NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Menjadi Istri Kedua Sahabatku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Poligami / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: nophie

DALAM PROSES EDIT, MOHON MAAF ATAS KETIDAK NYAMANANNYA

mature content 💏
harap bijaksana dalam membaca, usia diharapkan diatas 18++


menjadi istri kedua bukan keinginanku, karena sejatinya aku tak ingin berbagi
~alana mahen~

aku mencintai sahabat masa kecilku disaat aku juga memuja wanita lain
~narendra sakabumi~

yang suka baper akan cerita poligami lebih baik melewatkan cerita ini
~author~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29. Berangkat Bersama*

“Bby, kamu kan tahu kalau orang hamil gak boleh stress?” tanya Alana dengan lembut, ia

tahu bagaimana menaklukkan Saka.

“ Hmm, iya dong, kamu gak boleh pikiran, makanya aku gak ijinin kamu kerja.”

“Kalau aku dirumah terus, aku bakal stress dong, gimana kalau aku tetep kerja, tapi aku

janji buat hati hati dan gak kecapean, bahkan kalau aku cape bisa istirahat di

kamar rahasia kamu kan? Kalau aku dirumah kasihan dedek bisa ikutan stress.”

Jawab Alana dengan lembut sambil mengelus tangan Saka yang melingkar di pinggangnya.

“Kamu emang paling pintar kalau disuruh berargumen.” Desah Saka dengan menghela nafas berat.

“Bukan begitu, aku gak mau stress, bisa berpengaruh sama baby… kalau aku dirumah

kepikiran kamu, apalagi kalau kamu keluar kota, nah, kalau dibawa sambil kerja kan gak terasa.” Kembali Alana

memainkan seluruh argument dan logikanya dengan apik dihadapan Saka, membuat

Saka menyerah dan kemudian mengijinkan istrinya bekerja.

“Baiklah, tapi ingat, harus banyak istirahat, gak boleh lupa makan, gak boleh kecapean,

gak boleh angkat berat, gak boleh…” rentet Saka yang membuat Alana menutup kedua telinganya.

“Stop!! Jangan membuat aku semakin stress, tuan Saka!!!”

“Oke…. Oke… maafkan aku.” Ujar Saka mengeratkan pelukannya pada Alana.

“Lalaa sayanggg, nanti sore aku harus balik ke  Singapura.” Lanjut Saka sambil mengendus aroma Alana di ceruk lehernya.

“Oh ya, gimana kondisi Yara?” tanya Alana sambil menoleh kea rah Saka, sehingga pipinya

yang halus pun bersentuhan dengan bibir Saka. Saka pun tidak mau melewatkan

kesampatan untuk menciumi pipi Alana yang tirus, karena berat badannya yang turun.

“ Yara drop lagi. Dokter Michele sudah menghentikan kemo, Yara hanya terapi obat, karena

kondisi tubuhnya semakin lemah dan tidak bersemangat.” Kata Saka sambil

menghirup aroma Alana yang menenangkannya.

“Apa tidak ada yang bisa dokter lakukan lagi?” tanya Alana sambil membalikkan tubuhnya,

menghadap ke Saka.

“Makanya dokter Michele memaksa ingin bertemu denganku., membahas kemungkinan

kemungkinan yang bisa dilakukan.” Lanjut Saka masih sambil memeluk tubuh Alana

dan memandang wajahnya yang tampak lebih kurus dari sebelumnya.

“Dokter Michele itu cewe dan masih muda?” tanya Alana tiba tiba.

“Huum… kenapa kamu cemburu?” tanya Saka sambil mengerling menggoda Alana yang tampak

sedang berpikir sesuatu.

“Biasanya siapa yang ketemu dokter itu, saat Yara terapi? Bukannya pamannya ya?” tanya

Alana lagi, ia tidak menghiraukan godaan Saka.

“Iya! Aku hanya bertemu 2x sebelum aku balik kesini. “ jawab Saka.

“Bahas apa waktu ketemu?” tanya Alana dengan intens.

