NovelToon NovelToon
NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

NO DIGAS ADIÓS (Jangan Katakan Selamat Tinggal)

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:313k
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Devi

NOVEL INI DALAM PROSES REVISI ‼️

Di usianya yang ke 17 tahun, Selenia sudah menyandang status sebagai seorang istri sekaligus juga masih berstatus sebagai pelajar.

Pernikahan itu terjadi karena permintaan terakhir Ibunya dan bersifat rahasia. Dia dinikahkan dengan anak dari sahabat Ibunya yang usianya terpaut 13 tahun lebih tua darinya.

Mampukah Selenia menjalani perannya sebagai istri dan murid SMA dalam waktu bersamaan?

Akahkah dia menyerah?

Cover edit by Canva
Cover pict by Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NDA -29-

"Selenia udah berangkat Bik?" tanya Adam pagi itu saat mendapati meja makan yang masih rapi. Dia melirik jam tangannya, jam 7.45 AM.

"Non Selenia memang belum turun dari tadi Pak." jawab Bi Iyah sambil menuangkan minuman di gelas. "Tadi saya ketuk pintunya sekitar jam setengah 6, tapi nggak dibuka. Mungkin masih tidur."

Adam mengangkat alis. Apa Selenia libur sekolah? Kayanya enggak deh. Adam memeriksa ponsel untuk memastikan kalau-kalau Selenia mengirimkan pesan untuknya, tapi ternyata tidak ada. Yang ada hanya pesan dari Renata yang memberitahukan kalau dia belum bisa masuk karena anaknya belum sembuh. Setelah menyeruput minumannya, Adam kembali ke lantai atas, ke kamar selenia.

Tok tok tok!

Adam mengetuk pintu kamar Selenia lirih. Selama beberapa detik tidak ada respon apapun. Jadi dengan hati-hati dia memutar gagang pintu kamar tersebut dan.... pintu itu tidak di kunci.

"Sel...?" panggil Adam. Dia berjalan mendekati tempat tidur istrinya.

"Mmmh..." sahut Selenia lirih dari balik selimutnya.

"Kamu nggak sekolah?" Adam duduk di tepi tempat tidur.

Perlahan Selenia membuka selimut dan sedikit terkejut mendapati Adam yang sudah duduk di tepi ranjangnya. Posisi mereka sangat dekat. Sebuah senyuman tersungging di bibir Adam.

Selenia cantik banget kalo baru bangun tidur, batin Adam. Tangannya lembut membelai dahi Selenia. Namun seketika senyuman itu lenyap tatkala tangannya merasakan suhu yang tidak normal dari dahi tersebut.

"Sel?? Kamu sakit??" tanya Adam khawatir. Raut wajahnya berubah cemas.

Selenia hanya terdiam. Tubuhnya memang merasa begitu lemas pagi ini. Itulah kenapa dia tidak bangun pagi seperti biasanya. Gara-gara hujan deras plus petir semalam dia jadi insomnia sampai hampir menjelang pagi. Dia takut tapi tidak tahu harus berbuat apa. Kalau saja ada Ayah, Selenia pasti akan meminta Ayahnya untuk menemaninya tidur. Tadinya dia pengen mengetuk pintu kamar Adam dan numpang tidur di kamarnya--walaupun harus tidur di sofa juga tidak masalah--, tapi kemudian dia mengurungkan niatnya itu. Dia malu. Akhirnya dia memilih untuk tetap di dalam kamar sampai jadilah seperti ini. Rasa takut, cemas, dan sulit tidur membuat tubuhnya demam.

"Ayo aku anter kamu ke rumah sakit." dengan perlahan Adam menopang tubuh Selenia untuk bangkit. "Kenapa kamu nggak ngomong sama aku sih kalau kamu sakit Sel? Ya ampun..." dia benar-benar khawatir melihat keadaan Selenia.

Selenia hanya bisa pasrah saat Adam mengambilkan jaket yang menggantung di kapstok dan memakaikan ke tubuhnya. Tanpa banyak pikir lagi dia segera membawa Selenia ke rumah sakit.

"Hati-hati ya Pak... Non..." pesan Bik Iyah sebelum mereka berangkat ke rumah sakit.

