Pada suatu hari ada seorang pria yang sedang Depresi karena ia Sering kali ditolak lamaran kerjanya,namun saat dia berjalan ada seorang anak kecil bermain ditengah jalan lalu ia berlari untuk menyelamatkan anak kecil tersebut,Namun sayang nya pria itu tidak selamat karena dia tidak sempat untuk menghindari tapi dia telah berhasil menyelamatkan anak kecil tersebut dan dikabarkan pria itu telah tewas,namun sebuah keajaiban muncul padanya dia masih hidup tapi pria itu hidup dunia yang berbeda dan dipenuhi dengan penyihir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suhandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan
Setelah Ajax berhasil menang melawan Yami, Ajax pun mulai kelelahan kerena sudah banyak menguras energi sihir. Tubuh Ajax berkeringat dan banyak dapat luka pada bagian wajah dan lengannya.
Kemudian Ajax pun kembali terpisah oleh Azazell karena waktu pemakaian kekuatan Iblis telah habis. Lalu Yami pergi menghampirinya dan menyuruh Ajax untuk beristirahat.
"Syukurlah, Kau telah berhasil menguasai kekuatan Iblismu itu. Tapi, Kekuatanmu masih belum sempurna jadi kau harus banyak berlatih, Untuk saat ini kau istirahat saja lebih dulu!" ucap Yami
"Baiklah!" ucap Ajax
"Kalau begitu aku harus membuat laporan paslu kepada Luciano agar dia tidak mencurigaiku, Aku pergi dulu." ucap Yami
Kemudian Yami pun pergi meninggalkan Ajax sendirian ditempat ritual itu. Setelah Yami sudah bergegas menuju markas Luciano, Ajax pun keluar dari tempat itu karena ia merasa bosan.
"Haaa....Aku sangat lelah dan juga bosan, Keluar aja!" ucap Ajax sambil berjalan menuju pintu keluar
Pada saat Ajax keluar, Tiba-tiba saja Han muncul dan bertanya kepada Ajax tentang latihannya bersama Yami.
"Yo.... Bagaimana latihanmu Ajax?" tanya Han
"Latihanku berjalan dengan lancar tapi aku harus masih banyak berlatihan agar bisa menyempurnakan kekuatan Iblisku." ucap Ajax
"Begitu ya, Oh iya apakah kau lapar?" tanya Han
"Tentu saja, berlatih seharian membuatku sangat lapar!" ucap Ajax sambil memegang perutnya
"Kalau begitu, Marih kita makan temanku sudah mempersiapkan makanan cukup banyak!" ucap Han
"Benarkah?, Waah terima kasih!" ucap Ajax dengan gembira
"Ya....ayo masuk kedalam gubuk itu!" ucap Han
"Baiklah, Makan enak aku datang!" ucap Ajax dengan gembira
Kemudian mereka semua makan bersama-sama kecuali Yami yang belum kembali dari markas Luciano, Lalu Ajax bertanya kepada Han tentang Yami yang belum kembali.
"Han, Kenapa Yami belum kembali?, Apakah dia baik-baik saja?" tanya Ajax
"Mungkin dia sedang berdiskusi soal laporan palsu yang Yami buat untuk menghilangkan kecurigaan dari Luciano!, Jangan khawatir Yami adalah orang yang cerdas dan bijak saat mengambil keputusan!" ucap Han
"Begitu ya!" ucap Ajax
Kemudian Ajax pun melanjutkan makannya bersama-sama dengan mereka.
...****************...
Dilain tempat, Yami yang sudah sampai dan melaporkan hasilnya kepada Luciano. Yami menggendok tubuh Ajax yang palsu dan menunjukkan tubuh Ajax kepada Luciano.
"Tuan Luciano, Aku sudah membereskan misiku, Maaf kau telah menunggu." ucap Yami
"Kerja bagus Yami, Kurunglah dia sekarang diruangan bawah tanah!" ucap Luciano
"Baik, Tuan Luciano!" ucap Yami
Kemudian Yami membawa tubuh Ajax palsu itu keruang bawah tanah, Sedangkan Akashi yang melihat Yami mempunyai rasa curiga terhadap itu. Akashi melihat Yami dengan tatapan yang penuh rasa curiga kepada Yami.
...****************...
Sedangkan di markas divisi 4 Naora yang masih berbaring pingsan dan disamping Noara ada kapten Zen dan Sora yang sedang menunggu Naora sadar, Tak lama Naora pun membuka matanya dan melihat kearah samping. Naora melihat Kapten Zen dan Sora yang sedang duduk menunggunya.
