Memiliki Kekasih yang di gilai banyak fans bisa membuat gila. Tak hanya itu saja, Kekasihnya juga sibuk berorganisasi.
Merasa terabaikan dan selalu di nomor duakan itu pasti.
Sang Kekasih memberanikan diri untuk melamar dan bertunangan.
lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Sesuai janji Kak Jone pada Yumna yang ingin mengajak adik bungsunya pergi malam ini karena nilai Yumna sangat bagus. Yumna tengah bersiap -siap untuk acara malam ini, rasanya seperti acara nge -date, bedanya mungkin kali ini ia pergi dengan Kakak kandungnya sendiri dan biasanya ia pergi dengan kekasihnya, Duta.
Sesekali Yumna menatap ponselnya yang sejak pertemuannya dengan Duta siang tadi, adem ayem tanpa ada dering notifikasi apapun yang masuk ke dalam ponselnya. Itu pertanda Duta sama sekali tak mengabarinya. Padahal tadi saat akan pergi, ia berjanji akan mengabari Yumna, tapi nyatanya tidak sama sekali.
Yumna mengambil ponselnya, membuka room chat dan menatap posisi room chat Duta yang sedang online lalu mengirimkan pesan singkat pada Duta, bahwa dirinya akan pergi bersama Kak Jone. Harapan Yumna sih, Duta bisa memiliki waktu luang untuk dirinya nanti, hanya sekedar makan bersama atau main permainan di timezone, seperti yang dulu pernah mereka lakukan.
Satu detik ... Pesan Yumna terkirim. Satu menit kemudian pesannya pun sama sekali tak di baca oleh Duta. Memang posisi Duta tidak sedang online, tapi jarak online Duta tadi dengan Yumna mengirim pesan itu hanya beberapa detik saja, masa iya, tak mendengar ada notifikasiyang masuk.
Bukan sekali atau dua kali, bahkan ini sudah berkali -kali, tapi Yumna selalu paham dan mengerti. Yumna yang selalu berpatokan sejak dulu ia mengenal Duta, dan selalu begini. Jadi, tak ada alasan untuk marah. Kesibukan DUta yang sellau memprioritaskan organisasi bukanlah isapan jempol saja, dan itu nyata selalu dan biasa Duta lakukan.
Yumna mengambil tas kecilnya lalu di slempangkan di tubh mungilnya. Tas super mungil berwarna hitam pemberian Bunda Duta saat pergi ke Bali, hanya cukup di tempati ponsel dan dompet serta tissue kecil. Sekali lagi ia memandang tubuh dan wajahnya di depan cermin kaca riasnya dan semua sudah rapi. Yumna pun segera turun menghampiri Kak Jone yang sudah beberapa kali memanggilnya dan mengancam untuk membatalkan acara malam ini jika tidak segera turun dari kamarnya.
"Yumna!! Busyet deh, dandan lama banget ya!! Kamu itu dandan apa lagi nge -cat tembok sih?" teriak Jone dari arah ruang makan. Biasa Kakak Sulungnya itu paling betah berlama -lama di meja makan, ada saja makanan yang ia makan atau sekedar menemani Bunda Sinta yang sedang memasak untuk makan malam.
"Sabar dong. Kalau pergi kan harus rapi," jawab Yumna tak kalah keras dari kamar atasnya.
"Yaelah ... Kamu perginya juga sama Kakak kali, bukan sama Duta. Mau rapi gimana juga, di mata Kakak kamu adalah adik paling cantik, dan ettep aja, Kakak tahu iler kamu kalau lagi turun dari mulut saat kamu pules tertidur," teriak Jone terkekeh menggoda Yumna yang sudah tentu marah besar setelah ini.
Tapi itulah Jone, tiada hari tanpa menggoda Yumna. Adik bungsunya itu tidak bisa bisa marah besar, paling hanya meloto, dan memajukan bibirnya atau minta pembelaan dari Ayah Roby.
"Kak Jone!! Yumna doain jomblo terus kamu!! Nyebelin!! PAntes aja gak ada yang mau sama kamu!!" teriak Yumna penuh emosi.
Bunda Sinta hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan Jone dan Yumna seperti tom dan jerry. Rumah ini akan selalu ramai jika ada keduanya. Ada teriakan Yumna yang meleking cempreng, ada suara bariton Jone yang senang menggoda dan bercanda. Berbeda dnegan Dafa yang sering berdiam diir di kamar, dan di juluki sebagai si kutu buku. Tapi, jangan salah, Dafa juga suka bercanda, walau kadang candaannya begitu nyelekit dan receh sekali.
