NovelToon NovelToon
Tak Akan Aku Biarkan Kau Ambil Suamiku, Mbak!

Tak Akan Aku Biarkan Kau Ambil Suamiku, Mbak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:646
Nilai: 5
Nama Author: Aryani Ningrum

Laras demi membahagiakan ibunya yang menginginkan cucu, rela menerima suami temannya yang dijadikan barang jaminan agar bisa mendapatkan uang yang banyak.

Seiring berjalannya Waktu, Laras benar-benar jatuh cinta pada suami jaminannya yang bernama Rayyan. Demikian pula Rayyan yang ternyata amnesia karena kecelakaan dan ditemukan oleh istri pertamanya( Naya) ia jatuh cinta pada Laras.

Mengetahui suaminya ternyata kaya raya, Naya ingin kembali pada suaminya dan melakukan berbagai usaha untuk memisahkan Rayyan dan Laras.

Akankah Laras bahagia dengan Rayyan? Siapakah yang akan dipilih Rayyan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 13

"Maaf, Rayyan tadi tersesat di kampung sebelah sana. Rayyan takut dan berlari sampai jauh, beruntung ada mas ini yang menemukan Rayyan. Rayyan ditanya mau pulang ke mana, ya udah Rayyan jawab aja mau ke rumah mbak Laras yang cantik dan pemilik butik itu!" jawab Rayyan dengan mimik wajah lucu dan menggemaskan.

Laras hanya bisa menghela napas, dia ingat kata dokter kalau jangan sampai membuat Rayyan tertekan jika ingin Rayyan cepat sembuh.

"Ya sudah, ayo masuk. Hari sudah mulai malam. Besok jangan pernah pergi sendiri lagi. Tunggu Laras jika ingin ke mana-mana. Pokoknya mulai sekarang mas Rayyan harus ikut kemanapun Laras pergi!" ujar Laras sedikit tegas. Dia tidak ingin kejadian sore itu terjadi lagi pada Rayyan.

"Iya, Mbak." Rayyan bergelayut manja di lengan kiri Laras dan Laras pun diam saja karena tangan kanannya sibuk merogoh uang di saku untuk membayar ojek tersebut.

"Terima kasih, Pak. Tolong hafalkan wajah suami saya. Namanya Rayyan, andai dia tersesat lagi, berada di manapun jika ketemu suami saya tolong wa saya, Pak," ucap Laras begitu peduli akan keselamatan sang suami.

"Baik, Nyonya. Akan kami kabari jika suami kakak tersesat lagi," sahut si supir ojek itu dengan ramah.

Akhirnya Laras dan Rayyan masuk kembali ke rumah mewah Laras.

Keesokan harinya.

Toko butik terkenal di kalangan kota setempat dengan banyaknya langganan yang berdatangan, terutama kolega bisnis yang banyak mengajak kerjasama dengan toko butik Laras. Bahkan, banyak kalangan desainer yang ingin menawarkan model ciptaan bajunya sendiri.

Laras pulang pukul 10 malam setelah selesai dengan pekerjaannya di butik, hendak mengistirahatkan dirinya usai bekerja seharian penuh.

Walaupun ia berani membayar karyawan tetapi bagi wanita karier seperti Laras ingin terjun sendiri ke lapangan kerja, dia pun lebih senang berinteraksi dengan costumer saat melayani beragam jenis pakian di butiknya.

Klek!

"Sayang!" pekik Rayyan menyambut kedatangan Laras di balik pintu, lantas wanita itu memekik terkejut.

"Hehehe ... Kamu terlihat lucu, wajah mu lucu sekali Laras!" seru Rayyan dengan entengnya mengelus leher Laras. "Kasihan sekali kamu sayang, pasti lelah sampai keringatan seperti ini," ujarnya memasang mata puppy eyes yang terkesan lucu di mata Laras.

Namun, gerakan tangan Rayyan dilehernya membuat bulu kuduk Laras merinding. Sebagai wanita, Laras cukup sensitif dengan sentuhan apapun yang orang lain lakukan terhadapnya.

