Aaliyah, takdir mempertemukannya dengan Hadi, disaat Hadi telah memiliki Clarissa dan sudah siap untuk menikahi Clarissa.
Namun kekuatan takdir telah mengubah arah hati Hadi, pada akhirnya ia memilih Aaliyah menjadi istrinya.
Tetapi Clarissa, perempuan yang memiliki pengaruh yang kuat, perempuan yang membuat percaya diri Aaliyah jatuh pada titik nol, selalu membayangi kisah cinta mereka.
Kisah mereka diuji dengan kesetiaan, kesabaran, dan perjuangan cinta. Akankah mereka lulus dari ujian itu?
Clarissakah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Aaliyah?
atau Aaliyah yang menjadi ujian cinta Hadi dan Clarissa?
Jawabannya adalah siapa yang terakhir hidup bersama Hadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina As, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Pengakuan
Dan keluarlah seorang perempuan dari dalam mobil itu yang membuat jantung Hadi hampir copot.
"Aaliyah?" seru Hadi. Betapa kagetnya Hadi, ternyata yang membuntutinya dari tadi adalah Aaliyah, dan tentu Aaliyah sudah tahu kalau hubungannya dengan Clarissa belum berakhir. Hadi mulai dilanda rasa cemas dengan apa yang akan terjadi, tapi ia berusaha untuk tetap tenang sambil menunggu apa yang akan dikatakan atau dilakukan Aaliyah. Sejujurnya Hadi lebih senang bila yang keluar dari mobil seorang penjahat, kelas kakap sekalipun daripada Aaliyah.
Sinar lampu alun-alun yang terang tidak dapat menyembunyikan wajah Aaliyah yang kusut, matanya yang sembab karena terus menangis. Dan Hadi dapat melihat itu semua. Sejenak Aaliyah hanya berdiri mematung memandangi Hadi, mulutnya tidak dapat mengeluarkan suara, hanya air matanya yang terus tumpah meskipun ia berusaha untuk tegar di depan Hadi.
"Kenapa kamu disini Aaliyah?" akhirnya Hadi yang membuka suara dengan nada pelan setelah mereka hanya bertatap-tatapan selama beberapa saat.
"Aku hanya ingin memberikan ini," kata Aaliyah sambil menyerahkan sesuatu pada Hadi.
Hadi mengambil sesuatu itu dari tangan Aaliyah, dan betapa terperanjatnya Hadi ketika melihat benda yang ada di tangannya. Cincin pertunangannya dengan Aaliyah.
"Aaliyah, apa maksud kamu ini?" nada Hadi mulai menegang.
"Biar Clarissa yang pakai cincin itu, hubungan kita selesai sampai disini," kata Aaliyah tidak dapat menahan tangisnya dan dengan segera masuk ke dalam mobil dan mengunci pintunya dari dalam sembari meminta Widya untuk segera pergi.
"Tunggu Aaliyah!" Hadi berusaha membuka pintu mobil namun pintunya sudah terkunci. Ia lalu mengetuk jendela mobil, namun mobil itu tiba-tiba melaju meninggalkan Hadi. Hadi akhirnya terdiam melihat honda jazz merah itu meninggalkannya dengan cincin pertunangan untuk Aaliyah yang ia genggam di tangannya. Ia kemudian memasukkan cincin itu ke dompetnya. Perasaan gelisah menerpa dirinya. Ia mengkhawatirkan apa yang akan terjadi nanti. Di benaknya yang ada hanya Aaliyah dengan mata yang sembab berdiri memandanginya dengan perasaan terluka. Hadi kemudian segera menuju mobilnya.
Rupanya Clarissa dapat melihat kejadian tadi. Ia tahu perempuan yang menemui Hadi itu adalah Aaliyah.
"Perempuan itu Aaliyah?, jangan bilang ia melihat kita bersama dan ia marah," tanya Clarissa.
"Makan malamnya ditunda dulu, saya antar kamu ke apartemen sekarang. Ada masalah yang harus saya selesaikan!" kata Hadi datar. Kegelisahan nampak di wajahnya yang tenang. Clarissa dapat melihat itu.
"Oh jadi kamu takut, Aaliyah memutuskan pertunangan dengan kamu?" ujar Clarissa sinis.
Hadi hanya diam saja, ia tidak menanggapi kata-kata Clarissa.
"Aku jadi curiga, yang menginginkan pernikahan dengan Aaliyah itu kamu, bukan ayah kamu," tambah Clarissa lagi.
Ponsel Hadi berbunyi, ada pesan WA yang masuk dari Triyanto berisi data nama pemilik kendaraan bernama Widya Asrianti beserta alamatnya. Hadi kenal widya sebagai sahabat Aaliyah. Namun itu tidak penting lagi bagi Hadi. Toh Aaliyah sudah tahu kenyataan antara ia dan Clarissa.
Sepanjang jalan ke Apartemen, Clarissa terus mengomel sementara Hadi hanya diam saja. Setelah sampai, Hadi kemudian mengantar Rissa sampai ke dalam ruangannya dan berpamitan kepada Clarissa. Clarissa tidak menanggapi Hadi dan langsung masuk ke kamarnya karena kecewa pada Hadi.
