NovelToon NovelToon
Raina Grittella 2

Raina Grittella 2

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Reinkarnasi / Berbaikan / Tamat
Popularitas:128.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alfian Syafa

"Kita udah selesai, Bara! Sejak saat dimana malam itu terjadi!" kata Rain, menatap wajah Bara dingin.

Bara tak sanggup mendengar ucapan Rain. Dia sangat mencintai Rain dan tidak ingin hubungannya berakhir. Kalau saja malam itu dirinya tidak bodoh maka semua itu tidak akan terjadi dan Rain masih berada di dalam pelukannya. Bahkan sekarang tatapan itu ... tatapan Rain kepada Bara bukan lagi tatapan penuh cinta. Melainkan tatapan penuh kebencian. Bara akan berusaha kembali mendapatkan hati Rain.

Apakah usaha Bara akan membuahkan hasil? simak kisah Rain season dua ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfian Syafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Nando berhenti di depan pintu ruangan Rain sambil sedikit membungkuk memegangi kedua lututnya. Napas Nando tersengal karena habis lari terbirit-birit kayak dikejar setan. Nando benar-benar ketakutan. Wajah tampannya dipenuhi oleh keringat. Hilang sudah semangkuk mie ayam pangsit dan segelas es teh karena Nando berlari cukup jauh dan membuat isi perutnya terkuras habis jadi tenaga.

Nando mengatur napasnya supaya stabil. Ya meski masih sedikit ngos-ngosan dan berkeringat tapi Nando harus bisa memohon kepada Rain buat melindungi dirinya dari kejahatan setan. Eh bukan dari kejamnya dunia? Bukan juga. Pokonya Nando butuh perlindungan saat ini. Hanya Rain yang bisa menyelamatkan jiwa dan raganya.

Nando bersiap untuk mengetuk pintu, tapi pintu itu sudah terbuka dengan sendirinya dan menampakan sosok yang rupawan membuat Nando terlonjak kaget.

"Astaga!"

"Heh! Lo pikir gue setan?" protes Bara.

Habis Nando kaget sambil melompat dan mengusap dadanya. Nando kira ada setan siang bolong begini.

"Maaf, Pak. Saya kaget soalnya. Baru mau ketuk pintu tapi tahu-tahu terbuka." Nando jadi merasa tidak enak.

"Nandoooooo!" teriak Maila di ujung lorong. Suaranya menggema sampai ditempat Bara dan Nando berdiri.

Nando langsung ngacir maksa masuk dan menyembunyikan diri dibelakang Bara. Membuat laki-laki itu kebingungan.

"Lo kenapa sih?"

"Pak, tolong saya kali ini aja. Izinkan saya ngumpet bentar!"

"Hah?" Bara menoleh menatap Nando yang ada dibelakangnya. Nggak ngerti sama Nando apa yang terjadi.

"Ada apa?"

Nando kaget karena Rain tahu-tahu sudah dibelakangnya.

"Mbak, izinkan saya sembunyi di sini."

"Nandoooo!" Suara Maila terdengar semakin dekat.

Rain tidak bertanya apapun lagi, sepertinya Nando sedang butuh bantuan dan langsung menyuruh Nando bersembunyi dikamar yang ada di ruangan tersebut. Rain dan Bara cepat-cepat masuk dan pura-pura sibuk kembali. Bara di tempat semula pura-pura sibuk di layar laptop dan Rain duduk dihadapannya sambil makan buah juga menyuapi Bara.

"Satu ... Dua ... Tiga ....!"

Cklek

Suara pintu terbuka sesuai perhitungan Rain dan muncul Maila dari balik pintu itu. Meneliti setiap sudut ruangan dan juga kolong meja. Mencari seseorang yang tadi tiba-tiba kabur saat sedang berjalan menuju bengkel.

Apa yang sebenarnya terjadi antara Nando dan Maila? Batin Rain bertanya-tanya.

Rain tidak tahu saja, Maila sudah membuat Nando ketakutan sekarang. Dibalik pintu kamar itu tubuhnya gemetar dengan jantung yang berdebar seperti genderang perang.

"Lo nyari siapa sih? Dateng-dateng tanpa permisi langsung celingukan," tanya Rain.

Maila nyengir karena baru sadar kalau ada dua manusia yang sedang menatapnya. Gara-gara Nando nih jadi fokus Maila agak oleng.

"Nando kemana ya?" tanya Maila balik.

Kening Rain mengerut dalam, "Lo nanyain Nando di sini nggak salah?"