"Sudah," ujar Rayyan setelah selesai mengelap keringat Laras. "Mau mandi?"

"Apa!?" pekik Laras horor, matanya membola samar-samar takut salah dengar perkataan yang terlontar dari mulut suami di depannya.

Rayyan yang merasa aneh dengan redaksi Laras bercampur terkejut mendengar suara memekik istrinya itu. Sekali lagi Rayyan mengulang pertanyaannya.

"Laras habis pulang dari butik, kan? Mau mandi atau tidak, kalau mau aku baru saja mengisi air hangat sehabis mandi, siapa tahu Laras mau." tujuan Rayyan memang ingin menawarkan air hangat untuk Laras, karena melihat istrinya yang kelelahan sepulang bekerja.

"Ah, i-iya ... Kamu kenapa sih mas, kok siuman dari pingsan sampai pulang dari rumah sakit, tingkah mu aneh sekali." Laras menautkan kedua alisnya bingung, heran dengan perubahan Rayyan bagaimana anak kecil.

Rayyan terdiam sejenak, lalu mengerjap polos. "Berbeda bagaimana. Aku rasa, aku memang seperti ini. Ah sudah, kau kecapekan, sekarang mandilah sayang."

Rayyan mendorong pelan punggung Laras menuju kasur tidur mereka berdua lalu Rayyan keluar dari kamar dan menutup pintunya kembali, menunggu Laras lebih fresh.

Sementara terbengong di depan ranjang, mendadak dirinya ngeblang. Namun sepersekian detik Laras menggelengkan kepalanya, Rayyan memang susah ditebak namun tak munafik Laras menyukai sikap sisi anak kecil dari suaminya.

"Mas Rayyan kalau mode anak kecil begitu lucu sekali, tapi tetap saja kalau tiba-tiba kayak tadi bisa-bisa jantungku berhenti berdetak." Laras mengulum senyum, dia pun beranjak masuk ke dalam kamar mandi untuk menjernihkan kepalanya.

Di lain sisi, Rayyan langsung mengubah ekspresinya menjadi normal. Terkadang dia tidak mengerti kenapa di dekat Laras mendadak sisi capernya kumat, Rayyan ingin seluruh perhari Laras tertuju padanya hingga Rayyan tanpa sadar bersikap seperti anak kecil.

Perlahan bibir Rayyan mengukir senyum, mengingat wajah cantik nan mempesona Laras ketika dirinya menatap secara langsung wajah itu.

"Bagaimana caranya aku tahu kalau Laras benar-benar mencintai ku? Apa aku harus mengujinya, tapi mengujinya bagaimana. Menguji cintanya seperti apa," gumamnya mencari ide untuk membuktikan cinta Laras terhadapnya.

Entah mengapa Rayyan memikirkan nasib pernikahannya bersama Laras, ia sendiri bingung apakah murni pernikahan ini karna kontrak itu dan setelah Laras mempunyai anak darinya maka kontrak tersebut selesai dan dirinya kembali pada Naya.

Sementara, Rayyan belum mengetahui identitas dirinya dari mulut Naya. Ia ingin istri pertamanya yang menjelaskan secara langsung, dirinya mau mendengar penjelasan Naya mengenai asal usulnya.

Hembusa napas kasar Rayyan lakukan, dia bangkit dari duduknya kembali masuk ke dalam kamar. Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi, istrinya belum selesai rutinitas di kamar mandi hingga Rayyan menunggu sembari merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dengan kedua tangan dilipat ke belakang sebagai bantalan.

Ting!

Kepala Rayyan menoleh ke samping ketika mendengar suara notifikasi dari ponsel, lantas beranjak duduk. Rayyan menatap pesan masuk di ponsel Laras, karena penasaran Rayyan meraih ponsel Laras dan membaca pesan dari notifikasi.

Rayyan menyeringai usai membaca pesan tersebut. "Ternyata bisnis toko butik mu cukup sukses ya Laras."

Kriet!

Buru-buru Rayyan meletakkan kembali ponsel Laras di atas nakas, ia pun lanjut memejamkan mata terbaring di atas kasur.

