagaimana aku bisa mandi jika kamar mandinya seperti itu." Lanjutnya.

Seketika Kenzo melihat apa yang dimaksud oleh Vanya. Dia juga tampak terkejut. Namun, segera mengubah ekspresi wajah terkejutnya.

"Ya tinggal mandi saja apa susahnya." Kata Kenzo, meski hatinya juga sedikit khawatir. "Apa perlu bantuanku?" Lanjutnya sambil menatap wajah Vanya.

"Ccckkkk. Bagaimana bisa mandi jika kamar mandinya saja seperti itu. Seperti live show saja." Sungut Vanya. "Lalu, ini bagaimana Mas, aku juga ingin buang air besar. Masa iya, harus di sini. Pindah kamar saja ya, ke kamar yang normal. Kecil juga tidak apa-apa." Kata Vanya lagi.

Kenzo menoleh menatap Vanya. "Tidak mau!" Jawabnya.

Vanya mendengus kesal. "Kalau begitu, aku akan pesan kamar sendiri." Kata Vanya sambil beranjak berjalan menuju pintu.

"Silahkan saja." Kata Kenzo. "Harga kamar di hotel ini bisa mencapai sepuluh bulan gajimu bekerja di toko kue itu." Lanjut Kenzo dengan santainya sambil berjalan menuju ranjang king size di dalam kamar tersebut.

Vanya menghentikan langkahnya dan menatap wajah suaminya dengan kesal. Dia mengurungkan niatnya untuk memesan kamar lagi setelah mendengar penjelasan dari sang suami. Vanya menatap wajah Kenzo dengan gusar.

"Kenapa berhenti?" Tanya Kenzo.

"Tidak jadi!" 

Kenzo mencebikkan bibir bawahnya sambil menoleh menatap Vanya. Vanya terlihat memikirkan sesuatu sebelum beranjak mendekati Kenzo. Dia menemukan sebuah cara agar bisa mandi.

"Keluarlah," kata Vanya.

Kenzo yang mendengar langsung mendongakkan kepalanya. "Kau mengusirku?!"

.

.

.

.

.

\=\=\=\=\=

Maaf slow up ya, lg deadline akhir tahun 🙏🙏

1
Dinatha
makan pisang ya Banya?🤣🤣🫣😁
Dinatha
ya ealah...
Nama terkenal doang Kenzo dan Rey..
aslinya sih Buambangg 🤣🤣🤣
Dinatha
25 tahun? 🤣🤣🤣
temanmu hanya sebatas untuk menyenangkan hatimu saja..
dalam hati mereka bilang 52 tahun 😁😁🫣
Ani Haryani
kata mendengus kesal sering banget
Rossa Simangusong
kenapa??? kenapa harus dia yg jadi asisten Kenzo??? 😭😭😭
Febri Ana
ha ha lanjuutt thor
Febri Ana
ha ha lanjuuttt
Febri Ana
ha ha bingung deh vanya
Pujianto Ajha
Luar biasa
Yuri shina
Yuri shina
“”””
queen_umi252
kecil banget burung emprit.. 😁😁
Febri Ana
aduh fida lucu dan gesrek aku jadi gemes
Nia Juniawati
bagus sekali ceritanya
Annysa Idris Sanga
untung Kenzo TDK gengsian👍👍
Fadillah Ahmad
Alasan: karena masih ada taypo di beberapa bab,dan menyulitkan saya untuk membaca nya. Terima kasih.
Dess
😆😆siap siap Cakar cakaran nih
ika
pokoknya ini novel bener" bagus 😘😘🥰🥰
ANDI RAHMAN
ok
Endang thin
othor ini sekolahnua dmn ya??? kok bisa dpt buanyaaakkkk istilah2 yg absyur koyo begono thor???🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!