NovelToon NovelToon
Tergoda Paman Tunanganku

Tergoda Paman Tunanganku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:244.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

💗 Dijodohkan dengan keponakannya malah tergoda dengan pamannya.

------------- 💫

‎Viona dijodohkan dengan Farel, anak dari sahabat mendiang ayahnya. Awalnya Viona menyetujui perjodohan itu, namun kehadiran Arsen yang merupakan paman dari Farel menggoyahkan hatinya.

‎Bukan sekedar ingin ikut menjaga, tapi sikap yang Arsen tunjukkan lebih dari itu. Kedekatan yang terjalin diantara keduanya membawa mereka pada hubungan yang tak seharusnya.

‎"Jatuhnya begitu alami. Ataukah, kamu memang sengaja ingin menggodaku?" - Arsen.

‎Ketika rahasia hubungan mereka mulai terbongkar, ketegangan melanda keluarga besar. Viona harus memilih antara memenuhi harapan mendiang ayahnya dengan menikahi Farel, atau mengikuti hatinya yang menginginkan Arsen.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 : Rindu yang tak bisa direda.

Saskia segera melangkah mendekat dengan senyum yang tidak surut, "Arsen, kamu sudah pulang. Tadi Kakak baru saja dapat kabar dari Clara, dia bilang pertemuannya denganmu sangat menyenangkan. Jadi Kakak berniat mengundangnya makan malam besok kerumah, biar kita semua bisa lebih akrab sama Clara."

‎‎Arsen mengerutkan kening, ekspresinya menjadi semakin serius. Matanya melirik ke arah Viona sebentar, gadis itu terus menatap padanya seolah sedang menuntut penjelasan. "Aku tidak mengerti dengan apa yang Kakak maksudkan. Tadi siang aku sudah bertemu dengan Clara, dan seharusnya dia sudah mengerti dengan cukup jelas dengan apa yang aku katakan padanya."

‎‎"Aku sangat lelah," Arsen menghela napas panjang, melihat ke arah Viona sekilas sebelum melanjutkan. "Aku mau naik dulu untuk bersih-bersih, nanti aku akan turun untuk makan malam."

‎‎Arsen melangkahkan kakinya kembali, berjalan melewati Saskia dan Viona yang masih menatapnya dengan tatapan bingung.

‎‎"Tante, kalau begitu aku juga pamit dulu mau ganti baju," ucap Viona saat melihat sosok Arsen sudah menghilang di balik sudut tangga.

‎‎Saskia mengangguk perlahan, "Baik sayang, tapi jangan terlalu lama ya."

‎‎"Ya Tante," jawab Viona dengan senyum hangat.

‎‎Dia segera melangkahkan kakinya dengan langkah cepat. Saat kakinya sudah menginjak lantai atas, Viona terkejut saat sebuah tangan besar tiba-tiba menarik pergelangan tangannya.

‎‎"Paman..." ucap Viona dengan suara yang hampir tak terdengar, matanya melebar saat melihat ternyata Arsen-lah yang sudah menariknya.

‎‎Arsen melihat ke arah bawah sebentar, lalu melihat ke arah pintu kamar Farel yang masih tertutup rapat, ingin memastikan tidak ada yang melihat kedekatan mereka berdua.

‎‎"Ikut ke kamarku sekarang," ucapnya dengan suara pelan, lalu menarik tangan Viona menuju ke arah kamarnya yang ada di paling ujung.

‎‎Viona hanya bisa mengikuti langkah Arsen, jantungnya berdebar kencang sementara pikirannya terombang-ambing antara rasa takut dan harapan. Dia menoleh ke arah kamar Farel, khawatir jika tiba-tiba Farel membuka pintu dan melihat mereka berdua seperti ini.

‎‎Arsen membuka pintu kamarnya dan menarik Viona masuk, kemudian menutup pintunya kembali dan menguncinya dari dalam. Ruangan yang terasa hangat dan tenang membuat Viona sedikit lebih tenang, meskipun perasaan cemas masih tetap ada.

‎‎Arsen membalikkan tubuhnya dan menatap Viona. "Aku tidak bisa menunggu sampai makan malam selesai untuk bicara denganmu, dan maaf karena aku tidak sempat membalas pesan-pesanmu. Hari ini aku sangat sibuk diluar kantor, jadi aku tidak mengecek ponselku lagi."

‎‎Viona mengangguk pelan sambil memasang wajah masam. "Lalu bagaimana pertemuan Paman dengan wanita bernama Clara itu? Dia bilang pertemuan kalian begitu menyenangkan, memangnya apa yang sudah Paman lakukan?"

