NovelToon NovelToon
SWEET FANTASY (REMAKE)

SWEET FANTASY (REMAKE)

Status: tamat
Genre:Fantasi / Romantis / Light Novel / Tamat
Popularitas:319.1k
Nilai: 5
Nama Author: иⱥиⱥツ

Dikhianati oleh keluarga sendiri, tidak akan membuat Hasper Laurensya Veranichii gentar. Kunjungannya secara tidak sengaja ke sebuah mansion tua di tengah hutan, bertemu dengan Kaisar berwajah dingin, Neca Aguilera Levine sampai masuk ke dunia fantasi underground ... keajaiban tidak pernah berakhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon иⱥиⱥツ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 26 - Seharusnya

Xel membuka matanya. Sudah terang. Pemilik manik amethyst menemukan bahwa Hasper masih tertidur pulas. Pria itu menatap wajah gadis di hadapannya seksama. Cantik sekali dirinya, batin Xel.

Xel tidak tega membangunkan Hasper. Jadinya dia hanya diam dan menatap wajah tertidur Hasper yang menurutnya sangat cantik tersebut. Dia bisa melihat senyuman tipis yang terukir di bibir Hasper. Dia pasti sedang mimpi indah, pikir Xel.

Xel dengan iseng mencubit pelan hidung Hasper. Gadis itu bergeming, masih tertidur pulas. Lalu pria itu beralih ke pipi Hasper, mencubitnya. Tetap sama Hasper tidak merespon sama sekali. Pulas sekali tidurnya... Apa yang sedang dimimpikan olehnya? gumam Xel penasaran.

Hasper membuka matanya perlahan. Manik rubynya langsung bertemu dengan manik amethyst yang menurutnya indah. "Ah... Selamat pagi, Aza!"

"Jangan paksakan dirimu untuk bangun, milady. Aku akan membawakan makanan dan em... Obat untukmu," ujar Xel. Pria itu mengecup kening Hasper mesra.

"Sifat dingin Anda tak pernah berubah ya, Aza..." Hasper membalas mencium pipi Xel.

"Setidaknya aku mencintaimu..." kata pemilik manik amethyst seraya beranjak dari posisinya. "Tunggu aku sebentar... Aku akan membawakan makanan. Bagaimana panasmu?" Xel memegang kening Hasper. Sudah lebih baik, batin Xel.

"Saya merasa lebih baik sekarang, Aza... Saya harus menemani Anda ke Kerajaan Tequille nanti..." kata Hasper, meyakinkan bahwa dirinya baik-baik saja.

"Baiklah, jangan terlalu memaksakan dirimu ya, sayang... Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa..." ujar Xel. Pria itu menghilang di balik pintu kamar.

Hasper menunggu sudah sepuluh menit. Gadis itu melihat ke arah langit cerah yang dihiasi sedikit awan putih yang berarak bahagia. untung saja toko Caver merupakan bangunan tertinggi di gang itu. Jadinya Hasper tidak perlu bersusah payah melihat ke arah langit, karena tidak adanya bangunan lain yang menutupi pandangannya.

Prang..!!!

Hasper bisa mendengar suara benda logam terjatuh dan makian Caver. Karena penasaran dia susah payah beranjak dengan tubuhnya yang masih lemas. Pemilik manik ruby menuruni tangga perlahan takut terjatuh dan menyusahkan banyak orang lagi. Di tengah menuruni tangga, dia berpapasan dengan Xel yang sedang membawa nampan ke atas. Untuknya, dia tahu. Tapi, rasa penasaran Hasper jauh lebih besar dibandingkan nafsu makannya.

"Aza, apa yang terjadi di bawah? Apakah ada masalah?" tanya Hasper bingung.

"Caver, dia benar-benar tidak mau memaafkan Mei... Padahal aku sudah bilang padanya jangan terlalu kasar pada Mei, dia baru saja berumur lima belas yeveral. Tapi, kamu tahu sendiri Caver itu bagaimana orangnya... Jika dia tidak suka, dia tidak akan pernah menyukai orang itu lagi, meski itu adalah keluarganya sendiri," kata Xel menjelaskan. Pria itu mengangkat bahunya, kehilangan akal.

"Dia tidak seharusnya begitu. Mau bagaimanapun, Mei itu eounynya! Saya harus menemui mereka sekarang!" ujar Hasper dengan wajah pucatnya.

