NovelToon NovelToon
Kekasih Impian MR. Mafia

Kekasih Impian MR. Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romantis / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sucii Amidasari

.
Sekuel Novel, Sikembar Sang penguasa 2, Bukan Gadis biasa yang juga terkait dengan Novel Cinta Pertamaku seorang Bos Mafia.
.

.
seorang Pria tampan larut dalam dendam hingga membuatnya menjadi sosok Pria terkejam membunuh tanpa ampun namun kekejamannya akan hilang jika bertemu Raya? apakah yang terjadi? siapa Raya bagi pria itu? apa yang membuat Pria itu begitu mengagumi gadis datar nan dingin itu?
.
.
Raya putri sulung Dylan dan Shindy, sifatnya yang dingin dan acuh menurun dari ayahnya berbanding terbalik dengan saudara kembarnya Satria.
.
.
.
silahkan dibaca! jika tidak suka pergi dan tidak usah tinggalkan jejak...
terimakasih.. Karya ini hanya ada di Noveltoon... jangan lupa baca Karya Nae yang lain ya..??
Like
Koment
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bekerja

.

.

Raya kini di introgasi oleh Dylan dan Shindy.

"kenapa mi? pi? Raya salah apa lagi? ". tanya Raya

"kamu mau jadi Direktur Perusahaan MattGroup sayang? ". tanya Dylan

"loh.. bukannya udah ada Satria yang jadi CEO nya, apa dia kewalahan? ". tanya Raya

"kamu tau seluas apa Perusahaan Mattgroup sayang? jadi CEO itu tidak mudah harus ada wakil dan orang hebat lainnya untuk membantu Perusahaan tetap berdiri kokoh". jelas Shindy

"Arya memang tidak mau mi? ". tanya Raya melenceng

"kenapa adikmu ditanya? dia masih kuliah dan masih senang bermain". Dylan menyahut.

"kamu tidak mau sayang? ". tanya Shindy

Raya terdiam,, "ya udah deh..! tidak ada salahnya Raya cari kesibukan".

"nah.. itu baru anak papi yang patuh". Dylan berkata dengan bangga

"tapi Dita pi? dia ngga ikut kan? ". tanya Raya serius.

"kata siapa dia tidak ikut? ". tanya Dylan balik

Raya menghela nafas panjang, artinya Dita akan terus mengikutinya.

"beri dia pekerjaan yang layak pi.. kenapa jadi pengawal Raya sih? ". gerutu Raya

"tidak ada pekerjaan yang lebih baik untuknya selain menjaga anak sulung papi yang senang keluyuran dan tidak menepati janji". Dyla berkata dengan serius

Raya menarik nafas dalam-dalam

"sebenarnya kamu kemana malam itu sayang? kenapa tidak pulang? selama ini mami tau kamu selalu menepati janji, apa kamu dalam bahaya malam itu sayang? ". cecar Shindy

"tidak mi.. Raya cuma kehilangan hp jadi mencarinya sepanjang malam". jawab Raya dengan raut wajah sempurna

Dylan hanya menatap diam anaknya lalu kembali berkata, "papi tidak butuh alasanmu sayang..! intinya kamu melanggar janji, disuruh pakai topeng wajah tidak mau, dikasih pengawal tidak suka, udah tau musuh banyak diluar sana".

Raya pun bangkit dari duduknya,, "ya sudah pi.. mi.. Raya terima semuanya, kapan Raya bekerja nya? "

"besok pagi". jawab Dylan dibalas anggukan oleh Shindy.

"Hmm.. Raya kembali ke kamar".

Dylan dan Shindy saling pandang lalu kompak menghela nafas panjang, putri mereka memang patuh tapi masih punya sifat keras kepala.

.

.

ke esokan paginya.

Raya memakai stelan formal nan sopan.

"woww...! cantik sekali anak mami". Shindy memuji kecantikan putri sulungnya.

