NovelToon NovelToon
Memoar Patah Hati

Memoar Patah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Romansa-Teen school
Popularitas:95.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Olive Sparkly

Namanya Ainun, seorang gadis berwajah elok. Ia seorang mahasiswi di perguruan tinggi terfavorit dikotanya. Hidupnya yang terlampau monoton, menjadikannya sosok yang cuek dan cenderung galak, terutama pada lawan jenis.

Siapa sangka, pertemuannya dengan Reza yang berawal dari pertengkaran dan permusuhan, malah membuat hari-harinya berwarna. Di selingi dengan permasalahan keluarga di masa lalu yang selalu menghantuinya.

Cinta keduanya tumbuh membuat lengah Sang Ayah dalam penjagaanya. Ada banyak pelajaran yang Ainun dapatkan saat-saat Tuhan menguji cintanya. Terlebih bayang- bayang masa lalu yang terus saja menguntitnya.

Ini adalah Novel perdana Author, semoga readers suka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olive Sparkly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Membalas kelicikan

Happy reading.....

Sepatu high heels yang dipakai Ainun tadi pagi, kini sudah berganti sandal rumahan berbentuk kelinci. Nampak nyaman dan terasa bebas menggerakkan kaki. Ainun berjalan dengan kaki sedikit berjingkat, seperti mengikuti irama.

Layaknya anak kecil yang rindu akan berlibur dan bertamasya, Ainun berjingkat jingkat tak menentu. Mengundang gelak tawak Dika yang sejak tadi berada dibelakangnya.

"Pppffftttt, hahahaha!" Gelak Dika tak tertahankan.

Ainun menoleh ke arah Dika, dan memicingkan matanya sembari bibirnya yang ia kerucutkan menjadikannya terlihat lucu.

"Apakah nona sebelumnya tidak pernah pergi berlibur?" Ejek Dika dengan menahan tawanya.

"Kata siapa??" Ainun balik bertanya, kini Dika terdiam. Tidak ada jawaban untuk pertanyaan Nona muda nya.

Huffft, aku memang tidak bernah berlibur Dika! Tepatnya tidak pernah bebas berlibur, Ayah selalu mengikuti kemana aku pergi.

Ainun melanjutkan langkahnya, dan berjalan santai dengan sedikit bersenandung tak jelas.

"Kau sudah baikan rupanya!" Suara bariton dari arah samping memecah kesenangannya yang baru saja tercipta.

Ainun menghentikan langkahnya menoleh ke arah sumber suara, tubuhnya bergetar mendapati seseorang yang kini sudah berada disampingnya.

Wajahnya berubah pucat, terkejut sekaligus takut.

"Tuan Bara," Sapa Dika pada sosok pria didepannya.

Dika langsung membungkukkan badannya dan mundur dua langkah ke belakang. Ia tahu ini adalah aturan yang ditetapkan Tuan muda nya, Bara tidak mau jika ada pengawal terlalu dekat dengannya.

Ainun masih tidak bergeming, matanya ia tundukkan menatap gambar kelinci di sandalnya. Ia melirik sedikit ke arah samping, melihat tangan yang masih terbungkus rapi oleh perban.

Merasa sangat berdosa memang, tapi ia bisa apa? itu hanyalah salah satu bentuk perlawanan kecil saja menurutnya. Jangankan berkelahi, memukul seseorang pun ia tidak pernah, untuk itu ia menggunakan giginya sebagai senjata.

"Apa kau tidak punya mulut untuk sekedar menjawab pertanyaan ringan dariku?" Ketusnya pada gadis disampingnya yang kaku tak bergerak sedikitpun.

Ainun sedikit mendongakkan kepalanya, ia perlahan melihat ke arah mata Bara. Lidah Ainun terasa kelu, melihat wajahnya saja yang menyeramkan dan sorot mata mematikan itu sudah membuat nyalinya menciut mengecil.

Mendengar suaranya sudah seperti petir menggelegar. Dan sekarang tatapan mata bengisnya dirasa sudah menusuk jantungnya sehingga sesak dan gemetar merasuk membuatnya lemas ingin pingsan.

"Sepertinya kau tidak mau bicara ya, baiklah. Akan ku hitung hutang perbuatanmu ini!" Ucap Bara menunjukkan tangan terbungkus perbannya.

Lagi lagi Ainun dibuat bergidik takut, ia menelan saliva nya kasar. Sudah terbayang di matanya apa yang akan terjadi bila ia harus membayar semua perbuatannya. Akankah ia merelakan lengan mulusnya untuk di gigit Bara?