********
HADI
Aku menutup pintu apartemen Clarissa dan segera turun ke lantai dasar, lalu setengah berlari menuju parkiran. Kukendarai secepatnya mobilku menuju rumah Aaliyah.
Aku berusaha menyusun kata-kata yang akan aku ucapkan pada Aaliyah dan bundanya setelah kejadian tadi. Semua ini salahku. Aku sudah berjanji pada Aaliyah dan Bundanya untuk menyelesaikan hubungan dengan Clarissa sebelum aku dan Aaliyah bertunangan. Namun sekarang sudah mendekati pernikahan, Aaliyah mendapatiku masih bersama dengan Clarissa.
Hatiku trenyuh melihat Aaliyah tadi. Matanya bengkak, mungkin ia sudah lama menangis, mengingatkanku kembali kejadian silam saat Aaliyah masih kecil, menangis dalam gendonganku sewaktu ayahnya menjadi korban penyerangan. Aku bisa melihat perasaannya yang terluka di matanya.
Aku tidak ingin menyakiti Aaliyah. Aku akan marah seandainya orang lain yang menyakiti Aaliyah. Namun justru aku sendiri yang menyakitinya akibat ketidaktegasan dan kebohonganku.
Semalam Aaliyah masih baik-baik saja. Berarti ia mulai membuntutiku tadi dari rumah sakit.
Tuhan, apa yang harus aku katakan. Bunda Rini pasti akan kecewa denganku dan tidak mempercayai aku lagi. Apa Aaliyah masih bisa memaafkan aku sementara ia sudah mengembalikan cincin tunangannya kepadaku.
Kepalaku berat sekali.
Aku memarkir mobil kemudian berjalan masuk kadalam gang rumah Aaliyah. Motor maticnya belum nampak di teras rumah. Berarti ia belum pulang. Sebaiknya aku jelaskan ke bunda Rini dulu.
Aku mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Bunda Rini membuka pintu dan menyambutku dengan gembira dan senyuman khasnya. Ketulusannya membuatku semakin betah berada di rumah ini meskipun Aaliyah sedang tidak di rumah. Mungkin ia belum tahu apa yang terjadi. Ia menyilahkan aku masuk. Aku masuk, duduk di ruang tamu. Bunda ikut duduk di kursi yang lain.
"Aaliyah belum pulang dari tadi pagi nak, tadi bunda telpon katanya ia bersama Yolanda, Widya dan Mitha," aku belum bertanya bunda sudah berbicara dimana Aaliyah.
"Saya tahu bunda," jawabku. "Bunda boleh minta waktunya, ada yang ingin Hadi katakan. Tapi sebelumnya Hadi ingin minta maaf bunda."
"Ada apa nak Hadi sepertinya serius," tanya bunda Rini penasaran.
"Tadi Aaliyah sangat marah padaku, ia mengembalikan cincin tunangan kami," belum selesai bicaraku bunda langsung memotong, kecemasan muncul di raut wajahnya.
"Apa yang terjadi nak Hadi, kenapa Aaliyah sebegitu marahnya sampai-sampai mengembalikan cincin tunangan kalian?."
"Maafkan Hadi bunda, Aaliyah melihat Hadi bersama Clarissa," sahutku pelan.
"Nggak apa-apa kan sama-sama, putus hubungan belum tentu tidak boleh berteman" Bunda Rini membelaku. Sungguh bijaksana sekali ia.
"Tapi hubunganku dengan Clarissa belum putus Bunda, maafkan Hadi bunda"
Bunda Rini menganga mendengar penuturanku. Lehernya seperti tercekat.
"Kenapa bisa nak Hadi, apa yang nak Hadi inginkan?. Nak Hadi sudah janji pada bunda untuk menyelesaikan hubungan dengan dokter Clarissa sebelum kalian bertunangan. Kenapa nak Hadi tidak jujur, kalau memang nak Hadi lebih mencintai Clarissa, kenapa nak Hadi minta bertunangan dengan Aaliyah?" Air mata bunda Rini mulai tumpah. "Ini salah bunda, dari awal bunda memang melihat nak Hadi lebih serasi dengan Clarissa ketimbang Aaliyah, harusnya bunda bisa mencegah pertunangan kalian berproses dari awal."
"Maafkan Hadi bunda, bolehkah Hadi menceritakan sesuatu?" pintaku kepada bunda Aaliyah.
"Iya ceritakanlah nak, apa yang ingin kamu ceritakan," kata bunda Rini sambil menghapus air matanya.
Aku menarik nafas panjang, kemudian mulai menceritakaan saat aku datang ke apartemen Clarissa. Waktu itu sebelum aku bertunangan dengan Aaliyah. Maksud kedatanganku adalah untuk memberikan kabar rencana pernikahanku dengan Aaliyah dengan harapan hubunganku segera berakhir dengan Clarissa.
********
Hi readers tersayang, bantu vote, like dan comment karyaku ya 😘😘😘
2. e
3. d
4. a
5. b
tnngung jwb ktnya mlh kaya gini setan emng hadi🤣🤣
jadi clarisa juga sakit, apa lgi nanti yg jg nanti di poligami si akiya dan brengseknya lgi punya ank pula sakit g berdarah nembus sampai yg baca sakit bnget