NovelToon NovelToon
Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Pembunuhan / Keluarga & Kasih Sayang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Romansa / Tamat
Popularitas:232.8k
Nilai: 5
Nama Author: Juliana S Hadi

NOVEL DEWASA!

Badai pasti berlalu, namun jejak bayangannya tak akan pernah hilang.

Salsya, sang mantan kekasih yang kehadirannya selalu mengganggu hubungan asmara Reza dan Inara -- tiba-tiba tewas, dibunuh oleh sosok misterius secara sadis.

Kematian seorang insan yang sejatinya merupakan kisah memilukan, justru merupakan berita yang membawa harapan bagi banyak pihak untuk kebahagiaan Inara.

Tetapi, takdir kehidupan itu justru memberikan banyak teka-teki dan ujian bagi Inara dalam mengarungi biduk rumah tangganya bersama Reza.

Akankah takdir selalu mempersatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juliana S Hadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedikit Rasa Manis

"Diam di rumah, ya. Jangan ke mana-mana. Dengarkan kata suami."

Aku mengangguk, mengiyakan tanpa bantah.

Setelah mobil Reza menghilang di ujung tikungan jalan kompleks, aku segera mengajak Tirta mandi, tapi ibuku mencegah. Aku disuruh istirahat. "No debat," katanya. "Tirta mandinya ditemani sama Nenek, ya? Mau, kan?"

Sontak Tirta menjawab iya dan kegirangan. Dia senang karena saat itu ia merasa bahwa dia punya seorang nenek. Salah satu kasih sayang yang belum pernah ia rasakan. Dia juga senang bercanda bersama tante-tantenya yang cantik, yang punya banyak snack dan es krim aneka rasa di lemari es. Dengan kepolosannya, dia menghabiskan banyak waktu dengan bermain, menonton televisi, dan makan apa saja yang diberikan padanya. Hingga dia mengantuk dan tidur dengan pulas di kamar ibuku.

Pukul sembilan malam. Sebenarnya aku cukup gusar, menatap nanar layar ponsel yang ada di tangan kiriku, sedang tangan kananku mencengkeram erat segelas susu hangat. Aku menunggu Reza. Setengah jam yang lalu, bahkan lebih, ia meneleponku dan berkata ia akan pulang, sudah di dalam mobil katanya. Harusnya dia sudah sampai sekitar lima belas hingga dua puluh menit. Tapi sekarang, keterlambatannya sudah lebih dari lima belas menit. Dia membuatku cemas. Mungkin kau menilaiku berlebihan, tapi tidak, segala yang terjadi belakangan ini sampai hari ini, delapan puluh persen lebih adalah hal-hal yang menakutkan, membuat cemas, dan membebani pikiran. Tidak ada kata berlebihan jika kau berada di situasi seperti yang kami alami.

Lima menit kemudian, bersamaan dengan gelas susu hangatku yang sudah kosong, terdengar deru mesin mobil dan kerikil yang berderak. Aku berjalan menuju pintu dan mengendap dari kaca jendela, mobil Reza sudah terparkir sempurna. Aku pun langsung membukakan pintu. Reza keluar dari mobil sambil menjinjing dua plastik ukuran sedang dan lumayan besar. Aku menghampirinya, mencium tangannya, dan mendapatkan ciuman manis di kening. Kuambil plastik yang ada di tangannya, sementara plastik yang ukuran sedang ia berikan pada bodyguard yang berjaga di luar.

Sate padang. Ternyata, Reza tadi mampir untuk membeli beberapa porsi sate padang di pinggir jalan, khusus untukku, selebihnya untuk semua orang penghuni rumah.

"Terima kasih," kataku. Meski aku tidak memintanya, tapi aku tahu, dia masih ingin menyempatkan dirinya memberikan perhatiannya padaku dan anak-anak di dalam kandunganku.

Kami pun masuk ke dalam rumah, selagi Reza membuka sepatunya, aku pergi ke dapur, menaruh plastik itu ke atas meja. Reza sudah masuk ke kamar sewaktu aku menyusulnya. Dia sudah melepas kausnya, tetapi masih berdiri di depan cermin dengan kedua tangan menopang tubuhnya. Suara gemericik air dari dalam kamar mandi memberitahuku bahwa ia ingin bersih-bersih. Jadi, tanpa ia minta, aku mengambilkan pakaian ganti di lemari untuknya. Meski dalam benakku, pertanyaan perihal kondisi Alfi dan anak-anaknya merongrong minta dicetuskan, tapi tetap saja mulutku terkunci. Reza akan menceritakannya sendiri kalau dia sudah merasa lebih baik, pikirku.

