NovelToon NovelToon
Hani dan Pensil Ajaibnya

Hani dan Pensil Ajaibnya

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Masalah Pertumbuhan / Persahabatan / Tamat
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 11~
Novel ini merupakan kumpulan cerita kehidupan dari seorang remaja sebelas tahun bernama Hani.
Dia adalah putri tunggal dari pasangan Lea dan Erik yang sibuk bekerja sepanjang waktu.
Sehingga sehari-hari nya, Hani bermain sendiri bersama pensil dan buku sketsa nya.
Semuanya berjalan biasa sampai ketika Hani menerima sebuah pensil ajaib dari seorang Pak Tua.
Mulai saat itu lah kehidupan monoton gadis kecil itu berubah jadi istimewa!
Yuk ikuti kisah-kisah nya!

catatan: Novel ini Mel dedikasikan khusus untuk dua bocil Mel (Ram dan Riy) dan umum nya untuk semua anak-anak hebat Indonesia.
Love you all, Kiddo..🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Tak Terduga

Menyadari kalau ia telah salah ucap, Madame Go langsung memberi isyarat pada para anak buahnya untuk menangkap ketiga gadis di hadapannya itu. Namun ia kalah cepat dari Tara.

Tara langsung menarik Zavana hingga berdiri di dekat Hani. Setelah itu, Hani yang sudah mengerti dengan apa yang sedang terjadi pun lantas membuka lembaran kertas gambar ajaibnya.

Selanjutnya Tara menyentuh satu-satunya gambar yang masih tersisa di sana. Sambil tetap menarik tangan Zavana untuk menyentuh gambarnya juga. Begitu juga dengan Hani.

Sehingga ketika dua orang anak buah Madame Go sudah akan menyergap Hani dan Tara, ketiga gadis itu nyatanya telah menghilang.

Zap.

Secara tiba-tiba, Hani, Tara dan juga Zavana telah berada di dalam sebuah kamar. Tara mengenal kamar tempat mereka berada saat ini.

"Apa sekarang kita ada di kamar mu, Han?" tebak Tara.

"Iya, Kak. Hani mau ngecek dulu, Mama ada di rumah atau enggak. Tunggu sebentar ya, Kak..!"

Selanjutnya Hani bergegas keluar dari kamar dan mencari keberadaan Mama nya, Lea.

"Ma..! Mama..!" teriak Hani sambil berlarian di sepanjang jalan.

Sayangnya saat itu kondisi rumah sangat sepi. Baik Lea maupun Erik saat ini sedang berada di kantor polisi. Dan Hani tak mengetahui itu.

Setelah pencariannya berakhir sia-sia, Hani lanjut menelepon ke nomor telepon rumah nya Nuri. Kali ini ia berharap bisa memastikan keberadaan Nuri di rumahnya.

"Halo..?" sapa suara dari seberang telepon.

"Nuri! syukurlah kamu aman!" seru Hani begitu senang.

"Hani! apa itu kamu, Han?! ku dengar dari Om Erik, kamu diculik lagi?!" tanya Nuri dari seberang telepon.

"Iya. Aku memang sempat diculik lagi,Nur. Dan ku pikir kamu juga ikut diculik lagi. Tapi syukurlah ternyata enggak. Berarti wanita jahat itu sudah berbohong!" cerocos Hani menggebu-gebu.

"Tunggu sebentar deh, Han! Coba cerita pelan-pelan. Tadi kamu bilang, wanita jahat? Jangan bilang kamu diculik lagi sama si Madame yang kemarin itu?!" tebak Nuri begitu tepat.

"Iya. Madame yang kemarin itu yang udah culik kita berdua, Nur. Duh.. ngeri banget!Kak Tara juga diculik lagi. Sama adiknya juga! Makanya aku takut banget pas si Madame bilang kalau dia juga udah culik kamu dan juga Mama. Oh. iya. kamu tahu gak, kondisi Mama ku sekarang di mana?" tanya Hani tiba-tiba.

"Tante Lea..? sekitar setengah jam lalu sih Nuri dapat telepon dari Om Erik. Cuma ya Nuri gak tahu, apa Tante Lea ada juga atau gak pas nelepon tadi. Coba aja telepon mereka, Han!" usul Nuri.

"Kalau aku ingat nomor nya sih ya aku bakal nelepon, Nur! Masalahnya ponsel ku kan gak tahu sekarang ada di mana. Kayaknya sih ketinggalan di jalan sewaktu aku diculik.." keluh Hani.

"Lha terus kok kamu bisa nelepon ke nomor rumah ku sih, Han?" tanya Nuri penasaran.

"Soalnya aku punya catatan nomor telepon rumah kamu di buku catatan IPS ku.. Waktu dulu kamu pernah nulis nomornya kan di situ.." Hani menjelaskan.

"O.. gitu.. Ya udah. Aku coba telepon balik nomor Om Erik tadi ya.. Tunggu sebentar!"

"Oke. Tolong banget ya. Nur. Tolong sampein ke Papa kalau aku udah ada di rumah sekarang ini.." Hani meminta tolong.

"Iya. nanti ku sampein gitu ke Papa kamu, Han. Tutup dulu teleponnya ya.."

Dan.. Klik. Panggilan telepon pun terputus setelahnya.

Hani lalu menunggu di samping telepon. Tak lama kemudian, Tara dan Zavana muncul di dekat nya.

Saat Tara menghampiri Hani, gadis kecil itu sedang menggambar di sebuah buku gambar di dekat telepon.

"Hani, gimana? Mama kamu aman kan?" tanya Tara perhatian.