"iya mami.. Kak Raya persis jadi wanita karir sekarang, aura pemimpinnya terang benderang mengalahkan mentari pagi". heboh Alya

"amazing!! kak Raya tipe Satria banget kalau begini kak". senyum menawan Satria.

Raya malah biasa-biasa saja saat semua keluarganya memuji penampilannya.

Arya tersenyum saja di meja makan bersama Dylan yang ikut tersenyum bangga melihat Raya.

Dita sudah berdiri di tempatnya melihat Raya telah keluar dari lift.

"ayo sarapan..! ". ajak Dylan

.

.

di Perusahaan MattGroup Raya disambut oleh seluruh karyawan nya dari karyawan magang sampai karyawan tetap menyambut Raya dengan berbaris rapi di lobi.

Raya mengabaikannya saja hanya sedikit menundukkan kepala sebagai tanda menghargai mereka semua.

Raya berbalik dan menatap datar mereka semua yang tetap berdiri di tempat.

"lain kali jangan seperti ini.. kalian dibayar dengan gaji yang tinggi bukan untuk menyambut atasan tapi kalian harus bekerja keras untuk meningkatkan Perusahaan menjadi lebih baik, mengerti tidak..? "

"mengerti...! ". jawab seluruh karyawan MattGroup serentak.

Raya berbalik melanjutkan perjalanannya menuju ruangan nya.

baru pertama kali Raya menjabat jadi Direktur utama, Raya sudah sibuk mengatur poin-poin penting dalam keberhasilan perusahaan supaya saham MattGroup meningkat atau tetap bertahan.

"nona.. ada yang ingin bertemu dengan anda". Dita mengetuk ruangan Raya yang terbuka.

"aku tidak merasa punya tamu, siapa memangnya? ". tanya Raya dengan datar

"anda pernah bertemu dengannya Nona.. saat itu anda memanggilnya dosen". jawab Dita

"Robert? ". tebak Raya

"mungkin saja nona". jawab Dita

"kenapa dia bisa tau kalau aku disini? ". gumam Raya keheranan.

"apa perlu saya usir nona? ". tanya Dita

"tidak usah..! aku ingin melihat sejauh mana dia mencoba dekat denganku, dia berpikir aku bodoh dan aku tidak terima itu". Raya melenggang pergi melewati Dita.

Dita hanya diam tanpa membalas.

Raya menemui Robert yang menunggunya di lobi,, "hai..? Raya". sapa Robert

"sedang apa kau disini? ". tanya Raya memiringkan kepalanya dengan raut wajah datar dan dinginnya.

"aku ingin mengucapkan selamat untuk jabatan barumu". Robert memberikan seikat bunga ke Raya.

Raya menggeleng kepalanya, "aku benci bunga". bohong Raya begitu meyakinkan.

"ha? perempuan secantik dirimu tidak suka bunga? ". tanya Robert tak percaya.

"sudah kan? sana pergi". usir Raya berbalik hendak pergi tapi tangannya dicekal oleh Robert.

Dita tanpa ragu menepis tangan Robert, Raya memejamkan matanya.

"berani sekali kau menganggapku wanita murahan". gumam Raya dengan tangan terkepal.

"kau...! hanya seekor anj*ng berani sekali kau menyentuh tanganku". Robert menatap tajam dan membunuh ke arah Dita.

"ya.. saya Anj*ng yang tidak bisa membiarkan tuan saya di pegang oleh orang asing terlebih lagi nona saya tidak suka". balas Dita tanpa ada ekspresi apapun diwajahnya.

Robert hendak mendekati Dita dan ingin menjambak rambut Dita sampai botak tapi Raya menepis kasar tangan Robert.

"puas.. ? jangan sentuh anj*ngku." kata Raya dengan tajam menatap dingin ke Robert.

Dita dan Robert saling berpandangan seperti sedang berperang di udara.

