NovelToon NovelToon
CINTA BERBALUT EGO

CINTA BERBALUT EGO

Status: tamat
Genre:Teen / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:41.9k
Nilai: 5
Nama Author: Roslaniar

“Kak, ada yang ingin saya omongin,” Alisha sengaja menunggu Arkana agar tak ada kesalahpahaman di kemudian hari. Biarlah dijalan ia sedikit ngebut agar tidak telat ikut ujian.

“Lain kali aja, aku ada meeting pagi-pagi. Lakukan saja apa yang menurutmu baik aku setuju,” Arkana tak sarapan dan hanya meminum juice yang disiapkan oleh bi Sona.


Kepoin yuk cerita seru mereka. Kisah Faisal Arkana Kaif dan Alisha Mahalini yang dikemas dalam kisah "CINTA BERBALUT EGO"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CBE # 29 》》 DASAR SINTING !!

Senyuman Alex terlihat sangat manis menghiasi wajah tampannya tatkala dokter selesai memeriksa Arkana dan mengatakan sudah sembuh dan boleh pulang. Meskipun Arkana harus membatasi gerak kepalanya namun itu tak mempengaruhi wajah bahagia seorang Alex.

“Tolong diingat ya pak, jangan banyak gerak.” Sebelum keluar dokter Satya mengulangi kata-katanya. Ia tak ingin kepala Arkana kembali bermasalah. Untuk saat ini tak ada dokter yang bisa ia minta pendapat karena dokter Alin sedang menjalani sanksi yang diberikan pihak rumah sakit.

“Baik dok,” Bukan Arkana yang menimpali ucapan dokter Satya melainkan Alex. Ia merasa tak enak hati melihat reaksi Arkana yang seolah tak mendengar perkataan dokter Satya.

Dokter Satya tersenyum lalu keluar ruangan. Alex kembali menatap Arkana dengan datar. Sedangkan Arkana dengan cueknya melenggang keluar. Alex sudah memesan pak Danang agar keruangan perawatan Arkana untuk mengambil barang-barang majikannya. Alex dan Arkana menggunakan mobil Alex karena mobil yang dikendarai pak Danang penuh dengan barang Arkana.

“Akhirnya kita bisa menghirup udara bebas,” Arkana menarik napas dalam-dalam sambil terus berjalan. Beberapa minggu berada di rumah sakit membuatnya serasa sesak napas. Begini tidak boleh begitupun tidak boleh.

“Kalau ada yang harus gembira, itu pasti akulah bos. Coba bayangkan setiap hari harus menginap di rumah sakit, pulang ke apartemen hanya sekedar ambil baju ganti, sedangkan dirimu hanya duduk atau baring sambil mengoceh.” Tanpa sengaja Alex malah curhat pada Arkana. Rupanya Alex curhat pada orang yang salah.

“Maksudmu, kamu terpaksa nemenin aku di rumah sakit ?!” Arkana mendelik tajam mendengar kata-kata sahabat sekaligus asistennya.

“Oh astaga, sensi amat bos, bukan maksudku seperti itu,” Alex menyadari kesalahannya dan buru-buru mengklarifikasi agar persoalan tak semakin melebar.

“Aku belum tuli lho, telingaku masih berfungsi dengan sangat baik dan mengerti setiap kata yang kamu ucapkan,” Arkana masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobil dengan keras. Saat ini mereka sudah berada di parkiran yang tak jauh dari lobby rumah sakit.

Alex hanya menarik napas panjang seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak ingin memperpanjang pembicaraannya dengan Arkana. Saatnya kurang tepat. Yang ada nantinya mereka malah akan berdebat tanpa akhir.

Dalam diam, Alex menyalakan mesin mobilnya dan melaju menuju jalan raya yang padatnya gak kira-kira. Arkana pun diam dengan kekesalannya yang masih tersisa. Jadilah suasana dalam mobil sesunyi kompleks pekuburan.

Hingga akhirnya Alex perlahan membelokkan mobilnya memasuki halaman rumah Arkana. Rumah yang selalu terlihat sunyi dan seolah tak berpenghuni.

“Carikan aku apartemen, Lex. Rumah ini terlalu besar dan jauh dari kantor.” Suara Arkana kembali normal. Rupanya kekesalannya tak bertahan lama.

