NovelToon NovelToon
WANITA SIMPANAN

WANITA SIMPANAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / POV Pelakor / Cinta Terlarang / Romansa
Popularitas:215.8k
Nilai: 5
Nama Author: V Lestari

Stella Vivian mendeklarasikan dirinya sebagai wanita yang bisa menaklukan seratus pria sekaligus. Wajah cantik dan bentuk tubuhnya memang tidak diragukan lagi, hingga ia dengan mudahnya mendapatkan pria mana pun yang ia inginkan.

Stella Vivian tidak menyia-nyiakan kecantikan yang ia miliki, Ia memanfaatkan kecantikannya itu untuk menggaet para pria kaya, mulai dari pria single hingga pria beristri sekali pun. dan kemudian ia akan hidup bermewah-mewahan dengan uang yang ia dapat dari pria-pria tersebut.

Namun, suatu hari kekacauan terjadi saat pria yang ia goda dan membuat hatinya luluh ternyata adalah suami kakak angkatnya sendiri.

Apakah Stella Vivian akan menyerah dan menjauhi pria tersebut demi saudarinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ROMANSA YANG MENGGODA

Nirwan berlari-lari kecil menyeberangi halaman berumput hijau menuju teras kediaman mewah Adi Rahardian. Ia menyapa beberpa pelayan yang sedang membersihkan vas-vas di teras sebelum ia melepas sepatu dan mengganti dengan sandal rumah yang tersedia di rak-rak yang ada di teras.

"Aku akan masuk," ujar Nirwan, pada salah seorang pelayan yang ada di dekatnya.

Si pelayan mengangguk. "Masuklah, Pak, nyonya ada di dalam sedang sarapan Tuan besar."

Nirwan menganguk, lalu segera masuk ke dalam rumah. Ia terus melangkah dengan cepat hingga tiba di ruang makan.

"Selamat pagi, Tuan Adi," sapa Nirwan, saat ia melihat Adi Rahardian yang sedang menyantap sarapan bersama dengan Virginia dan juga Annabel.

"Selamat pagi, Nirwan, bergabunglah dengan kami selagi makanannya masih hangat," tawar Adi.

Nirwan menggeleng. "Maafkan saya, Tuan, sebenarnya saya sangat ingin bergabung bersama dengan Anda, tetapi saya harus segera kembali ke kantor. Kedatangan saya ke sini hanya untuk menjemput Pak Darius, kami ada rapat penting beberapa jam lagi... hem, di mana dia?" tanya Nirwan, sambil menatap ke segala arah, berusaha menemukan sosok Darius yang ia cari.

Virginia mengernyitkan dahi. Ia terkejut karena tenyata Darius tidak ada di kantor seperti dugaannya. Dengan cepat Virginia mengatasi rasa terkejutnya, dan menghentikan aktivitas makannya. Ia tidak boleh hanyut dalam kebingungan, karena sekarang ia harus mengendalikan situasi agar sang ayah tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Virginia berdeham, kemudian ia bangkit berdiri. "Dia sudah berangkat sejak tadi," ujar Virginia, berbohong.

"Sejak tadi, tapi kenapa Pak Darius tidak ada di kantor? Ponselnya pun tidak bisa dihubungi," tanya Nirwan lagi.

"Aku memintanya untuk mampir ke tukang jahit, ada beberapa pakaianku yang perlu dipotong karena kebesaran," ucap Virginia, lagi-lagi berbohong.

"Ah, begitu rupanya," gumam Nirwan. "Pantas saja Pak Darius belum juga sampai di kantor, penjahitnya pasti lelet sekali."

Virginia mencoba untuk tersenyum, kemudian ia kembali duduk di kursinya, menghadapi semangkuk oatmeal yang pagi ini terasa sangat hambar.

"Maafkan aku, aku tidak tahu kalau pagi ini kalian ada rapat. Lagi pula, Andra tidak mengatakan apa pun saat aku memintanya mampir ke tukang jahit. Dia menurut saja dan langsung pergi tanpa memprotes permintaanku."

Adi menggelengkan kepala mendengar penjelasan Virginia. "Tetap saja seharusnya kamu tidak meminta suamimu melakukan hal seperti itu, Vi. Apa di rumah ini kekurangan pelayan, sampai-sampai kamu meminta suamimu untuk datang ke tukang jahit. Kamu kan tahu betapa sibuknya Andra." Adi mengomel.