Ainun mengusap lengannya, giginya gemeretuk pertanda ia sudah ditahap rasa takut yang menghimpit. "M-ma-maafkan s-sa-saya!" Lirih Ainun dengan kepala tertunduk.

Wajahnya sudah mulai merasakan panas dingin bercampur pusing yang mendadak hadir, serta perut yang bergejolak menandakan ia tengah terancam. Dengan dada yang bergemuruh hendak meloncat dari tempatnya untuk bersembunyi.

Dika yang melihatnya jadi merasa kasihan, hendak membantu untuk sekedar menenangkan pun ia tak punya kuasa. Ia hanya terdiam melihat pemandangan kontras Nona muda nya sebelum beberapa menit berlalu dengan sekarang.

"Oh ya, Kakakku mengundangmu makan malam tepat jam tujuh malan, tidak ada penolakan dan acara pingsan lagi!" ujar Bara kemudian meninggalkan Ainun dan Dika yang masih tercengang dengan kata terakhir Bara.

Jadi dia tau jika aku pura pura pingsan? Kenapa dia berlagak seperti itu?

Ku fikir dia ahli dalam berakting, ternyata tuan Bara saja sudah menduganya.

Ainun dan Dika terdiam meladeni fikiran yang berkecamuk di dalam kepala masing masing. Sampai pada saatnya seorang pelayan menghampiri Dika, untuk segera membawa Ainun kembali ke kamarnya.

"Nona, sebaiknya kita segera kembali kedalam!" Ajak Dika disambut anggukan kecil oleh Ainun.

Ainun berjalan sangat cepat, Entah mengapa ia ingin sekali cepat sampai ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya kembali, untuk meredam rasa takutnya.

Sampai depan pintu samping Ainun bingung hendak kemana, ia terdiam dan menoleh kearah Dika yang berjalan tepat dibelakangnya.

"Maju!" Perintah Ainun.

Bagai dicocok hidungnya seperti banteng, Dika menuruti perintah Ainun untuk maju dan berjalan didepan sedangkan Ainun membuntutinya.

"Ini kamar milik anda nona," tunjuk Dika sesaat setelah sampai dilantai atas tepat dikamar Ainun saat ia terjaga tadi.

"Silahkan beristirahat nona, jika perlu sesuatu panggil saja, saya ada tepat didepan pintu anda." Dika segera membukakan pintu untuk Ainun.

Tanpa fikir panjang dan banyak berkata, Ainun masuk kedalam kamarnya yang sudah rapi dan bersih tidak seperti saat ia keluar tadi.

Ia merebahkan tubuhnya menelungkup diatas kasur. Memejamkan matanya tapi fikirannya berkelana kesana kemari. Mencari ide untuk segera keluar dari Villa terkutuk ini.

Ia melihat ke arah balkon, kudian berjalan dan membuka pintu. Harum segar khas mawar tercium menyengat masuk kedalam rongga hidungnya. Terdapat begitu banyak pot berisikan tanaman yang menyemburkan wangi dari bunganya.

Ainun melihat ke arah bawah, mulai meniti sebuah ide untuk kabur, dan mengatur step by step nya sehingga ia bisa turun dari ketinggian kurang lebih lima meter kebawah.

Sejenak ia meragukan rencana gilanya, jika ia nekat turun ke bawah sana, bisa dipastikan bukannya saja dia hilang dari para penculik tapi juga bahkan bisa menghilang dari kehidupan nyata ini.

Aaakkhhh..!!

Aku harus apa? Aku harus bagaimana?

Dika! ya, hanya Dika yang bisa membawaku keluar. Baiklah Nyonya besar, Aku akan mengikuti permainanmu, sampai sebelum aku terjual, aku akan lari darimu dengan bantuan pengawal culunmu. Kau memakai cara licik untuk menculikku, maka aku pun akan memakai cara yang sama untuk lepas darimu! Seringai licik terbit di sebalik senyum getirnya.

Ainun bersiap mandi karena pun ini sudah menunjukkan pukul empat sore, ia belum melaksanakan sholat Ashar. Ia akan bersiap dan bertemu dengan sang Nyonya besar untuk pertama kalinya.

Malam sudah menunjukkan pukul 18.45, Ainun sudah siap sejak selesai melaksanakan sholat maghrib tadi, ia banyak berdoa dan meminta pertolongan serta perlindungan pada Tuhan dari manusia manusia jahat yang sebentar lagi akan menemuinya.