Alex menghentikan langkahnya saat mendengar permintaan Arkana. Sejenak ia menatap sahabatnya yang tak pernah bosan memerintahnya. Bukan Alex tak ingin membantu atau bosan dengan bibir Arkana yang jika bersuara pasti berisi perintah atau permintaan. Maksud Alex biarkan dulu dirinya bernapas dan sedikit menikmati kebebasannya.

“Kita satu apartemen aja, kebetulan unit sebelahku kosong. Depan unitku juga dulunya kosong tapi sekarang sepertinya sudah ada yang menempati.” Apartemen yang ditinggali Alex memang berpenghuni terbatas dikarenakan khusus lantai 6 tersebut yang paling mewah. Meskipun penghuni lantai satu hingga lantai 5 tak ada yang kosong.

“Boleh juga, secepatnya aku pindah. Biarlah rumah ini ditempati oleh mereka,” Arkana tak berniat menjual rumahnya apalagi mengusir para ARTnya yang sudah sekian lama bekerja padanya. Biarlah rumahnya itu menjadi milik bersama ARTnya.

“Istirahat aja dulu, soal pindahnya gampang. Biar aku yang menemanimu hingga benar-benar pulih dan menetap di apartemen. Nanti aku telepon pemiliknya.” Alex memang manusia paling mengerti keinginan Arkana. Ia tahu apa yang harus dilakukan untuk sahabatnya itu.

Keduanya lalu berjalan berdampingan memasuki pintu utama rumah Arkana. Tanpa diminta beberapa ART langsung membawakan minuman dan cemilan ke ruang keluarga. Yah, keduanya memilih duduk di ruang keluarga untuk beristirahat sejenak.

“Terima kasih, Bi.” Kompak Alex dan Arkana. Keduanya lalu menikmati cemilan diatas meja sambil berbicara secara random. Tak ada fokus pembicaraan diantara mereka. Apa saja yang mereka ingat maka itulah yang dijadikan topik pembicaraan.

Hingga akhir Arkana memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya. Hari menjelang senja, ia merasa gerah karena seharian tak berganti baju. Alex pun melakukan hal yang sama. Ia memilih kamar tepat di sebelah kamar Arkana agar mempermudah baginya jika saja duda itu membutuhkan dirinya.

Tok tok tok

“Lex, buka pintunya !!” Alex benar-benar mengerti jalan pikiran sahabatnya. Baru saja ia selesai berpakaian dan bersiap membaringkan tubuh lelahnya namun Arkana sudah mengetuk pintu kamarnya.

Ceklek

“Ada apa sih, aku baru selesai mandi lho,” Alex mengomel saat pintu kamarnya terbuka dan terlihat Arkana berdiri di depannya.

“Ck, aku hanya mau mengingatkan agar kamu segera memastikan kapan dokter Alin kembali ke rumah sakit,” Rupanya Arkana masih ingin menemui dokter yang menolongnya. Padahal sudah menjadi tugas seorang dokter untuk menyelamatkan nyawa orang.

Kalau dipikir-pikir tak ada yang istimewa dengan perlakuan dokter Alin. Dokter wanita itu melakukan tugasnya sesuai dengan sumpah profesinya. Jika Arkana ingin berterima kasih langsung pada dokter Alin. Maka Alex justru memikirkan hal lain. Sebuah kesempatan yang harus ia pergunakan sebaik-baiknya. Tanpa sadar Alex tersenyum menatap Arkana yang juga sedang menatapnya.

“Dasar sinting !! Aku lagi ngomong tapi kenapa kamu malah senyum-senyum gak jelas gitu ?!” Ubun-ubun Arkana mulai berasap melihat tingkah tak jelas sahabatnya. Arkana merasa diabaikan dan ia paling benci jika Alex memperlakukannya seperti itu.

“Sorry bos, tadi aku tiba-tiba membayangkan wajah cantik dokter Alin, “ Alex terkekeh menyadari kebohongannya. Padahal ia belum pernah melihat secara langsung wajah dokter tersebut. Hanya tatapan matanya saja yang setenang lautan. Sedangkan wajahnya tertutup masker.

