Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona
Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Just Plain Water
"Mau masuk gak?"
Billby refleks mengikuti mobil tersebut "eh..eh.. jangan di tinggalin dong"
Jack tersenyum. Lalu menghentikan mobilnya. Setelah itu billby segera naik ke mobil dan menutup pintu. Tak lupa,ia juga memakai seat belt
"Mau makan nasi Padang yang dimana?"tanya Jack setelah menjalankan mobilnya
Billby menoleh "dimana aja.. yang penting SA"
Setahu billby tingkatan warung nasi Padang itu ada tiga. Dan yang paling tinggi yang berlebel SA. Atau sederhana asli. Itu tandanya yang punya asli orang Padang
Hingga akhirnya mereka tiba di warung makan nasi Padang yang sangat ramai sekali.
Billby berjinjit menatap lauk pauk yang ada di etalase. "Mau apa?" Tanya Jack menatap billby "mau digendong?"
Billby melotot lalu kembali menatap lauk pauk yang sangat menggugah selera itu "aku mau ayam gulai, rendang, perkedel sama... Samaa.. samaaaa... Sama nasi deh" request billby yang setelahnya kebingungan mau memilih lauk apalagi
"Huh.. ya udah sana duduk" usir Jack
"Aku di usir?" Tanya billby dengan mata bulat nya yang tampak polos
"Enggak..Maksudnya kamu cari tempat duduk dulu.. ini kan rame.. takutnya gak dapet bangku" jelas Jack
"Om gak nanya aku mau minum apa?"tanya billby lagi
Jack menghela napas berusaha sabar. Kan tinggal bilang aja dia mau minum apa. Ribet banget "billby mau minum apa?" Tanya Jack lembut yang terdengar sekali kalau itu di buat buat
Billby bergumam panjang..."emmm,apa ya?kalo om apa?"
"Om es teh" balas Jack setengah hati
"Aku gak mau es teh" ujar billby
"Gak ada yang nyuruh kamu milih esteh billby" tutur Jack yang berusaha tetap sabar. Walaupun sebenarnya stoknya sudah habis
"Jadi aku minum apa?"
Jack bernapas gusar."udh deh sana kamu duduk aja.. nanti om pesenin minuman juga."
"Aku mau pilih sendiri"
Ingin rasanya Jack berteriak sekuat tenaga. Ia memang menyayangi billby. Namun,ia juga bisa lelah dan ia juga memiliki batas kesabaran
"Ya udah..billby mau minum apa? Teh kan gak mau. Jadi mau apa? Jus jeruk? Atau jus mangga? Jus alpukat?" Tanya Jack dengan lembut tapi tertekan secara bersamaan
Billby bergumam lagi "mmmmmm..aku mau air putih aja. Soalnya tadi habis minum yang manis. Kalo minum manis lagi blenek" pintanya diluar nalar sambil memberikan penjelasan
Setelahnya billby pergi mencari meja makan. Dan,Jack sangat bersyukur karena tidak ada drama drama melelahkan lagi dari bocil kesayangan nya itu
°°°
Keesokan harinya,
Billby terbangun dari tidur nyenyak nya oleh suara jam weker unik yang diberi vahan beberapa hari lalu. Setelah mematikannya, ia segera masuk ke kamar mandi.
Sebenarnya billby tidak pernah memasang alarm. Itu adalah ulah Jack yang setiap malam menyusup ke kamarnya. Tapi,entah kenapa billby tidak pernah kepikiran untuk menyembunyikan barang tersebut. Barang yang selalu mengganggu tidurnya
Mungkin karena itu barang pertama yang ia dapat dari orang lain. Seistimewa itu kah? entahlah.
Seperti biasa, setelah berlalu puluhan menit. Barulah billby keluar dari kamar mandi. Lalu skincare an, setelahnya ia sarapan dan berangkat sekolah.
Sebelum sampai di sekolah, billby mampir di sebuah minimarket. Ia mengambil beberapa jajanan masing-masing dua.
Jack mengerutkan keningnya, bingung. "Kenapa belinya dua dua?"
Billby yang tiba-tiba ditanya seperti itu jadi panik. Seperti orang yang ketahuan mencuri
Belum sempat billby menjawab. Jack sudah lanjut memberi pertanyaan lagi "kamu punya temen di sekolah?"
