NovelToon NovelToon
Cinta Tulus Sang Penguasa

Cinta Tulus Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

Annisa, seorang TKI dari Indonesia, merantau ke Tiongkok untuk mencari nafkah. Ia bekerja sebagai pembantu di kediaman Chensi—seorang pengusaha kaya raya, pemimpin perusahaan raksasa, dan dikenal sebagai sosok yang kejam, dingin, serta tak ada yang berani menentangnya. Hidup Annisa terasa penuh ketakutan hingga suatu malam, Chensi pulang dalam keadaan mabuk berat dan melakukan perbuatan keji yang merenggut kehormatannya. Kejadian itu membuat Annisa hamil, memaksanya menghadapi pilihan sulit: bertahan atau kembali pulang dengan membawa beban yang tak terbayangkan. Akankah sang tiran yang dingin itu akhirnya berubah, atau justru menambah penderitaan bagi Annisa dan janin di dalam kandungannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serius ingin belajar

Keesokan paginya, cahaya matahari yang lembut mulai masuk melewati tirai jendela kamar. Annisa perlahan membuka matanya, merasakan tubuhnya terasa jauh lebih ringan dan segar dibandingkan hari‑hari sebelumnya. Begitu ia menoleh ke samping, matanya terbelalak melihat Chensi sudah duduk di sana, tampak segar dan rapi, dengan nampan berisi sarapan yang sudah tertata rapi di atas meja kecil.

“Tuan… sudah bangun sejak kapan?” tanya Annisa dengan suara lembut, masih sedikit mengantuk.

Chensi segera tersenyum, senyum yang terasa lebih hangat dan tenang dari biasanya. “Sudah beberapa jam yang lalu. Aku tidak ingin membangunkanmu, karena kau butuh istirahat yang cukup.”

Ia mendekatkan nampan itu lebih dekat, lalu menunjuk satu per satu hidangannya. “Aku sudah memastikan semuanya. Nasi tim yang lembut, sayuran kukus, dan sup ayam yang tidak mengandung lemak berlebih. Semua bahan sudah diperiksa dua kali, dipastikan halal dan bersih sesuai yang kau butuhkan.”

Annisa menatapnya dengan perasaan yang bercampur antara haru dan heran. “Tuan sendiri yang menyiapkannya? Biasanya Tuan hanya menyuruh pelayan…”

“Kali ini aku ingin melakukannya sendiri,” jawab Chensi sambil menuangkan air hangat ke dalam gelas. “Agar aku benar‑benar tahu apa yang masuk ke tubuhmu dan anak kita.”

Annisa menatap lelaki itu dengan perasaan semakin entah. Bagaimana ia tidak semakin jatuh cinta, sikap dan perhatiannya selalu membuatnya merasa sangat di manja.

Setelah selesai makan, suasana menjadi lebih tenang. Chensi duduk kembali di kursinya, ragu sejenak sebelum akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang sudah ia siapkan semalam.

“Annisa… ada hal yang ingin aku sampaikan dan tanyakan padamu,” ucapnya pelan, menatap mata gadis itu dengan tatapan jujur.

“Apa itu, Tuan? Silakan bicara saja,” jawab Annisa dengan lembut.

Chensi menoleh ke meja samping tempat tidur, lalu mengambil buku ajaran agama yang tadi malam ia baca. Ia memegangnya dengan hati‑hati, seolah memegang sesuatu yang berharga.

“Semalam, saat kau terlelap, aku melihat buku ini tergeletak di sini. Tanpa sadar aku mengambilnya dan mencoba membacanya. Huruf‑hurufnya tidak aku mengerti, jadi aku mencoba menerjemahkannya lewat ponsel. Aku membaca sedikit demi sedikit, dan… entah mengapa hatiku merasa tertarik.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih tulus.

“Aku tidak bermaksud mengganggu atau menyalahi apa yang kau yakini. Aku juga tidak berjanji akan mengubah keyakinanku sendiri dalam waktu singkat. Tapi aku ingin mengerti. Aku ingin tahu ajaran apa yang membuatmu memiliki hati sekuat ini, apa yang menjadi peganganmu saat menghadapi kesulitan, dan apa yang memberimu ketenangan yang selalu terpancar dari dirimu. Bolehkah kau mengajari aku sedikit saja? Menjelaskan makna‑makna yang ada di dalam buku ini, dengan cara yang mudah aku pahami?”

Annisa tertegun mendengar permintaan itu. Matanya berkaca‑kaca, bukan karena sedih, melainkan karena rasa terharu yang mendalam. Selama ini ia selalu merasa ada tembok pemisah yang tebal karena perbedaan keyakinan itu, namun kini Chensi justru ingin mendekat bukan dengan memaksakan kehendak, melainkan dengan keinginan untuk memahami dan menghormati.

