Adzkia Laila Tamin, kerap di sapa Laila. Gadis cantik dan periang. Ia jatuh cinta pada seorang pemuda yang bernama Fajri. Fajri adalah seorang pemuda yang begitu tampan dan berkarisma.
pertemuan awalnya dengan Fajri membuat
Laila sangat terhipnotis dengan semua yang dimiliki Fajri. Sampai dia tidak bisa lagi membendung perasaannya.
Pada saat yang tiba Fajri di minta oleh ayah Laila menjadi supir pribadinya. Saat itulah Laila sering bertemu dengan Fajri. Semakin hari Laila tidak bisa lagi membendung perasaannya sehingga memberanikan diri megungkapkan perasaannya. namun ternyata, Fajri bukan Ia menolak atau menerima sehingga Laila merasa dipermainkan.
Bagaimanakah sebenarnya perasaan Fajri pada Laila?
Dan kankah cinta Fajri, Laila dapatkan?
Simak kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masrianiani Hijab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29 Kesalahapahaman Laila semakin jadi
Fajri tersenyum. kamu tidak gerah? bisik Fajri lagi ditelinga Laila begitu lembut membuat bulu kuduk Laila berdiri. "Aku tidak akan meminta hak ku sebelum kau mengizinkan." Fajri turun dari ranjang dan berdiri kemudian membuka jas penggantinya.
Laila memegang dadanya entah sudah berapa kali jantungnya hampir melompat keluar melihat dunia. Fajri melihat kelakuan istrinya tersenyum dan merasa lucu telah mengerjai istrinya. jika Fajri mengingat Laila yang agresif dulu membuatnya geleng kepala tidak percaya dengan perubahan istrinya sampai sekarang, hal itulah yang membuat Fajri semakin jatuh hati.
Setelah Fajri masuk kamar mandi membersihkan diri, Laila menghembuskan napas nya seakan dirinya dari tadi menahan napas nya. cukup lama Laila berdiri memegang dadanya yang masih berdenyut sebelum dirinya masuk keruang ganti, di sana terdapat baju-baju Laila, dirinya pun mulai membuka resleting bajunya.
sementara Fajri kini sudah keluar dari kamar mandi dan mencari keberadaan Laila untuk menanyakan di mana baju gantinya. Fajri terus mencari karena kamar Laila memang begitu luas. Fajri melihat sebuah pintu sedikit terbuka dan dia yakin jika itu adalah ruang ganti dan istrinya ada di dalam.
Dengan pelan Fajri membuka pintu itu dan menemukan Laila hampir akan menurunkan baju pengantinnya. tidak sengaja punggung Laila terekspos sempurna dihadapan Fajri. secara tidak sengaja Laila melihat lewat pantulan cermin Fajri sudah dibelakangnya.
A.......
"Laila berteriak dan segera mundur ke tembok dan kembali menaikkan pakaiannya. " kenapa bisa kamu masuk kemari? kesal Laila sambil menutup matanya dengan tangan satunya karena Fajri hanya memakai handuk.
"Ya..... karena aku mencari baju ganti entah dimana disimpan oleh pekerja di rumah ini dan kenapa juga kamu berteriak seperti itu?
" Ya..... karena aku kaget, aku mau ganti pakaian dan kamu tiba-tiba masuk bertelanjang dada, bisa gak sih permisi dulu, malu deh."
"Fajri mengerutkan dahinya dan timbul ide jahilnya, dia mendekati Laila dengan pelan. "Kenapa mesti malu bisik Fajri ditelinga Laila ."Aku menutupinya yang sebatas nya, apakah itu salah?
" Sangat terasa begitu wangi tercium aroma sabun milik Fajri pada indra penciuman Laila, membuat lagi-lagi Laila hampir mabuk kepayang. "Bisa jauh-jauh gak!" suara pelan Laila, tidak bisa dipungkiri jantung Laila berdenyut begitu cepat. "Sial...jantungku tidak bisa diajak kompromi." batin Laila.
"Tidak, Fajri meraih tangan Laila yang menutupi matanya. "Lihat aku...! perintah Fajri membuat Laila mau tidak mau dengan pelan membuka matanya dan melihat kedua bola mata milik Fajri. Dengan suara pelan dan permisi Fajri membuka pengait hijab Laila kemudian membuka jilbab Laila.
" Apa yang kamu lakukan kenapa kau membukanya." Laila tampak kesal karena Laila belum mengiyakan Fajri sudah membukanya sementara kedua tangan Laila menahan pakaiannya agar tidak melorot kebawah. Keadaan Laila sekarang, kedua bahu bahkan dadanya sudah tampak kelihatan jelas.
"Sayang, lupa ya....... kamu lupa jika aku adalah suamimu? suara lembut Fajri begitu jelas terdengar ditelinga Laila. " Sayang, apapun yang aku lakukan sekarang aku berhak, bahkan jika malam ini aku memintamu melayani ku itu kewajiban kamu. Kamu tahu kan, jika membantah perintah suami maka istri....
" berdosa." jawab cepat Laila.
"Nah.....itu kamu tahu dan lihatlah rambutmu.... Fajri membuka ikat rambut milik istrinya itu. hingga begitu jelas dimata Fajri istrinya sangat cantik, rambut millik Laila kini terurai sempurna. berbeda dengan anggapan Laila seakan Fajri menginjak harga dirinya.
Fajri semakin mendekatkan wajahnya untuk menyentuh bibir merah Laila. Fajri begitu sangat menginginkan istrinya. Entah mengapa Fajri seakan tidak ingin kehilangan Laila. Kini Fajri merangkul pinggang Laila dan mendekatkan bibirnya dengan bibir Laila. Laila hanya bisa meneteskan air mata. Fajri yang menyadari jika Laila menangis, Fajri menghentikan aksinya.
"Maafkan aku... membuatmu ketakutan. Fajri pun menarik napasnya dan melepaskan pelukannya. Gantilah bajumu! aku akan keluar." Fajri pun mengambil baju gantinya dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Laila yang kini menangis seorang diri.
"Begitu pintu tertutup rapat Laila terduduk lemah....dan menangis sejadinya, karena ruang itu kedap suara Laila semakin terisak. "kamu jahat Fajri, kamu mempermainkan aku, apa kamu tahu hatiku sakit, kau berikan aku harapan palsu, apa salahku!"...... hiks.....hiks..... Ya Allah ikhlaskan aku.