“Ya dia nanya apa keinginan terakhir Yara, karena kemungkinan hidup Yara hanya 20

persen. Dia juga kaget saat tahu aku suaminya, ia pikir aku hanya saudaranya.”

Sahut Saka sambil mengingat ingat apa yang dikatakan dokter muda itu.

“Ehm.. yaudah, kita udah boleh pulangkah?”  Alana hanya menepiskan firasatnya saat

berbicara tentang dokter muda itu.

“Huum, Lio udah confirm, udah beres! Yuk, kita pulang ke rumah kita dulu ya.”

“Sebelum ketempat ayah, kita jemput Genta dulu ya, aku merasa bersalah kemarin aku gak nemeni dia gara gara di Rumah Sakit.” Desah Alana menyesal.

“Iya, aku juga kangen sama Genta, tapi kangen mommynya juga.” Bisik Saka sambil memeluk Alana dengan possesif  dan membimbingnya keluar .

“Kamu di Singapura ngapain aja?” tanya Alana sambil membalas pelukan Saka.

“Mikirin kamu!”

“Haiz, daddy… aku nanya serius ini.” Decak Alana sebal.

“Ya, karena aku banyak di apartemen, jadi aku ngurus kerjaan dan meeting meeting online

sama anak kantor, sama klien, sama kamu.”

“Kamu gak keluar keluar?” tanya Alana menyelidik.

“Engga, aku pesen makan online aja, kalau aku pas ke rumah sakit, ya paling makan di resto deket rumah sakit, gitu doang… emang kamu mau dibeliin apa sih? Kok nanya aku

keluar apa gak?” tanya Saka balik.

“Aku hanya takut kamu gak ada yang ngurus, kasihan aja!”jelas Alana beralibi, entah kenapa dia ingin ikut menemani Saka ke Singapura, walaupun mungkin tidak akan bisa menjenguk Yara.

“Kamu mau berangkat kesana bersama ku? Untuk nemeni aku di apartemen, tapi gak boleh jenguk Yara dulu ya,

sampai emang Yara sudah bisa dijenguk.”

“Mau!! Bby, katanya Yara sudah tidak kemo, mestinya aman kalau aku jenguk kan?” tanya Alana.

“Aku mesti atur tiket perjalanan memakai pesawat komersil, kalau kamu ikut. Aku mau hubungi Lio dulu. Kamu tanya dokter dulu apakah aman untuk berpergian ke Singapura pada awal trisemester begini.”

Didalam mobil Saka, mereka sibuk dengan ponsel masing masing untuk memastikan kepergian mereka nanti sore menggunakan pesawat komersil aman dilakukan oleh Alana dan Saka. Bahkan Saka menghubungi kepala pelayan dirumahnya, agar menyiapkan makanan sehat untuk makan siang berdua dirumah.

***

Keberangkatan kali ini memang tanpa persiapan yang mendetail. Setelah menemui Genta dan bermain main dengan Genta sebentar, memuaskan rindu bersama anaknya, Alana dan Saka langsung menuju ke Bandara. Karena Lio berhasil mendapat tiket pesawat first class untuk mereka berdua. Alana dan Saka juga tidak membawa koper, mereka hanya membawa diri dan obat serta vitamin Alana. Dan disepanjang perjalanan, Alana dan Saka menebar senyum bahagia, karena bisa pergi berduaan.

“Kamu seneng ya bisa pergi sama aku?” tanya Saka sambil mencolek dagu Alana.

“Gak kebalik?” tanya Alana balik sambil mencebikan bibirnya.

“Ha ha ha … iya aku yang seneng bisa ngajak kamu, jadi aku gak kesepian di apartemen.”

Sahut Saka sambil kembali menarik dagu Alana dan mencium bibir Alana sekilas.

“Jadi aku cuman buat temen biar gak kesepian kamunya?” tanya Alana lagi menggoda Saka.

“Iya dong, jadi Junio ada temennya juga.” Mulai deh kelakuan Saka yang omes. Saat berada di dekat Alana, Saka selalu berpikir bagaimana menaklukkan Alana dibawah kuasanya.

