NovelToon NovelToon
CEO Dadakan Dan Putri Bangsawan

CEO Dadakan Dan Putri Bangsawan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:110.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ria Diana Santi

Seorang pria biasa yang mendadak menjadi seorang CEO di salah satu perusahaan ternama. Semua yang ia lakukan adalah suatu hal yang terjadi secara mendadak dan tak terduga sama sekali.

Bahkan, ia juga menikahi salah satu anak dari pemilik perusahaan ternama tersebut.
Arfan Alhusayn dialah orang yang tiba-tiba mendadak menjadi CEO. Takdir mempertemukan ia dengan dua orang wanita cantik yaitu Fayra Maheswara dan Savina Maheswara.

Lalu, siapakah yang ia nikahi di antara kedua gadis cantik itu?

Simak kisahnya dalam novel ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Diana Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istiqomah Dalam Kebajikan

Kesulitan yang kian mencekam

Membuatku terlihat suram

Masa lalu ku nan kelam

Membuatku hanya bisa memendam

...{Fayra Maheswara}...

...*****...

Drama demi drama selalu saja terjadi di dalam rumah Adiwangsa Maheswara. Entah itu ulah si anak, ataupun Adiwangsa sendiri. Terkadang, jalan pikiran anak dan ayah itu sama. Sama dengan yang di lakukan Fayra dan Adiwangsa saat ini.

📜 Flashback On 📜

Di atas balkon di kamar itu, Adiwangsa hendak menceritakan sesuatu mengenai pendapatnya tentang Arfan.

"Sayang, sebelum aku menceritakan tentang apa yang ada di pikiran. Maukah kamu menjawab terlebih dulu pertanyaan ku padamu?" tanya Adiwangsa dengan raut wajah yang terbingkai ketampanan.

"Tanyakanlah, Mas. Aku siap menjawab apapun pertanyaan mu dengan jujur," balas Hazna dengan dada bergetar.

"Menurut kamu ... apakah Arfan itu pemuda baik-baik?" Di tatap wajah sang istri tercinta untuk menilai sendiri sebuah jawaban.

Apa kira-kira yang akan di katakan olehnya?

Begitulah gambaran wajah Adiwangsa saat ini, yang tengah menelisik sang pujaan hati.

"Mas ... dia pemuda yang sangat ... sangat baik, Mas! Jika, aku boleh jujur," Adiwangsa menyela dengan cepat. Ketika raut wajah tak terima sang istri membuat ia terpingkal tertawa.

"Memang benar!" sambar Adiwangsa, sambil terus menatap lekat wajah cantik sang pujaan hati.

"Mas ... kamu?"

"Iya, maaf! Lanjutkan lah, Mas tidak akan mengganggumu lagi," ucap Adiwangsa.

"Aku hanya ingin Fayra bisa mendapatkan pemuda tampan, baik, shaleh dan ... dia juga cerdas!" puji Hazna terhadap pengawal pribadi putri manjanya itu.

"Tepat sekali! Itu adalah ciri-ciri menantu yang aku cari selama aku hidup di dunia ini. Sebagai seorang ayah bagi anaknya, yang sudah menginjak usia dewasa." Mata Adiwangsa menatap indahnya bulan, yang penuh dengan sinar terangnya.

Kemudian, ia kembali berucap lirih dan menatap lekat wajah sang istri.

"Sayang ... salahkah, caraku mendidik anak-anak kita selama ini, hmmm?" Hazna tersenyum penuh rasa bahagia di hatinya.

Lalu, di bawa dirinya mendekati tubuh gagah sang suami. Kemudian, dilingkarkan nya tangan dalam pelukan.

Seakan ingin mengutarakan, sebuah rasa bangga yang bersemayam di dalam dada. Kepala ia tadahkan, pada wajah tampan pemilik hati yang paling setia.

"Makasih banyak, ya, Sayang! Aku bangga dengan cara kamu mendidik putra-putri kita selama ini. Meskipun, ...," belum rampung kalimat yang ia utarakan. Air matanya sontak jatuh menelusuri rongga dada. Sebab, pakaiannya sedikit terbuka di bagian dada.

Keluarga Adiwangsa bukanlah keluarga yang religius. Akan tetapi, hati mereka baik. Itu sebabnya, kedatangan Arfan di rumah itu menjadi sebuah warna baru yang berbeda dari mereka.

"Kenapa kamu menangis, hmmm?" tanya Adiwangsa semakin menatap dalam pupil mata sang istri.