Virginia menghela napas, ia terlihat menyesal sekali. "Kalau begitu apa menurut ayah aku harus menebus kesalahanku ini pada Andra? Jika iya, aku akan ikut dengan Nirwan ke kantor," ujar Virginia, saat gagasan untuk menanyai Darius secara langsung muncul di dalam kepalanya.

"Memangnya apa yang bisa kamu lakukan di sana?" Adi bertanya pada Virginia.

"Aku bisa melakukan apa saja untuk membantu Andra," jawab Virginia, yang langsung bangkit berdiri dan menghampiri Annabel untuk mengecup pipi putri kecilnya itu.

"Ah, Nyonya, sebenarnya Anda tidak harus melakukan ini. Anda tidak perlu menebus kesalahan atau segala macamnya. Anda tidak perlu ikut ke kantor," ujar Nirwan.

Virginia menggeleng. "Kalau aku bilang aku akan ikut, maka aku akan ikut," ucap Virginia, keras kepala, lalu segera melangkah dengan cepat meninggalkan ruang makan, sementara Nirwan mengekor langkah Virginia sambil setengah berlari.

Sesampainya di teras, Virginia menghentikan langkah, dan ia langsung berbalik menghadapi Nirwan. "Sungguh dia tidak ada di kantor?" tanya Virginia, pada Nirwan yang sekarang terlihat bingung.

Nirwan menggeleng. "Tidak. Bukankah Anda bilang kalau Pak Darius--"

"Tidak. Dia tidak pergi ke tukang jahit. Aku mengatakan itu agar ayah tidak cemas. Sejujurnya aku pun tidak tahu di mana dia. Dia tidak pulang sejak semalam." Virginia menjelaskan dengan singkat pada Nirwan.

Nirwan terkejut. "Tidak pulang?!" pekiknya. "Bukankah aneh sekali jika Pak Darius tidak pulang dan tidak memberi Anda kabar apa pun."

Virginia menganguk. "Itulah sebabnya aku sangat khawatir. Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padanya? Dan lebih parah lagi, bagaimana jika dia berselingkuh?"

"Ah, tifak mungkin Pak Darius berselingkuh, Nyonya, dan tidak mungkin sesuatu yang buruk menimpa Pak Darius. Kita sama-sama tahu kalau Pak Darius pandai bela diri. Dia pasti baik-baik saja. Lebih baik kita ke kantor sekarang, barangkali dia sudah tiba di kantor, kalau pun Pak Darius belum juga tiba di kantor, saya akan meminta ahli untuk melacak lokasi ponselnya."

Virginia mengangguk, dan segera melangkah menuju mobil bersama dengan Nirwan.

***

Darius membantu Vivian untuk masuk ke dalam mobil setelah mereka melakukan pemeriksaan pada pergelangan kaki Vivian di sebuah rumah sakit ternama.

Vivian tidak membutuhkan tongkat kali ini, karena keberadaan Darius saja sudah cukup untuk membantunya berjalan ke sana dan kemari. Vivian hanya tinggal mengaitkan tangannya di lengan Darius, dan menempel pada pria itu seperti lem. Sesekali bahkan Vivian meminta Darius untuk menggendongnya, saat ia merasa tidak mampu untuk terus berjalan. Bukannya pihak rumah sakit tidak menawarkan kursi roda, hanya saja Vivian selalu menolak saat seorang perawat menghampirinya dan memintanya untuk duduk di kursi roda.

"Untuk sementara istirahatlah di rumah, jangan banyak bergerak, minum obat dengan teratur, dan jangan lakukan aktivitas yang berat. Kamu dengar apa kata dokter tadi, 'kan?" Darius berujar, saat ia dan Vivian telah berada di dalam mobil.

Vivian mengangguk. Ia tersenyum manis sebelum mencondongkan tubuh untuk mengecup pipi Darius. "Siap, Tuan, aku akan menuruti semua perkataanmu."

