"Alzena Morgan" terpaksa harus meningal kan kekasih nya karena di paksa sang papa untuk menikah dengan laki-laki pilihan papa nya.
Sempat memberontak dan ingin kabur namun gagal karena di ancam oleh sang papa.
"Menikah lah dengan putri ku, hanya kau yang bisa aku percaya untuk memiliki nya" ucap tuan Morgan kepada Gara.
"Apa? Om, apa aku tidak salah dengar?" tanya Gara kaget sekaligus bingung.
"Hanya kau yang akan mencintai nya dengan tulus dan bukan karena dia pewaris tunggal kelaurga kami," ...
"Elgara Aidenio" seorang CEO di perusahaan xx grup, yang kerap di panggil tuan muda Gara pemilik perusahaan terbesar di kota x, ayah nya adalah sahabat dekat tuan Morgan, namun ayah nya Elgara Aidenio sudah lama meningal.
Bagaimana kah kisah rumah tangga Alzena selanjutnya dengan suami pilihan sang papa? Ayo ikuti kisah "Suami Pilihan Papaku"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #29
"Kau urus Azka, dia akan bekerja di kantor ku mulai hari ini, awasi dia, jangan sampai dia menyebabkan kekacauan atau apapun itu," ucap Gara kepada Farel.
"Baik tuan muda," jawab Farel yang kemudian berlalu pergi dari hadapan Gara.
Sementara itu Gara keluar dari kantor nya untuk menuju kantor papa Morgan.
Tidak butuh waktu lama dia pun akhirnya tiba di kantor papa Morgan yang jaraknya memang tidak terlalu jauh dari kantor Gara.
Di sana dia langsung bertemu dengan sang papa mertua di ruang kerja nya.
"Papa, maaf sudah membuat mu menunggu lama," ucap Gara kepada papa Morgan.
"Tidak mengapa,ayo silahkan duduk," ucap papa Morgan mempersilahkan menantu nya untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.
"Bagaimana dengan bisnis yang sedang kau tandatangani di kota x,apa berjalan lancar?" tanya papa Morgan sambil tersenyum tipis.
"Pa, maaf kan aku, tapi semuanya gagal, mereka licik dan satu hal terjadi di malam perjamuan itu," tidak butuh basa-basi apapun Gara langsung tudepoin menceritakan apa yang terjadi kepada papa Morgan, dari awal hingga akhir.
"Aku bangga pada mu, kau mampu melindungi Alzena dan memilih membatalkan kerja sama demi harga diri, jadi sekarang kau tidak perlu khawatir, karena aku tidak akan merasa rugi sedikit pun hanya karena kerja sama itu, di samping masalah itu, bagaimana dengan hubungan kalian? Apa sudah ada pertanda tentang kehamilan Alzena?" tanya papa Morgan terlihat sangat bersemangat.
Gara yang awalnya senang papa mertua nya tidak mempermasalahkan hal ini, tiba-tiba saja terdiam mendengar pertanyaan lain dari papa mertua nya, jangan kan pertanda hamil, dia saja belum melakukan itu sama sekali.
"Gara, hey mengapa kau malah melamun?" tanya papa Morgan kebingungan.
"Ah, anu iya pa, tunggu beberapa lama lagi, mungkin masih dalam proses," jawab Gara cangung, ia bahkan sampai menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Kau tidak perlu gugup seperti ini, santai saja, dulu aku menikah dengan mama nya Alzena, dia hamil juga setelah satu tahun dan itu adalah satu-satunya," ucap papa Morgan lagi.
Mereka pun akhirnya lama mengobrol, bukan soal pekerjaan, namun soal Alzena atau hal-hal yang terdahulu yang sudah terlewati.
Sementara itu di sisi lain.
"BI, aku keluar dulu ya," ucap Alzena sambil berjalan menuruni satu-persatu anak tanga.
"Mau ke mana nona muda?" tanya kepala pelayan yang melihat Alzena sangat cantik dengan dress ungu muda dan tas kecil selepang di tubuh nya.
"Aku bosan bi, aku ingin jalan-jalan saja," ucap Alzena lagi.
"Baik lah, janji jangan terlalu lama, nona harus pulang sebelum tuan muda kembali dari kantor, jika tidak dia akan mencari-cari nona dan bisa saja ngamuk kepada kami," ucap bibi kepala pelayan yang khawatir.
"Tenang saja bi, aku hanya sebentar saja," jawab Alzena sambil tersenyum.
Setelah mengatakan itu, Alzena pun kemudian berjalan keluar dari mansion lalu kemudian masuk ke dalam mobil, sopir pribadi Gara sudah menunggu di luar.
"Mau ke mana nona muda." tanya sang sopir kepada Alzena.