"Ya kali aja dia kemari. Abis di depan nggak ada gue cari-cari." Maila duduk di sofa. Capek juga ngejar laki-laki itu.

Heran larinya cepet banget kayaknya Nando ini bekas atlet lari maraton deh. Maila saja sampai nggak bisa ngejar dan kehilangan jejak laki-laki itu.

"Lo kenapa cari dia?" tanya Rain dengan mata memicing. Menyelidiki sesuatu dari raut wajah Maila.

Kalau Rain sudah begitu dia mana bisa bohong. Mau bohong saja sudah gelagapan begitu. Lagipula juga percuma bohong sama Rain, gadis itu tahu kalau lawan bicaranya sedang berbohong. Entah ilmu darimana yang jelas Maila juga mau bisa mendeteksi kebohongan.

Sementara Bara yang sedang membaca email dari Papanya itu menyimak obrolan Maila dan Rain. Nampaknya bakal ada kejutan. Diam-diam Bara kagum sama Rain karena selalu membuat lawan bicaranya tidak bisa berkutik kalau sedang ada masalah.

"Itu ... Gue nembak Nando!" kata Maila sambil melirik ke arah Bara dan dia langsung menutup mulutnya.

Lupa ada Bara di sana. Ah Maila malu dan dia langsung menutupi wajahnya saat Bara menertawai kebodohannya. Ya abis mau gimana lagi? Nunggu Nando peka juga nggak peka-peka laki-laki itu.

Maila nggak sabar nunggu Nando bilang cinta ke dia. Bahkan nggak yakin kalau Nando juga punya perasaan yang sama. Daripada diambil orang jadi Maila bersikap agresif. Meski dia berkali-kali merutuki dirinya sendiri karena bersikap bodoh seperti itu. Secara tidak langsung telah menjatuhkan harga diri dan mempermalukan dirinya sendiri.

"Terus dia terima?"

Maila menggeleng lemah. Dia menyandarkan punggungnya di sofa dan Bara berhenti tertawa karena mendapatkan lirikan tajam dari Rain.

Rain melangkah mendekat ke arah Maila dan duduk di sofa singel. Kedua tangan dia lipat dan satu kaki bertumpu di kaki satunya. Menunggu Maila menceritakan rentetan kejadian yang sebenarnya. Nggak sulit bagi Rain buat tahu apa yang terjadi.

Dibalik sikap tenangnya itu Rain menduga kalau Maila ini sudah memaksa Nando. Maila terlalu agresif sampai Nando ketakutan. Nando memang jarang dekat sama cewek. Dia takut patah hati lagi, jadi mungkin Nando belum siap kalau jadi pacar Maila. Apalagi Maila ini anak orang kaya dan pasti Nando nggak akan bisa menerima Maila. Meski mungkin Nando ada rasa suka pada Maila.

Rain juga tahu kalau Maila sering ajak Nando makan siang bersama. Bikin repot Nando setiap malam dengan segudang alasan supaya bisa bertemu dan dekat dengan Nando. Dibalik itu semua Rain pura-pura nggak tahu, tapi juga senang karena Maila sudah bisa move on.

"Gue tuh mau gandeng tangan dia gitu eh malah dia lepas. Pas mau gue cium malah kabur!"

"Lo gila? Cium dia di tempat umum?"

"Cuma kening aja, Rain. Abis dia gemesin. Nggak peka kalau gue suka sama dia. Padahal gue udah berjuang buat jadi orang biasa aja demi dia," jelas Maila mengeluarkan isi hatinya.

Sudah nggak peduli kalau Bara bakal denger. Bukan hanya Bara saja tapi Nando yang duduk dilantai kamar itu pun mendengarnya. Hatinya terharu dengan perjuangan Maila.

"Ya nggak gitu juga, Mail! Lo agresif gitu yang ada Nando takut. Lo tuh gangguin anak buah gue aja!"

Maila mengangkat tangan dengan jari membentuk huruf V.

"Sory, Rain. Gue cuma perjuangin cinta gue. Tar kalau udah dapet gue tetep profesional kok kerjanya. Sekarang bantu gue ya buat temuin Nando. Dia kabur gara-gara gue, jangan pecat dia ya." Maila memohon dengan mata berkaca-kaca. Memelas, supaya Rain kasian sama dia.

Padahal Rain tahu dimana Nando. Mau panggil juga kasian dia pasti sedang ketakutan. Sementara Bara bangkit dari duduknya setelah ponsel laki-laki itu berdering panjang.