Xel memutar balik badannya. Menuruni tangga. "Aku akan menemani dirimu. Barangkali Mei masih membenci kamu dan ingin menyakitimu. Aku tidak rela kamu terluka lagi," ucap Xel.

Perhatian sekali dirinya... Aku akan sangat merindukan Xel jika aku sudah pulang nanti... gumam Hasper.

"Kenapa Anda selalu memperhatikan diri saya, Aza?" tanya Hasper.

"Kenapa? Bukan karena kamu mirip Zenya atau apapun. Karena semuanya dari sini. Dari hati ini. Itu yang kamu selalu bilang pada orang. Semua berasal dari diri sendiri," Xel menjawab tanpa melihat ke arah Hasper. "Dan aku merasa bahwa dirimu itu pantas. Kamu adalah diri Zenya sendiri tapi di masa yang akan datang. Kamu adalah dirimu sendiri, Hasper Lauren. Dan kamu adalah orang yang akan kucintai, selamanya."

Beberapa saat yang lalu...

Mei datang kembali ke toko Caver. Sudah Caver bilang di rumah sebenarnya bahwa Mei tidak perlu datang lagi ke toko. Jika mau, Caver bisa membukakan toko baru untuknya. Caver bukannya benci, tapi Caver belum bisa memaafkan Mei soal apa yang terjadi kemarin.

"APA SIH YANG KAMU LAKUKAN DI SINI?!" Caver membanting piring logam yang sedang dipegangnya. "AKU KAN SUDAH BILANG KALAU KAMU MAU KERJA AKU BISA MEMBELIKAN TOKO BARU UNTUKMU!" suara Caver makin meninggi. Hingga sampai ke ruangan yang ditempati Hasper.

Mei hanya diam, menunduk menatap lantai. Matanya terlihat sayu karena habis menangis.

"Caver! Kamu harusnya lebih lembut sedikit, dia eounymu..." Xel berkata sambil menata mangkuk berisi sup krim labu tanpa daging kesukaan Hasper. Dia membuatnya sendiri.

"Aku malu dengan Nona! Bagaimana aku bisa memaafkan diriku sendiri?! Aku sudah bilang padanya jangan pernah ke sini lagi, jika dia ingin aku bisa membuka toko baru untuknya!" kata Caver beremosi.

"Aku tidak terlalu mempermasalahkan. Lagipula milady juga sudah memaafkan. Kamu tidak ingat apa kata lady tadi subuh?" Xel menyalakan dua nyala api. Dia memanaskan air bersama jahe dan madu di atas mangkuk kayu. Pemilik manik amethyst menata daun mint di dalam gelas dan mematikan api ketika air sudah matang.

"Ha..!!!" Caver menghela nafas kasar. "Keluar kamu sekarang!" bentak Caver.

Xel menggeleng kepalanya, pasrah. Dia tahu kalau Caver itu sangat susah untuk memaafkan orang yang menurutnya tidak pantas.

"Ya sudah, selesaikan urusan kalian, aku mau menjaga lady dulu," ujar Xel sambil mengangkat nampan yang sudah berisi.

"Bruder... Aku..."

"Jangan beralasan lagi! Aku benar-benar kesal sekarang!" potong Caver. Mei terdiam karenanya. Tapi, dia tak juga beranjak dari tempatnya.

Xel menghela nafasnya kesal. Keras kepala sekali, Caver! batin Xel. Xel menaiki tangga. Pandangannya bertemu pada satu titik dengan manik ruby yang indah. Loh? Apa yang Hasper lakukan di sini? batin Xel.

"Aza, apa yang terjadi di bawah? Apakah ada masalah?" tanya Hasper bingung.

"Caver, dia benar-benar tidak mau memaafkan Mei... Padahal aku sudah bilang padanya jangan terlalu kasar pada Mei, dia baru saja berumur lima belas yeveral. Tapi, kamu tahu sendiri Caver itu bagaimana orangnya... Jika dia tidak suka, dia tidak akan pernah menyukai orang itu lagi, meski itu adalah keluarganya sendiri," kata Xel menjelaskan. Pria itu mengangkat bahunya, kehilangan akal.

"Dia tidak seharusnya begitu. Mau bagaimanapun, Mei itu eounynya! Saya harus menemui mereka sekarang!" ujar Hasper dengan wajah pucatnya.