Dilantai bawah, sudah berdiri seorang wanita paruh baya dengan pakaian santainya, rambutnya ia gerai dan memakai make up yang natural.

Rekha tak henti hentinya tersenyum dan menarik nafas nya gugup. Beberapa menit lagi ia akan bertatap wajah dengan putri kecilnya untuk pertama kalinya. Rasa senang dan gugup berbaur menjadi satu, menjadikannya terlihat seperti manula yang sedang jatuh cinta.

"Dion!" Panggil Rekha.

"Iya nyonya," Jawab Dion segera.

"Apa yang harus aku lalukan?" Tanyanya tanpa basa basi.

"Maksud nyonya?"

"Bagaimana aku harus menyambutnya, bodoh!" Ucapnya geram kemudian menepak kepala asistennya itu.

"Aawww!" Dion meringis kesakitan, tapi Rekha semakin memelototinya.

"Eh, ya... Sebaiknya Nyonya bersikap biasa saja, bersikap seperti nyonya akan bertemu dengan klien." Jawab Dion tanpa menimbang, ia tidak mau kepalanya jadi sasaran kemarahan Rekha lagi.

Rekha menggut manggut menandakan ia akan memakai saran dari Dion. Rekha, Bara beserta Dion pun segera bergerak ke ruang makan, mereka menempati kursi masing masing.

Selang beberapa menit kemudian Ainun datang bersama Dika dibelakangnya, Ainun memakai gaun berlengan pendek berwarna baby pink yang sudah disediakan pelayan untuknya. Ia terlihat sangat cantik dengan rambut yang diikat tinggi menampilkan leher indah miliknya.

Berjalan ke arah meja makan diiringi senyuman yang membuat semua orang terheran sekaligus kagum. Dika segera menarik kursi untuk Ainun duduki. Ia tak lantas ikut terduduk, ia berada tepat beberapa langkah di belakang Ainun.

"Selamat malam Nona Ainun," Sapa Dion memulai perbincangan.

"Ya, selamat malam." Balas nya menyapa semua orang yang berada di meja makan sambil tersenyum kepada mereka satu persatu.

Bara menarik sudut bibirnya sebelah, menampilkan sorot mata maut yang ditakuti Ainun. Sejenak Ainun goyah oleh sihir kekejaman mata Bara. Ingin rasanya ia menyerah menangis sejadi jadinya. Tapi ia akan bertahan demi kebebasannya.

Gadis ini ternyata licik juga! heh!

Dion berdiri sejenak untuk memperkenalkan Rekha, Bara serta dirinya kepada Ainun. Ia memberi tahukan bahwa Rekha adalah pemilik Villa yangbsekarang sedang mereka tinggali.

Prok prok

Dion menepuk tangannya kemudian datanglah beberapa pelayan menyuguhi berbagai macam makanan dan kudapan untuk santap malam mereka. Para pelayan itu melayani satu per satu dari mereka. Ainun kikuk dalam situasi ini, sungguh ia tidak memahami tata cara makan malam ala konglomerat.

Tapi otak cerdasnya segera mengambil alih kepalanya, memerintahkan matanya untuk melihat gerakan tangan didepannya yang tak lain adalah Dion, untuk kemudian menirunya.

Tak cukup pandai memang Ainun menggunakan garpu dan pisau untuk memotong steak dipiringnya. Namun ia juga tidak mau terlihat kaku, itu memalukan!

"Emm, nona Ainun. Apakah kau nyaman tinggal disini?" Tanya Rekha berbasa basi, suaranya terdengar gemetar. Berbanding terbalik jika ia sedang berbicara dengan bawahannya, tegas dan tidak bisa di bantah.

Pertanyaan apa ini? Ainun mendongakkan kepalanya, apakah ia akan menjawab jujur?

To be continue...

Terimakasih yang masih tetap setia memberikan waktu luangnya untuk membaca kisah Ainun.

Terima kasih juga untuk dukungannya yaa... Author cinta kaliaann..😍

Oh ya, sambil menanti up an terbaru Ainun, Author sarankan untuk ikut membaca karya sahabat Author yang lain yang gak kalah kece, 'MENTARI 2' Karya Author Antie.

Dan 'COMING OUT' karya Author Dhesita Kosasih.

