Cerita ini adalah sekuel dari novel yang berjudul "Penyamaran Seorang Pria Kaya Raya" yang menceritakan tentang perjodohan kedua putra putri Bara Abraham bersama dengan Mario Fernandez,
Apa jadi nya jika dimasa SMA ternyata kedua mama mereka malah memberi tahu soal perjodohan yang sudah di atur sejak kecil itu?
Apakah mereka berdua akan merasa bahagia? atau malah sebaliknya?
Ikuti terus kisah kedua pasangan tersebut yang tak lain adalah Flora Abraham Sanjaya bersama Leandro Fernandez 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilham risa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lean sang penolong
Malam hari nya , Lean sudah keluar dari rumah untuk menuju ketempat rahasia yang hanya diketahui oleh kedua sahabat dan juga anak buah milik nya
Lean akan menghabisi para preman yang suka mengganggu orang orang yang berjualan di sekitar pasar, Lean memang memiliki cita cita yang sangat tinggi, yaitu ingin menjadi penolong untuk rakyat yang membutuhkan.
Dan aksi Lean ini hanya papa Mario saja yang mengetahui, sedangkan adik dan mama Cinta tidak mengetahui apa pun,
"Bagaimana? apakah semua sudah siap? " tanya Lean kepada kedua teman nya
"Sudah, tapi seperti nya lawan kita kali ini lumayan berat Lean, karena mereka bukan lah preman biasa"
"Apa maksud mu bukan preman biasa? memang nya mereka kelompok dari geng mana? " tanya Lean penasaran..
"Kami juga tidak tahu Lean, karena mereka menutupi nya dengan sangat rapi, tapi Jacob yang kamu tahu saat ini, para anak buah dari preman itu sangat lah banyak, dan aku yakin kita akan kewalahan saat menghabisi mereka semua Lean" ujarAldo
Lean yang mendengar hal tersebut pun langsung mengangguk ngangguk kan kepala nya , dan dia mulai menyusun rencana agar dapat mengalahkan para preman tersebut.
"Kita serang mereka ditempat mereka berkumpul, bagaimana? " tanya Lean kepada kedua teman nya.
"Apakah kau yakin? bagaimana jika kita kalah jumlah? " tanya Rendy
"Jangan takut begitu sobat, masih ada anak buah papa ku yang akan membantu kita, yang terpenting mereka sudah kalah dan tidak akan menggangu para penjual lagi"
"Baiklah... malam ini juga, kita akan bergerak" ajak. Aldo semangat..
Setelah itu Lean dan kedua teman nya mulai mengumpulkan para anak buah milik mereka , yang bersatu dari berbagai murid sekolah..
Lean sengaja mengajak anak sebaya nya untuk berbuat kebajikan, dan mereka tidak pernah menggunakan senjata tajam atau pun senjata api, karena mereka hanya mengandalkan kekuatan dan kemahiran ilmu bela diri..
Jika para musuh melawan menggunakan senjata, maka mereka dengan kompak langsung merebut senjata itu dan membuang nya jauh..
"Apakah kalian semua sudah siap? " tanya Lean berteriak
"Sudah bos, kita akan kembali memenangkan pertarungan ini"
"Bagus, jika begitu sekarang juga kita pergi ke tempat tujuan" ajak Lean
Para anak buah Lean, langsung berpencar agara tidak terlalu mencolok di masyarakat, dan mereka juga ada yang mengendarai motor dan juga mobil..
****
Sedangkan ditempat perkumpulan para preman tersebut,saat ini mereka sedang berpesta minuman keras,
Karena salah satu di antara kelompok itu baru saja mendapatkan rejeki nomplok yaitu menjadi kaki tangan seorang kepala mafia yang di sembunyikan keberadaan serta status nya..
"Ayo kita bersulang" teriak mereka tertawa..
Ting... ting... ting....
Suara gelas mulai berdentingan di iringi oleh alunan musik. DJ dari salah satu lopspeker yang di hidup kan menggunakan volume besar,
Dan mereka minum sambil berjoget ria..
"Sekarang wilayah pasar A, Dan C sudah menjadi milik kita jadi saat ini kita bisa bersorak dengan gembira"
"Iya bos, dan untuk kelompok geng kita, sudah mendapatkan sekutu yang kekuatan nya sangat menjadi legenda, aku yakin tidak akan ada satupun orang yang berani melawan kepada kita" ujar salah satu teman mereka,
Membuat mereka kembali tertawa terbahak-bahak..
Tanpa mereka semua sadari jika di balik dinding rumah kosong itu surat berdiri para anak buah Lean dan juga kedua teman nya....
lanjut lagi cerita ya