NovelToon NovelToon
Cinta Dan Air Mata

Cinta Dan Air Mata

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:601k
Nilai: 4.8
Nama Author: mima ah

Pernikahan yang ia kira karena saling jatuh cinta dan berjanji untuk sehidup semati ternyata itu hanya ilusi semata,sebab dirinya tak menyangka ia harus tertawa dan menangis secara bersamaan.

Tertawa hanya untuk menutupi sakit yang ia rasakan ketika suaminya ternyata lebih menyukai adik nya dan hanya menjadikan dirinya alat,serta menangis karena merasa menjadi orang yang bodoh di saat yang bersamaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mima ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cahaya Lestari

Cahaya sebenarnya mengerti arti dari perdebatan antara Daniel dan juga Andara barusan sebab Biar bagaimanapun bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa yang waktu dirinya hidup di Indonesia ya pakai, maka dari itu wanita itu mengambil kesimpulan kalau sebenarnya Daniel memang tidak menyukainya sama sekali sebab bukti dari penolakan pria itu terasa begitu jelas.

Tentu saja hal itu membuat dirinya sedikit merasa kekecewaan karena Siapa sih yang tidak kenal keluarga Smith yang sebagian besar anggota keluarganya merupakan pebisnis yang ulung, maka dari itu ketika melihat Daniel menolaknya membuat wanita itu merasa tidak terima karena menurutnya Daniel itu sudah sangat keterlaluan.

"Daniel tidak mau berbicara denganku ya Tante, padahal aku sudah datang jauh-jauh loh masa iya dia tidak menghargai usaha kerja kerasku itu? "tanya Cahaya yang pura-pura sedikit merasa kecewa di hatinya sebab menurutnya kalau ia berhasil menggaet Daniel maka bisa dipastikan hidupnya bakalan berubah total soalnya wanita yang berasal dari kemiskinan ketika sudah merasakan apa itu yang namanya nikmatnya kemewahan tentu ia akan menginginkan lebih dan juga lebih.

Andara benar-benar tidak enak hati terhadap tamunya itu tapi bersyukur Michael suaminya berhasil mengajak Papanya Cahaya untuk berbincang, jadi pria itu sedikit tidak merasa terganggu jika saat ini Daniel sudah pergi meninggalkan mereka semua tanpa pamit sedikitpun.

"Sia tadi katanya ada urusan penting makanya dia pergi tapi Tante janji bakalan tetap mendekatkan kalian berdua kalau memang berjodoh, Tetapi kalau memang tidak Tolong kamu pahami karena apa yang diinginkan oleh manusia belum tentu Direstui oleh pencipta!"Andara terpaksa mengatakan hal itu karena dirinya sangat tahu bagaimana keteguhan hati dari Daniel jika dirinya tidak menyukai sesuatu maka bisa dipastikan ia tidak akan pernah berhubungan dengan hal itu.

"Ya sudah tidak apa-apa Nanti Mungkin lain kali kami bisa bertemu lagi soalnya kelihatan memang dia sibuk sekali, Tetapi kalau memang tante tidak keberatan Bisakah aku meminta nomor ponselnya ataupun alamat kantornya supaya mungkin aku bisa mendatanginya saat makan siang nanti?"tawar Cahaya yang terlihat begitu agresif membuat Andara sedikit kebingungan karena jika ia memberikan nomor ponselnya Daniel otomatis sudah melanggar privasi putranya itu yang sangat tidak menyukai jika berhubungan dengan orang asing.

"Bukannya tante nggak mau Tetapi kalau soal nomornya Daniel itu harusnya kamu mau minta langsung kepada orangnya, kalau soal kantornya nanti Tante bakalan kasih tahu alamatnya kok kamu tenang saja!"jelas Andara yang memikirkan tidak masalah kalau ia memberikan alamat kantor tempat Daniel bekerja saat ini karena mungkin cahaya ingin menyambung silaturahmi di antara mereka.

"Nah gitu dong biar, Maksudnya kami berdua bisa ngobrol lebih santai lagi!? Lagian aku kan juga pengen mengobrol lebih dekat lagi dengan Daniel, mungkin dengan begitu saat kami bertemu di mana nanti bakalan terasa begitu lebih akrab. "jelas cahaya sambil tersenyum namun senyumannya itu membuat Michael yang berada di sampingnya merasa heran karena menurutnya orang yang cara tersenyumnya seperti Cahaya itu tersirat seperti sedang merencanakan sesuatu.

Sebab Biar bagaimanapun pria itu sudah begitu banyak menjumpai orang-orang dengan berbagai karakter dan salah satunya seperti pada cahaya itu, karena mendirinya tidak mungkin dong langsung men-judge orang tersebut sesuai dengan apa yang ia pikirkan karena itu sama saja menyalahi aturan.

