"Aku tak mau menikahi dia Pa,dia itu hanya seorang karyawan biasa di perusahan kita."terdengar suara lantang seorang wanita cantik bernama Kirana Salsabila..
Dan seorang laki laki tertunduk tak berdaya mendengarkan ocehan wanita cantik itu dia adalah Agam Bagaskara yang hanya bisa menuruti keinginan Pak Lingga untuk menikahi putri kesayangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capture 29
Rencana jahat Wisnu tak hanya sampai di situ saja setelah menculik keponakannya dan membuangnya kini rencana jahat lainnya pun dia lakukan Wisnu sengaja merencanakan kecelakaan kakak kandungnya dan berusaha untuk mengambil alih semua harta yang di tinggalkannya namun niatnya gagal karena Pak Tri sendiri sudah membuat surat warisan yang mengatakan bahwa semua aset miliknya jatuh ke tangan Agam sebagai ahli warisnya...
Kecelakaan tragis pun terjadi Pak Tri dan istrinya pun mengalami kecelakaan keduanya pun mengalami luka yang sangat parah dan sebelum Pak Tri meninggal dia berpesan pada Agam untuk mencari Amelia adiknya karena pada saat itu Pak Tri tahu kalau anak perempuannya masih hidup...
Flass off..
******
Ketika Agam mengingat akan kematian kedua orang tuanya dia pun menjadi sangat sedih waktu itu usia Agam masih sangat kecil sehingga dia tak mengerti namun pada saat ini Agam memutuskan untuk menyelidiki kasus kematian kedua orang tuanya walupun itu sudah berlalu selama dua puluh tahun.
"Ayah,Bunda... Agam pasti akan menemukan Amelia dan membawanya kembali dan aku juga janji akan menyelidiki kasus kematian kalian dan pasa saat aku tahu ada yang terlibat aku tak akan pernah tinggal diam."Agam pun berbicara seolah dia tahu siapa orang yang sedang dia maksud.
Kirana yang melihat Agam melamun sembari memegang sebuah bingkai foto pun mendekatinya dan memegang bahu suaminya dengan sangat lembut.
"Kamu kenapa Mas?"tanyanya kemudian Kirana pun duduk di samping suaminya...
Kirana pun mengambil bingkai foto yang ada di tangan suaminya dia melihat ada foto keluarga suaminya dan Kirana tahu mungkin saat ini Agam sedang merindukan sosok orangtuanya...
Kirana pun menatap kearah sang suami san kemudian dia memeluknya dengan sangat erat.
"Mas ada aku yang selalu ada di samping Mas. Mulai sekarang dan seterusnya aku akan selalu ada di samping Mas semoga kita bisa secepatnya menemukan Amelia dan aku akan membantu apapun yang aku bisa.."
Kirana pun memeluk suaminya dengan sangat erat hal itu tentu saja membuat Agam merasakan ketenangan...
"Terima kasih sayang aku beruntung memiliki kamu dan juga Papa,kalau gak ada Papa mungkin sekarang aku gak akan ada di sini.."
Agam pun kembali mengingat apa yang telah di dapatkan dari Pak Lingga di mana Pak Lingga satu satunya orang yang sangat perduli dengannya dan tak hayal jika Agam juga sangat menyayangi laki laki yang paling berjasa dalam hidupnya.
"Mas kamu kenapa lagi?"tanya Kirana sembari meremas jemari Agam yang nampak sedang memikirkan sesuatu..
Agam pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Gak ada hal apa apa kok sayang,oh iya sayang apa boleh aku memasang foto keluargaku di kamar kita?"pertanyaan Agam langsung di sambut baik oleh Kirana.
"Tentu saja boleh Mas kenapa enggak bukankah mereka juga orang tuaku.. Ya sudah Mas pasang saja sebaiknya Mas pasang di dekat foto pernikahan kita.."Agam pun tidak menyadari bahwa Kirana ternyata telah memasang foto pernikahan mereka...
Agam pun menatap kearah Kirana dan kemudian menatap kearah foto yang tergantung di dinding kamarnya Agam pun tersenyum melihat foto itu..
"Subhanallah kamu kapan membuat foto itu sayang kenapa Mas kok gak menyadarinya?."
Agam pun langsung menatap dengan penuh kebahagiaan melihat bagaimana saat dirinya sedang bersanding pertama kali dengan Kirana walupun di awal pernikahan mereka harus dilalui dengan kepahitan.
Kirana pun tersenyum dan mengatakan bahwa sebenarnya Kirana sudah lama membuat foto itu awalnya itu adalah permintaan sang Papa namun Kirana masih enggan untuk memasangnya namun setalah Agam pergi dirinya pun merasakan kerinduan yang besar pada suaminya itu sehingga dia pun memasang foto itu di dalam kamarnya...
