NovelToon NovelToon
Elang Mataram

Elang Mataram

Status: tamat
Genre:Petualangan / Fantasi Timur / Pendekar / Ahli Bela Diri Kuno / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Dan budidaya abadi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Fariz Pradipta

Setelah berhasil membantu kerabat Selo mengalahkan Arya Penangsang, Ki Wirojoyo seorang jagoan dari kerabat Selo hendak pulang untuk memboyong keluarganya pindah ke Alas Mentaok bersama kerabat Selo lainnya. Namun ketika sedang bersiap untuk pindah, rumahnya didatangi oleh kelompok Kelelawar Hitam yang hendak membantai Ki Wirojoyo beserta keluarganya. Ki Wirojoyo berusaha mempertahankan dirinya namun ia kalah kemudian terbunuh oleh pemimpin Kelelawar Hitam yang bernama adalah Ki Rono Tikusilo.

Putra Ki Wirojoyo yang bernama Surodipo berhasil diselamatkan oleh Ki Suryo Alam, seorang pertapa sakti dan aneh dari Gunung Sindoro dan diangkat murid olehnya. Setelah menurunkan seluruh ilmunya Ki Suryo Ngalam pun memerintahkan agar Surodipo untuk mengabdi di Mataram sebagai pemenuhan janjinya pada Ki Pemanahan karena ia sahabat Ki Pemanahan dan pernah berjanji untuk menggembleng seorang murid untuk menjadi abdi Mataram, dan menumpas Ki Rono Tikusilo yang ternyata adalah mantan muridnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fariz Pradipta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29 – Amanat Sang Guru (2)

Setelah menyarungkan Keris Pusaka berluk tujuh tersebut, Sang Kyai menghela nafas panjang, wajahnya sangat muram mengingat kejadian puluhan tahun silam. “Hingga pada suatu malam… Rono Tikusilo yang sudah bersikap amat baik kepadaku menghidangkan minuman Wedang untukku, aku yang sangat menyayangi dan mempercayai muridku itu tidak menaruh curiga apa-apa, dan meminum wedang itu tanpa rasa curiga sedikitpun, tapi ternyata…

Setelah aku meminumnya kepalaku langsung pusing, nafasku langsung sesak, sekujur tubuhku langsung lemah! Dengan pandangan mataku yang mulai megabur, aku melihat Rono mengambil peti tempat aku menyimpan Keris Kyai Guntur Geni. Rupanya ia hendak mencuri Keris itu dan membawanya kabur… Namun beruntung ternyata Keris pusaka tersebut tidak berkenan memilih Rono menjadi tuannya. Rono terus berusaha memegang keris itu sambil mengerahkan seluruh tenaga luar dalamnya, namun Keris ini tetap menolaknya sehingga Rono tidak bisa mengambil keris ini dari dalam peti ini.

Namun Rono tidak kehilangan akal, dia tetap bernafsu ingin memiliki keris pusaka ini. Dia pun kembali menutup peti ini dan hendak membawa pergi beserta petinya. Dengan seluruh sisa tenagaku aku berhasil memberinya satu pukulan Rajah Penyangga Langit dan merebut peti ini, namun Rono masih selamat karena selain ia memiliki tenaga dalam yang tinggi dan sudah mewarisi seluruh ilmuku, aku juga sedang terluka parah akibat racun dalam wedang itu. Dengan terluka parah, Rono kemudian melarikan diri dari hadapanku.

Waktu pun terus bergulir, beberapa tahun telah berlalu semenjak kepergian Rono dari hadapanku, Aku  pun memutuskan untuk turun gunung untuk mengunjungi Kerabat Selo yang sudah lama tidak aku temui. Ya… Aku mengunjungi Kakek dan Ayahmu juga Ki Pemanahan dan Ki Juru Mertani, tapi di sepanjang perjalanan aku mendengar berita-berita miring tetntang sepan Terjang Rono Tikusilo mantan muridku.

Begitu turun gunung segala ilmu yang kuberikan padanya dipakainya untuk perbuatan jahat, maksiat. Dia membuat keonaran dimana-mana! Menjadi kepala perampok! Tukang peras bahkan menculik perempuan-perempuan cantik dan merusak kehormatannya! Menurutku kini umurnya sudah hampir setengah abad, sudah dekat ke liang kubur! Tapi ini sama sekali tidak memberikan keinsyafan pada dirinya. Kejahatannya akhir-akhir ini semakin menjadi-jadi, sudah lewat dari takaran!