Cahaya yang sudah mendapatkan alamat kantornya Daniel memilih langsung pamit karena dirinya Ingin menyusul pria itu, sebab sebagai seorang wanita yang tidak pernah ditolak oleh pria Cahaya begitu tertantang dengan sikap cuek dan juga malas tahu miliknya Daniel yang merasa seperti kehadirannya itu tidak penting sama sekali.

"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu ya doakan saja semoga apa yang diinginkan bisa terkabulkan, dan juga Papa maaf ya Aku tidak bisa pulang bareng Soalnya sepertinya calon menantu Papa lagi ngambek! "ujar Cahaya membuat Mikael mengerutkan keningnya sebab menurutnya anaknya saja belum pernah mengatakan memiliki hubungan dengan wanita itu kenapa malah percaya diri sekali.

Daniel yang sudah sampai di kantornya bukannya menuju ke dalam ruangannya melainkan dirinya menuju ke arah ruangan tempat Amira berada, sebab Entah mengapa mood nya tadi yang sedang hancur berantakan ingin kembali baik tetapi harus bertemu dengan Amira.

"Sarah, kamu dari tadi kan stand by di sini apa kamu lihat Amira keluar dari ruangannya tidak? "tanya Daniel memastikan.

Sarah mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari majikannya tersebut sebab menurutnya Kenapa pria itu tidak langsung menemui Amirah saja untuk memastikan, Soalnya kalau dirinya memberikan jawaban kalau Amira ada di ruangannya eh tiba-tiba ternyata Wanita itu sudah pergi ke arah lain kan urusannya bisa berabe lagi.

"Sepertinya Amira belum kemana-mana pak, soalnya sedari tadi saya ada di sini dia tidak pergi ke arah yang lain Ataupun mungkin keluar dari kantor. "jelas Sarah.

(Ceritanya Amira dan juga Daniel itu memang berlatar tempat di Prancis, tapi tidak mungkin juga kan outdoor harus menuliskan menggunakan bahasa Prancis karena itu sama saja menjadi ribet urusannya)

Dengan langkah kakinya yang begitu panjang dan juga tegap pria itu segera menuju ke ruangannya Amira yang tidak jauh dari ruangannya, sebab Amira merupakan asisten pribadinya Daniel jadi otomatis wanita itu tidak bisa berada jauh dari Daniel yang sewaktu-waktu akan memerlukan bantuannya.

Sesampainya di sana dan yang melihat Amira sedang sibuk dengan berkas yang ada di hadapannya membuat pria itu menghembuskan nafasnya kasar, sebab entah mengapa ada kelegaan di dalam hatinya ketika tahu bahwa Amira tidak kemana-mana saat dirinya pergi dengan begitu ia merasa sangat bahagia.

Amira menatap heran ke arah Daniel yang terlihat seperti sedang terjadi sesuatu entah apapun itu dirinya saja bingung, sebab menurutnya pria itu terlihat seperti dikejar setan tetapi masa iya di siang bolong ada setannya dan juga seperti ada rasa kelegaan yang tengah ia rasakan.

"Apakah anda....

"Boleh aku peluk?" tanya Daniel dengan wajah sendunya.

Amira menatap heran ke arah pria itu sebab menurutnya tingkah Daniel itu sangat aneh, mereka berdua tidak ada hubungan yang serius atau bisa dibilang sedang berkomitmen membangun sebuah hubungan jadi tidak etis kalau sampai harus berpelukan seperti itu.

"Tapi kita kan...

"Aku mohon kali ini saja soalnya aku benar-benar butuh bahu untuk bersandar dari segala masalah yang ada, aku tahu memang di sana tidak diwajibkan dan juga dilarang seorang pria wanita berdekatan tanpa ada hubungan tetapi tolong pikirkan perasaanku saat ini!"ujar Daniel pelan bahkan terlihat wajahnya memerah seperti sedang menahan tangis.

Amira yang tidak tega melihat tatapan Daniel yang begitu penuh permohonan kepadanya membuat wanita itu menggeser berkas yang ada di hadapannya, lalu berdiri dan membuka kedua tangannya lebar-lebar pertanda mengizinkan Daniel untuk masuk dalam pelukannya.

Jlebb

Daniel memeluk erat tubuh mungil yang ada di dekat panas saat ini yang terasa begitu pas dengan ukuran dada bidangnya tempat Amira bersandar, pria itu tersenyum di balik kegelisahan hatinya sebab menurutnya apa yang baru saja ia lalui barusan itu merupakan sebuah kejadian yang tidak pernah dirinya duga sebelumnya.