"Jangan bikin adikmu kesal terus Jone. Jagain adiknya kalau pergi. Di gandeng gitu biar gak hilang di mall," titah Bunda Sinta yang selalu menasehati Jone dan Dafa jika membawa Yumna pergi berjalan -jalan.
"Ya Bunda. Pasti Jone jagain dengan baik. Bunda tenang aja, kalau Yumna merengek langsung Jone tinggalin," ucap Jone tertawa kini malah menggoda Bundanya yang mulai kepanasan bukan karena menggoreng ikan tapi karena ucapa Jone yang membuat kesal.
"Kamu tuh kalau di bilangin, malah becandain Bunda. Awas aja kalau Yumna sampai ngadu aneh -aneh, kamu siap ya tanggung jawab sama Ayah. Bunda cuma ngingetin aja. Jadi jangan macam -macam sama gadis kesayangannya Ayah," titah Bunda yang sellau mengingatkan kedua anak lelakinya untuk menjaga Yumna, adik perempuannya.
Tap ... tap ... tap ...
Yumna menuruni anak tangga dengan suara sepatu yang terdengar menghentak keras. Jelas ia sangat bersemangat sekali sore ini untuk pergi.
"Bunda ...." panggil Yumna denga suara ramah yang khas. Yumna menghampiri Bundanya dan mencium kedua pipi Bunda Sinta.
"Haloo Sayang," jawab Bunda Sinta lembut.
"Uhukkk ... Bau ikan goreng," goda Yumna saat selesai mencium Bunda Sinta dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil susu kotak dingin kesukaannya.
"Ya bau ikan goreng. Namanya juga lagi goreng ikan gurame. Ehemmm ... Cantik banget anak Bunda, mau kemana?" tanya Bunda Sinta sedikit berbasa -basi. Bunda Sinta tahu, Yumna sedang galau tingkat dewa. Tadi, Jone, putra sulungnya sempat bercerita kalau Yumna habis menangis karena Duta. Selalu dengan masalah yang sama Duta dan Duta saja bukan tentang hal lain.
Yumna duduk di samping Jone yang sibuk membuka kacang rebus sambil menyeruput kopi hitam dan melirik ke arah adiknya yang memang cantik. Tak banyak yang tahu, jika Yumna dan Jone serta Dafa adalah saudara kandung karena kalaubertemu di Kampus pun, mereka nampak biasa saja tidak terlihat seperti saudara. Tapi, jangan salah, tingkat kewaspadaan dua lelaki sulungnya itu selalu memantau Yumna selama berada di kampus.
"Cantik dong ... Kan perempuan, Bun," jawab Yumna sekenanya sambil menyeruput susu cokelat dingin.
"Perempuan manjanya Ayah," goda Jone pada adiknya.
Yumna langsung melirik tajan dan memukul lengan sang Kakak.
"Nyebelin!! Yumna gak manja!! Ayah juga gak manjain, biasa aja. Kak Jone terlalu berlebihan," ketus Yumna.
Aslinya Yumna itu tidak suka di bedakan dengan Kakaknya. Yuman yang selalu di khawatirkan dan di cemaskan oleh Ayahnya. Tidak boleh pergi jika tidak dengansalah satu dari kedua Kakaknya dan Bundanya atau dengan Duta atau dengan Yuri. Hanya mereka yang Ayah Roby percaya, lainnya sama sekali tidak. Apalgi sekarang Yumna sudah tunangan. Ayah Roby lebih over protektif pada anak perempuannya.
"Jone!! Sudah!! Kalian mau kemana sih? Pulang jam berapa?" tanya Bunda Sinta.
Jone masih tertawa keras lalu menjawab pertanyaan Bunda, " Ekhemmm ... Jalan -jalan aja Bun, paling makan sama nonton aja ya, Na."
Yumna mengangguk kecil, " Iya. Makan sama nonton. sama main timezone ya Kak? KAtanya mau ngasih hadiah buat Yumna, isi lima ratus ribu rupiah juga gak rugi, dmei kebahagiaan Yumna."
"Dih ... Terserah Kak Jone dong, mau ajak kamu kemana. Surprise pokoknya," ucap Jone yang mengedipkan satu matanya pada Bunda Sinta untuk tidak membuka rahasia mereka.
"Iyalah nurut aja. Yuk berangkat sekarang. Bunda Yumna berangkat ya," ucap Yuman berpamitan.
Kedua kakak beradik itu pun pergi menggunakan motor besar milik Jone. Ya, motor besar hadiah Ayah Roby untuk Jone saat ia berulang tahun ke dua puluh tahun.
"Naik motor Kak?" tanay Yumna yang berjalan ke teras meliha motor merah Jone sudah ada di depan dengan dua helm dan dua jaket motor.
