NovelToon NovelToon
Cintai Aku

Cintai Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Duda / Tamat
Popularitas:272.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: ranimut

Ini kisah cinta yang rumit. Antara seorang duda labil bernama Arfan Rahardian dan gadis mini bernama Rea Kusuma.

Di tahun sebelumnya, sepasang kekasih ini pernah batal menikah. Dan dua tahun setelahnya mereka kembali dipersatukan dalam ikatan pernikahan.

Ego, salah faham, dan tinggi hati, mewarnai hari-hari dalam pernikahan Rea dan Arfan. Sikap dingin dan keras kepala dalam diri Arfan sangat bertolak belakang dengan Rea yang super hangat serta perhatian.

Bagaimanakah kisah mereka? Baca saja di episodnya:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ranimut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Pagi

Pagi-pagi sekali Arfan sudah terbangun karena suara Nathan yang terus memanggil Bundanya. Pria itu mengucek matanya kemudian berjalan menghampiri pintu untuk membukanya.

Sambil menguap, pria itu berjalan dengan wajah bantal khas bangun tidur. Kedua matanya bahkan masih sangat lengket dan sulit terbuka. Ia berfikir, mengapa Nathan terus memanggil-manggil Rea dipagi hari seperti ini.

Ia buka pintu kamarnya, kemudian melangkah menuju kamar Rea. Terlihat Nathan panik disana, sambil memanggil Bunda dengan suara yang sudah tercekat karena menahan tangis. Arfan segera menghampiri putranya itu.

"Nathan kenapa?"

"Ayah dari mana? Bunda tidak ada disini!" Ucap Nathan yang sudah menangis.

"Apa!"

Rasa kantuknya tiba-tiba menghilang. Rasa frustasinya semalam belum memudar dan kini rasa itu semakin bertambah saat mendengar Rea menghilang.

Kemana wanita itu pergi dipagi hari seperti ini. Bahkan matahari belum muncul sama sekali, tetapi wanita itu sudah menghilang saja. Apa ini karena pernyataan Arfan semalam?

Arfan kembali mengacak rambutnya, ia pusing dengan jalan kehidupan ini. "Apa Nathan sudah mencari keseluruh rumah?"

"Sudah Yah, Nathan sudah keliling rumah, tetapi Bunda tetap tidak ketemu." Sambil menangis, bocah itu memeluk kaki Ayahnya.

"Ayah cari Bunda!" Pintanya sambil mendangakkan wajah menatap Arfan.

Pria jangkung itu berjongkok, mengimbangi tinggi putranya. "Iya, Ayah akan cari Bunda." Kata Arfan dengan lembut. Ia mencoba menyembunyikan amarahnya supaya Nathan tidak ikut merasakannya.

Arfan mulai mencari Rea dengan menelfon semua orang yang mengenal Rea, tetapi tidak ada yang tahu dimana wanita itu berada. Ia menelfon Ibu Vera, ibu tirinya Rea, tetapi tidak aktif.

Arfan kembali menekan tombol nomor digawainya dan menelfon Faruk, dan sama saja, nomer itu tidak Aktif. Arfan sedikit menggerang yang membuat Nathan terkejut.

"Ayah ... " lirih Nathan karena sedikit takut.

"Nathan, nanti Ayah akan cari Bunda lagi. Nathan sedang tidak sekolah 'kan sekarang?" Kata sang Ayah. Nathan mengangguk lemas, tidak ada senyum disana, hanya ada gurat kekhawatiran memikirkan sang Bunda yang tiab-tiba menghilang.

"Yasudah sekarang mandi, Ayah juga akan mandi habis itu kita cari Bunda lagi." Memakasakan senyum, kemudian beranjak dari jongkoknya.

"Ayah, mandiin!" Kata Nathan dengan mata memelas.

Arfan menghela nafasnya, ia lupa kalau Nathan masih sering dimandikan. Ya Tuhan, Rea baru menghilang satu hari sudah membuatnya cukup kerepotan, lalu bagaimana jika selamanya dia pergi?

Setelah membantu anaknya mandi, giliran dirinya yang mandi. Setelah itu keduanya turun untuk sarapan.

Zonk ... tidak ada apa-apa dimeja makan itu. Perlahan tapi pasti, hati Arfan mulai geram dengan tingkah Rea kali ini.

