Angel seorang gadis yatim piatu yang kini berumur 21 tahun. Kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan saat dia masih mahasiswa di semester terakhir. Saat umurnya 20 tahun. Angel adalah mahasiswa yang sangat berprestasi, dia bisa dapat kuliah dikampus yang elit karena dia mendapatkan beasiswa.
Tamat dari kuliahnya dia langsung dapat tawaran kerja di perusahaan besar, ternyata kantor itu adalah kantor pemilik tempat dia kuliah.
Karan seorang pria berumur 27 tahun, diusia mudanya yang masih muda dia berhasil membawa perusahan papanya menjadi besar sampai mancanegara dan menjadikan dia seorang CEO. Seorang pria yang sukses dalam bisnis dia juga berhasil mendapatkan pacar yang sangat cantik, seorang model terkenal. Tapi dia sangat bingung bagaimana mengajak pacarnya untuk menikah, karena pacarnya belum ingin mau menikah. Disisi lain orang tuanya sudah mendesak supaya dia menikah. Kalau pacarnya tidak mau menikah dengannya, dia harus terpaksa menikah dengan pilihan mamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilda ellen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa dia lagi ngidam?
"Baguslah, jaga baik-baik kandungannya ya sayang!" ucap Mayang sambil mengelus wajah Angel dengan lembut. Mayang membantu Angel memasak didapur, karena bi Yenny tidak datang kerja. Sedangkan Karan bersama ayahnya di ruang tengah menonton bola yang disiarkan di TV. Sesekali Karan melirik Angel dengan wajah bahagia bersama mamanya. Javi tahu kalau saat ini putra nya selalu melirik Angel.
"Jangan kuatir seperti itu, dia akan baik-baik saja!" ucap Javi dengan senyum tapi pandangannya masih terus menatap tv. Karan yang mendengar ucapan ayahnya jadi malu, dia hanya senyum saja.
Selesai masak Angel dan Mayang memanggil mereka untuk makan. Di meja makan hanya ada terdengar suara adu antara sendok dan piring, tidak ada yang bicara. Selesai makan, Angel merapikan bekas makan mereka dengan dibantu ibu mertuanya. Selesai bersih-bersih mereka bergabung bersama Karan dan Javi. Mereka mengobrol dengan bahagia, Karan terus melihat Angel yang selalu senyum kepada orang tuanya. Tapi disaat mata mereka bertemu, Angel selalu tersenyum yang seperti dipaksakan. Setelah rasanya orang tua mereka sudah lelah, Orang tua mereka ijin pulang. Setelah kepulangan mertuanya Angel memutuskan masuk ke kamarnya. Saat Angel dan Karan mau masuk kamar mereka masing-masing. Seseorang mengetuk pintu mereka. Angel langsung menuju ke pintu dan membukanya. Angel sangat terkejut melihat Mike datang dengan membawa bungkusan.
"Kak, Mike!" ucapnya dengan bingung. Karan melihat siapa yang datang, Karan lebih memilih melihatnya saja.
"Nona, ini titipan tuan Marco. Ini ada susu dan vitamin untuk nona" ucap Mike sambil memberi bungkusannya, Angel tersenyum menerimanya. Karan merasa cemburu melihat Angel tersenyum pada pria lain.
"Makasih, ya kak. Nanti Angel akan hubungi kak Marco." ucapnya.
"Baik, lah nona. Jika nona ada perlu sesuatu tolong beritahu saya nanti. Saya permisi nona!" ucapnya Mike. Angel hanya menganggukkan kepala saja. Mike pun meninggalkan apartemen Karan. Angel langsung membawa bungkusannya kedapur dan Angel tersenyum bahagia melihat susu dan vitamin untuknya. Angel langsung membuat susu untuknya dan minum vitaminnya. Karan hanya memperhatikannya saja didekat tangga.
"Kenapa rasanya aku tidak terima orang lain yang memenuhi kebutuhannya saat dia hamil?" gumamnya dalam hati. Saat Angel meminum susu dan minum vitaminnya, Angel langsung mau naik keatas, Angel terkejut melihat Karan ternyata ada di tangga dan menatapnya terus. Angel yang sepat diam didepan Karan, langsung melanjutkan langkahnya. Dia mengabaikan suaminya itu. Karan melihat Angel naik keatas dan mengabaikannya hanya bisa diam saja. Dia mengikuti Angel dari belakang. Saat Angel langsung masuk kamarnya. Karan pun juga masuk ke kamarnya.
***
Angel lebih memilih menidurkan tubuhnya yang sudah terasa lelah setelah dia mandi. Sedangkan Karan yang belum bisa tidur, lebih memilih untuk bekerja. Karena dia masih memikirkan Angel.