Jone mengangguk kecil, "Iya. Kenapa? Gak mau? Mobilnya di bawa Dafa, lagi nge -date."
"Kaka Dafa nge -date? Sama siapa?" tanay Yumna bingung. Bukannya selama ini Kak Dafa hanya dekat denagn Yuri, sahabatnya. Itu juga, belum menunjukkan hubungan yang bagaimana, masih biasa saja.
"Sama Yuri?" tanya Yumna penasaran.
"Kayaknya sih begitu," jawab Jone singkat sambil memakaikan helm di kepala Yumna dan mengaitkan dengan kencang. Yumna langsung memakai jaket kulit agar lebih hangat dan tidak mudah masuk angin.
"Mereka pacaran?" tanay Yumna makin penasaran.
Jone hanya mengngkat bahunya pelan.
"Gak tahu. Bukan urusan Kakak juga. Dafa kan sudah besar, dia pasti tahu mana yang baik dan yang gak baik. Lagi pula Kak Dafa lagi sibuk mau KKN juga. Na ...." Jone berhenti bicara menatap Yumna yang menatapnya seolah menunggu Jone melanjutkan ucapannya.
"Apa Kak?" tanya Yumna lembut dengan tatapan penasaran.
"Gimana bilangnya ya? Kok gak enak," ucap Jone serius.
"Bilang saja. Santai aja sama Yumna," ucap Yumna pelan. Ia makin penasran, pasti sesuatu terjadi dan ada hubunagnnya dengan Yumna.
"Ekhemm jangan marah ya," titah Jone pada Yumna.
Yumna menggelengkan keplanaya pelan dan makijn penasaran.
"Gak akan. Apa sih? Bikin penasaran aja," ucap Yumna mkin di buat cemas.
"Kamu cantik banget," kekeh Jone lepas sambil naik ke atas motor. Jone memang tidak bosan menghoda Yumna.
"Arghhh ngeselin banget sih!! Udah penasaran malah ujung -ujungnya fakta berbicara," ucap Yumna dengan sombong.
Jone melengos kesal. Ini nih, salah satunya yang bikin Jone gemas dengan adik bungsunya. Sombongnya suka keluar tiba -tiba.
"Pe -de amat ya," ucap Jone tertawa.
Yumna naik ke atas motor besar milik Jone dan berpegangan erat pada tubuh Jone.
"Pegangan yang bener. Gak usah malu -malu, kayak sama siapa aja," titah Jone pada Yumna.
"Iyaaa ... Takut ada yang marah," ucap Yumna terkekeh.
"Sialan. Mana ada, Kakak lebih seneng jomblo. Jomblo itu bebas, gak tertekan, gak gampang galau, tapi fans banyak," ucap Jone tertawa lepas.
Yumna sudah melingkarkan kedua tangannya di perut Jone. Ia ingat perlakuan teman wanita Duta siang tadi pad tunangannya itu dan sama seperti ini. Bedanya mereka teman, dan Yumna melakukan ini pada kakak kandungnya. Pikirannya mulai bercabang dan pelan dagu Yumna mulai di letakkan di bahu Jone, Yuman mau melupakan semuanya sebentar saja, dan menikmati sore ini bersama Jone.
Motor Jone udah melaju dengan kecepatan sedang. Sesekali, Jone mengajak bicara Yumna sambil menunjukkan tempat -tempat nongkrong baru yang Yumna belumpernah lihat. Bagi Yumna, Jone bukan hanya Kakak saja, tapi juga segudang informasi ter -update lelaki itu sangat gercep sekali. Jone memang lelaki yang masih di idolakan di Kampus, walau sudah senior, gaya macho dan gaulnya melebihi anak muda masa kini. Kalau untuk tahu soal fashion, tempat nongkrong, atau hal -hal berbau kekinian, Jone adalah orang yang tepat di ajak kompromi. Kalau Kak Dafa, lebih bercerita sejarah, atau hal - hal berbau pendidikan, dia adalah jagonya. Makanya dalam hal mencari perempuan saja, mereka sangat berda jauh cara seleksinya.
Satu jam lamanya, Jone sengaja mengajak Yumna berputar -putar di Kota sebelum akhirnya mereka memilih salah satu mall untuk berjalan -jalan dan nonton film kesukaan mereka.
Motor besar milik Jone sudah masuk ke dalam parkiran gedung pusat mall terbesar dan terlengkap di Kota itu.
Ya, ada sepasang mata yang mengekor Yumna dan Jone. Tak hanya melihat saja, orang tersebut merekam kemesraan Yumna dan Jone yang terlihat bahagia lalu mengirimkan rekaman video tersebut pada Duta.
dan jangan jangan Lukas korban dari perbuat Yoshua