Semoga kalian suka yaaa... luuuuvvvv💖

1
💞 lentik🥀💋
biasanya mata setajam elang lah ini setajam ular wkwkwk
anna
wah udah sah 😀😀😀
Fitri Hariani
ternyata ganti judul
Dian Anggraeni
Kupu kupu mampir dong di hatiku juga wkkk 😊👏👏👍👍👍
[AIANA]
di bab ini aku curiga kalau dika bukan anak angkat tp beneran anaknya rekha.
ada kalimat hamil dan kehilangan anaknya . yg di suruh ambil ngerawat si bibi sebelumnya itu yg mengenali dika. tp dia taruh di panti.
g mungkin dika muncul segini banyak partnya kalau bukan penting. entah saingannya si reza atau malah jd benar kakaknya
[AIANA]
di dua bab ini kejanggalannya adalah.

Ainun punya hape nih skg. tapi jika dia sangat terluka oleh apa yg diprbuat Bara pada Ridho. kenapa Ainun pas ngelihat nggak ada papinya malah menghubungi Reza?
bukannya dia mengkhawatirkan papinya? tp kok malah minta tolong sama Reza yg notabene jauh (5 jam perjalanan) dalam kondsi sakit, dan bukan bagian dr carut marut keluarganya.

pdhl papinya paling dkt jaraknya. misalpun di usir masih ada di sekitar situ. dan dia papinya bukan orang lain.

biar bagaimanapun yg bisa menyelesaikan masalahnya kan ttp aiunan dan keluarganya.

dia hnya menarik reza dlm bahaya.
papinya masih dibelain sma rekha
ainun sndr jls g bkl diapa2in
tp reza??
[AIANA]
karakter reza terlalu gegabah dsn.
mlh jd ngeri.
Panah Aksara🌼
wah... happy ending.. salut pokoknya...👏👏kakak berhasil🖒

hangat hangat, makan kolak
selalu semangat, kakak...

pantunku gak nyambung🙈tapi semoga itu bisa menambah semangat kakak dalam berkarya❤
Panah Aksara🌼
aku terkejut... kok gak nampak kak, ijab kabulnya... kan aku pengen lihat gimana ekspresi sang penganten... hehe
tapi bahagia aku bacanya, ikut prok prok aja deh👏👏❤
Panah Aksara🌼
mama Rekha sudah mulai memberikan lampu hijau, sepertinya🍃🍃
Panah Aksara🌼
part ini aku merinding kak.. Cinta mereka...❤❤ aduhai...
kakak memang the best merangkai kata..😍🍃
Zahra
plg suka kata" a 😁👻👻👻👻
Zahra
koq jdul nya gnti
aq smpe bingung cari 🥴🥴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
Wah... Alhamdulillah...
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
ad typo mengganggu, perahan.

terus paragraf terakhir coba d baca lagi, ad yang janggal g???

sorry sedikit bawel, soalnya aq baca isi ceritamu, bukan baca komen mu😎😎😎
Never Home: sdh ku lepisi mbkyu....
hatur nuhun koreksinya...😚😚😚🙏
total 1 replies
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
"ucap seseorang di kini yang ...."
kurang enk d baca
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
akankah alangkah indahnya jikah hati saling terbukah tanpa mengingat lukah
[AIANA]
curhat jujur. aku baru sadar kalau judulnya ganti.

aku nyacroll kok teman kondangan nggak update tapi malah ilang.
aku smp buka profilmu buat nyariin judul.
[AIANA]
ini aku mau komen dikit.
CMIIW ya readers semua.

sebenarnya semua orang yg punya luka benturan di kepala, (entah apapun penyebabnya) tidak disarankan untuk diguncang2kan, digoyangkan, dipindahkan posisinya. efeknya fatal. dari memperparah keadaan sampai dengan meninggal. karena kepala itu identik dengan saraf dan pembuluh darah.
tapi kita bicara di Indonesia. cederung semua kecelakaan yg terjadi akan dipindahkan dl. entah karena ditengah jalan, panik, atau dianggap harus segra sadar. tanpa tahu proses yg kita berikan justru memperbesar resikonya..

saya pernah lihat kecelakaan dan menyarankan untuk menunggu petugas medis datang sebelum dipindahkan. tp malah saya yg kena omelan. buru2 mereka ingin bawa kr rs.
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
bukan inginku bukan Pintamu
namun keadaan yang enggan Qt bertemu
seoalah tk ingin Qt bersatu
memecahkan rindu yg membatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!