“Jadi aku diajak buat memuaskan nafsu si Junio  kamu yang nakal itu? Ogah banget!!! Aku ikut karena pingin belanja kok… wekkkk!” goda Alana sambil menjulurkan lidahnya.

“Nanti ku ajak belanja deh, tapi mau ya nemeni Junio ya, kasian lo… “ rayu Saka.

“Ogahhhhh!!! Masukin botol dong.” Ujar Alana dengan cuek.

“Tega ih kamu, dosa loh kalau seorang istri gak mau…”perkataan Saka berhenti ditengah

jalan karena mulutnya udah dibekap oleh tangan mungil Alana.

“Iya iya mauuuuu! “jawab Alana sambil berdecak kesal dengan tingkah Saka yang pasti ujung ujungnya omes. Tangan Alana yang masih membekap bibir Saka langsung dijilat oleh Saka, membuat Alana kembali berseru dengan suara tertahan.

“Jorok, Bby!”

“Tangan kamu wangi kok…” kilah Saka dengan gaya yang menyebalkan.

“Tapi aku belum cuci tangan. Kan kotor, Bby!” potong Alana sambil memonyongkan bibirnya.

“Kucium nih kalo bibirnya digituin…” Ancam Saka sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Alana.

“Apaan siiihhh...ini udah engga… lagian ini tempat umum, Bbyyyy!” sergah Alana masih dengan suara tertahan. Untung area first class saat ini hanya diisi oleh mereka saja.

“Kita sah loh, sayang! In case kalau kamu lupa, bahwa kita ini suami istri..” kata Saka mengingatkan Alana.

 .

.

.

TBC

1
Noerlina Akbar
Luar biasa
Noerlina Akbar
Biasa
aisyahcantik
kenapa juga alana mau ikut....
Sivia
kasian Raya....
Aslamiah
ya alloh bisa ditukar gk sih mertua seperti itu dg mertuaku.knp aku punya mertua yg hatinya kaya nenek lampir.ya Alloh maafkan aq jadi membandingkan🤦😭
Jessica
ceritanya menarik
japodoll
Kangen cerita alana dan saka, aku ngulang lagi bacanya… butuh waktu lagi nyari novelnya karna sempat ngilang di noveltoon ku
Nining Fitriyanti
bagus cerita nya
Ana Susana
❤️❤️❤️❤️❤️
Endah Sri Rahayu
ayahnya saka blm tau masa lalu yara dulu ..menurutku pernikahan yara dn saka nga sah ...karna yara dulu blm cerai dgn suami pertama gara gara paman yara sampai anakny yg d lahirikan tidak tau
Tety Tety
kok gak ngerti yg di komen i apa ya kak😊
zahra ou
suruh siapa bangun usaha. urusan bojo sakit ada suster ada dokter. seenggak nya 1bln 2 mnggu kan bisa. 2mnggu di mbok tuwek. hamil jg berat p lg kalo lg pengen nyium ketek suami😁😌
Erlangga Saputra
author hebat..selesai sudah rasa sakit yg yara rasakan.
Erlangga Saputra
thor bikin saka cemburu terus biar saka makin bucin sm allana.dn cepet lupain yara.kl bisa bikin yara ketemu sm anak kandung nya biar bisa pergi dengan tenang..
Erlangga Saputra
author.udh yara jangan di bikin sembuh kasian juga saka cape.dan allana juga kasian dari awal hamil anak pertama kurang perhatian.
Erlangga Saputra
author.yara kasian kenapa lama di siksa sm penyakit nya..kenapa ga di iklasin aja yara biar ga merasakan sakit lg..dan saka bahagia sm allana dn anak2 nya
Erlangga Saputra
lucu abisss ya sama gesrek nya berdua.
Wahyu Kartikasari
sempat kepikiran sih
Wahyu Kartikasari
mungkin kecebong nya saka ekornya 9 😂😂
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
top
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!