"kau hanya anak sial"
kata -kata itu selalu terngiang dalam pikiranku.
aku yg diusir dari rumah bude ku dan juga rumah papaku. Terlebih kekasihku yang hampir membuat aku celaka.
Apakah aku akan bahagia?dan menemukan kebahagianku
ikutin terus ya
ini novel pertama aku mudah2an pada suka ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angel Lina Markus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
"loh dee, kamu ninggalin kakak?" ujar bara sambil berdiri dan mencoba mengejar deeva yang sudah menungguny di luar.
Deeva cekikikan melihat muka bara yang merah dan nafasnya yang ngos - ngosan karna habis berlari dari lantai 2.
"hh,,,hh,,hh" bara mencoba mengatur alur nafasnya. "kau tega sekali meninggalkan kak baramu yang ganteng ini" ucap bara sambil sediikit narsis
deeva memutar bola matanya malas ,mendengar gombalan dari bara.
"ayolah kaka, aku sudah ga sabar mau makan es krim baskom robin" ujar deeva sambil menunggu bara membuka kunci mobil dan deeva langsung masuk begitu pintu mobil sudah terbuka.
Deeva sudah duduk di bangku penumpang di samping bangku kemudi. Tapi bara blm juga melajukan mobilnya, sampai akhirny deeva ingat kalau ia belum memakai seat belt. Deeva langsung memasang seatbeltnya dan bara langsung melajukan kendaraannya.
Bara melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang, jalanan hari itu sangat lengang . Tidak ada percakapan saat mereka dalam perjalanan. Deeva sibuk mengecek social medianya sedangkan bara sedang konsentrasi mengemudikan mobilnya. Dia tidak mau terjadi sesuatu pada mereka ,apabila konsentrasi nya terģangggu.
Tidak sampai 30 menit mereka sudah sampai di pelataran mall, Bara langsung menuju parkiran di basement . Setelah mobil terparkir dengan benar, mereka langsung keluar dari mobil. Bara menggandeng tangan deeva seperti pasangan kekasih pada umumnya.
Mereka melangkahkan kakinya menuju gerai ice cream baskom robin. Deeva memesan 3 scoop sundaes ukuran besar
"kakak mau pesan apa?" tanya deeva
" float aja" jawab bara singkat.
pelayan langsung menyiapkan pesanan mereka dan bara langsung membayar tagihan mereka.
mereka mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka duduk, dan pilihan jatuh di sudut ruangan. Tak berapa lama pesanan mereka pun datang.
" silahkan di nikmati" ujar pelayan toko
" makasih mba" ucapku sambil tersenyum.
Setelah itu pelayan pun meninggalkan kami, dan aku mulai menyendok ice cream pesananku
" kau yakin sanggup menghabiskan semua pesananmu?" tanya bara sambil melihat ice cream yang deeva pesan.
" yakin dong, kalau ga yakin aku ga bakal pesan kak. Jangan bilang kakak mau mencicipi ice creamku?"
" apa kau tidak takut sakit perut karena terlalu banyak makan ice cream? aku tidak mau mama memarahiku karna ulah mu ini."
" apa kakak lupa, aku bukan seperti gadis - gadis yang lain yang harus menjaga image di depan pacarnya"
Deeva mulai menikmati ice cream yang dia pesan, sambil melirik bara yang terus memperhatikannya. Deeva yang terus di perhatikan oleh bara menjadi tidak nyaman.
" kenapa kak bara liatin aku terus? kakak mau? " tanya deeva penuh selidik.
bara hanya menggeleng sambil terus menatap deeva intens. Deeva yang terus diliatin bara jadi berinisiatif ingin menyuapi bara.
"buka mulut kak,, a,,,,aaa"
bara langsung membuka mulutnya menerima suapan dari deeva. Deeva sangat senang bara memakan ice creamnya
" bagaimana? enak?" tanya deeva
"enak dong kan disuapin bidadari" ujar bara menggoda
Deeva hanya memonyongkan bibirnya sambil tangannya sibuk mengelap sendok yang tadi dia pakai untuk menyuapi bara dengan tishu.
Bara yang melihat itu pun menjadi heran "kenapa kau mengelap sendok itu? apa kau takut tertular penyakit?padahal kau sudah pernah q cium,anggap saja kita sedang berciuman melalui sendok itu"
"aku ga mau ice cream ku nanti berubah rasa karna sendok bekas kakak" ucap deeva cuek kembali menikmati ice cream nya.
Kalau ada kritik dan saran bisa di sampaikan melalui kolom komentar, agar saya bisa bisa mengetahui kesalahan saya. Karenansaya hanya manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan. sekian dan terima kasih
oh ya thor tolong dong jangan buat deeva mabuk, takut deeva knp"