Darius merona, dan tiba-tiba saja degup jantungnya menjadi begitu cepat. Ia tidak terbiasa diperlakukan dengan romantis, karena istrinya, Virginia bukanlah tipe istri yang romantis. Sedangkan sebelum menikah dengan Virginia, Darius belum pernah sekali pun memiliki hubungan spesial dengan wanita mana pun. Maklum saja, karena Darius begitu sibuk membangun kerajaan bisnis, sampai-sampai ia tidak memiliki waktu untuk merasakan yang namanya romansa.

"Aku akan datang ke apartemenmu setiap hari," ujar Darius, setelah degup di jantungnya kembali ke degup yang normal.

"Janji!" Vivian mengacungkan jari kelingkingnya ke Darius. "Kalau kamu berbohong, aku akan mencarimu dan menghajarmu habis-habisan."

Darius tertawa mendengar perkataan Vivian. "Aku janji," ucap Darius, lalu mengaitkan jari kelingkingnya sendiri ke jari kelingking Vivian. "Aku akan mengantarmu pulang, dan setelah itu aku akan pergi ke kantor."

Setelah mengatakan itu, Darius pun mulai meninggalkan parkiran rumah sakit, membelah jalanan kota yang begitu padat menuju apartemen Vivian.

***

Di dalam ruang kerja Darius, Virginia mondar-mandir dengan gelisah. Sudah setengah jam ia berada di dalam ruang kerja Darius, menunggu kedatangan Darius yang belum juga tampak. Virginia bahkan telah berulang kali menghubungi ponsel Darius, tetapi panggilannya tidak pernah sekalipun tersambung.

"Kita harus melapor ke polisi, Nir!" seru Virginia, saat Nirwan menyusulnya masuk ke dalam ruang kerja Darius.

"Tidak perlu, Nyonya, sebentar lagi Pak Darius datang. Baru saja petugas yang memonitor cctv menghubungiku dan mengatakan kalau mobil Pak Darius terlihat baru saja memasuki basemen," ujar Nirwan.

Kedua mata Virginia berbinar begitu ia mendengar apa yang Nirwan katakan.

Benar saja, tidak lama kemudian pintu ruang kerja Darius berayun membuka, dan Darius terlihat memasuki ruangan sambil merapikan jasnya yang sedikit kusut.

"Andra. Dari mana saja kamu?!" seru Virginia.

Darius terpaku di tempat begitu suara Virginia menembus gendang telinganya.

"Virginia. Apa nyang kamu lakukan di sini?" tanya Darius.

Virginia mendengkus kesal. "Apalagi memangnya?! Tentu saja aku mencari keberadaan suamiku yang tidak pulang semalaman, dan tidak bisa dihubungi sama sekali!"

Bersambung.

1
falea sezi
karena kelakuan jalang mu 🤣 temen mu jd korban
falea sezi
bner sampah emank cocok ma sampahh🤣🤣
falea sezi
lah kan emank situ lacurrr 😒😒 berharap apa klo q jd ayah angkat mu q jg bakal. meludah ke wajah lu wahai lonte🤣
falea sezi
sasimo🤭🤣
falea sezi
nah mending ma ini😒g beristri
falea sezi
vivian jalang😒 pergi jauh sana
falea sezi
oalah pelakor🤣🤣
pinpin
agak ga terima sih klo Vivian gampang bgt maafin papa adi
Nopi Yanti
lanjut gak Luh tor 😠🤨
pinpin
kasian Vivian, dia berjuang untuk mendapatkan kasih sayang yg tulus tapi malah selalu di kucilkan
Sinta Rahmawati
lanjuttt
Ratna
Lama2 di delete, kelamaan nunggu update episode nya…
Usmi Usmi
gantung terus sdh up nya lama
amaze min1
semoga ada kebahagiaan untuk vivian dan virginia 🙏🏻
pinpin
aku mikirnya nanti si Vivian masuk mafia wkwk
pinpin
kasian sama Vivian, orang yg tulus sama dia malah mati, semoga yg pada jahat sama Vivian dpt balesan
Arimbi Ari
sangat bagus alur ceritanya
Novia Lestari: Hai, Kak Arimbi, terima kasih atas ulasan dan bintangnya 🥰🥰
total 1 replies
Dewi Sartika
rajin up dong author
pinpin
Vivian kyk gini juga karna kurang kasih sayang orang yg tulus, semoga Vivian mendapatkan orang yg beneran tulus, biar yg jahat sama dia menyesal
aqil siroj
duhhhh mengerikannnnn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!