‎‎Arsen menghela napas panjang, memahami kekesalan Viona karena dia belum memberikan penjelasan tentang pertemuannya dengan Clara tadi siang.

‎‎"Aku tahu kamu pasti akan berpikir macam-macam," Arsen mendekat sedikit, menatap Viona dengan tatapan yang jujur. "Aku sudah bilang padanya jika aku memiliki seseorang yang aku cintai dan memintanya untuk tidak berharap apapun dariku."

‎‎Viona merasa senang mendengarnya, namun dia masih berusaha menyembunyikan perasaan bahagia yang muncul dan tetap memasang wajah cemberut. "Tapi tadi tante Saskia bilang wanita itu senang bertemu dengan Paman, bahkan Tante Saskia akan mengundangnya makan besok malam."

‎‎Arsen menghela napas dan mengangguk, memahami kekhawatiran yang masih ada pada diri Viona. "Kamu tidak perlu khawatir, aku akan terus mengabaikannya meskipun dia terus berusaha untuk mendekatiku."

‎‎Dia menarik pinggang Viona mendekat, napasnya mulai terdengar berat. "Aku sudah menahannya sejak siang, aku sangat merindukanmu Viona..."

Napas hangat Arsen yang menyentuh kulit lehernya membuat kulit Viona meremang.

‎‎"Paman..." bisiknya dengan suara yang hampir tak terdengar, tangannya perlahan naik dan berhenti di dada Arsen, matanya tidak bisa lepas dari pandangan Arsen yang penuh dengan hasrat dan rasa rindu.

‎‎"Aku tahu ini bukan waktu yang tepat," ucap Arsen dengan suara yang dalam dan berat, ujung hidungnya menyentuh hidung Viona. "Tapi aku tidak bisa menahannya lagi, setiap waktu yang kita lewati dengan menyembunyikan perasaan ini membuatku merasa sangat tersiksa."

‎‎Dia perlahan menurunkan pandangannya ke bibir Viona yang sedikit terbuka, napas mereka saling beradu. Viona menutup matanya perlahan, merasakan detak jantungnya semakin cepat. Rasa takut dan harapan kembali bertempur di dalam dirinya, namun saat ini yang dia rasakan adalah keinginan untuk dekat dengan pria yang dia cintai.

‎‎Arsen menunduk perlahan, bibirnya menyentuh bibir Viona dengan lembut. Rasa takut yang ada di dalam diri mereka perlahan sirna, digantikan oleh rasa nyaman dan kehangatan yang mereka tunggu-tunggu selama ini.

‎‎Sentuhan lembut bibir Arsen membuat seluruh tubuh Viona mulai terasa panas. Dia merespon ciuman itu, kedua tangannya perlahan naik menyentuh leher Arsen dan melingkarkannya disana. Detak jantung mereka berdua terdengar jelas di telinga masing-masing, menyatu dengan irama napas yang semakin dalam.

‎‎Arsen memperdalam ciumannya, tangannya yang sebelumnya berada di pinggang Viona perlahan naik dan menyentuh punggung gadis itu. Kakinya membimbing langkah Viona menuju ke arah ranjangnya tanpa melepaskan ciuman mereka yang semakin dalam.

‎‎Saat tumit Viona menyentuh tepi ranjang, tubuhnya perlahan turun ke belakang seiring dengan arahan tangan Arsen yang lembut namun pasti. Punggungnya menyentuh permukaan kasur, membuat Viona sedikit menghela napas, napas itu langsung terserap dalam ciuman mereka yang masih terus berlanjut.

‎‎Arsen berada di atasnya, kedua tangan menyangga tubuhnya di sisi kepala Viona, menjaga jarak agar tidak terlalu menekannya. Napas hangatnya menyentuh leher dan pipi gadis itu, sementara matanya yang terbuka sesaat menatap dalam ke mata Viona yang kini mulai berkabut gairah.

‎‎Dia perlahan menjauh dari bibir Viona, mengalihkan ciumannya ke arah leher Viona yang terlihat begitu menarik dimatanya. Setiap sentuhan bibirnya membuat Viona merespon dengan menggenggam kemeja depan Arsen dengan erat.

‎‎"Paman..." bisik Viona dengan suara terengah, tangannya masih menggenggam erat kain kemeja Arsen. Detak jantungnya masih berdebar kencang, namun rasa takut yang pernah ada telah hilang, digantikan oleh rasa nyaman dan kehangatan yang dia rasakan dari setiap sentuhan pria di atasnya.

‎‎Arsen menghentikan gerakannya sejenak, bibirnya masih menyentuh kulit leher Viona yang hangat. Dia melihat ke arah wajah gadis itu dengan pandangan yang penuh dengan cinta.

