Apa jadinya jika dua orang yang tidak saling mencintai justru harus hidup dan tinggal dibawah satu atap yang sama sebagai suami istri?!
Celine tak pernah menyangka jika hidupnya akan berakhir dengan sangat menyedihkan. Menikah dengan laki-laki yang sama sekali tak dia cintai, hidup satu atap sebagai pasangan suami-istri.
Setiap hari Celine selalu makan hati karena suaminya selalu membawa pulang wanita lain ke rumah mereka. Apakah Celine cemburu? Apakah Celine sakit hati? Maka jawabannya adalah tidak, bahkan dia tak peduli sama sekali.
Lalu langkah apa yang akan Celine ambil pada akhirnya? Tetap mempertahankan pernikahannya, atau justru mengakhirinya?! Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanna Aman
Celine membuka matanya dan mendapati dirinya berbaring dengan tubuh polos tanpa sehelai benang pun. Hanya ada selimut tebal yang membungkus tubuh polosnya.
Wanita itu memegangi kepalanya yang terasa pening, dia mencoba mengingat apa yang terjadi sampai-sampai berakhir dengan keadaan yang benar-benar sangat berantakan.
Kemudian Celine menyapukan pandangannya ke segala penjuru arah. Celine melihat dirinya berada disebuah ruangan yang sedikit asing, namun juga familiar. Wanita itu menghela napas. "Aku lupa jika sekarang sedang ada di pesiar." Ucapnya setengah bergumam.
"Kau sudah bangun?" tegur suara dingin seorang laki-laki berkaur di telinganya. Sontak Celine menoleh dan mendapati Aiden berjalan menghampirinya.
"Dimana, Hanna?" bukannya menjawab pertanyaan Aiden. Celine malah balik bertanya. Dia baru teringat pada Putri kecilnya itu.
Aiden tersenyum tipis. "Tidak perlu panik, Hanna sedang tertidur pulas. Aku menitipkan pada kapten kapal. Setelah ini aku akan mengambilnya kembali." Ucap Aiden menimpali.
Terpaksa Aiden menitipkan Hanna pada kapten kapal, bersamanya dia lebih aman daripada tetap di kamar. Dan kebetulan kapten pesiar ini adalah kenalan baiknya."Apa, kok menitipkannya pada orang lain?!" kaget Celine dengan mata membelalak sempurna.
Aiden menganggukkan kepalanya. "Ya, kau tenang saja. Aku kenal baik dengan kapten pesiar ini, sebaiknya segera bersihkan dirimu. Aku pergi mengambil Hanna dulu." Aiden menepuk kepala Celine dan pergi begitu saja.
Celine menatap kepergian Aiden dengan pandangan tak percaya. Bagaimana bisa dia menitipkan Putri kecil mereka pada orang lain. Tapi jika dipikir-pikir, apa yang Aiden lakukan ada benarnya juga. Karena akan lebih berbahaya jika gadis kecil itu tetap bersamanya Dan juga Aiden.
Selang sepuluh menit Aiden kembali ke sweet room dengan Hanna yang tertidur pulas di gendongannya. Celine juga telah selesai membersihkan tubuhnya dan berpakaian lengkap. Dengan hati-hati Aiden membaringkan tubuh mungil Hanna diatas tempat tidur lalu menyelimuti tubuhnya sampai sebatas dada.
"Aku membawanya kembali dalam keadaan utuh, dan tak kurang sedikitpun." Ucap Aiden setibanya dia di depan Celine.
Wanita itu terkekeh. Kemudian dia berbaring punya di samping Hanna, begitu pula dengan Aiden yang juga berbaring di sampingnya. Sebelum pergi ke alam mimpi, Aiden lebih dulu menyempatkan untuk mencium kening Hanna dan Celine bergantian. Dan dalam hitungan detik, mereka berdua sama-sama telah tertidur pulas.
.
.
Seorang pria setengah baya terlihat memasuki kediaman Xiao dengan angkuhnya. Pria itu menghentikan langkahnya saat dua pria menghadang langkahnya. Pria itu menatap keduanya bergantian.
"Apa-apaan kalian berdua ini? berani-beraninya kalian berdua menghalangi jalanku? Minggir, dan biarkan aku masuk!!"
Salah satu dari kedua pria itu menghentikannya dengan merentangkan lengan kanannya. "Anda tidak bisa masuk ke dalam, sebelum memberitahu kami apa maksud dan tujuan Anda datang kemari? Lagipula Tuan sedang tidak ada di rumah!!" ucap pria itu dengan nada tak bersahabat.
Pria itu menatap laki-laki di depannya dengan tajam. "Siapa kau?! Berani-beraninya melarangku untuk masuk ke dalam!! Aku tidak tahu siapa diriku?!" bentak paruh banyak itu dengan emosi.
"Kami berdua memang tidak tahu siapa, Anda. Demi keamanan, sebaiknya Anda segera pergi dari sini. Lagi pula Tuan sedang tidak ada di rumah, Jadi kami berdua tidak bisa mengijinkan mu masuk dengan sembarangan!!"
Mendengar ucapan salah satu dari kedua security itu, membuat pria tersebut menjadi sangat marah dan tersinggung.
"Apa kau ingin dipecat dan kehilangan pekerjaan?! Bertanya siapa aku? Aku adalah Marcus Xiao, paman dari bos kalian. Masih berani menghalangiku untuk masuk?!"bentaknya penuh emosi.
Mereka membulatkan matanya. Apa mereka tidak salah dengar? Jika paruh baya di depan mereka ini adalah Marcus Xiao, maka itu artinya dia adalah Paman Aiden.
Dan setelah mengetahui namanya. Bukannya mengizinkan untuk masuk, mereka malah tetap menahannya di luar agar pria itu tidak bisa masuk ke dalam.
Dan satu hal penting yang harus mereka lakukan sekarang adalah, melaporkan kedatangannya pada Aiden. Bagaimana Aiden akan menindaknya nanti, karena dinginnya lantai jeruji besi tidak mungkin bisa membuatnya merasa jera.
.
.
Bersambung.
*mereka melaknat aiden yang bersandiwara membawa wanita lain tapi mereka membela dan membenarkan celine yang selingkuh, bermesraaan, bercumbu dengan lelaki lain
fakta
novel menunjukkan karakter authornya dan koment menunjukan karakter readernya
dia selingkuh dan beemesraan dengan lelaki lain baru dia heran bingung kenapa suaminya mengdarinya
beginilah kelakuan wanita egois, munafik dan tidak punya perasaan sama sekali
dia melakukan hal paling menjijikan, selingkuh dan bermesaan dengan lelaki lain tapi tidak sadar dia melakukan kesalahan
jujur pemikiran celine sangat menjijikan
othornya ini plin plan amat...MENJENGKELKAN
Hanna sama yg lainnya
lanjut💪