Dia telah menjadi pemimpin Kelompok Perampok Kelelwar Hitam. Dalam melakukan semua aksinya dia menutupi wajahnya dengan sebuah Topeng berwajah Setan sehingga ia dijuluki si Topeng Setan dan Si Hantu Kelelawar Hitam. Ironis sekali, dia menjadi perampok dan pembunuh bayaran, sama seperti orang yang telah membantai

keluarganya!”

Kyai Suryo menutup ceritanya dengan ******* nafas berat, sementara Surodipo hanya diam tertunduk dan merenung, ternyata pembantai keluaragnya adalah Kakak seperguruannya sendiri. Kyai Suryo lalu menatap Surodipo dengan tatapan penuh kasih sayang “Alhamdulillah Allah mempertemukan kita, hingga aku merasa yakin dan merasa berkewajiban untuk menurunkan seluruh ilmuku padamu Surodipo… Nah sekarang semuanya tentang Rono Tikusilo si Hantu Kelelawar Hitam alias si Topeng Setan sudah aku ceritakan, seluruh Ilmuku sudah aku turunkan padamu, Hari ini adalah hari yang penghabisan kau berada di sini, Surodipo!”

Surodipo terkejut mendengarnya “Guru… Apakah guru hendak mengusir murid?” Tanya Surodipo, ia seolah baru teringat bahwa kini ia telah sebatang kara, kedua orang tua dan adiknya sudah lama meninggal dunia, kekasih hatinya Retno Jumini lenyap entah kemana dan entah pula bagaimana nasibnya, hanya Kyai Suryo Alam lah yang ia anggap sebagai sanak keluarga sekaligus ayahnya.

Kyai Suryo Alam menyeringai, si kakek yang kesaktiannya sempat menggegerkan dunia persilatan puluhan tahun yang siam ini menatap Surodipo dengan tatapan yang sangat lembut, bagaikan tatapan seorang ayah kepada anaknya. “Kau terkejut Surodipo? Seyogyanya kau tidak perlu terkejut. Di dunia ini selalu ada waktu bertemu selalu ada waktu perpisahan. Waktu datang dan waktu pergi! Aku telah selesai dengan kewajibanku memberikan segala macam ilmu kepada kau dan kau sudah selesai dengan kewajiban kau yaitu menuntut dan mempelajari ilmu itu dari-ku.... Surodipo ingatlah hal ini, hal seperti inilah yang mengingatkanmu untuk dapat bersikap Ikhlas, Ikhlas menerima suatu perpisahan yang pasti akan terjadi!"

Surodipo mengangguk, ia setuju dengan petuah dari gurunya itu meskipun tetap ada rasa sakit di hatinya. “Murid mengerti Guru.”

Sang Kyai mengelus-elus janggutnya, matanya menyipit memperhatikan muridnya itu. “Surodipo, aku mempunyai tugas yang akan aku amanatkan kepadamu setelah kau turun gunung.”

“Apa itu Guru? Insyaallah murid akan melaksanakannya dengan baik.” jawab Surodipo yang sudah dapat menebak bahwa tugasnya ialah untuk mencari Ki Rono Tikusilo.

“Tugasmu adalah mengbdikan dirimu kepada para kerabat Selo di Mataram. Selain dahulu aku pernah berjanji pada Adi Pemanahan, untuk menggembleng seorang murid untuk menggantikan diriku yang sudah uzur ini untuk mengabdi di Mataram, kau juga berkewajiban untuk menggantikan tugas Almarhum ayahmu sebagai Ksatria Selo yang bertugas untuk mendampingi keluarga Ki Pemanahan.”

Diluar dugaan sang murid, ternyata tugasnya ialah untuk mengabdi menjadi prajurit di Mataram. Namun Surodipo mengangguk, ia paham dengan tugasnya untuk mengabdi di Mataram, tapi bagaimana ia bisa mencari Ki Rono Tikusilo serta Kelompok Kelelawar Hitam bila ia mengabdi menjadi prajurit Mataram?

“Surodipo, aku paham bahwa segera setelah kau turun gunung, kau ingin segera mencari Kakak seperguruanmu untuk membalaskan dendammu, tapi aku melarang kau melakukan perbuatan tersebut! Ingat itu!”

Surodipo terkejut mendengar ucapan gurunya tersebut. “Apa maksud guru? Bukankah ia juga seorang murid yang durhaka bagi Guru?”