Baru aja Rea giniin kamu sekali, kamu udah marah, gimana sama dia yang sering kamu sakitin!

"Sabar ya Nathan, Ayah buatkan sarapan dulu." Kata Arfan kemudian menuju meja memasak.

Hitung-hitung latihan jadi duda yang kedua kalinya ya Fan!

🌷🌷🌷

Setelah sarapan, Arfan kembali mencari Rea dengan mencoba menelfonnya. Namun anehnya ia tidak mengangkat telphone itu. Arfan geram dibuatnya.

Nathan yang terus rewel menanyakan keberadaan sang Bunda semakin membuatnya penat. Kenapa harus sekhawatir ini, toh Rea sudah dewasa, kalau dia pergi pasti akan kembali lagi, pikir Arfan.

"Ayah, dimana Bunda?" Tanya Nathan sambil duduk disebelah Arfan. Arfan nampak kesal mendengar Nathan yang terus menanyakan keberadaan Rea.

Arfan membuang kasar nafasnya, mengapa ia menjadi sensian seperti ini hanya karena Rea menghilang?

"Nathan, mungkin Bunda sedang ada urusan. Nanti juga pulang kalau sudah selesai."

"Tapi, Yah_"

"Nathan sabar! Kalau Bunda sudah selesai urusannya nanti juga pulang sendiri. Tidak perlu mengkhawatirkannya seperti itu." Ucap Arfan sedikit meninggi.

"Ayah," lirih Nathan. Bocah itu terkejut, tidak biasanya Arfan berbicara bernada tinggi seperti itu. Air matanya mulai menggenang. Ia tidak biasa dengan Arfan yang seperti ini, bocah itu pergi meninggalkan Arfan sendiri.

"Nathan, kamu mau kemana?"

Tidak ada jawaban, bocah itu melangkah dengan tergesa menuju kamar Bundanya dan menutup pintunya.

Arfan kembali mengacak rambutnya dengan kasar, satu harinya sudah kacau hanya karena Rea menghilang. Ia segera mengambil kunci mobilnya dan pergi dari rumah untuk mencari Rea.

Sepanjang jalan, wajahnya ia tekuk dan hatinya bergemuruh. Sambil menyetir, sesekali matanya melirik jalanan yang terlihat ramai, berharap menemukan sang istri.

Sudah setengah jam ia mencari Rea, tetapi nihil, wanita itu tak kunjung ia temukan.

Tiba-tiba gawai Arfan berdering, ia segera menepikan mobilnya dan mengangkat telphone. Terpampang nomer telphone rumahnya, hatinya mengira mungkin Rea sudah pulang. Hatinya sedikit lega, ia pun segera mengangkatnya.

📞 " ... "

"Iya Bi," Ternyata disebrang sana adalah Bi Tuti, asisten rumah tangganya.

📞 " ... "

"Apa? Nathan sesak nafas?" Panik Arfan.

📞 " ... "

"Iya, saya segera pulang Bi." Mematikan sambungan telphonenya dan segera memutar arah menuju rumahnya.

Mobil Arfan meluncur dengan kecepatan tinggi, khawatir akan kondisi Nathan. Ia mengingat bahwa dirumahnya tidak tersedia tabung oksigen. Ia juga lupa memberitahu Bi Tuti untuk mengendurkan semua pakaian Nathan yang dapat menyebabkannya sesak.

Sepanjang perjalanan ia terus memaki harinya yang menurutnya cukup sial. "Kamu kemana Rea!" Rutuknya.

Rumah bercat putih tulang berlantai dua itu sudah terlihat. Mobil pria itu memasuki pekarangan rumah dan berhenti. Tak lama sang pengemudi turun dan bergegas masuk kedalam rumah. Terlihat gurat khawatir pada wajahnya.

"Nathan kenapa bisa seperti ini Bi?" Tanya Arfan setelah memasuki kamar Rea, tempat dimana Nathan berada.

"Sepertinya karena terlalu lama menangis Mas." Jawab Bi Tuti.

Pria itu segera melepas pakaian Nathan yang bisa saja membuatnya sesak. Setelah itu ia menggendongnya dan pergi menuju rumah sakit.

🌷🌷🌷

Dirumah sakit, Arfan melihat Nathan dari kaca luar, ia terdiam memikirkan Rea. Sejenak Arfan melupakan kebaikan Rea selama lima tahun ini. Kemana wanita itu saat Nathan memerlukannya? Batin Arfan.