"Aku mandi dulu, Sayang" katanya.

"Em, kamu mau dibuatkan teh, susu, atau cokelat panas?"

"Ti--" diam sejenak, lalu mengangguk. "Buatkan aku kopi, ya."

"Sori. Kopi tidak termasuk. Takut nanti kamu tidak bisa tidur."

Dia tersenyum, senyuman pertama yang kulihat sejak peristiwa kecelakaan beruntun tadi siang. "Ya sudah, teh saja. Terima kasih, ya."

"Terima kasih, Sayang."

Tampan, matanya sedikit menyipit. "Iya... terima kasih, Sayang... Sayangku... Kesayangan-nya Mas Reza...."

"Uuuh... so sweet... aku meleleh...."

Dia tersenyum lagi. "Aku mandi, ya."

Kuanggukkan kepala dengan senyumanku yang manis. Sewaktu aku hendak keluar dari kamar, Reza sudah masuk ke dalam kamar mandi.

"Sayang...," lengkingnya.

"Kenapa?" tanyaku seraya menolehnya.

"Sini sebentar." Dia membuka pintu sedikit.

"Emm? Kenapa, Mas?"

"Sini... lebih dekat."

"Mau ngapain, sih?"

Ah... aku senyum-senyum tak karuan. Pasti dia...

"Sini...."

Yey! Aku sudah berdiri di depan pintu, persis sekilan dari wajahnya yang mengendap dari balik pintu. "Apa?" tanyaku.

"Kamu tunggu di dapur saja, ya. Nanti aku nyusul."

Ceklek!

Pintu tertutup tepat di depan wajahku.

"Dasar menyebalkaaaaan...!"

Auto manyun!

1
Deliana
nara² kenapa juga kamu lihat yg tak semestinya kamu lihat,, kan sakit sendiri jadiny,,,,
Deliana
gak nyadar dia ternyata kepalanya keras kayak batu..
Rifa Endro
alhamdulillah... Sah. !!! oh enggak ya... semoga langgeng. samawa Nara, Reza....🙊🤣🤣🤣🌹🌹🌹
Rifa Endro
kali ini aku setuju dengan mu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri Nara. ini alami, bawaan orok
Rifa Endro
ngidam pasti
Rifa Endro
bengetan modusnya. Tapi kamu juga yang nantangin kan ?
Rifa Endro
fix, belah duren
Rifa Endro
tapi kamu juga suka juga kan ? Dimodusin suamimu sendiri
Rifa Endro
nelangsa ... yah berdamai dan mencoba ikhlas itu memang sulit setengah hidup
Rifa Endro
hidup itu pilihan. dan kamu Nara, kamu sendiri yg memilih untuk saki hati. padahal suami , adik bahkan ibumu telah mengingat kan mu. See, you choiced for feel hurt again in your heart.
Rifa Endro
curiga lagi
Rifa Endro
menolak suami semalam saja menggugurkan pahala ibadah kita selama 40 hari dan Allah mencabut Rahmat Nya. ini 2,5 BLN. OMG Nara ?
Rifa Endro
dan memang kenyataanya kamu kepala batu egois
Rifa Endro
bagus kalau kamu menyadarinya. Jangan selalu kamu yang minta untuk dimengerti dan dipahami. Meraka semua terutama ibumu sampai harus melawan ayahamu. Mantan suaminya yang selalu menyalahkan ibumu. Bahkan mengatainya tak becus mendidik anak2nya.
Rifa Endro
buah keangkuhan mu itu Ra ??? Kadang kamu tidak berpikir bahwa ada banyak hati yang harus kamu jaga. Termasuk bunda serta adikmu.
Rifa Endro
Bahkan kamu berdosa besar karena sudah menolaknya
Rifa Endro
hahhhah ... jangan bercanda dong San ? ini nggak lucu. Aruna kan adik Reza. Terus Ariin ?
Rifa Endro
gila kamu Nara !!!
Rifa Endro
oh Tuhan !!!! See...benar kata aku...rasa welas mu itu yah bikin ngeri Za. Ngancurin semuanya.
Rifa Endro
huh, masih ada hal lain lagi yg ingin diungkap ini...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!