Xel memutar balik badannya. Menuruni tangga. "Aku akan menemani dirimu. Barangkali Mei masih membenci kamu dan ingin menyakitimu. Aku tidak rela kamu terluka lagi," ucap Xel.

"Kenapa Anda selalu memperhatikan diri saya, Aza?" tanya Hasper.

"Kenapa? Bukan karena kamu mirip Zenya atau apapun. Karena semuanya dari sini. Dari hati ini. Itu yang kamu selalu bilang pada orang. Semua berasal dari diri sendiri," Xel menjawab tanpa melihat ke arah Hasper. "Dan aku merasa bahwa dirimu itu pantas. Kamu adalah diri Zenya sendiri tapi di masa yang akan datang. Kamu adalah dirimu sendiri, Hasper Lauren. Dan kamu adalah orang yang akan kucintai, selamanya."

Blush! Pipi Hasper merona merah, dia melempar tatapan ke arah meja-meja kosong. "Apaan sih?! Perasaan Anda tidak pernah seromantis ini dulu, kenapa sekarang Anda begitu romantis?"

"Aku tidak romantis, aku hanya mengatakan apa yang kurasakan sekarang," ucap Xel, dia meletakkan nampan di salah satu meja kosong, lalu mengangkat mangkuk.

Xel mengaduk sup dan menyodorkan sesendok sup yang terangkat ke depan wajah Hasper. "Makan," pinta Xel.

Wajah Hasper makin merona. Pemilik manik ruby menatap wajah dingin Xel, lalu meminum sup yang disuapkan pria pemilik manik amethyst.

"Makan yang banyak dan minum obat agar cepat sembuh..." decak Xel.

Hasper menatap Xel berbinar. "Tumben sekali seorang Xel Wagnerwaltz Scarletto akhirnya berbuat romantis seperti ini kepada Hasper Cryztelly Zenya, hahahahaha..." ujar Hasper seraya tertawa.

"Kamu sekarang Hasper Laurensya Veranichii," koreksi Xel.

"Iya... Iya... Saya paham!"

Akhirnya sup yang dibuatkan Xel untuk Hasper habis. "Terima kasih, Aza," Hasper menundukkan kepalanya sedikit. Tanda terima kasih.

"Itu adalah tugasku untuk melayani dan menjaga istriku yang sedang sakit, ehem, maksudku mantan istri," decak Xel pelan. "Jangan lupa minum ini!" Xel mengingatkan Hasper untuk meminum obat, mengalihkan pembicaraan.

Hasper meminumnya. Dia merasa pilek yang mengganjal terkuras sedikit setelah obat itu habis. "Ini terasa lebih baik!" Hasper mengendus, pileknya naik lagi ke dalam hidungnya.

"Ayo kita lihat keadaan mereka berdua. Sangat berbahaya meninggalkan mereka berdua seperti itu," Xel mengingatkan.

Hasper mengangguk setuju lalu segera berjalan ke arah dapur.

Sesampainya di dapur, Hasper bisa melihat Caver dan Mei yang sedang diam-diaman. Caver melipat kedua tangannya di depan dada, sedangkan Mei menunduk sedih.

Mereka berdua menyadari kedatangan Hasper dan Xel, tapi tidak kunjung berbaikan. Terutama Caver. Ekspresi kesalnya masih tertampang jelas di sana. Mei hanya diam menatap lantai marmer yang dingin.

"Sudahlah! Kalian bukan anak kecil lagi, terutama kamu, bruder!" Hasper berkata, melerai mereka berdua yang masih diam. Bergeming.

Caver ingin marah, dia sudah membuka mulutnya, tapi dia mengurungkan niatnya untuk berkata-kata, lalu tetap diam. Tatapan dan pikirannya kosong.

"Masih tidak mau baikan?! Kalian apa-apaan sih?! Kenapa sesama keluarga saja...!! Ha! Kalian ini!" bentak Hasper gondok.

Hasper tiba-tiba terlintas sebuah ide. "Kalian belum makan pagi kan? Sebentar ya..."

