Rana yang sangat mencintai Revan pada akhirnya sadar bahwa cinta Revan bukanlah untuknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elfitri Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang larut malam
Tak terasa hari sudah semakin larut. Rena masih setia menunggu sang suami di depan televisi. Ia sengaja menunggu sambil menonton film kesukaan nya agar ia tidak bosan. Si kecil pun sedang anteng - anteng nya. Ia tidur dari magrib masih belum bangun juga. Mungkin karena siang hari nya kurang tidur, jadi ketika ia tidur malam tidur nya pun pulas. Kebetulan film yang di tonton Rena seru, sehingga ia lupa kalau ia lagi menunggu kedatangan suami nya. Hingga akhir nya film itu habis baru lah Rena sadar kalau hari sudah sangat larut sementara sang suami masih belum datang. Rena mulai khawatir. Tadi Revan janji sama dia akan pulang cepat. Ia hanya menghabis kan kopi nya dan setelah itu ia akan pulang ke rumah Rena. Tapi sudah 3 jam lebih Rena menunggu namun batang hidung Revan masih belum nampak. Sebenar nya Rena lebih cemas kalau terjadi sesuatu sama Revan di perjalanan. Mau menghubungi takut nanti ganggu dia dalam perjalanan. Tidak di hubungi Rena malah makin khawatir. Rena mondar mandir di depan televisi seperti setrikaan. Ia bimbang antara mau menghubungi dengan tidak. Ia takut tindakan nya akan berdampak buruk pada keselamatan Revan.
Di lain tempat Revan yang udah mau pulang selalu di halang - halangi oleh ibu dan abang nya. Revan di suruh ini dan itu. Setiap kali Revan minta pamit mereka selalu melarang Revan untuk pulang cepat. Revan jadi dilema. Padahal ia sudah janji pada istri nya untuk pulang cepat. Namun seperti nya keluarga Revan keberatan kalau Revan pulang ke rumah Rena. Akhir nya Revan menyelesai kan secepat mungkin pekerjaan nya. Boleh tidak boleh Revan pun nekat untuk pamit pulang. Berbagai cara abang Revan menghalangi Revan agar tidak pulang ke rumah Rena, namun Revan tetap kekeh. Karena sebenar nya Revan pun sudah sangat kangen sama anak istri nya. Revan masih belum menyadari tingkah laku keluarga nya. Yang terpikir oleh Revan hanya lah mereka masih ingin menghabis kan waktu dengan Revan. Revan tidak pernah berpikiran negatif pada keluarga nya, menurut Revan tidak mungkin keluarga nya berniat buruk pada rumah tangga Revan.
Tepat jam sebelas malam baru lah Revan di izin kan pulang ke rumah istri nya. Itu pun karena Revan yang ngotot. Revan buru - buru pulang. Ia mengendarai motor nya dengan sangat kencang. Revan tidak ingin lagi membuat istri nya kecewa.
Setengah jam kemudian Revan sampai di rumah Rena. Ketika itu Rena sedang menyusu kan anak nya. Rena bimbang antara mau menghubungi atau tidak. Di saat Rena sedang di landa kebimbangan, ia mendengar bunyi motor nya Revan. Hati Rena sangat gembira. Akhir nya suami yang ia tunggu - tunggu dari tadi datang juga. Rena pun bersyukur karena suami nya selamat dalam perjalanan.
"Assalamualaikum dek .... "
" Assalamualaikum ...."
"Waalaikum salam .... iya sebentar bang. " Rena meninggal kan anak nya dan membuka kan pintu untuk Revan.
"Alhamdulillah abang selamat. Adek pikir abang kenapa - napa. Tadi kan abang bilang cuma mau ngopi tapi kok udah tiga jam lebih abang gak datang - datang. Aku pikir terjadi sesuatu sama abang di jalan" Baru aja pintu di buka Rena menyambut suami nya dengan nyerocos tanpa jeda. Kelihatan ia begitu mengkhawatir kan suami nya.
"Seperti yang adek lihat, abang gak kenapa - napa kan? Abang baik - baik saja. Adek gak usah khawatir kayak gitu" Revan menenangkan sang istri sambil mencium kening istri nya.
"Ya gimana adek gak khawatir coba. Abang juga gak ngasih kabar" ... Rena masih dengan mode cemberut.
"Ya sudah, sekarang abang kam sudah datang dan gak kenapa - kenapa pula. Abang lapar nih. Ambilin nasi buat abang donk. Buat adek sekalian ya, biar kita makan nya bareng".
" Ayo bang kalau gitu kita ke dapur aja. Kita makan di sana aja. Aku juga udah mulai lapar nih. Tadi makan dikit banget, karena aku mau nya makan bareng abang".
"Duh ternyata istri nya abang setia bangat ya. Sampai mau makan aja masih nungguin abang. Maafin abang ya sayang karena udah bikin kamu khawatir dan kelaparan. Abang gak maksud begitu kok."
"Emang abang kemana dulu tadi? kok lama balik nya?" Rena mencoba mencari tau alasan Revan terlambat pulang.
Namun Revan seperti nya enggan untuk mengata kan yang sebenar nya. Jadi lah ia berbohong lagi pada istri nya.
"Oh tadi t pas abang lagi ngopi tempat ibuk, datang lah teman abang. Jadi lah kami ngobrol - ngobrol ringan. Eh gak terasa ternyata hari sudah semakin larut. Itu pun ibu sudah marah karena abang masih sibuk ngobrol ma dia." Revan sengaja mengarang cerita. Ia tidak ingin istri nya tau yang sebenar nya. Revan tidak mau Rena tau yang sebenar nya, karena Revan tidak mau Rena benci pada keluarga nya.