"kamu baik-baik saja kan? Atau kalau memang ada masalah soal pekerjaan ya bisa ngomong kepada aku saja supaya aku bantu, karena masalah itu jangan dipendam tetapi harus dibagi agar terasa lebih ringan dan tidak menyusahkan! "pinta Amira ya memang tidak tega kalau melihat orang lain ada kesusahan seperti ini Padahal dirinya juga sedang ada masalah Namun biarkan masalah itu menjadi pikirannya sendiri tidak usah diumbar-umbar di hadapan orang lain hanya untuk mendapatkan perhatian.

"Ya Tuhan ampuni dosa hambamu ini sebenarnya aku juga tidak ingin memeluknya tapi hanya kasihan saja sih, tapi aku janji bakalan bisa menjaga diri soalnya aku juga bingung dengan statusku sekarang kira-kira pria itu sudah mengajukan gugatan cerai atau belum. "lirih Amira dalam hati sebab menurutnya dirinya itu tidak pantas harus beradegan seperti ini dengan Daniel karena Biar bagaimanapun ia masih merupakan istri sahnya Adam.

Daniel yang merasa sudah sedikit lega langsung melepaskan pelukannya dan memberikan kode agar Amira duduk di kursinya kembali, sedangkan dirinya posisi duduk di hadapan wanita itu sambil menggenggam erat tangannya karena memang Entah mengapa Daniel merasa seperti ada hal yang besar bakalan terjadi dalam hidupnya.

"Aku mau ngomong sama kamu dan tolong didengar kemudian usahakan untuk mengingatnya, karena Biar bagaimanapun ini tentang kita kalau memang kamu peduli dengan hubungan ini dan juga tidak ingin membuat aku kecewa!"Daniel mengatakan hal itu membuat Amira mengerutkan keningnya sebab menurutnya mereka berdua tidak pernah bangun komitmen Jadi kalau pria itu meminta hal yang lebih seperti rasa-rasanya itu tidak akan pernah bisa ia loloskan.

Amira secara perlahan menarik kembali tangannya yang digenggam oleh Daniel saat ini membuat pria itu heran dan langsung memasang wajah kecewanya, namun dirinya juga tidak mungkin memaksakan kehendak Takutnya nanti bakalan membuat Amira merasa tidak nyaman.

"Maafkan Aku! Aku sebenarnya ke sini itu karena sedang mempunyai masalah internal dengan keluargaku lebih tepatnya dengan suamiku, dengan begitu Aku ingin mengatakan bahwa Sebenarnya aku sudah menikah ya meskipun pernikahanku itu dalam keadaan tidak baik-baik saja tetapi aku tidak ingin berbuat dosa dengan berhubungan dengan pria lain sedangkan pernikahanku dalam keadaan tidak baik-baik saja! "jelas Amira perlahan tapi pasti.

Daniel merasakan seperti disambar petir di siang bolong sungguh tidak pernah menyangka bahwa wanita yang ia tunggu beberapa saat lamanya ternyata sudah ada yang memiliki, namun dirinya juga sedikit bersyukur karena Amira tadi mengatakan bahwa pernikahan dirinya dan juga suaminya itu sedang bermasalah jadi otomatis kesempatan untuknya bakalan terbuka lebar tidak ada hambatan.

"Jadi maksud kamu, sebenarnya sudah menikah dan lagi bertengkar dengan suamiku Makanya kamu memilih untuk kabur? Memangnya masalahnya apa sih sampai membuat kamu harus pergi seperti begini, kalau memang kamu butuh teman curhat ya aku bisa kok menjadi teman curhat kamu itu Kapan saja dan di mana saja agar masalah kamu mungkin lebih cepat terselesaikan? "tanya Daniel memastikan meskipun ada rasa nyeri di dalam hatinya.

Huekk..

Huekkk

Belum lagi Amira menjawab perkataan Daniel barusan wanita itu malah sudah merasakan mual yang begitu hebat, membuat Daniel mulai berpikiran yang tidak tidak salah satunya yaitu mencurigai jangan sampai Amira sekarang dalam keadaan hamil.

"kamu saat ini tidak sedang itu kan ? "Entah mengapa Daniel seperti tidak mampu untuk melanjutkan pertanyaannya itu bukan karena merasa tidak enak hati hanya saja bibirnya tiba-tiba keluh tidak bisa digerakkan membuat Amira menatap heran ke arahnya.

"kamu mau bertanya apa, masa iya pertanyaannya yang seputar itu saja terus langsung diam? "tanya Amira yang mengira bahwa Daniel Tengah ingin menanyakan sesuatu namun entah apa itu dirinya saja tidak tahu menahu.