"Aku rasanya tidak kuat, saat Raynar anak laki-laki satu-satunya di keluarga ini ... hiks ...," Hazna sudah tidak kuat lagi menahan pilu dalam hati selama ini.

Hazna meraung dalam pelukan Adiwangsa yang telah menemaninya, selama puluhan tahun lamanya. Lebih tepatnya 29 tahun lamanya. Sebab, saat ini Raynar Ravindra Maheswara sekarang berusia 28 tahun.

Hati seorang ibu itu lemah!

Wanita yang telah mempunyai suami dan memiliki anak. Hatinya akan mudah rapuh. Sekarang, Adiwangsa telah tahu betul, bagaimana harus menghibur duka lara sang istri tercinta.

"Apakah kamu sangat mencemaskan keadaan anak badung itu, hmmm?" tanya Adiwangsa yang masih lagi setia memeluk sayang sang istri.

"Ibu mana yang tidak akan sedih melihat kepergian anaknya dari rumah, Mas?" ucapnya lirih dengan tangis lagi setia mengiringi.

"Sudahlah, jangan cemaskan dia lagi! Alhamdulillah, dia baik-baik saja saat ini. Sekarang, dia sudah bisa hidup mandiri dengan baik di luar sana, Aneira Hazna istriku tercinta." ucap Adiwangsa dengan tatapan lembut dan dalam.

"Benarkah, Mas? Apakah aku tidak sedang berhalusinasi? Apakah ini nyata, Mas?" Hazna memberondong suaminya dengan pertanyaan-pertanyaan, yang sudah ia yakini jawabannya.

Satu anggukan kepala dari sang pemilik hati dan penguasa penuh atas dirinya. Membuat Wanita yang bernama Aneira Hazna itu semakin terharu pilu.

"Terima kasih banyak, Mas! Terima kasih ... hiks ... aku ... aku sangat merindukan Raynar, Mas!" ucap Hazna dengan derai-derai air mata yang sudah bercucuran bak air keran.

"Tenangkan dirimu, ya. Aku akan mengantarkan kamu ke atas ranjang. Kamu istirahat dan aku akan mengurus Fayra. Kasihan Arfan. Dia pasti sudah di buat kesulitan oleh anak gadis cantik kita yang manja dan tak tahu aturan." ucap Adiwangsa sembari mengantarkan sang istri tercintanya ke atas ranjang.

"Pergilah, Mas. Aku akan berbaring saja, ya. Aku merasa sangat lelah," ucap lemah tak berdaya seorang Hazna.

"Em, kamu tidurlah lebih dulu. Jangan banyak berpikir, ya. Jika sudah waktunya, aku akan membawa kembali anak laki-laki kita itu pulang ke rumah ini," ucap Adiwangsa yang tak mau memberikan janji.

"Iya, Mas." Adiwangsa pun berjalan menuju kamar Fayra.

📜 Flashback Off 📜

"Apa yang terjadi di kamar ini memang sudah jelas di mata saya. Jadi, tidak perlu lagi membantah! Keputusan akan segera di laksanakan!" ucap Adiwangsa seolah membuat Fayra yakin bahwa sang papa akan menikahkan mereka.

"Arfan, kamu adalah pemuda yang baik. Jadi, saya percaya padamu. Apapun keputusan yang kamu ambil. Saya akan menerima dengan lapang dada. Jika, kamu memang tidak ingin menikahi putri saya ... maka, saya tidak akan memaksa kamu Arfan," lanjut Adiwangsa Maheswara yang membuat Fayra membelalakkan matanya tak percaya.

"Tapi, Pak! Saya bisa bersumpah atas nama Allah dan Rasul-Nya. Bahwa, saya tidak berniat melakukan apa yang Nona Fayra coba tuduhkan kepada saya, Pak!" terang Arfan dengan kejujuran.

Sedangkan Fayra, gadis itu lebih memilih untuk diam. Agaknya, ia tengah berpikir keras akan tindakan sang ayahanda, yang ia berikan gelar kehormatan sebagai, 'Pak Presiden' di rumah megah mereka.

"Keluarlah semuanya ... berikan aku waktu untuk beristirahat! Pergilah, Arfan! Aku tidak akan memaksa kamu untuk menikahi ku. Jadi, kamu tidak perlu repot-repot untuk menerima diriku yang memang tidak pantas untuk mu!" Fayra pun mendorong tubuh Arfan dengan sekuat tenaganya.