"Sayang, aku angkat telepon dari Papa dulu ya," kata Bara sambil memperlihatkan layar ponselnya bahwa yang menelpon memang Papanya.

Rain mengangguk lalu menatap kembali Maila yang sedang terpana dengan Bara.

"Gue mau satu laki-laki kayak gitu. Lo beruntung banget sih dicintai dengan hebatnya oleh laki-laki kayak Bara."

*

Sementara di dalam kamar yang selalu Rain gunakan untuk beristirahat itu, Nando duduk dilantai bersandar dibelakang pintu. Mendengar semua obrolan dua gadis cantik dengan penampilan yang berbeda.

Nando juga menatap sekitar kamar yang rapih. Kamar yang bercat putih tapi semua interior berwarna hitam. Menambah kesan misterius sang pemilik kamar.

Dalam hati Nando mengagumi sosok Rain tapi ada Maila juga dihatinya. Bukan berarti suka sama Rain, tapi Nando nggak munafik kok kalau memang sebenernya memiliki perasaan yang sama dengan Maila. Bahkan semakin hari perasaan itu semakin dalam. Nando bahkan sering mencuri kesempatan untuk menatap Maila sebentar. Ada rasa bahagia ketika berada disampingnya.

Namun, Nando nggak mau bilang soalnya tahu siapa dirinya. Nando nggak mau sakit terlalu dalam seperti dulu. Bila nanti dia ingin menikahi Maila, pasti kedua orang tua Maila akan menolak karena kondisi Nando yang hanya orang biasa.

Nando bukan anak konglomerat yang gabut mencari pekerjaan seperti Maila. Meski tampang Nando ini cocoknya jadi ceo-ceo muda kayak di novel-novel gitu, tapi nasib Nando terlahir dari keluarga sederhana.

Kedua orang tuanya seorang buruh petani yang hanya bisa mencukupi kehidupan sehari-hari. Biaya sekolah adiknya, Nando yang urus jadi Nando harus bisa seirit mungkin. Sebelum cintanya semakin dalam, Nando berusaha menghindar. Wanita mana yang mau sama Nando dengan latar belakang keluarga sederhana dan dia masih menjadi tulang punggung keluarga.

Kalau ceweknya mau menerima apa adanya dan mau diajak susah, Nando bakal terima kok. Cuma kalau modelan kayak Maila, Nando nggak sanggup. Apalagi mau ajak jajan cilok aja Nando malu. Habis mau bagaimana lagi? Sisa gaji Nando nggak seberapa kalau mau ngasih sesuatu yang mahal buat Maila tentu saja Nando angkat tangan.

Masa iya nanti pas pacaran Maila diajak susah kan nggak mungkin?

"Kasian kamu, Mbak. Laki-laki mana sih yang tega nyakitin cewek secantik dan sebaik kamu," gumam Nando. Mendengar obrolan Rain dan Maila, Nando jadi tahu kalau Maila baru saja di selingkuhi.

Nando juga senang karena Maila nggak semurung sebelumnya. Wajahnya selalu terlihat cerah. Apalagi dia gadis yang enerjik. Selalu membawa aura positif. Gampang akrab dengan siapa saja meski suka bercanda dengan para karyawan laki-laki tapi Maila seolah menjaga hatinya untuk Nando. Itu sangat kentara sekali.

Maila akan minta maaf kalau habis becanda dengan montir laki-laki lainnya. Padahal ya Nando nggak masalah toh ini dikerjaan dan mereka nggak ada hubungan apapun.

"Apa gue keluar aja ya? Bilang yang sebenarnya sama Mbak Maila?" Nando menggigit bibir bawahnya.

Nggak bagus juga sih kalau lama-lama ngumpet. Apalagi ini jam kerja. Bisa-bisa gaji Nando dipotong nanti.

"Nando?" pekik Maila.

Nando akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya dan Maila baru tahu kalau ada ruangan lain di dalam kantor tersebut. Sebab pintu itu bersebelahan dengan lemari besar dan hampir tidak terlihat kalau tidak dilihat secara seksama. Pintunya model kayak dinding. Pokonya tersembunyi sekali, cuma pas buka tinggal geser aja.

Rain juga terkejut dengan Nando yang keluar, padahal berharap Maila yang pergi dan Rain akan bicara pada Nando empat mata. Sayangnya Nando keluar terlebih dahulu. Kalau sudah begini Rain harus pergi biar mereka menyelesaikan masalahnya sendiri.

