Cindy merupakan seorang pemilik dan juga bos hotel dan juga penginapan yang berada di beberapa tempat selainnya cindy sangat di segani oleh kariawannya atau sangat di sukai kariawannya karena sifatnya Yang baik dan juga ramah dan banyak juga dan bos atau pemilik perusaahaan yang mengincar cindy.
Suatu ketika cindy dipertemukan seorang laki laki yang memiliki wajah mirip dan sifat yang sama dengan pacarnya yang telah lama meninggal. Dan membuat cindy selalu teringat akan masa lalunya dan apakah cindy bisa move on dari masa lalunya? Dengan kehadiran seseorang yang mirip dengan pacar nya terdahulu Laki laki tersebut merupakan seorang kariawan baru cindy.Dan sebenarnya bukan lah seorang kariawan tetapi laki laki tsbt merupakan bos dan juga pemilik mall dan juga caffe di beberapa tempat yang menyamar sebagai seorang kariawan di kantor cindy untuk dapat mendekati cindy Dan di balik penyamaran yang dirinya sembunyikan dia juga seorang adik atau kembaran dari pacar cindy yang telah tiada
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyanas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Cindy pun sampai di hotel miliknya dan menuju kekamarnya dan segera membereskan barang barang kepentingan dan mandi agar badanya tidak merasakan capek atau lebih rikeks seteah mandi cindy pun mengeringkan rambutnya yang telah masih basah dan membuka barang barang oleh olehnya yang berasal dari pulau B. saat akan menegluarkan barangnya tiba tiba cindy kembali teringat akan kejadian dira menghubungi dawin saat cindy melihat hp dawin yang di letakan di atas meja
“ Dira .. dira ada hubungan apa ya sama dawin apa dia punya hubungan spesial sama dawin tapi… dira kan juga baaru kenal sama dawin kan gak mungkin dira bakal sedekat itu sama dawin? Apa sebenarnya dira sudah lebih mengenal dawin duluan sebelum aku?” ucap cindy yang selalu mencoba menerka nerka dan mencari jawabannya
“ Tau ah gelap pusing banget rasanya dah lah bodo amat itu urusan mereka juga kan aku gak perlu tau juga tapi..? aaku jugaa penasaran sebenarnya “ ucap cindy
Saat sedang menerka nerka tiba tiba hp cindy berbunyi dan cindy pun mengangkat telfonnya tanpa mengecek si penelfon siapa yang sedang menelfonya di malam hari
“ Halo .. iya ada yang bisa saya bantu” ucap cindy dengan ramah
“ Ow tentu saja boleh ibu cindy kira kira besok bu cindy ada waktu untuk menemani saya buat jalan tidak ya bu “ ucap dawin atau gilang
“Eh kamu win aku kira siapa . emang besok mau kemana win ?” ucap cindy
“iya bu cindy saya dawin bu Cindy besok ada waktu tida sayaa ingin mengajak bu cindy ke suatu tempat sekiranya bu cindy ada waktu “ ucap dawin
Em .. besok ya coba deh saya lihat jadwal saya dulu nanti sekiranya saya free akan saya kabari kembali “ucaap cindy kepada dawin
“ Okey bu Cindy akan saya tumnggu kabar dari bu cindy “ ucap dawin
“ iya win soalnya aku sendiri ada perlu sama kamu dan ada yang ingin saya tanyakan kepada kamu “ ucap cindy
Setelah menelfn dan membuaat suatu kesepakatan cindy pun menutup telfon dari dawin dan kembali mengemasi dan menata baarang barangnya yang masih tersisa di dalam kopernya
Cindy pun menuju kekasur dan memainkan hpnya dan cindy juga kefikiran tentang ajakan dawin kepada dirinya esok hari
“Dawin kira kira mau ngajak aku kemana emang ya aku kok penasaran sama besok semoga besok tidak ada acara lain deh biar aku bisa jadi pergi sama dawin “ ucap cindy yang sedang berada di dalam kamar karena merasa badannya capek dan lelah cindy akhirnya tertidur
Dan sedaangkan dawin atau gilang yang sedang berada di rumah penginapan dira dawin pun keluar dari kamarnya dan melihat dira yang sedang menonton tv.