Billby langsung menggeleng. Gelengan yang kaku. Dan Jack menangkap itu
Ting! Tiba-tiba muncul sebuah notifikasi di hpnya.billby segera mengeceknya. Ternyata Notifikasi dari aplikasi shopee yang menyuruhnya untuk berbelanja karena ini tanggal cantik. Tepatnya 2.2 yang berarti sedang banyak diskon
Dengan notifikasi tersebut billby mendapat ide. Ia tersenyum polos "om tau gak? Ini tanggal 2.2? Aku mau bikin story' pake jajanan ini dengan tema 2.2"
Jack terdiam sebentar. Lalu mengangguk. "Oh.. ya udah.. ayok bayar. Ada lagi yang mau dibeli?"
Billby bernafas lega,untunglah Jack percaya. Namun, sayang tidah hanya berhenti disitu. Billby yang mendapat pertanyaan itu tadi jadi terdiam sepanjang perjalanan. Padahal biasanya tuh mulut ada aja yang di omongin. Sampe bikin puyeng
Jujur,billby membeli jajanan tadi untuk dirinya dan vahan. Ia tidak tahu kenapa bisa kepikiran begitu. Ia sendiri pun bingung. Sejak kapan ia jadi sok akrab gini sama orang lain? Ah, sudahlah.. yang paling penting itu pertanyaan Jack tadi
Jangan sampe.. "kamu kenapa diem aja? Lagi sakit?" Jack meletakkan tangannya di dahi billby. Mengecek suhu tubuh gadis itu. Barangkali beneran sakit
Billby menyingkirkan tangan omnya "enggak.. tadi aku ngelihat om om silver. Katanya kerja kayak gitu panas. Aku cuma lagi mikir apa dia gak bisa nyari kerjaan yang lebih nyaman?'
Jack yang tadinya sudah percaya dengan alasan billby di minimarket tadi kini menatapnya curiga. Manusia silver? Itu laki laki yang biasa ada di lampu merah. Seluruh tubuhnya di cat dengan warna silver
Setahu Jack, mereka tidak akan muncul sepagi ini kan? Apa gadis itu berbohong?
Dalam hati billby mengumpat, ia tahu kalau kini Jack mencurigai nya lagi. Bodoh kamu billby..apa gak bisa cari alasan yang lebih masuk akal? LEbih mending tadi bilang lagi sariawan. Tapi,sebelum sampe minimarket kan aku ngoceh terus. Masa habis keluar dari minimarket tiba tiba aku sariawan? Arghhhh
Setelahnya billby mengucapkan beberapa kata... Berusaha agar terasa alami dan tidak di buat buat. Kalo misalkan tiba tiba billby jadi cerewet lagi setelah pertanyaan Jack tadi kan malah makin jadi.. keliatan janggal nya
°°°
"Han.. pokoknya hari ini Lo harus ngomong sama dia!" Ujar Mex dengan nada memaksa
"Gue kan kemaren dah nyoba" balas Vahan santai
"Ya Lo harus nyoba terus sampe dia ngomong. Sampe dia maafin kita" tambah Afghan
"Kenapa cuman gue sendiri? Kenapa gak Lo berdua coba ngomong juga. Minta maaf. Ini memang salah kalian. Kalian ngomong yang enggak enggak tentang dia. Padahal kalian juga gak sebaik itu. Bedanya satu. Dia terang terangan. Kalo kalian sembunyi sembunyi" oceh vahan panjang × luas × tinggi.
Vahan itu orangnya gak banyak bicara. Tapi, kalo dia dah bicara panjang gini.. semua orang bakal diem. Padahal nadanya datar aja
Mex dan Afghan bertatapan sekilas. Seolah keberatan dengan ucapan vahan barusan. Namun, mereka tidak berani membantah.
"Nanti biar gue dulu yang nyoba ngomong sama dia.. bagus kalo kalian langsung di maafin. Tapi, kalo gak.. biar gue minta maaf dulu, baru gue bilang ke dia kalo Lo berdua mau minta maaf jam istirahat nanti. Entar gue tambahin sedikit bumbu biar dia lebih gampang maafinnya" vahan berucap panjang lebar. Mungkin ia paham dengan perasaan temannya yang merasa keberatan di suruh minta maaf. Apalagi kepada..
... Bilby.
Lucu sekali.. mereka masih mempermasalahkan hal kemaren. Padahal billby saja sudah lupa. Bahkan tadi pagi billby sempat berniat akan mengajak vahan makan jajan bareng
°°°
Saat vahan tiba di kelasnya, ia melihat billby sudah ada di bangkunya. Sedang menelungkupkan kepalanya di meja
Vahan berdeham pelan. Lalu menarik kursinya yang ada di sebelah billby dengan hati hati. Seolah olah takut melukai billby lebih dalam. Aelah.. gak ada hubungannya kali meja sama billby
Vahan menatap gadis itu cukup lama.. setelah menyiapkan mental, ia membuka suara "Lo masih marah?"