"kau fikir aku perempuan bodoh? jika kau ingin balas dendam padanya lakukan secara gentle jangan menggunakan aku dalam rencana dendammu itu". Raya berkata dengan sinis dan tajam.

Deg..!!

Robert beralih ke Raya, Raya mendekat dan mendekatkan bibirnya di telinga Robert.

"aku belum menunjukkan pesonaku.. jika aku menunjukkannya padamu kau akan tergila-gila padaku dan pada akhirnya kau terjebak dalam rencanamu sendiri". bisik Raya

Raya menjauh lalu wajah mereka berhadapan hanya beberapa cm saja, Raya tersenyum miring hingga Robert terpaku melihatnya. betapa cantiknya Raya dengan lesung pipinya itu.

"hapus ilermu". ejek Raya lalu berbalik meninggalkan Robert yang masih mematung.

"apa dia tau sesuatu? sialan..! aku tidak boleh kalah dengannya, aku yang banyak pesona dibanding dirinya". celoteh Robert pelan.

.

.

"Nona.. sebenarnya apa tujuan anda?". tanya Dita

"dia mau membawaku masuk dalam permainannya, aku berpura-pura tidak tau tapi lama-lama aku muak dan begitulah tadi". jawab Raya seadanya

"kenapa tidak dibunuh langsung saja nona? ". tanya Dita

Raya menatap datar Dita, "dia melawan dengan batin bukan fisik, jika fisik aku akan lawan dengan kekuatanku tapi dia menggunakan cara perempuan,"

"apa dia banci nona? ". tanya Dita

"kau berisik sekali". Raya berkata dan Dita pun langsung terdiam tak lagi berbicara.

"sana buatkan aku cappucino..!". titah Raya dibalas anggukan oleh Dita.

Raya memejamkan matanya menyandarkan punggungnya di sandaran kursi sambil memainkan pulpennya.

"kenapa dia melibatkanku dengan Raka? apa mereka dulu berteman? pria aneh itu ingin menjeratku tapi yang membuatku marah dia malah menganggapku gadis bodoh yang bisa di perdaya".

"apa aku temui dia? aku ingin tau masalahnya". gumam Raya pelan teringat Raka, persekian detiknya Raya langsung menggeleng kepalanya.

.

.

.

1
🧟‍♂️🧟‍♂️
bila perlu mati aja yeri
🧟‍♂️🧟‍♂️
terlalu berdrama murahan sekali sihh🙄🙄🙄katanya gadis polos ini lah itulah gk sesuai menjijikkan
🧟‍♂️🧟‍♂️
mampuss aja kau rayaa sok soan muak banget
🧟‍♂️🧟‍♂️
aneh udah bersuami kok semaunya sendiri si raya babi ini, mentang2 di bgtu di cintai sama raka, penulis nya sih yang bodoh bukan cerita nya sebenarnya,, penulis nya terlalu alay
🧟‍♂️🧟‍♂️
katanya kejam ini lah itulah, sampai dsni gue baru paham, emang sengaja di bkin menye2 biar bab nya banyak, jadi skip sampai di bab ini, cerita nya sdah mulai buruk dan bertele-tele
Yatun sri
keren lanjut ka
Intania Naj_Va
Luar biasa
Bocilzuka
Luar biasa
Nur Ramadani
Buruk
Nur Ramadani
Luar biasa 😶
Tiara Aza
robby tokoh baru ya thor , kan yg memperubutkan Yuri itu Robert
wine wins
pngn tau kabar morret
wine wins
banyak cerita nia sm arya ...
di banding al sm alya
Tatiw
si raya agak laen gaes psikopet di bilang imut ckcckckck
E.S
2 laki? Wkwk mamam lu raka
E.S
🤣🤣
Shinta Andayani
Luar biasa
Izza Kadir
cntik btol
dede mbo
ya peran nia nya bukan polos lagi , jatuh nya goblok
Alifatun Anikmah
9
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!