“Tuan… sungguh kah Tuan ingin mengetahuinya?” tanyanya dengan suara bergetar.

“Benar,” jawab Chensi tegas. “Aku ingin mengenalmu seutuhnya, bukan hanya sebagai wanita yang aku cintai dan ibu dari anakku, tapi juga sebagai manusia yang memiliki keyakinan dan jalan hidup yang kau pilih sendiri. Aku ingin tahu apa yang kau yakini, agar aku bisa lebih menghormati setiap aturan dan kebiasaanmu, dan agar tidak ada lagi hal yang membuat kita terpisah hanya karena ketidaktahuan.”

Annisa tersenyum lebar, senyum yang paling tulus dan bahagia yang pernah Chensi lihat selama ini. Ia meraih buku itu dengan lembut, lalu membuka halaman pertama.

“Baiklah, Jika Tuan ingin tahu, maka saya akan menjelaskannya dengan senang hati. Ini bukan ajaran yang memaksa orang lain untuk mengikuti, melainkan ajaran yang mengajarkan kebaikan, keadilan, dan kedamaian. Kita bisa pelajari sedikit demi sedikit, sesuka hati Tuan, tanpa tekanan apa pun.”

Sejak hari itu, suasana di kamar itu terasa berbeda. Setiap pagi dan sore, setelah selesai makan dan beristirahat, Annisa akan membacakan dan menjelaskan makna ayat‑ayat, nilai‑nilai, dan ajaran yang terkandung di dalam buku itu. Chensi mendengarkan dengan penuh perhatian, sesekali bertanya jika ada hal yang kurang jelas, dan mencatat hal‑hal penting di dalam buku catatan kecilnya.

Mereka tidak lagi merasa terpisah oleh perbedaan itu. Justru, perbedaan itu kini menjadi jembatan yang membuat mereka saling mengenal lebih dalam, saling menghormati lebih tulus, dan mengikat hati mereka dengan rasa pengertian yang semakin kuat.

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Jalanilah hubungan kalian berdua seperti ini dulu, sambil terus berdoa suatu saat jika Tuhan sudah berkehendak kalian untuk bersatu selamanya.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Chensi saat ini mulai tertarik untuk mempelajarinya, siapa tahu suatu saat nanti atas ijin Yang Maha Kuasa Chensi tidak hanya mempelajari saja namun juga memperdalam ilmunya serta meyakini apa yang sudah ditegaskan di dalam setiap ayat-ayatnya.
Naufal Affiq
semoga chensi mendapat hidayah
Naufal Affiq
bagus chensi
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋WIDYA ☘𝓡𝓳
lanjut kak dewi
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋WIDYA ☘𝓡𝓳
seiring berjalannya waktu semoga hubungan kalian.bisa menemukan jalan yang baik
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋WIDYA ☘𝓡𝓳
asingkan aliin keluar pulau terpencil biar tidak bisa balik lagi 🙄
Kasih Bonda
next Thor semangat
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋WIDYA ☘𝓡𝓳
chensi mana mau dengar wong calon cucu sendiri mau di lenyapkan
Naufal Affiq
bagus chensi,buat mereka jera seumur hidup
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Rukun-rukun ya kalian berdua 🥰👍
Kasih Bonda
next Thor semangat
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝐦ͬ𝐨ᷲ𝐨ᷯ𝐧ᷲ three
hukuman yg pantas buat kalian bertiga mk nya mikir sebelum bertindak
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝐦ͬ𝐨ᷲ𝐨ᷯ𝐧ᷲ three
memang pengawal bodo hrsnya konfirmasi dl sm tuanmu , trima sj hukumnya nya skrg
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Akhirnya Aulin menerima hukuman dari Chensi, semoga saja dia benar-benar tak akan mengganggu kehidupan Annisa di kemudian hari 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ༅Ƭɧเɛ💘❀∂я💋👻ᴸᴷ
kasiann Annisa semoga dia tidak apa apa dan Chensi cepat datang menolong 😟😟
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ༅Ƭɧเɛ💘❀∂я💋👻ᴸᴷ
bego banget penjaganya mudah percaya ditambah iming iming uang lagi harusnya konfirmasi sendiri sama Chensi mengenai kedatangan Ailin🤧😤
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ༅Ƭɧเɛ💘❀∂я💋👻ᴸᴷ
huaa senangnya mendengar pengakuan kalian sekarang jangan galau lagi Annisa nanti Chansi pasti pulang
Naufal Affiq
chensi cepat pulang,annisa di bawa ailin pergi dari rumah mu,alasan kau yang menyuruhnya.tolong annisa vhensi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!