Dalam hati, Bi Iyah menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa dia tidak peka saat Selenia belum turun sampai saatnya jam sarapan? Kenapa dia tidak mencoba mengecek ke dalam kamarnya?

Tapi mau bagaimana lagi? Dengan perasaan cemas dan khawatir dia berharap majikan perempuannya itu cepat mendapat pengobatan.

...🌺🌺🌺...

Cia duduk dengan gelisah di bangkunya. Sesekali dia melirik bangku kosong di sebelahnya. Dia bingung kenapa Selenia tidak masuk dan tidak memberinya kabar. Bahkan pesan WhatsApp yang dia kirim pun sama sekali tidak dibaca. Tidak biasanya Selenia bersikap seperti itu.

"Soulmate lo mana?" celetuk Lala tiba-tiba. Anak itu duduk menyilangkan kaki di bangkunya sendiri sembari memainkan rambut.

Cia mendengus lirih dan menatap malas ke arah Lala. Tanpa mempedulikan pertanyaan Lala, Cia kembali mengeluarkan ponsel dari dalam saku dan kembali menghubungi Selenia. Tapi sampai sekian menit meninggalkan bunyi 'tut' panggilannya tidak terjawab.

"Kok ditanya malah diem sih?" sahut Lala lagi.

"Bukan urusan lo kali." jawab Cia sinis.

Lala mencibir dan menggeleng-gelengkan kepala.

"Ditanya baik-baik juga. Nyebelin!" Lala beranjak dan berjalan keluar kelas. Namun baru saja langkahnya sampai di ambang pintu, bel masuk kelas berbunyi.

Cia menahan senyum melihat ekspresi Lala yang kaget mendengar bel masuk kelas yang membuat anak itu berjingkat. Saat Lala kembali berbalik dan menatap ke arahnya, Cia langsung pura-pura tidak melihat.

Cia masih bingung kenapa Selenia tidak masuk tapi tidak mengabari dirinya terlebih dahulu. Alhasil di sepanjang jam pelajaran pertama pagi itu Cia tidak begitu konsentrasi. Beruntung tempat duduknya tidak berada di deretan depan. Jadi tidak begitu mendapat perhatian khusus dari guru karena dia sedang tidak fokus memperhatikan pelajaran pertama pagi itu.

...🌺🌺🌺...

Selenia bangkit dari tempat tidur di ruang pemeriksaan dokter dibantu oleh Adam. Dokter baru saja selesai memeriksa kondisinya.

"Selenia...." sang Dokter membaca lembaran kertas formulir kunjungan pengobatan milik Selenia. "Anda kakak atau... kalau Ayahnya nggak mungkin ya? Terlalu muda..." dia mengalihkan pertanyaan pada Adam sembari tersenyum.

Adam dan Selenia hanya saling pandang. Dengan lembut, Adam menggenggam tangan Selenia berusaha mengirimkan isyarat bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Toh sang Dokter juga tidak begitu detail mengintrogasi keduanya.

"Nak Selenia ini hanya demam biasa. Faktor kelelahan dan efek kurang tidur sepertinya. Jadi untuk sementara waktu jangan dulu banyak beraktifitas ya..." ujar sang Dokter. "Atau mungkin mau opname untuk beberapa hari saja, supaya istirahatnya bisa optimal?" dia menawarkan.

Mendengar kata Opname Selenia langsung menggeleng.

Dokter tersenyum melihat gelengan itu. "Kalau begitu saya buatkan resep obatnya saja ya, sekaligus surat keterangan tidak masuk untuk disampaikan ke sekolah."

Setelah menerima resep obat, Mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan menuju apotek.

"Kenapa kamu nggak mau di opname?" tanya Adam.

"Enggak ah!" Selenia menggeleng cepat. "Aku mau istirahat di rumah aja Dam..." rengeknya.

Adam terkekeh. Dia merangkul Selenia hangat. Saat mereka hampir tiba di apotek, tidak sengaja mereka berpapasan dengan Renata bersama pengasuhnya. Renata menggendong Nola yang tampak tidak memiliki gairah.

"Lhoh, Ren? Nola kenapa?" Adam melepaskan rangkulan tangannya dari Selenia.