Agam pun kembali memeluk istrinya perasaanya benar benar sangat bahagia dia tak pernah menyangka bahwa Kirana yang dulunya sangat arogan dan juga keras kepala bisa berubah menjadi wanita yang begitu lembut dan juga perhatian pada orang yang dia cinta lebih tepatnya bucin akut...
******
Amelia POV....
Pada saat yang sama kini Lia pun memutuskan untuk merantau ke Jakarta,Lia ingin mencari uang yang banyak untuk orang tua angkatnya dan juga Lia berencana akan mencari orang tua kandungannya...
"Ayah,,, Ibu,, Lia pamit ya doakan Lia agar Lia bisa berhasil dan kembali membawa kesuksesan untuk Ayah dan Ibu.."Lia pun seolah enggan untuk meninggalkan Ayah dan Ibu angkatnya namun Lia juga tak mau menyusahkan keduanya secara terus menerus.
Lia yang saat ini tinggal di Bandung pun harus rela naik bus menuju Jakarta untung saja Lia pergi bersama Rani satu satunya sahabat yang selalu mendukungnya.
"Lia apa kamu sudah siap? Sepertinya kita harus berangkat sekarang takutnya kita ketinggalan Bus menuju Jakarta.."Rani pun mengajak Lia untuk segera berangkat.
Setalah berpamitan Lia pun pergi dan telihat airmata Ibu Lilis pun mengalir tak kuasa menahan kesedihan di dalam hatinya. walaupun Lia bukan anak kandungnya namun Pak Wawan dan juga Ibu Lilis sangat menyayanginya dan mereka juga hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk putri mereka.
"Sudahlah Bu kita harus ikhlas melepaskan kepergian Lia cepat atau lambat dia akan kembali pada keluarga aslinya. Yang kita bisa lakukan hanyalah mendoakan yang terbaik untuk Lia."
Pak Wawan pun mencoba untuk mengingatkan sang istri bahwa suatu saat nanti Lia pasti akan meninggalkan mereka...
Ibu Lilis pun menatap kearah sang suami yang kini sedang berbicara padanya.
"Ibu tahu Pak,tapi Ibu juga sangat menyayangi Lia dan rasanya hati ini begitu sakit melihat kepergian Lia."
Seketika tangis Ibu Lilis pun pecah dan tak ada yang bisa di lakukan oleh Pak Wawan selain mencoba untuk menenangkannya...
Tepat jam enam pagi kini Lia dan Rani pun tengah sampai di kota Jakarta mereka nampak sangat senang melihat kota yang begitu mewah.. Kebetulan Rani dan juga Lia akan bekerja di perusahaan milik Kirana sebagai Office girls.
Lia dan Rani hanyalah tamatan SMA dan keduanya juga pernah bekerja di sebuah Mall terbesar di Bandung sebagai office girls.
"Lia akhirnya kita samapi juga di Jakarta dan mulai saat ini kita harus bisa menjaga diri kita sendiri dan juga kita harus selalu bersama sama. Lia kamu jangan khawatir aku akan berusaha untuk membantu kamu mencari keberadaan orang tua kandungmu dan aku juga akan selalu melindungi kamu di kota besar ini.."
Ucapan Rani benar benar membuat Lia terharu Lia merasa Allah sangat adil kepadanya di saat dia di pisahkan dari keluarga kandungnya dia juga di kelilingi oleh orang orang yang sangat baik seperti kedua orang tua angkatnya dan sahabat yang paling baik Rani...
"Terima kasih ya Ran kamu adalah satu satunya orang yang paling aku sayangi dan aku sangat beruntung bisa memiliki teman sebaik dan sehebat kamu.."
Lia pun langsung memeluk Rani dengan erat bahkan kini keduanya pun menjadi pusat perhatian.
"Apa kamu masih menganggap aku hanya sebatas Bestie? Kamu tahu Lia bahwa kamu itu keterlaluan aku aja menganggap kamu seperti adikku eh salah kita kan seumuran ya? Aku itu sudah menganggap kamu sebagai keluargaku sendiri kamu tahu itu?" Rani yang kocak pun selalu saja bisa membuat Lia tertawa.
"Iya iya kamu adalah keluargaku dan kamu juga malaikat pelindungku apa itu cukup Nona?"Keduanya kini pun tertawa dan tak lama setelah itu mereka pun naik taksi untuk segera pergi ketempat kos mereka yang tak jauh dari perusahaan milik Kirana....
di lanjut lagi jangan lama-lama up 🙏🙏