"Restoran xx ya pak," ucap Alzena sambil memasang sabuk pengaman nya.
"Oke nona, bernagkat," ucap pak sopir kocak.
Alzena yang mendengar itu hanya tersenyum,baru kali ini dia memberanikan diri untuk jalan-jalan keluar meskipun tampa ijin Gara karena dirinya merasa tidak nyaman akibat Tante Helen yang menyebalkan itu.
Sementara itu, tampa sepengetahuan Alzena Tante Helen memotret Alzena saat dia ingin keluar dari mansion, dia juga menyuruh seseorang untuk mengikuti Alzena, entah apa yang akan dia lakukan yang jelas ini adalah bagian dari trik-trik dan rencana murah yang dia miliki.
"Lihat saja bagaimana aku membuat kalian berantakan, dengan begitu Azka akan mendapatkan mu, dan aku akan mendapatkan harta yang banyak," ucap Tante Helen sambil mengengam erat ponsel nya.
"Maaf, nyonya apa yang sedang kau lakukan di sini? Apa kau membuntuti nona muda?" tanya kepala pelayan melihat gerak-gerik mencurigakan Tante Helen.
"Eh, astaga! Kau mengagetkan aku saja! Bagaimana jika aku terkena serangan jantung dadakan? Apa kau ingin aku mati? Sudah lah, minggir, pelayan terlalu banyak ikut campur!" Tante Helen pun mengomeli kepala pelayan yang baru saja menegur nya, dia kaget dan buru-buru pergi menjauh dari kepala pelayan tersebut.
"Mencurigakan sekali dia," batin kepala pelayan.
Sementara itu Alzena kini sudah tiba di restoran xx tempat nya akan menghabiskan waktu untuk bersantai hari ini.
"Huh, akhirnya aku bisa jalan-jalan juga, aku akhirnya lepas dari sangkar yang menyebalkan itu," batin Alzena sambil membaca menu Yang ada di cafe tersebut.
"Permisi nona, mau pesan apa?" tanya seorang pelayan perempuan di cafe tersebut, dia menghampiri Alzena sambil memegang satu buku catatan kecil dan juga bulpen.
Alzena menyingkir kan bukue menu tersebut dari wajah nya dan menujuk ke minuman bersoda dan juga beberapa makanan pedas lain nya.
"Aku mau ini,ini dan ini," ucap Alzena lagi.
"Baik no ... Na ... Kau, Alzena?" ucap pelayan tersebut menujuk Alzena.
Alzena menoleh menatap wajah pelayan tersebut yang tiba-tiba mengenali dirinya.
"Apa kita kenal?" tanya Alzena kebingungan.
"Astaga, Alzena, ini aku, Lola aku Lola," ucap pelayan tersebut dengan bersemangat.
Sontak Alzena kaget, wanita yang melayani nya saat ini adalah Lola, sahabat online yang baru sebulan dia kenali.
Mereka sebelum nya hanya bersahabat Lewa Cht saja, bahkan Lola tidak pernah mengirim kan foto nya ke Alzena namun beberapa dengan Alzena karena itu lah mungkin Lola bisa mengenalinya.
"Kau benar-benar Lola? Maaf aku tidak mengenali mu, aku sangat minta maaf," ucap Alzena kepada Lola.
"Tidak mengapa memang penampilan ku seperti ini, aku hanya lah pelayanan restoran jadi mungkin kau sulit kenali aku," jawab Lola sambil tersenyum kecil.
"Tidak bukan karena itu, aku tidak pernah melihat foto mu, kau saja tidak pernah ngirim kan foto sejak awal kita bersahabat online, hanya aku yang sering mengirim kan foto kepada mu," ucap Alzena sambil memegang tangan Lola.
Lola terlihat sangat ramah dan juga baik, sama seperti saat chtan dia tidak pernah berubah, dia juga tidak malu-malu dengan status nya yang hanya pelayan restoran, meskipun baru kenal sebulan Alzena yang tidak punya sahabat sejak kecil merasa cukup bahagia bisa kenal dengan Lola, karena bagi nya Lola adalah orang yang tulus dia juga tidak tau bagaimana status kehidupan Alzena dia berteman dengan Alzena karena ketulusan hati nya bukan kekayaan Alzena.
Mereka pun akhirnya mengobrol banyak, dan semakin akrab, kini tidak hanya curhat dari online mereka juga bisa curhat dengan nyata dan ternyata Lola masih sama, dia sosok dewasa yang sangat pintar membuat hati Alzena kuat.
Ya Lola adalah tempat ternyaman Alzena untuk curhat mulai dari A mungkin sambil ke C dia selalu mengatakan nya kepada Lola.
Bersambung ....
penasaran ni...lanjut thorrr