Laras melirik Rayyan sebentar, detik berikutnya ia mengenakan baju tidur dan mengenakan skincare routing sebelum ikut serta menidurkan dirinya di samping Rayyan.

Selang beberapa menit, mendengar suara dengkuran halus dari Laras membuat Rayyan yang belum tertidur pun membuka kembali matanya.

Dia sedikit memiringkan kepalanya menatap Laras. Rayyan tersenyum manis, kemudian mendaratkan kecupan singkat di pipi kanan dan kiri istrinya.

***

Keesokan harinya Laras bangun 2 jam setelah Rayyan, pasalnya tidak mendapati Rayyan di sampingnya, lantas Laras beranjak duduk menoleh ke kanan kiri.

"Mas Rayyan ke mana ya, sekarang sudah jam berapa sih?" Laras bangkit dari kasur menuju kamar mandi, hari ini ada jadwal kerja rodi karena Laras harus menemui WO untuk memilih gaun terbaik untuk klien nya.

Setelah membereskan berkas-berkas yang akan dibawanya dan Laras sudah rapih, ia pun mengecek kembali dokumen penting yang sudah ditandatangani nya sejak dua bulan selama kontrak dengan WO internasional.

"Loh!? Perasaan aku taruh di sini deh, hasil gambaran gaun nya juga sudah aku siapin, percis di sini aku satuakan. Tapi kok, ini jadi hilang semuanya seperti ini?" panik Laras kemudian membuka beberapa laci yang ia gunakan untuk menyimpan berkas penting.

Laras membuat seisi kamar menjadi berantakan karena Laras membongkar semua isi kamarnya hanya untuk menemukan desain gaun yang sudah dirancang nya sedemikian rupa, juga surat kerjasama untuk memperpanjang kontrak.

"Haduh kalau gini aku bisa kehilangan kolega bisnis ku. Di mana ya, aku letakkan di sini seingat ku." Laras panik, dia pun menatap arloji dan sebentar lagi seharusnya ia sudah sampai di toko butiknya.

"Bagaimana ini!" Laras berkacak pinggang, mengingat-ingat di mana dirinya meletakkan gambar desian dan surat perpanjang kontrak kerjasama nya dengan WO internasional.

"Aarrgghh ... Di mana sih!" frustasi Laras pada akhirnya karena tak kunjung menemukannya.

Terkejut dengan suara geraman, Rayyan yang baru masuk ke kamar mematung di depan di depan pintu dan menatap Laras yang mengacak-acak laci meja.

Rayyan melangkahkan kakinya mendekati Laras, "Laras kenapa?" tanyanya dengan sebelah alis terangkat, pandangannya pun menatap perabotan yang sudah berserakan.

"Mas, lihat gambar desain ku tidak? Sama berkas kontrak kerjasama dengan WO. Seingat ku, aku taruh di sini." Laras menunjuk laci berkas-berkas pentingnya disimpan.

Rayyan terdiam sejenak, kemudian menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak tahu, memangnya kenapa. Laras mau ke mana lagi, kenapa tidak di rumah saja bersama ku. Laras sudah capek menjaga toko, lebih baik di rumah saja." Berbalik dengan Laras yang panik kehilangan kontrak kerjasama dengan WO internasional, yang membuat toko butiknya disukai banyak kalangan. Kini, Rayyan malah menyuruhnya tetap di rumah.

"Mas Rayyan kamu ini gimana sih, aku panik banget loh kontrak kerjasama aku hilang. Aduh ... Ini bagaimana, aku gak mau kehilangan kontrak itu!" Laras uring-uringan sungguh tidak ingin kehilangan kolega bisnisnya itu.

Sementara Rayyan mengerucutkan bibirnya, wajahnya tampak cemberut. Namun, Rayyan yakin jika Laras akan tetap berada di sisinya, karena tidak mungkin menemuinya kolega bisnisnya itu karena berkas kontrak kerjasama dengan WO internasional itu sudah Rayyan sembunyikan.

Lagipula, sebagai suami pun Rayyan tidak ingin ditinggalkan olah istrinya. Laras harus tetap berada di sisinya, mau bagaimana pun itu.

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!