Namaku Ye jun, umurku 55 tahun.Aku terlahir menjadi ketua sekte Naga Bintang Surgawi yang diwarisi sebuah kitab kuno yang merupakan warisan turun temurun dari generasi ketua terdahulu.
Selama ribuan tahun dari semua generasi terdahulu, tak ada satupun ketua yang bisa mengetahui rahasia yang ada didalam kitab kuno tersebut.
Hinga suatu hari ancaman dari para siluman kuat didalam hutan inti surgawi mengharuskannya mempelajari buku kuno yang ternyata merupakan jalan menuju alam Nirwana Surgawi.
Suatu hari Ye jun terluka parah dan hampir mati, dia diselamatkan oleh leluhur naga bintang surgawi yang memberikannya sebuah pil dewa kehidupan. Ye jun berubah menjadi anak muda berumur 17 tahun tapi sayang dia harus kehilangan ingatan masa lalunya. Akhirnya leluhur naga bintang surgawi memberikannya nama baru "Xiohuan," padanya agar terhindar dari orang orang yang ingin menyakitinya.
Tingkatan:
Ranah awal: - perunggu
- perak
- emas
Ranah menengah: - kristal
- berlian
- bintang
Ranah puncak atau tinggi - bumi
- awan
- langit
Ranah Ilahi atau pertapa
Ranah legenda
Ranah surgawi
Ranah dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lazuardi aqbar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chang yi terbakar api cemburu
Xiohuan melesat kearah Tong mu berada, "Berhenti anak muda, biarkan panitia yang membawa murid yang terluka kebagian pengobatan," ucap Yet sing.
Xiohuan tak menghiraukan apa yang dikatakan Yet sing, dia fokus kepada Tong mu, Xiohuan sangat khwatir atas luka luka
yang ada pada tubuh adiknya.
"Kurang ajar, walaupun kau merupakan murid pilihan ketua sekte, aku tak bisa menerima perlakuanmu padaku dengan tidak menghiraukanku di hadapan orang banyak," batin Yet sing.
Aura ranah tingkat legenda yang menindas mengarah pada tubuh Xiohuan memberikan dampak yang kurang bagus kepada tubuh Xiohuan.
Xiohuan meningkatkan energi dalamnya, aura dewi yang sangat tipis melindungi dan membentuk perisai pelindung disetiap inci anggota tubuhnya.
"Ayo adik, aku bantu kamu pergi ke tempat pengobatan," ucap Xiohuan sambil memapah tubuh adiknya berjalan.
Yet sing membelalakkan mata dan merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya, ranah tingkat puncak bumi dapat menahan serangan aura tingkat legenda miliknya, "tak sia sia ketua es abadi menunjuk mu menjadi salah satu murid yang mewakili ranah tingkat puncak, untuk bertanding di kediaman raja kota, kamu memang sangat luar biasa." ucap Yet sing kagum.
Yet sing mengangkat kedua tangannya keatas agar para pengunjung yang menonton pertandingan bisa diam sesaat.
"Aku umumkan untuk pertandingan hari ini diakhiri, besok akan di lanjutkan kembali," teriak Yet sing. Para pengunjung yang menonton pertandingan baik para kultivator dan masyarakat biasa perlahan lahan membubarkan diri.
Di tempat pengobatan sekte yang telah dibuat khusus bagi para murid yang terluka, Xiohuan menunggui Tong mu di atas tempat tidur yang lagi tertidur pulas.
"Xio er," suara bibi Lian mengejutkannya.
"Eh..., bibi Lian," ucap xiohuan kaget.
"Biarkan adikmu beristirahat, dia tak apa apa, aku telah memberikan Tong mu pil, agar dia bisa beristirahat, pulanglah ke rumah untuk membersihkan dirimu," ucap bibi Lian."
Xiohuan melangkah kakinya menuju keluar ruangan pengobatan, dia melihat masih ada beberapa murid yang akan ikut kompetisi mendapatkan pengarahan dari para gurunya.
Disisi lain dia melihat seorang gadis cantik bersama dengan seorang pria setengah tua sedang asyik menyaksikan beberapa murid yang lagi berada di atas arena pertandingan.
Xiohuan berjalan menghampiri gadis itu yang tak lain adalah putri Mey ling, Ling feng yang melihat kedatangan Xiohuan hanya bisa terdiam, biar bagai mana pun putri Mey ling sangat mencintai pemuda ini.
Xiohuan menganggukkan kepalanya kepada Ling feng, Ling feng membalas anggukkan kepala Xiohuan dan berlalu pergi.
Ling feng sengaja memberikan kesempatan kepada Xiohuan dan putri Mey ling menyelesaikan masalahnya.
"Hai putri Mey ling," sapa Xiohuan.
Putri Mey ling merasa sangat mengenali suara seorang pria dari samping kirinya ini, "tapi tidak mungkin dia," batinnya.