"Apakah kamu sudah pernah melakukan hal itu dengan suami kamu, dan juga kalian menikah sudah berapa lama kok bisa aku tidak tahu sama sekali?"Daniel jelas saja tidak terima kalau sampai Amira menikah tidak memberitahukan dirinya sama sekali ya Meskipun sebenarnya wanita itu tidak ingat hubungan mereka seperti apa di masa lalu.

"Memangnya harus ya saya menikah terus mengatakan hal itu kepada anda? Lagian kalau pertanyaan Anda menjurus kepada urusan pribadi maka tidak ada jawaban yang bakalan saya kasih, dan juga ingat kita di sini hanya sebatas majikan dan juga pegawainya tidak lebih dan saya juga tidak ingin menyalahi aturan alam itu. "tegas Amira yang merasa tidak nyaman ketika Daniel begitu Ingin tahu kehidupannya dulu dan juga sekarang.

Daniel menghela nafasnya kasar karena itu dan itu lagi jawaban yang diberikan oleh Amira untuk menolaknya, padahal maksud dan tujuannya itu baik yaitu ingin membuat hubungan pertemanan yang pernah mereka jalin dulu bisa kembali lagi sebab Biar bagaimanapun tali silaturahmi itu merupakan hal yang penting.

"Amira Sampai kapan kamu menolak untuk mengingatku Apakah kamu memang benar-benar membenciku karena pergi tanpa pamit, kalau memang iya ya sudah aku minta maaf Dari lubuk hatiku yang paling dalam kalau sebenarnya tidak ada niatan untuk melakukan hal itu. "setelah mengatakan hal itu Daniel pun langsung memilih pergi ke ruangannya namun dirinya begitu terkejut ketika melihat Cahaya yang telah menatap tajam ke arah dirinya dan juga Amira.

"Oh cerita di kamu buru-buru dari rumah hanya untuk menemui ****** sialan ini, memang hanya dia yang merupakan orang yang paling spesial Dalam hidup kamu? "tanya Cahaya sinis membuat Amira hanya bisa menghela nafasnya kasar karena dirinya sedang tidak ingin bermasalah dengan siapapun apalagi diajak ribut-ribut tidak jelas seperti ini hanya karena cemburu.

"Sekali lagi kamu mengatakan hal itu terhadapnya maka Aku pastikan mulut kamu tidak akan pernah berfungsi lagi, dan juga jangan pernah ada yang ikut campur urusan Antara Aku dan juga dia apalagi orang itu merupakan kamu yang jelas bukan siapa-siapa!"ancam Daniel dengan tidak ada nada bercanda di dalamnya sebab menurutnya tidak ada yang boleh memarahi Amira termasuk dirinya sendiri.

1
Nissa Zidna
saaakkiiitttt🥺😭😭😭
Defi
Keren Bu Aida hempas jauh2 benalu dalam kehidupan anda
Defi
Benar2 Ayah dan anak tidak ada malu, bukannya meminta maaf ini malah minta dihalalin 😱
Defi
Udah tahu benalu ya kok masih dibiarkan tinggal bersama.. 🙄
Defi
Aida kamu harus tegas jangan sampai Adam dan Franda bisa berleha2 sedangkan Amira yg tengah hamil malah harus pergi dari rumah
Defi
Itulah hasil dari didikan yg salah, terlalu memanjakan anak sampai2 kelakuan minus
Defi
Franda anak sambung dari Ibunya Amira.. Adam ditunggu penyesalanmu setelah kamu tahu gimana kelakuan Franda dibelakangmu
Defi
Semangat Amira semoga berhasil 💪
Defi
Amira orang baik akan bersama dengan orang baik juga seperti Surti yang bersikap baik kepadamu
Defi
Ayo Mama Dina buat Adam menyesal karena lebih memilih Franda
Yunda
ok
guntur 1609
sory tjor. aku sampaj dsni. ceritanya gak sesuai ekspetasi....adam yg egois tetap menang...
guntur 1609
amira juga brengaek. perempuan begok. gak tahu diri. jijik pula aku lihat si amira. ada yg molong tapi gak tahu diri
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👌
Sari
ada ya cerita novel berat omongannya bukan ceritanya kayaknya mulutnya ember banget
Ayu Bunda
thor maaf,tolong lebih teliti lgi,byk banget typo nya🙏🙏
Nur Adam
lnjut
Nur Adam
lnjjt
Nur Adam
lnjut
Nur Adam
thoor maap aku mau saran aja tulisan teks jgn rapat2 dn byk biar ada jeda trs bca jg enak hehe lnjutt
Indah Batam: Semangat Thor 😊 Bagus cerita nya
Salam dari SELINGKUH LIMA LANGKAH
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!