NovelToon NovelToon
My Adopted Princess

My Adopted Princess

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dhea Novita

“Tugas ku hanya menjagamu dengan baik Caitlin, bukan untuk mencintaimu.”

Seorang wanita cantik yang sudah dewasa hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Sudah 9 tahun berlalu, apa kau masih menganggapku gadis kecil berusia 14 tahun paman? Kalau begitu berhentilah menjagaku, aku sudah dewasa dan akan memulai hidupku sendiri di Kanada, jangan pernah lagi memberikan perhatian yang mempermainkan hatiku, bersikap menjadi Paman sewajarnya saja!”

“Apa maksudmu di Kanada, Caitlin? Siapa yang memberikan kau ijin untuk pergi ke sana?!” tanya Lewis dengan tatapan penuh peringatan.

“Apa masalahmu? Kau bukan paman ku yang sebenarnya, kau hanya orang lain!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Amara masuk ke dalam ruangan Lewis, dengan mempersiapkan senyuman ramah untuk ia tunjukkan. "Selamat pagi," ujar Amara, namun, tak ada siapapun di ruangan itu, hanya ada laptop yang sudah terbuka namun Lewis yang ia cari tak ada. Benar-benar menyebalkan, mengapa semua rencana hari ini sangat terhambat?

Amara pun menyimpan kopi dengan cepat, wajahnya mendadak jadi tak bersemangat. "Sudahlah, siang nanti aku pasti akan bertemu dengannya," gerutu Amara pelan.

Terdengar suara pintu terbuka dari arah belakang, Amara pun langsung menoleh dan melihat Lewis yang baru saja keluar dari kamar mandi khusus yang ada di ruangan ini. "Amara?" tanya Lewis dengan wajah terkejut.

Seketika senyum Amara kembali mengembang, ia merapikan rambutnya ke belakang. "Oh, hai, Lewis? Kau CEO di perusahaan ini?" tanya Amara memulai acting yang sudah ia pikirkan sejak awal.

"Ya, ini perusahaan Daddy. Kau sekertaris baru itu?" tanya Lewis bingung.

Amara menganggukkan kepalanya. "Aku mendapatkan iklan pekerjaan ini, dan saat melamar ternyata langsung diterima," jawab Amara dengan bersemangat. "Ah ya, aku datang untuk memberikan coffee, semangat untuk rapat pagi mu," lanjut Amara.

Lewis mengusap tekuknya pelan, rasanya cukup canggung mengingat Amara yang akan menjadi sekertaris barunya. "Ya, terima kasih Amara," jawab Lewis. Ketika Amara berlalu pergi, ada sedikit kebingungan dalam hatinya. Apakah ada kebetulan yang seperti ini?

--

Caitlin meneguk jemarinya diatas meja, malam ini ia merasa tak bersemangat karena mengurung diri sendirian setelah pulang dari Kampus. "Dia tidak mencari ku?" gumam Caitlin pelan sambil kembali melirik ponselnya. Sore tadi ia mendengar suara Lewis, namun tak ada ketukan di pintu Caitlin seperti biasanya, bahkan pesan pun tak ada yang masuk dari Lewis.

Tok,, tok,, tok,,

Ketukan pintu baru saja terdengar, jantung Caitlin kembali berdegup kencang dalam seketika, ia harus menahan diri untuk tidak bertemu dengan Lewis beberapa hari ini. "Sayang, kau belum tidur bukan? Ayo makan malam dulu." Suara Selena membuat Caitlin menghembuskan nafasnya dengan sedikit kecewa, tidak seperti yang ia harapkan, dengan tak bersemangat Caitlin pun berdiri dari duduknya, ia membuka pintu dengan perlahan dan melihat wajah Selena yang tampak tersenyum padanya.

"Aku tidak akan makan malam Mom, sedang ada tugas yang harus aku selesaikan hari ini Mom," tolak Caitlin dengan wajah menyesal. Ia benar-benar sedang tidak ingin melihat Lewis, ia tidak ingin merasakan perasaan aneh itu lagi.

Senyum Selena pun mulai pudar, ia tampak kecewa sambil menghembuskan nafasnya pelan. "Ada apa dengan hari ini? Lewis pun tidak ingin makan malam, apa kalian sedang bertengkar?" tanya Selena.

Caitlin dengan cepat menggelengkan kepalanya, keningnya berkerut samar mendengar ucapan Selena. "Apa Paman sakit Mom?" tanya Caitlin cemas. Pantas saja tadi ia hanya mendengar suara Lewis yang singkat, langkah kakinya pun terdengar lemah.

"Entahlah, Lewis selalu tidak pernah mengeluh jika sedang sakit," jawab Selena, ia lalu menggenggam tangan Caitlin. "Coba kau bujuk Lewis, sayang. Siapa tahu jika kau yang membujuknya dia akan mau makan."

Caitlin dilanda kegalauan kali ini, haruskan ia melanjutkan rencananya untuk menghindari Lewis? Atau justru ia harus melihat kondisi Lewis yang membuatnya cemas? "Baiklah Mom, aku akan mencoba untuk membujuk Paman," jawab Caitlin pada akhirnya.

Selena kembali tersenyum lega, ia mengangguk pelan. "Terima kasih sayang."

1
nurul
bagus bnget
Elya Dewi
lanjut thor
COOL_I4N
lah udah tamat ??? kok nggantung ending nya kenapa gak dilanjutin Thor ? konsep cerita ttg cinta kakak adik angkat sebenar nya ok loh. tinggal dikembangkan karakter dan plot cerita nya. Lewis karakter nya terlalu lemah. karakter catlain sebenarnya sudah ok tp terkadang terlalu naif untuk orang yg sudah diatas 20th.
Ismi Sigadiess Virgo
ni kapan up ea thorrr... masa tamat sie..
hanna
ini ga dilanjutin? padahal mau tau gimana akhirnya Caitlin jadian sm paman😩
Jhein Tayu
menarik
Jhein Tayu
menarik
Mey
semangat menulis nya kakak
Mey
semakin menarik
hanna
kok udah end aja sih😩
hanna
kenapa novelnya dibikin end??😩
hanna
ngapain pake bilang gini sih😩
Veny Tria Kusumanita
mmg dibuat kyk gitu baju nya buat caper k lewis😌
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Veny Tria Kusumanita
jgn smpe ketipu sama ular keket paman😌
Veny Tria Kusumanita
cemburu yg membara😂😂😂😂
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Amrisa Simatupang
ya pecat saja
Jhein Tayu
wah..kra2 bgmna ya dgn perasaan lewis ke catlin?smga sja sma2 ska..
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!