Putri Mey ling menoleh kesamping kirinya dan mendapati sesosok pemuda tampan yang tak lain adalah Xiohuan. Dia sangat kaget sekali melihat sang pemuda yang telah berdiri disamping kirinya, dengan mengumbar senyum manisnya.
"Ka...,kak ....,Xio," sambil terbata bata," Ka...mu...." Putri Mey ling tak dapat melanjutkan kata katanya, dia menundukkan kepalanya, dia merasa bersalah atas apa yang terjadi pada diri Xiohuan selama ini, andai dia bisa mencegah paman Ling feng saat itu, tentunya hal buruk tidak akan terjadi pada Xiohuan.
Xiohuan mengerti mengapa putri Mey ling tertunduk, sikapnya tidak seperti biasa saat bertemu dengannya yang selalu ceria, Xiohuan merasa nggak enak hati, biar bagaimanapun putri Mey ling pernah menolongnya, "aku rasa dia merasa bersalah karna Ling feng pernah melukaiku sangat parah" batin Xiohuan.
Xiohuan meraih tangan putri Mey ling. "Adik cantik, kalau kamu diam melulu jadinya nggk asyik, ayo ikut aku, aku mau makan, cacing cacing diperutku sudah tak mau kompromi lagi," ucap Xiohuan yang sedikit membuat candaan agar putri Mey ling bisa tersenyum.
Alhasil candaannya membuat sang putri tersenyum, karna pada dasarnya putri Mey ling adalah orang yang ceria dan mudah bergaul.
Xiohuan menggenggam tangan putri Mey ling
menuju rumah makan yang dekat dengan arena pertandingan.
Dari jauh Chang yi terbakar api cemburu, dia merasakan hatinya teriris iris, sakitnya sungguh sangat luar biasa. Dia melesat cepat menuju ke arah rumahnya.
"Tuan muda" sapa beberapa orang penjaga rumah.
Chang yi tak menghiraukan para penjaga gerbang, dia berjalan cepat menuju ketempat kediaman ayahnya.
Chen deshi sedang duduk menikmati secangkir teh di halaman rumahnya yang sangat luas.
"Ayah..!" ucap teriak Chang yi yang mengagetkan ayahnya.
Chen deshi yang lagi menikmati teh berhenti melakukan aktifitasnya, dia menaruh kembali secangkir teh yang hampir diminumnya ke meja.
"Ada apa putraku, siapa yang membuatmu marah seperti ini, apakah ada yang menyakitimu?" ucap Chen deshi.
"Aku benar benar sakit ayah, manusia sampah itu telah merebut Mey ling dariku, aku tak akan bisa memaafkannya" ucap Chang yi penuh dengan amarah.
"Siapa yang kau maksud putraku?" Tanya Chen deshi.
"Orang yang telah melukaiku tempo hari ayah,
Dia selalu menghancurkan kebahagiaanku, aku ingin ayah juga menghancurkannya," ucap Chang yi memprovokasi ayahnya.
"Xiohuan maksudmu" ucap Chen deshi.
"Ia ayah, kalau ayah tidak mau melakukannya, aku sendiri yang akan membuat perhitungan dengan dia," ucap Chang yi kembali.
Chen deshi menarik napasnya dalam dalam dan membuangnya keluar perlahan sambil berfikir " Saat ini kondisi sekte es abadi sungguh sangat ketat dalam hal penjagaan, aku tak boleh gegabah, aku harus berfikir secara jernih, kalau aku menyerang pemuda itu dan ketahuan bisa bisa aku akan di keluarkan dari kota dan sekte es abadi, tentunya raja kota tak akan tinggal diam, karna Xiohuan telah terdaftar sebagai orang yang akan ikut bertanding di kediamannya mewakili sekte es abadi di ranah tingkat puncak, ini tidak boleh terjadi," batin Chen deshi.
Putraku apakah kau mau bertarung dengan Xiohuan di arena pertandingan?" ucap Chen deshi.
"Maksud ayah?" Chang yi ikut bertanya.
"Untuk menghancurkan pemuda itu tidak bisa sekarang putraku, penjagaan di area kota dan sekte abadi saat ini sangatlah ketat, ayah hanya bisa mengusulkan kepada ketua sekte es abadi agar kau bisa bertanding di arena pertandingan itu pun kalau kamu mau" ucap Chen deshi.
"Tapi dia sudah mendapatkan 1 kuota untuk bertanding di kediaman raja kota," ucap
Chang yi.
"Itu tak usah kau khwatirkan putraku, dulu sewaktu remaja ayah pernah menolong ketua sekte yang hampir mati di tangan para perampok, luka di punggung ayah ini sebagai
saksi sewaktu ayah mengorbankan diri untuk menolongnya, ini merupakan senjata yang tidak bisa dia tolak," ucap Chen deshi.
Ha..ha..ha..," Chang yi tertawa lepas, "akhirnya aku bisa bertanding denganmu bocah sampah," ucap Chang yi berapi api.
mc tolol
authol tolol
pembaca tolol
isi nopel tolol
semua jadi serba tolol