“Dira… kamu sedang menonton apa dir “ ucap dawin yang baru tebangun dari tidurnya dan setelah menelfon cindy
“Eh kak dawin . lagi nonton aja acara komedy kak “ ucap dira yang fokus menonton tv
“ Ow… dira ? ada yang kaka mau bicarain sama kamu boleh kakak bertanya sama kamu dir ? “ ucap dawin kepada dira
“ Tanya aja kak selagi dira bisa jawab pastti dira jawab kok kak “ ucap dira
“Menurut kamu cindy itu orangnya bagaimana ?” ucap dawin kepada dira
“ Tumben kak nanya cindy sama dira kaka ? kaka habis kesambaet apa pulang dari pulau B kak tumben tumbenan “ ucap dira kepada dawin
“udah jawab aja pertanyaan kaka dir toh juga cindy sahabat dan kamu pasti tau cindy orangnya seperti apa kan “ ucap dawin kepada dira
“Ya bagaimana yaa kak dawin bohong kalau aku gak ngomong dia gak baik pada kenyataanya dia mememang anaknya baik sekali kak. Pintar sopan cerdas ramah bisa di bilang dia itu paket lengkap si kak “ ucap dira
“ Ow gitu ya jika missal dia sama aku kira kira cocok tidak ya dir?” ucap dawin kepada dira
“ Eh kok kakak berfikir seperti itu ? kakak suka sama cindy kak “ ucap dira yang llangsung menjebak ucapan kepada dawin
“Hah.. maksud kamu gimana si dir kamu ini jangan suka mengada ada ya kamu !” ucap dawin
“ ihh kok dira yang mengada ada kan dira tanya sama kak gilang suka sama cindy “ ucap dira kepada dawin. Dawin pun memasang muka malu di depan dira
“ Mana ada seperti itu Cindy itu bos kakak dir mana boleh kaka suka sama bos sendiri “ ucap dawin kepada cindy dengan kepercayaan yang merendah
“Loh kaka sendiri kan juga seorang bos dan juga pemilik hanya saja sekarang kakak sedang bekerja di kantornya cindy. Kak dira boleh jujur gak “ ucap dira
“ Kenapa dir ? ada apa sepertinya serius banget kamu mau bilang tapi tidak jadi jadi “ ucap dawin kepada cindy yang melihat secara serius
“Dira Khawatir jika suatu saat cindy bakal jadi salah paham sama kita kak dalam arti diraa khawatir kalaau cindy mencurigai dira kak sedang kaan dia tidak tau apa tentang kakak dira takut persahabatan dira dan cindy akan selesai setelah semua terbongkar kak “ ucap dira dengan mataa yang berkunag kunang
“ Dira adek kaka yang cantik gak usah khawatir Persahabatan kalian berdua tidak akan hancur. Jika sampai apa yang kakak lakuin ini dapat menghancurkan persahabatan kalian ? kaka rela beratnggung jawab dan akan menjauh dan mungkin akan pergi dari kehidupan cindy dan kamu asal pertemanan kalian tetap baik “ ucap dawin
“Bukan hanya itu kak sebenernya dira juga khawatir kalau kakak akan tersakiti kalau tau sebenarnya tentang cindy kak dira takut perjuangan kaka aakan sia sia setelah mengetaahui semuanya tentang cindy dan berujung kalian saling asing kak ! “ ucap dira
“Kamu tahu sesuatu tentang Cindy ?“ ucap dawin dira pun mengangguk
Dira pun menceritakan semua masa lalu cindy kepada dawin atau gilang yang berawal dari sebuagh pertemuan hingga akhirnya berpacaran dengan galih hingga akhirnya dira menceritakan cindy tentang membangun hotel di berikan nama gali itu dan cindy masih menyimpan semua kenangan galih mendengar cerita dira dawin atau gilang pun hanya terdiam dan tersenyum meskipun terlihat jelas di raut wajahnya menyimpan kesedihan
“Hehehe Aku sudah tau kok dir kalau masalah itu dan aku cukup memahami memang sulit jika cindy move on dari galih karena menurutku galih adalah orang yang berpengaruh dalaam hidupnyan waktu itu dan kak galih beruntung banget mendapatkan sosok perempuan seperti Cindy dir “ ucap dawin yang tersenyum
“Iya sih pasti jika kak galih masih ada pasti kak gaalih bangga banget sama cindy “ucap dira
“Hehe itu pasti “ jawab dawin atau gilang yang tiba tiba terdiam
“Kak Gilang ? kak gilang kenpa ? kok tiba tiba diam ?” ucap dira yang memperhatikan gilang yang terdiam
“ Hah… ! enggak kok tidak kenapa kenapa .. dir tenang dir Aman kok “ sambil tersenyum kearah dira
“Kaka tidak bawa oleh oleh buat dira habis dari pulau B ?” ucap dira yang mengalihkan pembicaraan Karen dira melihat ada kesedihan di wajah dawin atau gilang yang tidak ia perlihatkan di depan dira
“HUUUFFTTH hah…. Iya kaka sampai lupa kaka ambil dulu ya . pasti ada dung buat dira kaka udah belikan tunggu dulu disini ya “ ucap dawin atau gilang yang pergi meninggalkan dira yang sedang berada di ruang tamu menuju ke kamarnya
Dira pun melihat dawin pergi menu ju kekamarnya hanya terdiam mematung serta melihat dawin yang berjalan menuju kamarnya untuk mengambil oleh oleh yang dawin atau gilang beli dari pulau B
“Dira sebenarnya tau kok kak pasti kak gilang kaaget mendengar ini dira terpaksaa harus segera memberi tahu kakak agar kaka tidak merasakan sakit yang lebih dari pada ini . dira minta maaf kak dira gak da maksud apa apa dira pengen lihat kakak gilang bahagia nantinya entah denga siapa itu kelak yang akan menjadi pilihan kak gilang “ ucap dalam hati dira yang melihat kearah pintu kamar dawin atau gilang