"Belum tahu, Kak. Tapi Nuri aman. Dia ada di rumahnya sekarang ini," jawab Hani singkat, lalu kembali lanjut menggambar.

"Kamu gambar apalagi, Han?" tanya Tara yang lalu mengambil posisi duduk di dekat Hani.

"Hani lagi gambar kamar tempat Hani pernah disekap Madame Go, Kak!"

"Kenapa kamu gambar tempat itu?"

"Buat jaga-jaga aja semisal Mama benar diculik Madame jahat itu. Jadi nanti kita bisa langsung pergi ke sana lagi," Hani menjelaskan.

"Tapi jangan sendirian ke sana nya ya, Han! Bawa polisi!"

"Sebenarnya Hani udah janji untuk gak ngasih tahu soal pensil ajaib ini ke siapa pun, Kak. Tapi berhubung udah ketahuan sama orang lain. dan demi menolong Mama, jadi gak apa-apalah Hani kasih tahu ke Pak polisi juga ya kak?" tanya Hani dengan ragu.

"Iya. Gak apa-apa. Han. Lagipula mana bisa kita nolong Mama kamu sendirian? kita aja bisa lari dari tempat itu dengan susah payah kan?"

"Iya, Kak.."

Hening sejenak. Tara dan Zavana terus menyaksikan Hani menggurat pensil nya di buku gambar.

"Tapi semoga aja Mama kamu gak diculik beneran ya. Han.." harap Tara kemudian.

"Aamiin.. iya, Kak.. semoga aja Mama aman bersama Papa.."

Setelah beberapa saat, Hani selesai menggambar di satu kertas. Selanjutnya ia menggambar lagi di kertas berikutnya.

"Kamu gambar apalagi, Han?" tanya Tara kembali.

"Hani mau gambar rumah Hani lagi, Kak.. buat jalan pulang nanti.."

"Oh.. iya ya.. ide bagus!"

Selesai dengan gambar ke dua, Hani lanjut ke lembar kertas ke tiga. Kali ini Tara hendak kembali bertanya tentang apa yang akan digambar oleh Hani. Akan tetapi sebuah suara menahan niatnya.

Tak lama kemudian, terdengar suara pintu diketuk.

Tok. Tok. Tok!

"Ehh.. Jangan-jangan itu Papa dan Mama, Kak! sebentar ya, Kak!" seru Hani yang langsung bangkit berdiri untuk membuka pintu.

Cklek.

"Ma..!!!"

Hani terkejut bukan main, manakala orang yang berdiri di depan pintu ternyata bukan Mama maupun Papa nya. Justru orang yang berdiri di depan pintu itu malah membangkitkan kembali rasa takut di benak gadis itu.

Dengan spontan, Hani langsung membanting pintu rumahnya kembali. Sayang sekali, usaha nya itu terlambat. Pintu yang baru saja dibantingnya menutup, ternyata langsung terbuka kembali. Dan karena posisi membukanya ke arah dalam, jadilah itu membuat Hani harus tersungkur jatuh ke belakang.

Bruk!

Tara dan Zavana terkejut saat melihat Hani terjatuh. Mereka pun langsung berdiri untuk menghampiri gadis itu. Akan tetapi, penampakan lelaki berbadan kekar dnegan kaos hitam seperti yang dikenakan oleh para anak buahnya Madame Go pun menghentikan langkah mereka.

Ya. Sosok yang telah menyebabkan Hani tersungkur jatuh adalah salah stau anak buah Madame Go. Ia kini berdiri pongah di bagian dalam pintu rumah nya Hani.

"Zava! pergilah! Kakak nanti akan menyusul mu!" seru Tara kepada sang adik kandung.

"Tapi, Kak.. "

"Pergi sekarang juga! Kakak mau tolongin Hani dulu!" seru Tara kembali dnegan nada genting.

Meski terlihat ragu, Zavana langsung berbalik dan pergi. Namun tepat saat ia akan melewati meja, ia mengambil pensil ajaib serta buku gambar yang terdapat gambar buatan Hani. Dan kemudian gadis itu kembali melanjutkan pelariannya ke area belakang rumah.

Tinggallah Tara dan Hani berdua menghadapi lelaki berpenampilan sangar di hadapan mereka itu.

***

1
Senajudifa
3 jagoan yatim piatu mampir, lama ya baru melipir kemari lagi mel
Senajudifa
cb aku bisa nemu sesuatu yg ajaib jg dijalan yah😂😂
Senajudifa
iya pelototi aj mam😁😁
Senajudifa
betul itu Hana
Feby Delvia Mahenny
bagus ceritanya
mom mimu
kasih sembako aja Mam... biar Heru sama keluarganya makan enak... kasian mereka tiap hari cuman makan ubi sama singkong 😢
mom mimu
come back nyicil kak Mell... semoga Hani bisa cepet pulang ke rumah lagi...
mom mimu
satu iklan mendarat kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
wah, ternyata kak Heru punya Indra keenam ya 😮😮
mom mimu
kuga/juga ✌🏻
mom mimu
Boni/Bono ✌🏻
mom mimu
maaf baru mampir lagi kak Mell, semangat terus ya ✌🏻✌🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
kayanya neneknya Bono punya ilmu mata batin ya 😅
mom mimu
Boni/Bono ✌🏻
mom mimu
fan/dan ✌🏻
mom mimu
Oun/pun ✌🏻
mom mimu
batu/baru ✌🏻
mom mimu
Hana/Hani ✌🏻
Senajudifa
penyihir tho
Senajudifa
kok serem nenekx bono nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!