“Karena membalas dendam itu perbuatan dosa muridku… Selain itu, Apabila engkau menjadikan dendam sebagai tujuanmu hidup itu sangat berbahaya. Kau akan terus diperbukdak oleh hawa nafsu untuk membalas dendam selama hidupmu sampai kau berhasil membalaskan dendammu, kalau kau berhasil, maka setelah membalas dendam kau tidak punya tujuan hidup apa-apa lagi, kau akan terlunta-lunta menjalani seluruh sisa waktumu di dunia ini tanpa bergairah untuk melakukan apa-apa lagi. Sedangkan kalau kau gagal membalaskan dendammu, tentunya kau akan mati dalam keadaan terus membawa dendammu ke alam akhirat, Gusti Allah tidak akan pernah mengampuni umatnya yang meninggalkan dunia fana ini dengan masih membawa dendam ataupun kebencian. Camkan itu muridku!”

Surodipo mengangguk lemas, sedangkan gurunya tersenyum misterius menatap muridnya tersebut. “Tapi Insyallah kau akan bertemu dengan Ki Rono Tikusilo setelah kau mengabdi di Mataram dan saat menjalankan tugasmu sebagai Prajurit Mataram. Yakinlah kau bisa menghadapi Ki Rono Tikusilo pada saat kau menjalankan tugasmu sebagai seorang prajurit, bukan pada saat kau hendak membalas dendam kepadanya.” Jelas Kyai Suryo penuh selaksa makna sambil menepuk lembut bahu muridnya.

Entah mengapa tepukan di bahunya dari gurunya tersebut membuat hati Surodipo menjadi sejuk. Kini ia paham dengan maksud gurunya. “Surodipo… Tugasmu untuk mengabdi di Mataram akan sangat berat, kau harus melaksanakannya dengan sepenuh hati…” lanjut si orang tua.

Kyai Suryo menutup matanya sebentar seolah sedang merenungi apa yang terjadi di dunia luar yang jauh dari kesunyian di puncak Gunung Sindoro ini. Teringatlah ia pada Ki Pemanahan, Ki Juru Mertani, Danang Sutowijoyo yang sekarang bergelar Panembahan Senopati, beserta seluruh kerabat Selo yang sedang dengan giatnya membangun tanah perdikan Mataram.

“Aku melihat ada gejala yang kurang menyenangkan bakal terjadi… Terutama kalau kecemburuan Pajang terhadap kemajuan Mataram, terus menerus ditanam sampai tumbuh subur.” ucapnya

“Apakah kekuatan Mataram sudah menyamai Pajang Guru?” tanya Surodipo.

Kyai Suryo tertawa kecil mendengar pertanyaan dari muridnya tersebut. “Mataram itu hanya sebuah pedukuhan kecil. Tapi… Menurut penglihatanku dia menyimpan kekuatan yang sampai sekarang masih tersembunyi.”

1
Ardan
luar biasa
baca yg gue suka
kok muter2 gak karuan.
lawan jadi kawan, mau berantem gak jadi. maunya gmn nih?
baca yg gue suka
siapa yg terjebak?
kok malah macet gak nemu ujung pangkalnya
baca yg gue suka
niatnya memancing, knp justru terpancing?
mau mengusut perkara malah disudutkan.
ni namanya terperosok ke lubang sendiri🤣🤣
baca yg gue suka
dikasi hati minta jantung.
pantasnya ngadep laja nelaka😄
Cunomo Cucun
sudah masuk perangkap syetan.
baca yg gue suka
wedus gembel ikutan bantu perang
Feri Fernando
Aryo Pangiri memang kebelinger
Riszal Purbaya Abdi
kerennn
Thomas Andreas
bagus
Lilik Muliyadi
perang antar manusia
jin gak ngaruh Thor
bagi umat islam
Ulun Jhava
Jebak menjebak nmax inj😂
Ulun Jhava
Paham kan sekarang benowo??
Ulun Jhava
Laki laki mmg panembahan senopati👍👍
Ulun Jhava
Senopati panembahan mmg the legend selain sakti jg cerdik ditambah sang pama ki martani,.tambah kuat mataram
Ulun Jhava
Raden ronggo congkak egois tapi hatix lembut👍👍keren kau calon raja mataram selanjutx
Ignatius Sumardi
Luar biasa
FPS: Terima kasih 🙏😊
total 1 replies
Esther M
.matur nuwun mas fariz🙏🙏
FPS: Sama2 🙏😁
total 1 replies
Windy Veriyanti
waosan ingkang saè 👍👍👍
matur nuwun 🙏🌷
Windy Veriyanti: senang sekali membaca fiksi berlatar belakang sejarah kerajaan di Tanah Jawa 👍

semoga next ada cerita yang berlatar belakang Kerajaan Padjajaran di era Prabu Siliwangi atau Kerajaan Singhasari di era Prabu Kertanegara 🙏
total 2 replies
Dikjo Ucluk
buat sejarah bsru thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!