Baik Arfan maupun Adiwangsa, mereka hanya bisa bergeming saja. Tak menyangka Fayra bisa juga bersikap demikian.

Setelah mendorong tubuh Arfan si pemuda tampan. Fayra membanting pintu kamarnya dengan keras.

Bammm ...

"Astaghfirullah hal adzim!" ucap Arfan dan Adiwangsa berbarengan.

"Arfan, pergilah kamu pulang dan renungkan kata-kata saya barusan. Apapun keputusan yang kamu ambil. Saya dan istri akan menerima dengan lapang dada," ucap Adiwangsa sembari menepuk-nepuk pundak gagah Arfan.

"Jadi, apa ini maksudnya Bapak mempercayai saya, Pak?" Adiwangsa Maheswara mengangguk dan tersenyum ramah.

"Alhamdulillah ... terima kasih banyak ya, Pak! Saya akan merenungkan tawaran Bapak pada saya. Saya akan shalat istikharah nanti malam. Berikan saya waktu untuk menjawabnya, ya, Pak! Saya tidak bisa terburu-buru untuk menjawabnya. Apalagi, saya sudah berniat untuk melamar anak gadis orang. Saya tidak mau pihak keluarga ustadzah Maira Nadira akan kecewa untuk yang kedua kalinya nanti." terang Arfan pada Adiwangsa.

"Iya, saya sudah tahu itu. Itu sebabnya, saya memberikan kamu kesempatan untuk memilih Arfan. Jadi, pikirkanlah olehmu! Gadis mana yang ingin kamu nikahi, ya?"

"Iya, Pak! Terima kasih atas sarannya. Bapak memang orang yang sangat baik. Saya tidak salah menilai kebaikan dan ketulusan Bapak selama ini pada saya. Terima kasih banyak, ya, Pak. Kalau begitu, saya pamit pulang."

"Arfan ...!"

"Ya, Pak!"

"Jangan lupa, ganti baju mu! Bukankah itu sangat gerah?"

"Hah? Hehehe ... iya, Pak! Saya akan menggantinya terlebih dulu di sini."

Mereka pun berjalan berlawanan arah. Arfan turun ke bawah. Adiwangsa pergi ke kamarnya untuk menemani sang istri tercinta yang tengah gunda gulana.

...*****...

1
Rais
Aku kira tadi Si Arfan udah mau ngelamar Si Fay,Fay.

Ternyata aku salah
Rais
bahayaan mana virus cinta atau Corona fan 🤣
Rais: 🤣🤣 Betull banget kak
total 2 replies
Rais
Pelan-pelan aja dong Fay aku jadi kaget nih 🤣
Ati² Fay nanti tuh pintu rusak lagi
Rais
Wah Pak Adi nih benar-benar ye 🤣
Hai kak aku kembali lagi lama nggak ketemu di dunia novel kak.
Btw kakak masih kenal aku nggak, karena akun aku baru lagi loh
Ria Diana Santi: Oke dek makasih banyak ya dek. 🥰🤗😘❤️
total 8 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
jomblo kabur
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Mpok Ri hebat bisa nulis panjang bget gini ak 500 kata aj ngos²an nih otak
Ria Diana Santi: Waktu masih semangat gitu, Fri
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
sombong neh orang
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Arfan ( Sweety )
Fayra ( Honey )
Ria Diana Santi: 😍👍🏻 So sweet ya Fri
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Nampaknya d episode selanjutnya Jomblo kabur neh🤭
Ria Diana Santi: 😆 kabur yang dekat apa jauh nih?
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
pasrah...bilang aj seneng banget 🤭
Ria Diana Santi: 😆🙈 iya, Fri
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Gk lma lgi neh...
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
gk sabar...😉🤦🏻‍♀️
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
sambil nyanyi joget² kek india gak?🤭
Ria Diana Santi: Bisa jadi, Fri ku. 😆
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
so sweeet
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
bikin ak senyam senyum sendiri.
padahal Fayra yg mo d lamar😉😆
Ria Diana Santi: Sambil bayangin tuh pasti. 🤭
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
kambuh lg neh
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
dah dig dug penasaran
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
ini kata bikin baper
Ria Diana Santi: Cieee baper nih ye?🤭
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
ketidak sengajaan yg membuat ku tertarik
Ria Diana Santi: Cieee puitis banget.
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Seru😆
Ria Diana Santi: 🙃 yang bikin baper ya, Fri
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!