pliss...... jangan lupa tinggalkan jejak
Fahreza adalah seorang agen khusus di CIA, ia merupakan agen terbaik yang dimiliki oleh CIA, kecakapan ya dalam menggunakan senjata tidak di ragukan lagi, ia bahkan menguasai beberapa ilmu beladiri, mulai dari karate, kungfu, dan tai Chi dan beberapa lagi, strategi yang di miliki nya saat menyergap musuh selalu saja berhasil.
Tapi beberapa tahun yang lalu, insiden yang dapat merubah hidupnya terjadi, kekasihnya yang merupakan rekan setimnya meninggal di depan matanya sendiri, peluru panas menancap mengenai jantung kekasihnya.
Sejak saat itu, reza mengundurkan diri dan menjalani hari-harinya sebagai karyawan di perusahaan biasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dark Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. malu
Selamat membaca
Setelah menyadari situasi yang cukup membuat ia malu, diana langsung turun dari ranjang pasien reza dengan memindahkan tangan reza secara perlahan, sehabis itu ia cepat-cepat keluar dari ruangan VIP tempat reza.
Dok... Em.. Itu.., saya permisi dulu.. " suara Diana terdengar canggun saat ini, ia dengan secepat kilat meninggalkan para dokter dan suster itu.
Sepertinya nona Diana sedikit malu dok..." gumam salah satu suster
Ya sepertinya begitu" jawab dokter dengan sedikit tersenyum
Reza langsung membuka matanya, ternyata ia sudah bangun saat para dokter dan suster itu masuk ke ruangannya, ternyata tingkat kewaspadaannya tak ia turunkan sedikitpun.
Selamat pagi tuan reza... " sapa sang dokter
Pagi dok...." jawab reza sambil bangun dan duduk dan bersandar di kepala ranjang pasiennya.
Maaf karena mengganggu waktu istirahat tuan reza, tapi kami harus mengecek keadaan tuan reza, ini demi kebaikan tuan sendiri" kata dokter dan mulai melakukan tugasnya.
Stamina tuan reza sangat bagus, tuan lebih cepat sembuh dari kebanyakan pasien lainnya.. " dokter terlihat senang saat ini, pasiennya tak mengalami situasi yang membahayakan lagi.
Luka tembak sudah biasa bagi kami dok, biasanya kami mengeluarkannya sendiri tampa operasi saat di medan pertempuran, aku hanya sial karena peluru itu mengincar jantung ku" jawab reza sambil tersenyum
Ya...., peluru itu hampir saja menembus jantung tuan reza, untung saja tuan reza mempunyai otot-otot yang kuat, sehingga peluru itu tak langsung menembus jantung" balas sang dokter
Entahlah dok..., ini karena otot atau karena keberuntungan ku saja" balas reza lagi sambil terkekeh
Mungkin setelah seminggu, luka tembak tuan reza akan kering" kata dokter setelah mengamati dan mengganti perban luka reza.
Apa saya boleh kembali dok...." tanya reza, sepertinya ia merasa tak nyaman di rumah sakit
Mohon maaf tuan reza, tapi sepertinya anda akan tinggal di rumah sakit sekitar 3 hari lagi" jawab dokter yang menangani reza
Hmmmmm.... Baiklah dok... " jawab reza pasrah, ia tak mungkin membantah, dan jika itu dia lakukan, sudah pasti ia akan mendapatkan omelan dari banyak pihak di kesatuan nanti.
Tugas saya sudah selesai, jadi kami permisi dulu, silakan tuan reza kembali beristirahat kembali" dokter dan suster kembali untuk memeriksa pasiennya yang lain.
Sepeninggalan dokter dan para suster, kazui baru saja sampai di ruangan reza, dan ia sempat bertemu dengan Diana di parkiran tadi.
Pagi za.... " sapa kazui dengan riangnya.
Um....." jawab reza hanya dengan ber um ria saja.
Gimana keadaan loe...??? Oh ya..., gue tadi ketemu ama Diana di parkirkan, sepertinya dia demam deh..., wajahnya agak merah gitu..." kazui tak menyadari jika Diana sedang malu karena kedapatan tidur bersama dengan reza.
Gue tanyapun dia malah langsung jalan, dasar gadis yang aneh..." sambung kazui lagi, sedangkan reza hanya diam saja.
Oh ya za..., gue bawain sarapan buat lo..., sebaiknya lo sarapan dulu, sehabis itu, kita bicarakan masalah serius" lanjutnya lagi sambil menyiapkan sarapan untuk sahabatnya itu.
Reza memakan sarapannya, sedangkan kazui masih sibuk dengan laptobnya, ia sedang mengawasi sesuatu yang sudah lama ia curigai.
Ada apa... " tanya reza setelah menyelesaikan sarapannya.
Sebaiknya loe lihat sendiri deh, gue takut ini cuma pemikiran gue aja" jawab kazui sambil memperlihatkan suatu rekaman saat stevie tertembak 5 tahun lalu.
semangatttt