Ia segera membuka gawainya dan menelfon Mamah Yati. Arfan meminta ibunya itu untuk datang ke rumah sakit guna menemani Nathan. Sedangkan dirinya akan mencari Rea.

Setelah Mamah Yati datang, Arfan segera pamit dan menitipkan Nathan. Belum sempat Mamah Yati menanyakan keberadaan Rea dan apa yang terjadi sebenarnya, Arfan sudah pergi duluan.

Mamah Yati hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepala. Ia membawa tubuhnya masuk kedalam ruangan Nathan dirawat. Bocah itu terlihat habis menangis karena bulu matanya basah. Tak lama Mamah Yati duduk disebelah Nathan sambil memperhatikan cucunya itu.

Sedangkan dimobil, Arfan terus saja memaki harinya yang kacau ini. Ia bingung harus mencari Rea kemana lagi. Berulangkali ia menelfon wanita itu tapi tak kunjung diangkat.

Hingga tiba mobil Arfan melewati rumah makan, tempat biasa Rea, Revina dan juga Faruk bertemu. Arfan terkejut bukan main, ia segera turun dari mobilnya dan menghampiri orang yang tengah berbincang ria disana.

"Rea!" Teriak Arfan. Semua pengunjung menatap pria itu dengan penuh tanda tanya.

Arfan segera menarik lengan Rea dengan kasar dan menamparnya. Seketika Rea menunduk menahan rasa sakit.

Faruk yang melihat tingkah Arfan yang kurang ajar segera bertindak. "Apa gini cara loe perlakuin perempuan!" Ucapnya sambil meniju wajah pria jangkung itu.

Keduanya saling adu kekuatan, para pengunjung hanya mampu melihat tanpa mau membantu. Sedangkan Rea masih menunduk, ia masih tidak percaya akan tindakan suaminya barusan. Inikah yang ia maksud dengan cinta, semalam?

1
文华亮
ikut baca di karya baruku yok, 'i found you' makasih
Siti Maryam
mulai ada nyium bawang Bombay thor
Alimvia
Hallo kk aku udh mampir
ceritanya bagus bangettt,,,semangat ya kk😁
Hafista
emang arfan egois, tp hrsnya rea jg jg sikap dong udh tau jd istri orang msh sering ketemuan sm temen cowox apalagi cowok itu pernah suka sm dia, hrsnya kan dia jaga perasaan suaminya, siapa orangnya enggak cemburu klo pasangan kita sering ketemu sm cowok lain atau cewek lain,
Titin Sumarni
kalau mini berarti kaya bang Ucok. Karena mini dan oendek beda lho kak...
Larti Astuti
suka ma cerita nya thor
文华亮: Alhamdulillah kalo suka
total 1 replies
Syifaa N
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
hai teman teman ayo mampir di novel ku yang berjudul "ANA UHIBBUKA FILLAH USTADZ" ayo vote dan like yaa kakak kakak adik adik supaya saya bisa semangat up ceritanyaa
Adelia
tamat
Windi Lestari Windiati
si Adit aya2 wae 🤣🤣🤣
文华亮: aaa terimakasih atas votenya, tapi jangan repot repot kak. kakak baca, like dan komen aku udh seneng kok
total 1 replies
Asmanu Khair
Kyknya seru...
Mulya Dewi
mantep wewejang nya sangat baik
Siti Mudrikah
nah..beginikan aku ikut seneng,thor😘
Siti Mudrikah
kamu jahaat thoor.
mataku samoek bengkak 😭😭😭
Siti Mudrikah
hwuuuaaaaa😭😭😭😭😭😭😭😭
Siti Mudrikah
tisuuu...mana tisuuu...😭😭😭
Siti Mudrikah
thor..kenapa kamu nyebarin bawang disini..bikin mataku pediih😭😭😭
Siti Mudrikah
semangat thor👍😘
Lizye Zahier
aq suka visualnya,,, bollywood
文华亮: terimakasih kak, mungkin bisa mampir juga di karyaku yang lain "Pangeran Senja"
total 1 replies
RiinjsdhwdmaX
Nice
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Ceritamu bagus thor 👍👍👍 semangat terus dalam berkarya 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!