"Kalian ngobrol aja berdua." Rain bangkit tapi dicegah sama Nando.

"Mbak, saya mau pergi kerja. Maaf ya jadi kabur di jam kerja."

"Nggak usah, kamu obrolin dulu sama Mail. Biar gue yang kasih tahu sama yang lain kalau lo lagi ada problem."

Tanpa menunggu jawaban dari Nando, Rain pergi keluar dari ruangan tersebut. Padahal Nando kecewa sama keputusan Rain. Nando pengen ada Rain menemaninya biar kalau Maila mau nyosor nggak bisa. Nando juga takut gajinya dipotong.

"Lo tenang aja gaji lo aman!" kata Rain yang kembali membuka pintu dan hanya melongok saja.

Bara yang hendak masuk pun dicegah sama Rain. Supaya nggak mengganggu Maila dan Bara. Rain juga mematikan cctv di sana biar mereka leluasa bicara tanpa takut terekam cctv. Rain juga memberitahu kepada Maila kalau ruangan aman dari cctv.

Ya tentu saja Maila sangat senang. Sahabatnya itu benar-benar pengertian. Terus kira-kira Maila dan Nando bakal jadian nggak ya? Apa nanti Maila bakal maksa Nando ciuman lagi? Hah, Maila benar-benar agresif sekali ya.

Bersambung ..

1
syska
Luar biasa
syska
Lumayan
AININ
jadi lapar dengar kalimat gado gado
Zachary
Lumayan
Zachary
bukannya anaknya rean 2 ya? kembar? Vano Vanya? jd g sinkron sm cerita sebelumnya
Rusmini Rusmini
dedek emesnya dah otw /Applaud//Applaud/
Rusmini Rusmini
kan masih sekolah kok mainnya begituan Ken...pantes sekarang istrimu sakit anak meninggal ortu sakit perusahaan bangkrut tobat insyaflah ..../Proud/
Rusmini Rusmini
lu pikir Rain penyandang dana,dinas sosial,bank perkrditan,rentenir...aneh banget kamu Kenan ...elo bangkrut Rain yg kamu kejar /Smug/
Rusmini Rusmini
dulu Kenan dingin banget sm Rain tp di sini kok ... /Grievance//Grievance/
Rusmini Rusmini
kamu berhak bahagia Rain /Kiss//Kiss/
Rusmini Rusmini
Kalo Bara dengar Rain masih virgin dia pasti nyesel berat ... beruntungnya Fir bisa belah Duren /Drool//Drool/
Rusmini Rusmini
ayo di segerakan Fir biar gak penasaran spt bang Rhoma /Grin//Grin/
Rusmini Rusmini
setan Kenan 11:12 dgn Bara /Panic//Panic/
Rusmini Rusmini
Kenan..../Chuckle//Chuckle/
Wahyuningsih
D tnggu novel trbrunya thor sellu jga keshtn istrht yg ckp mkan tept wktu. emang author sakit ap, jgn pth semgt thor mga2 author cpt smbuh n sellu d brkn keshtn jasmni dn rohani 💪💪💪💪💪💪💪💪💪🫰🫰🫰
Alaish Karenina: terima kasih doa dan dukungan kak syg 😊
total 1 replies
Fa'iqoh Siti Elok
aaahhh beneran ini end, uuh padahal baru seneng soalnya rain ama fir mulai bucin2an, pengen tau seperi apa jg rupa fir junior kakak,

eem ditunggu pokoknya cerita duo ini kak, semangat kaka
jangan lupa jaga kesehatan jg
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novelku berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih. /Joyful/
total 2 replies
Rosti Yetty
Alhamdulillaah happy ending
Noey Aprilia
Srius end kk????
Tp ga ap2 deh,happy ending soalnya...d tnggu crta slnjtnya y...
smngtttt....😘😘😘
Noey Aprilia: Sma2....
Akoh tnggu y crta slnjtnya....
Smnggtttt......🌹🌹🌹🌹
total 2 replies
Noey Aprilia
Waduuuhhh.....
rain jd aneh ky gt,pst ada ssuatu....
Ykin bgt kl dia lg hmil....
Asyyiikkk.....
mga rain ngidam aneh2,trs bkin kluarga sm shbtnya pusing....
🤣🤣🤣
Fa'iqoh Siti Elok
ulala pasti udah ada rain dan fir junior nih di perut rain,
yah kok tamat sih kak bagaimana sama ken2 itu kan belum dapet balasan
kalau tamat tambahin boncap ya hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!