Tengah malam Karan juga belum tidur, dia selalu gelisah. Untuk menenangkan pikirannya, Karan memilih ingin jalan-jalan keluar. Saat dia keluar dari Kamarnya, Karan melintas didepan kamar Angel. Pelan-pelan Karan membuka pintu kamar Angel, saat dia membuka dia melihat Angel tidur dengan tenang. Tidak tahu entah magnet apa, yang membuat Karan masuk kedalam kamar Angel. Dia melihat terus wajah cantik Angel yang sangat tenang. Tiba-tiba tangannya mengelus pipi Angel dengan lembut, dan tiba-tiba dia mengecup bibir Angel dengan lembut. Saat dia melepaskan bibirnya dari Angel, wajahnya seperti terlihat sedih.
"Maaf..." ucapnya dengan pelan. Lalu dia pergi dari kamar Angel. Karan tidak jadi keluar, dia langsung merebahkan tubuhnya ke kasurnya lagi. Entah kenapa setelah melihat wajah Angel perasaannya yang gelisah menjadi lebih tenang. Tidak butuh lama dia memejamkan matanya.
***
Angel bangun seperti biasa, dia langsung sibuk didapur untuk memasak sarapan untuknya dan suaminya. Dia juga tidak lupa masak untuk makan siangnya. Selesai Angel masak, Angel merasakan mual. Angel memuntahkan isi perutnya. Angel rasanya pengen sekali mencium aroma jeruk. Angel berlari kearah kulkas, berharap ada jeruk dalamnya. Angel merasakan lega, ternyata apa yang diinginkannya ada. Setelah menciumnya rasa mual nya pelan-pelan mulai menghilang. Setelah perasaannya mulai lega, Angel naik keatas dan masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap kekantor. Selesai dia memakai baju kantornya, Angel keluar dan dia langsung melihat kamar Karan. Saat dia membuka, Angel melihat Karan tidak ada ditempat tidur, dan dia mendengar suara gemercik air dari kamar mandi. Angel berpikir mungkin Karan lagi mandi. Angel langsung menuju lemari Karan, dan menyiapkan baju yang akan dipakai Karan. Setelah dia siap, Angel turun kebawah untuk sarapan. Selesai sarapan Angel mengambil tasnya dan bekal siangnya, saat dia mau jalan Angel melihat Karan sudah turun. Mata mereka sempat bertemu, kemudian Angel mengalihkan pandangannya ketempat lain dan Angel langsung pergi saja mengabaikan Karan. Karan hanya diam saja dan hanya menatap punggung Angel yang lama-kelamaan menghilang dibalik pintu.
Angel sudah sampai depan lobi apartemen nya, dia melihat Marco dan Mike sudah menunggunya. Mike membuka pintu untuk Angel.
"Dek, apa kamu baik-baik saja?" tanya Marco setelah Angel duduk disebelahnya.
"Aku baik-baik saja, kak!" Marco pun hanya menganggukkan kepalanya. Mobil mereka pun melaju melewati jalan yang sudah dipenuhi kendaraan. Angel selalu melihat kearah luar jendela. Tak butuh waktu yang lama mereka sampai ke perusahaan Karan. Angel turun dan tidak lupa mengucapkan kata terimakasih telah mengantarnya ketempat kerjanya.
Sesampai dalam kantor, Angel merapikan ruang kerja Kantor. Entah kenapa mencium aroma ruangan kantor Karan dia merasakan tenang. Setelah dia merapikan ruangan Karan, Angel kembali ke tempatnya.
***
Setelah kepergian Angel, Karan menuju meja makan. Dia melihat Angel sudah mempersiapkan sarapan untuknya. Melihat sarapan yang disediakan Angel, Karan senyum sendiri dan dia juga teringat baju yang disiapkan Angel untuknya. Dia merasakan sangat bahagia karena Angel selalu memperhatikan kebutuhannya. Padahal dia dulu selalu saja menolak Angel setiap Angel melayaninya.
***
Karan memasuki kantornya, semua pegaiwai memberi hormat padanya setia dia lewat. Sesampai dilantai atas, Karan melihat Angel mencium kulit jeruk.
"Apa dia lagi ngidam jeruk? Gumamnya. Frans yang dari tadi mengikutinya, mendengar ucapannya.
Angel merasakan saat ini ada seseorang yang menatapnya. Angel melihat ke sebelah kirinya, ternyata Karan lah yang sedang menatapnya. Mata mereka jadi saling bertemu. Frans merasakan saat ini suasananya sangat aneh. Frans melihat tatapan Angel saat ini sangat dingin, sedangkan mata Karan terlihat sangat sendu.
"Bos!" ucap Frans untuk menyadarkan Karan. Karan langsung sadar setelah Frans memanggil namanya. Karan melanjutkan jalannya, tapi pandangannya masih tetep melihat Angel. Sedangkan Angel sudah memalingkan wajahnya.
☘️☘️☘️☘️☘️
sadar angel sadar..kamu hidup bersama monster berkedok manusia...
terserah laah..
dah la....terserah..ga mau komen lagi...
kecewa...
hidupmu sangat berharga angel..sadarlah..masih bnyk pria lain yg lbh baik dari si manusia yg ga punya hati sprti karan mu itu...
kau akan dpt blsan lbh menyakitkan dari angel...lihat saja nti..
klo memang tdk mau di jodohkan ya bilang aja...tdk usah orang lain yg jadi korban egoismu