Hasper menggandeng tangan Mei. Pemilik manik yang sama seperti Caver itu kaget. Lalu menatap Hasper sesaat. Mei kembali menatap lantai. Kenapa dia selalu datang di saat-saat yang tepat?! Kenapa dia selalu membantuku padahal tahu aku sangat membencinya?! gerutu Mei dalam hatinya. Aku malu, kenapa dia bisa sebaik ini? Air mata mulai membasahi pipi Mei. Gadis itu terisak sambil mengikuti langkah kaki Hasper yang menggandengnya. Mei terkejut saat Hasper mendudukkannya di sebuah kursi pelanggan.

Caver juga ditarik oleh Xel dan didudukkan di hadapan Mei.

Mereka berdua menatap bingung ke arah dua orang yang mendudukkan mereka.

Hasper dan Xel saling menatap satu sama lain. "Muutos—transformasi—Caveryone Cave/Count Ange de la Mort Crescent Moone." Seketika ada cahaya terang yang menyelimuti mereka berdua. Sedetik kemudian, cahaya itu pudar bersamaan dengan tergantinya baju mereka menjadi setelan yang pernah dibeli Hasper. Model rambut fade choco Hasper terikat kepang kuda samping, sedangkan rambut onyx Xel tersisir sempurna ke samping. Setelan seksi berwarna senada dengan rambut Xel dan lonceng yang masih setia bertengger sangat cocok dipakai oleh Hasper. Setelan putih sapphire dengan pedang kristal membuat Xel begitu tampan dan gagah, bahkan Hasper sampai menganga tidak percaya bahwa Xel bisa lebih tampan dari biasanya. Standarnya sudah berada di atas rata-rata sebagai seorang pemimpin. Sudah tampan, gagah... Duh... Rasanya...

Caver dan Mei menegak ludah kasar menatap mereka berdua. Mereka sangat serasi dengan setelan yang saling melengkapi satu sama lain.

Hasper tersenyum ramah pada mereka berdua. "Ingin pesan apa?"

1
bumikecil
lapak apa?
Jeje Haidar
keren ada novel sebagus ini disini
EkaChan, Daisuki•🌙
Hampir aja aku kira yang napen 'Mauve' itu buat novel plaginat soalnya sama kayak cerita yang ini, untuk mampir dulu kesini dan baca ini huhuhu T_T
EkaChan, Daisuki•🌙: owlh gitu, jadi ada 2 akun ya
total 2 replies
a hm
thor.. sebenarnya cerita ini menarik untukku.. tapi author tak melanjutkannya.. cerita ini unik dan kurasa belum ada cerita seperti ini.. dan aku menyukainya.. thor boleh dong lanjutin cerita ini.. dengan cerita versi awal saja..
Ntdark🐋
😣😣😣
Nureti
Hai kak 👋
Sukses iya buat karyanya.

Jangan lupa mampir di karya pertamaku. Yang menceritakan seorang lelaki letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

terimakasih 🙏
Lan
mampir kak 😅
Meliana Saputra
temanya masih sama tp beda jalur ceritanya ya
Nana
heloo maaf ganggu ya, bagi yg suka cerita romance misteri monggo dicek yaa ceritaku. Judulnya Reminded Memory ♪(┌・。・)┌ Tinggal ke klik profilku sajaa
OP_PRO
semangat terus yah , jangan berhenti up episode selanjutnya yah...

udah aku like , like back ya kak..
ShenJun
kenapa di remakenya ga bikin baru aja?
ShenJun: waduh, jangan dong
total 2 replies
SAYA MALAS RISET
Semangat, Kak.
SAYA MALAS RISET
Kucing namanya salju? Seketika dapat ide kasih nama kucingku Menara Eiffel '-'
SAYA MALAS RISET
Ih, Kakak. Nulis itu alurnya sesuai harapan penulisnya, bukan pembaca ):
♡𒆜[Feͥℓiͣsͫ]𒆜♡
makasih atas supportnya semua
Je
yah.. dbentak ky doi ngebentak ak😑 kok ak jd baper y?? doi pun blg ny begitu. kl dy gk sengaja melakukan hal tsb.. ah.. jd curhat kn🙄 betewe, semangat author💕
Dudurara
semangat
Willy
aku suka cerita ini karena selain menggabungkan beberapa teknik, juga romansanya disajikan menggunakan romansa klasik, tidak alay dan lebay. semangat kakak authorku😍🥰
Devv
semangat cc q ... aq menunggu
DS
semangat Author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!