Zara langsung suka pada asisten papahnya saat pertama kali melihatnya,tapi asisten papahnya sudah lebih dewasa 7 th dari Zara,sedang Zara baru masuk SMA saat melihatnya.
Asisten Papahnya Zara itu bernama Rizki,Lambat laun ahirnya Zara dan Asisten papahnya itu sama sama suka,mereka berdua menjalin hubungan sembunyi sembunyi sampai 3 tahun lamanya baru ketahuan sang Papah.
Papah Zara tau mereka berpacaran saat Zara sudah kuliah di singapur,dan ahirnya karena Rizki membuat suatu hal kesalahan yang menurut papah Zara itu fatal,Rizki ahirnya di suruh menikahi Zara.
Gimana ceritanya saat mereka yang baru menikah tapi harus LDR an,yuk baca ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zara Sudah Sampai Rumah Hendra
Zara dan Rizki sudah sampai di bandara jakarta pukul 7 pagi.Mereka di jemput supir.
"Pusing,,?"tanya Rizki saat Zara memijit keningnya dan menyandarkan kepalanya di pundak Rizki.
"Iya Bang sedikit,dan perut Zara mual,,"saat ini keduanya sedang ada di dalam mobil yang sedang melaju kerumah Hendra.
"Mua muntah,,?"Zara mengangguk.
Rizki lalu.mencari kantong keresek untuk tempat muntah Zara.
"Pake ini ,,muntahlah biar perutnya enakan,,"Zara menggeleng.
"Zara tahan aja Bang,,minyak anginnya mana Bang,,Zara mau pake,,"
Rizki.lalu mengambilkan minyak angin untuk Zara,dan menggosokanya di leher belakang dan leher depan,sedang Zara mengusap di.perutnya.
Setelah itu Minyak Anginya di pegang Zara dan di taro di hidungnya.
Zara merebahkan kepalanya lagi di pundak Rizki.sambil memejamkan matanya.
Rizki merangkul zara dan sesekali.mencium keningnya dengan sayang.
Sampai di rumah ,Hendra dan Dea sudah menunggu kedatangan Zara dan Rizki.
"Sayang,,,"
"Bundaaa,,,,"
Zara turun dari mobil langsung memeluk Dea,dan mereka saling peluk.
"Kamu kurusan sayang,,,pucat lagi,,"kata Dea sambil mengusap wajah Zara.
"Iya Bun,,Zara masih pusing,,"
"Papah juga pengin peluk loh Sayang,,,Papah juga kangen,,"
"Iya Pah,,,Zara juga kangen Papah,,,"
Zara dan Hendra saling peluk,dan Hendra.merasa Zara sangat kurus,karena saat di peluk badan Zara terasa kecil.
"Kenapa jadi kurus gini sih sayang,,apa kamu jarang makan,apa Rizki ngga pernah kasih kamu uang,,"
"Zara kan lagi sakit Pah,jadi Zara kurusan,Abang selalu kasih Zara uang kok,Zara ngga kekurangan apa apa,,"
"Kalau kamu kurang uang bilang papah yah,Papah akan berikan uang milikmu,kamu juga punya uang dari saham yang ada di perusahaan,"
"Iya,,Nanti kalau Zara kurang uang,tapi saat ini Zara tidak kekurangan,"sambil melepaskan pelukanya.
"Ya udah yuk masuk,pasti Zara lelah kan karena belum sehat banget,,"Dea mengajak Zara masuk saat Zara bilang iya.
Rizki menarik koper,sedang Hendra Dea dan Zara jalan duluan.
Lalu Dea mengajak Zara ke meja makan untuk makan bersama.
"Bunda buatkan pesanan Zara,ayo di makan,"
"Wah Iya Bunda ini Zara lagi pengin banget,"Zara langsung makan dan mengambil makanan banyak banget.
Rizki masuk ke kamar dulu untuk menaro koper,setelah itu Rizki menyusul Zara ke meja makan.
Saat sampai di meja makan,Zara sedang makan dan Zara duduk di apit oleh kedua orang tuanya,Rizki pun duduk di depan Zara dan membiarkan orang tua Zara untuk dekat dengan Zara.
"Abang mau makan yah,Zara siapin yah,"
"Sayang ngga usah,biar Rizki ambil sendiri,kamu lagi makan,dan Rizki kan sehat jadi bisa ambil sendiri,"kata Hendra.
"Tapi Pah ,,Abang kan suami Zara,jadi Zara mau menyiapkan makan untuknya,"
"Ngga papa sayang,Abang bisa ambil sendiri,kamu makanlah,,"
"Tapi Bang,,"
"Udah lanjutin makanya,Rizki aja udah bilang bisa ambil sendiri kok,"
Ahirnya Zara menurut dan lanjut makan,Sedang Rizki mengambil makan sendiri,Zara merasa ngga enak tapi mau gimana lagi.
Selesai makan Zara minta izin untuk masuk ke kamar dulu ,karena mau istirahat,Hendra dan Dea pun mengizinkanya.
"Ya udah sanah istirahat,nanti siang kita bisa ngobrol lagi,,"kata Dea.
Saat Rizki mau ikut masuk ke kamar, Hendra melarangnya karena Hendra ingin bicara.
"Pah,,tapi Zara pengin ke kamar sama Abang,"
"Papah hanya ingin bicara sebentar kok sayang,,"
"Ya udah Zara ikut ke ruang kerja papah kalau gitu,,"Hendra langsung membuang nafasnya kasar.
"Ya idah sanah kalian.ke kamar,istirahatlah,Papah nanti saja bicaranya dengan Rizki,,"
Ahirnya Zara dan Rizki masuk ke kamar,dan Zara mengajak Rizki untuk tiduran.
"Bang,,Zara mual,,gimana ini,,"saat mau tiduran.
"Ayo ke kamar mandi,,"Rizki mengajak Zara.
Weekkkk, Wekkkk......
Saat Zara sedang muntah ada yang masuk ke kamar dan langsung kaget melihat Zara sedang muntah...
Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih..
sukses trs thor bikin cerita novelnya
selalu semangat 💪 💪💪