Ternyata Adam akrab banget ya sama rekan kerjanya satu ini. Sampai-sampai dia mengenal nama anaknya. Selenia sedikit beringsut dan melihat ke sudut lain.

"Eh, Pak Adam..." Renata mengangguk hormat. "Mmm ini...sudah dua hari demamnya Nola nggak turun dan hari ini dokter menyarankan supaya di opname untuk beberapa hari."

Mendengar kalimat itu hati Selenia menjadi trenyuh. Dia aja disarankan untuk opname menolak, dan sekarang dia melihat anak sekecil ini harus diopname, disuntik untuk diberi selang infus. Selenia bergidig ngeri.

"Ya ampun kasian sekali kamu Nola..." Adam membelai rambut Nola penuh kasih. "Ya sudah Ren, kamu fokus dulu aja ngurusin anak kamu, biar nanti saya yang bicara sama Pak Anton."

"Terimakasih banyak Pak sebelumnya. Kalau begitu saya permisi dulu, mau ke kamar rawat inap." pamit Renata.

"Oke, jaga diri dan jaga Nola baik-baik." pesan Adam.

Kalimat itu membuat suasana hati Renata menjadi sedikit lebih baik. Setidaknya masih ada seseorang yang peduli dengan dia dan anaknya. Entah kenapa dia merasa kalau atasannya itu begitu peduli terhadap dirinya.

Sebelum menaiki lift menuju lantai 3 dimana kamar rawat inap Nola berada, Renata sempat berbalik dan memperhatikan Adam yang berjalan semakin menjauh. Dia merangkul perempuan yang sedang bersamanya.

Perempuan itu siapanya Pak Adam ya?

...🌹🌹🌹...

...To be continued 👋🏻...

1
Noerlina Akbar
Luar biasa
Ummu Shafira
aku suka karyamu thor, enak dibaca, tata bahasanya, alurnya pokoknya top deh, semoga banyak yg mampir🥰🥰🥰🥰
Lindarosanti
selena kq pangil nm adam si kn lbih tua ngk sopan kyk ny
TongTji Tea
at least menyapa orang yang 13 tahun lebih tua itu pakai kata sapaan yang sopan .Kakak,abang ,mas , koko,Om .
ok lah kalo Selenia ya walaupun akward ya masak langsung panggil nama aja sama suami.
Tapi ..kalo Cia ?
Asri Devi: iya ya... aku baru sadar 🤭
makasii ya koreksinya 🙏🏼
total 1 replies
Lin
alur ceritanya menarik ringan tata bahasanya bagus cerita tidak membosankan mengalir apa adanya rekomendasi banget ..
Azz Kalif
Aamiin Thor,semoga ada produser yg baca karyamu yg keren ini thor
Asri Devi: Terimakasih sudah sudi membaca sampai cerita ini End 🙏🏻
Terimakasih untuk doa baiknya, doa baik kembali ke kamu juga.

Yuk baca sekuel dari novel ini, masih On Going. Judulnya My Husband Is Mine 🤗
total 1 replies
angie_13
Tenang Ton Tuhan pasti sdh menyediakan wanita tepat untukmu cuma mungkin kalian belum dipertemukan sekarang.
angie_13
Pasti Devan atau orang suruhannya
angie_13
Siapa tu yg memandang Adam dan Selenia dengan tatapan benci? Devan kah?
trus siapa jg yg ngirim paket ke Selenia?
angie_13
tambah runyam.nie kayaknya🤔🤔
angie_13
Pak Anton kan single parent jg, kenapa ga pak anton aja yg dekatin Renata?
angie_13
bau2nya Renata suka nih ama Adam
Nafi' thook
bumil kenapa harus dirahasiakan seh
Nafi' thook: iya, biasalah agak riweh, pegang hp sama momong
total 4 replies
Nafi' thook
Adam nggak jadi pergi ya
Navito Aditya Pradana
maakkk
Asri Devi: Apa mak???
total 1 replies
Nona Kos Anjani
🌹🌹🌹🌹🌹
Nona Kos Anjani
mampir Thor
Reni Antika
mutilasi ajj tuh c devan🤭🤭
£¢°<^>™Ling Daoyun¢©∆°•°`|√^π°
aku suka novel kaka makasih juga dh mampir kenovel Aku , nanti aku baca lagi
re
romantis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!