"Kapten Zen, Sora, Aku dimana?" tanya Naora
"Kau berada di markas divisi 4, Naisa bilang kau pingsan akibat pertarungan, Apakah itu semua benar?" tanya Kapten Zen
"Bertarung?, Sial aku baru ingat, Bagaimana dengan Ajax apakah kalian sudah menyelamatkannya!" ucap Naora dengan penuh rasa khawatir
"Tenang saja, Naisa bilang dia baik-baik, Aku juga tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Naisa!" ucap Kapten Zen
Tak lama kemudian Kapten Naisa pun datang dan berkata kepada Naora.
"Syukurlah, Kau sudah sadar, Kapten Zen dan temanmu ini sudah lama menunggumu sadar!" ucap Kapten Naisa
Pada saat Naisa sudah berdiri disamping Naora, Kapten Zen bertanya tentang Ajax.
"Oi, Jelaskan kepadaku bagaimana kau tahu kondisi Ajax anggotaku baik-baik saja, Sedangkan kau sendiri belum kemana-mana sampai sekarang, tolong jelaskan?" tanya Kapten Zen
"Aku akan memberitahu kalian besok pagi!" ucap Naora dengan senyuman
"Baiklah, Kalau begitu aku titip Naora untuk sementara disini!, Ayo Sora!" ucap Kapten Zen
"Baik Kapten, Kalau begitu aku pergi dulu ya Naora Chan" ucap Sora
Kemudian mereka berdua pun pergi dari markas divisi 4 dan meninggalkan Naora di markas itu. Setelah Kapten Zen dan Sora pergi Naora pun bertanya lagi tentang Ajax.
"Kapten Apakah benar Ajax baik-baik saja?" tanya Noara
"Umm....Tenang saja dia baik-baik saja kok!" ucap Naisa sambil tersenyum
"Bagaimana Kapten tahu tentang hal ini?" tanya Naora
"Karena Ajax sekarang bersama-sama teman-temanku, Jadi aku yakin Ajax akan baik-baik saja!" ucap Naisa
"Teman?, Jangan-jangan orang itu-" ucap Naora yang terputus karena Naisa menutup mulutnya Naora dengan jari telunjuknya.
"Jangan katakan itu sekarang, Besok kau juga akan tahu yang sebenarnya!" ucap Naisa
"Baiklah!" ucap Noara
Kemudian Naora pun tidur dan juga Naora masih khawatir dengan Ajax.
...****************...
Keesokan harinya Kapten Zen datang kemarkas divisi 4 dan juga Naora pun sudah bisa bergerak dan Naora pada saat itu menemui Kapten Zen diluar markas.
"Kapten Zen!" panggil Naora
"Ohh, Naora kau sudah sembuh ya?" ucap Kapten Zen
"Iya, Aku sudah benar-benar sehat dan bisa bergerak dengan leluasa!" ucap Naora
Kemudian Kapten Naisa pun datang menghampiri Kapten Zen dan Naora.
"Kau sudah datang ya Zen!" ucap Kapten Naisa
"Tentu saja aku ingin tahu maksud perkataanmu kemarin!" ucap Kapten Zen
"Begitu ya, Jika kau ingin tahu berjanjilah jangan memberitahu kepada siapa-siapa termasuk kepada para Kapten Kesatria sihir." ucap Kapten Naisa
"Baiklah, Aku berjanji akan hal itu!" ucap Kapten Zen
"Kalau begitu, Zen dan Naora ikuti aku!" ucap Kapten Naisa
Kemudian mereka pun pergi mengikuti Kapten Naisa kesebuah hutan. Setelah itu, Mereka pun sampai pada tujuan yang mereka tuju. Kapten Zen melihat ada sebuah gubuk tua di dekat kaki gunung, Lalu Naora pun bertanya kepada Kapten Naisa.
"Kapten Naisa, Rumah siapa itu?" tanya Naora
"Itu adalah rumah teman-temanku dan Ajax ada didalam sana!" ucap Naisa
Kemudian mereka pun menghampiri gubuk tua itu dan membuka pintu gubuk itu. Seketika Zen dan Naora pun terkejut melihatnya.
"Ohh, Naisa kau sudah datang ya dan kau juga membawa mereka untuk menjemput Ajax!" ucap Han
"Menjemputku? siapa yang kau maksud Han?" ucap Ajax
Kemudian Ajax pun melihat Kapten Zen dan Naora yang sedang berdiri dipintu, Lalu Ajax pun menyapa mereka berdua dengan santai.
"Oh, Naora dan Kapten Zen lama tidak berjumpa!" ucap Ajax
Kemudian Naora pun langsung menghampiri Ajax dan langsung memeluknya.
"Ajax, Syukurlah kau baik-baik saja, Aku sangat khawatir padamu!" ucap Naora sambil memeluk Ajax dan mengeluar Air mata
Kemudian Ajax pun memeluknya kembali dan berkata.
"Tenang saja, Aku tidak akan mati semudah itu, Terima kasih Naora!" ucap Ajax sambil memeluk Naora
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Episode 29 Bersambung....