Arkana menatap Alex tak suka. Entah mengapa mendengar Alex memuji kecantikan dokter Alin membuat hatinya tak tenang. Tidak mungkin ia menyukai Alex dan cemburu kare a asistennya itu memuji seorang wanita. Dirinya adalah pria normal yang menyukai wanita. Meskipun sampai sekarang belum ada wanita yang berhasil membuat jantungnya berdebar kencang. Tidak mungkin kan gara-gara kecelakaan yang menimpanya tiba-tiba ia beralih haluan menyukai sesama jenis. Masa iya jeruk makan jeruk.

Tanpa sadar Arkana menggeleng-gelengkan kepalanya menolak pikirannya sendiri. Melihat hal itu membuat Alex semakin bingung.

“Ada apa bos ? Jangan katakan kalau kamu cemburu padaku,” Alex asal menebak dan berharap tebakannya benar.

“Jangan asal nyablak, aku hanya heran mendengar ucapanmu yang berlebihan. Apa karena dua kali batal menikah sehingga membuatmu bicara tak masuk akal,” Arkana terkekeh meremehkan asistennya itu. Kalau dipikir-pikir Arkana kasihan juga melihat pria matang yang selalu setia mendampinginya.

“Ck, gak usah dibahas ! Aku batal nikah juga karena memikirkan nasibmu jika aku lebih dulu menikah,” Alex tak terima ejekkan Arkana. Semua karena duda perjaka tak berakhlak itu.

“Jangan ulang kata-katamu, Lex. Kalau orang lain mendengarnya bisa-bisa mereka salah paham.” Arkana bergidik ngeri membayangkan pandangan orang padanya jika saja benar terjadi.

Alex tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Arkana. Ia lalu keluar kamar dan duduk di ruang keluarga. Niatnya untuk sekedar berbaring harus ia tunda. Pembahasan tentang dokter Alin sepertinya lebih menarik. Alex akan berusaha agar sahabatnya itu menyukai dokter Alin. Alex yakin jika dokter Alin masih single terbukti jari tangannya masih kosong. Ternyata mata Alex memang sangat jeli. Pantaslah jika Arkana menjadikannya orang kepercayaannya.

1
Arw
akhirnya up jg kak....ga sabar nunggu kisah mereka berdua lanjut lagiii...
Rondhoh tul janah
aku kira dah lupa ngegantungin
cinta berbalut ego🤭🤭🤭🤭
Siti Naimah
alisha jangan terlalu keras kepala
walaupun kamu hebat kayak apapun tentu masih membutuhkan orang lain.terimalah dengan ikhlas Arkana.
itulah yg terbaik bagimu
neng ade
sengaja itu Alisha ngomong nya ke Abizhar bercanda.. cie.. cemburu nih Arkana
Arw
hohoho tunggu episode berikutnya...tebakanku benar atau salah.... xixixii
neng ade
karena terlalu di manja Alisha jadi pribadi yg egois dan keras kepala
Adinda
Alisha Sama Arkana aja thor
Siti Naimah
Alisha sepertinya kok ga butuh siapapun sih?jangan terlalu sombong..ga baik akibatnya
neng ade
Alisha masih angkuh
neng ade
Alex sm Tari dan Arkana sm Aliaha
neng ade
akhir nya 1 tugas dari grandpa nya Alisha terpenuhi.. semoga semua rencananya berhasil .. apa yg seharus nya menjadi milik Alex akan kembali pada Alex
Febriana Decik Nawawi
lanjut thor .. gemes ..
sy suka dgn cerita2 nya.
neng ade
Belel salah mencari lawan ..
neng ade
ternyata Alex sang pewaris perusahaan yg di rebut oleh Sanays.. Alisha memang luar biasa.
neng ade
buat hati Alisha berpaling pada Arkana lagi ya thor..
neng ade
aku setuju jika Alex dgn Tari dan Arkana dgn Alisha kembali..
neng ade
Tari sm Alex sedangkan Alisha sm Arkana .. udh lah begitu aja thor jodoh nya
Rondhoh tul janah
selalu semangat
Rondhoh tul janah
cepet satukan mereka dong thoooor
neng ade
kembali aja lagi sm Arkana .. tak ada salah nya menjalin hubungan kembali.. karena kegagalan itu bkn di sebabkan oleh perselingkuhan itu dikarenakan ego masing2 terlalu tinggi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!