Soraya Foster seorang guru yang mencintai muridnya sendiri bernama Ryan Mattiew. Kisah mereka semakin rumit ketika Soraya tiba-tiba hamil anak Ryan.
Hal itu membuat Ryan dikirim oleh kedua orang tuanya ke luar negeri agar berpisah dari Soraya.
Lima tahun kemudian Ryan kembali, dia sudah melupakan masa lalunya dengan Soraya dan sudah memiliki tunangan.
Saat ia kembali ke negaranya di situlah Ryan bertemu kembali dengan Soraya guru yang dulu adalah cinta monyetnya, dan dia menyadari ada anak kecil yang tumbuh bersama Soraya.
Akankah Ryan bisa kembali mendapatkan hati Soraya dan anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 29 • Mengenal Ayahmu
Menikah bukanlah perkara mudah, apalagi tidak dilandasi perasaan antara dua belah pihak. Karena hubungan ini bukan hanya akan terjadi satu tahun dua tahun. Namun, seumur hidup. Regan adalah pria baik, dan Sora bukanlah wanita yang pantas untuk dirinya. Dosa di masa lalunya begitu kelam, hingga dia tidak bisa membuka hati kembali untuk orang baru. Seolah dunianya tak pernah teralih dari Ryan yang dulu pernah ia cintai.
"Cinta itu bisa datang karena terbiasa, Sora." Suara Regan melemah. Kebaikan pria di hadapannya ini memang tumpah ruah. Bayangkan saja sejak Sora datang ke Daisan—sejak saat itu pula pertama kali dia melamar pekerjaan di toko bunga ini, dan Regan menerimanya tanpa pandang bulu. Padahal kala itu terlihat perut Sora yang sudah terlihat membuncit.
"I know, but... Aku takut kau kecewa, aku tidak mau kau seolah menjadi tumbal kami berdua, Regan."
"Tumbal?" Regan mempertegas pertanyaannya. "Di sini tidak ada yang sedang melakukan pesugihan, Sora. Aku hanya ingin melindungimu dan Nora itu saja."
"Tapi menikah butuh cint—"
"Aku mencintaimu," potong Regan, membuat ucapan Sora terhenti.
Sejak kapan?
Sora bergumam dalam hati, dia merasa tidak pantas dicintai oleh siapa pun. Termasuk pria sebaik Regan.
"Aku mencintaimu, aku menyayangi Nora seperti anakku sendiri. Jadi terimalah aku, Sora."
Sora menundukkan kepala, ini memang bukan kali pertama Regan melamarnya secara lisan tanpa cincin atau upaya romantis lainnya.
Regan merogoh saku celananya, mengeluarkan kotak kecil berwarna hitam, lalu membukanya di hadapan Sora.
"Aku serius, menikahlah denganku."
Tak ada salahnya bagi Sora menerima Regan menjadi bagian dari hidupnya. Lagi pula selama ini dia mengenal Regan sosok yang hangat dan bertanggung jawab.
"Oke... Aku akan menikah denganmu."
Wajah Regan berubah sumringah. Dia tampak terlihat tidak percaya dengan ucapan Sora, hingga ia ingin mendengarnya lagi.
"Bisa kau ucapkan sekali lagi, Sora."
"Yah, aku menerimamu... aku ingin kita menikah," jawab Sora.
Air mata Regan menetes. Sora terdiam, karena baru kali ini melihat seorang pria menangis untuk dirinya.
"Kau menangis?" Sora mendekat, lalu menyentuh pipi Regan dan mengusap air matanya.
"Ya, akhirnya penantianku membuahkan hasil." Regan merengkuh tubuh Sora dan memeluknya dengan begitu erat, hingga membuat Sora terasa nyaman.
Suara deheman seseorang membuat adegan romantis antara pasangan itu terhenti, keduanya menoleh ke arah sumber suara. Namun, mereka langsung dibuat terkejut dengan kedatangan seorang pembeli yang tiba-tiba sudah masuk ke dalam toko mereka.
"Ry... Ryan?" Suara Sora terbatas melihat si empunya suara bariton tadi.
"Aku mendengar toko ini adalah tempat menjual bunga tersohor di kota ini. Aku ingin melihat-lihat dan membeli untuk tunanganku." Ryan berucap seolah acuh dengan pemandangan yang ia lihat baru saja.
Mendengar penjelasan Ryan membuat hati Sora teriris. Apakah dia sudah benar-benar melupakan dirinya, hingga berkata demikian.
"Biarkan aku yang melayaninya," bisik Regan, meminta Sora mundur.
Tiba-tiba ketiganya dikagetkan dengan suara anak kecil yang memanggil ibu. "Ibu...." Suara manja itu seketika membuat Ryan menoleh, matanya terbelalak melihat gadis kecil berambut coklat tua seperti dirinya.
"Maafkan aku, Nyonya. Nora sejak tadi menangis ingin ke sini. Jadi aku antarkan saja ke mari." Suara canggung keluar dari mulut pengasuh Nora.
"Aku bosan berada di dalam rumah, ibu," ucap Nora dengan suaranya yang lembut dan menggemaskan.
"Regan mencoba mengalihkan pandangan dan pikiran Ryan, agar dia tidak melihat kehadiran Nora. Namun, sayangnya Ryan bukankah pria yang ciut nyalinya. Ia malah berbalik badan dan mendekat ke arah sepasang ibu dan anak itu.
"Hai... Nak. Siapa namamu?" tanya Ryan, sedikit membungkuk agar sejajar dengan tubuh mungil Nora.
"Nora, namaku Nora, Paman."
Sora hanya bisa mematung melihat interaksi pertama kali antara ayah dan anak itu.
"Nora...." Ryan bergerak berdiri, menatap Sora dengan senyum menyeringai. "Nama yang indah... Dan kau mirip sekali dengan ayahmu."
"Ayah? Paman kenal ayahku?" Nora antusias mendengar ucapan Ryan yang seolah ingin memperlihatkan diri jika dia adalah ayah dari gadis kecil yang berdiri di hadapannya ini.
"Nora, sudah... Paman ini hanya bercanda." Secepat kilat Sora menggendong Nora menjauh dari Ryan yang masih tersenyum ironi padanya.
Semangat, ditunggu up selanjutnya...
Semoga happy end ya, /Drool/
jadi korban