James adalah seorang mahasiswa yang tidak memiliki arah dan tujuan hidup. Hidupnya biasa saja dan tidak ada satu pun yang dapat ia banggakan dari dirinya. Karenanya, ia cenderung merasa rendah diri, apalagi kalau dirinya dikaitkan dengan kakak lelakinya yang populer dan memiliki banyak kelebihan.
Sampai akhirnya ia bertemu dengan Dion, teman sekamarnya di asrama. Semua yang tidak dimilikinya seolah dimiliki oleh seorang Dion. Tetapi semakin ia dekat dengan Dion, ia baru menyadari jika kehidupan temannya itu tidak seindah yang ia kira.
Dion meninggal di usia yang sangat muda. Pesan terakhir Dion untuknya adalah agar James menjaga adik perempuannya. Pesan itulah yang mengubah arah hidupnya.
Tetapi, apa yang sebenarnya ia bisa lakukan? Ia hanya mahasiswa tanpa kelebihan apa-apa!
noted: Tidak menerima bom like. Cukup like episode yang disukai saja. Terima kasih 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Esok harinya, James baru bangun pukul 08.40. Maklum, mumpung hari Sabtu libur. Dilihatnya Celine sedang duduk di teras rumah sambil menghanduki Si Bola Bulu. Sepertinya Si Kecil habis dimandikan Celine. Terlihat ia menggoyang-goyangkan tubuhnya, agar air di bulunya menghilang.
"Si Kecil sudah dikasih nama, Lin?" tanya James setelah tiba di dekat Celine.
Celine mengangguk sebagai jawaban. Lalu, mulutnya menyebut sebuah kata, " furry ."
"Furry dari Fast and Furious ?" tanya James yang agak bingung, merasa kata tersebut sangat tidak mewakili Si Bola Bulu.
"Furry dari Fur yang artinya berbulu lembut, Bodot ! Bukan fury - nya Furious ! Makanya, jangan kebanyakan nonton! Upgrade tuh Bahasa Inggris lo!" jawab Alex yang tiba-tiba sudah berada di belakang James.
Mendengar jawaban Alex, James hanya bisa tersenyum kecut. Sedangkan Celine, hanya bisa mengulum senyum untuk menjaga perasaan James.
"Hari ini ada rencana mau ke mana, ga?" tanya James mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Nanti sore kami mau ke pet shop. Mau cari barang-barang buat Si Furry, seperti kalung anjing, tempat makan, tempat minum. Yah ... yang gitu-gitu deh. Pokoknya Celine yang nentuin. Nape? Lo mau ikut?" tanya Alex setelah menjawab pertanyaan James.
"Ga usahlah. Gua mau ngurus materi pelajaran Celine. Banyak banget soalnya. Sekian pelajaran buat seminggu, cuy ..." tolak James.
"Okelah kalo gitu. Gua pergi berdua aja ama Celine. Semangat ye !" kata Alex.
" Iye, " jawab James sambil tersenyum pahit.
...****************...
Celine sudah menyelesaikan hampir semua materi mapel kelas IX, kecuali fisika, biologi, dan geografi yang masih agak tertinggal. Khusus Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, materi Celine bahkan sudah hampir setara dengan anak seusianya, yaitu materi kelas XI.
Untuk menentukan langkah selanjutnya, James menelepon Mbok Yani untuk memastikan terlebih dahulu apakah Celine sudah mendapat ijazah SMP dari ujian kesetaraan paket B atau belum.
Ternyata jawaban Mbok Yani, sudah. (noted : anak-anak homeschooling dapat memperoleh ijazah dengan cara mengikuti ujian kesetaraan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Ujian Kesetaraan paket B adalah ujian untuk mendapatkan ijazah SMP. )
Karena itu, James memutuskan Celine siap untuk penjurusan. Sesuai dugaan, Celine memilih jurusan bahasa, walaupun belum diketahui dengan jelas apa cita-citanya.
Dengan demikian, tentu saja porsi waktu mengajar para 'guru dadakan' tersebut mengalami perombakan besar-besaran. Sekarang ini, Papa Heru hanya mengajar Matematika. Bang Alex hanya mengajar Sejarah dan Antropologi. Mapel sisanya, semuanya diajarkan oleh Mama Ratna.
Karena waktu mengajar Alex berkurang, Alex jadi punya lebih banyak waktu luang dibandingkan sebelumnya. Ditambah dengan adanya furry, Alex jadi banyak menghabiskan waktu bersama Celine. Mungkin karena Alex ikut merasa bertanggung jawab terhadap furry, karena bagaimanapun dia lah yang menerima furry langsung dari temannya.
Alex dan Celine sering mengajak furry jalan-jalan atau lari pagi bersama. Mereka juga mengajak furry bermain dan melatih furry. Bahkan, furry sempat diikutsertakan dalam lomba, seperti Dog Fashion Show atau Agility Race ( kontes untuk menilai kepintaran anjing dalam satu permainan). Pokoknya, segala hal yang berhubungan dengan furry, dilakukan berdua.
Semenjak kedatangan furry, perkembangan sosial emosional Celine meningkat pesat. Celine lebih ceria, banyak tersenyum dan tertawa. Celine juga sudah lebih berani bertemu dengan orang lain, karena banyaknya aktivitas di luar rumah.
Celine sekarang sudah bisa menelepon Mbok Yani sendiri sekedar memberi kabar dan mengobrol ringan. Tentu saja ketika pertama kali Celine menelepon Mbok Yani, wanita tua itu sampai menangis terharu. Ia sungguh bersyukur Nona Mudanya bisa berubah sejauh ini.
Dalam pengamatan James, Celine yang sekarang sudah menyerupai Celine yang dilihatnya di kebun binatang, bahkan lebih dari itu. Karena waktu di kebun binatang, Celine hanya bisa berinteraksi dengan Dion. Sedangkan yang sekarang, Celine sudah bisa berinteraksi dengan seluruh anggota keluarga Wijaya.
Tentu saja James sangat bahagia dengan perubahan Celine yang makin membaik. Tetapi ia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Ia tahu perasaan negatif yang waktu itu dirasakannya semakin berkembang. Terutama ketika ia melihat kedekatan Celine dengan abangnya.
Bedanya, kali ini ia sudah tahu persis perasaan tersebut. Perasaan itu bernama 'cemburu'. Dengan kata lain, James sadar kalau dirinya sudah jatuh cinta pada Celine.
...****************...