‎‎"Aku ada di sini, Viona," ucapnya dengan suara yang dalam dan menenangkan. "Kamu bisa bilang jika kamu ingin aku berhenti sekarang."

‎‎Viona mengangguk pelan, matanya yang berkaca-kaca menunjukkan betapa dalamnya perasaan yang dia rasakan. "Aku harus pergi ke kamarku untuk mengganti pakaian. Tante Saskia sudah menunggu dibawah untuk menyiapkan makan malam."

‎‎Arsen tersenyum, "Baiklah, aku mengerti."

‎‎Dia mencium kening Viona dengan lembut sebelum beranjak bangun dari atas tubuhnya, lalu membantu Viona untuk berdiri.

‎‎"Sampai bertemu di meja makan," ucapnya sambil merapikan rambut Viona yang berantakan akibat kedekatan mereka barusan.

‎‎Viona merasa wajahnya memerah saat jari-jari Arsen menyentuh rambutnya dengan lembut, dia mengangguk pelan, "Kalau begitu aku akan keluar sekarang. Aku akan segera turun setelah mengganti pakaian."

‎‎Viona melangkahkan kakinya menuju pintu kamar. Setelah keluar dia berjalan dengan hati-hati supaya tidak menarik perhatian siapapun. Ketika sampai di depan kamarnya, dia menoleh dan melihat pintu kamar Farel yang masih tertutup rapat. Dengan cepat dia membuka pintu kamarnya dan segera masuk, kemudian menutup pintunya kembali dan menyandarkan punggungnya pada pintu.

‎‎Jantungnya masih berdebar kencang, napasnya juga belum benar-benar tenang. Dia menutup mata sejenak, merenungkan setiap sentuhan dan kata-kata Arsen yang baru saja mereka bagikan. Rasa bahagia yang meluap-luap bercampur dengan sedikit kekhawatiran tentang bagaimana mereka akan menghadapi kenyataan nanti kedepannya.

"Maafkan aku Farel, tapi aku tidak bisa menahan perasaanku terhadap pamanmu."

-

-

-

Bersambung...

1
Ce’Scorpio 🦂
Nduyyy panass panass 🤣
🔥Violetta🔥: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Risma Hye Chan
mau tnya viona msih perawan kah slny pas berhubungan dgn Arsen tidak dijelaskan dia kesakitan apkah dia sudah g perawan kah kok mau melakukan sblm menikah
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eehh baru nyambung baca udah End... ceritanya menarik dan rapi.. ga menyek².👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍: Kembali kasih... padahal belum puas Thor.🤭
tapi best ceritanya terus berkarya Thor, sukses selalu.👏🫶
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Usia mu memang paling muda tapi posisimu lebih tua buat Farel Vi.😁🤭
Bunda
akhir yang bahagia 🥰🥰🥰🥰
Fi Fin
novelton lama2 ga ada akhlak tiap chapter iklan nya nongol
🔥Violetta🔥: Betul kak, aku aja yang nulis kadang ngelus dada pas mau revisi harus nunggu iklan dulu 😁
total 1 replies
Bunda
lanjut diaini🙏
say't
uhuuuy haredang trs ni. test drive trs ni critanya arsen 🤪
say't
indy jd boomerangkan bimo farrl danu ..malu nantix kalian 🤪
say't
kejam skl danu bima farel tega bunuh keturunan mereka hnya kata terhormat 🤪
say't
like father like a son sm2 kekanak kanakan 🤪 jngn arsen bkn anak danu 🥹
say't
danu n bimo trnyata g prnh dewasa y .g berani face to face 🤪
say't
lucu y danu famiily ni 🤣 toxic skl
say't
jodoh adlh cerminanmu..sasimo sm sasimo (farel lisa clara) arsen viona 🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
di kirain ulah si ulat bulu Clara ternyata Farel, untung bapaknya biarpun buruk masih punya belas kasih sama adiknya.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
hmmm bener ternyata pelayan wanita itu orang suruhan Arsen, good lah.👍🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
UNTUNGNG.. UNTUNNGNG BANGET ARSEN CEPET DATANG.🤭🤭🤭
KAYAKNYA PELAYAN ITU SURUHAN ARSEN LAGI
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mog Arsen ga telat datangnya.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
tipis² saja kasih celah buat Viona tau kebusukan Farel, Arsen biar dia nyari tau sendiri dan kamu bisa diem² juga awasin pergerakan Viona selama nyari kebenaran tentang Farel.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Waduuhh parah banget si Farel, ortunya juga malah numbalin Viona di sini dasar egois ga mikirin gimana perasaan Viona dan keluarganya kalau tau itu semua.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!