Intan adalah gadis yang lugu dan baik hati, dia selalu membantu ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah mewah. Intan bersama ibunya hanya orang biasa yang tidak memiliki keluarga dan beruntung mereka bertemu dengan bu Ratna yang membawa mereka kerumah nya dan bekerja di sana.
Ratna yang berusia 18 tahun itu nampak cekatan membantu ibunya. Sikap sopan dan paruhnya membantu Ratna dan suami Agung begitu menyukai Intan, 5 tahun sudah berlalu kini intan sudah beranjak menjadi gadis dewasa.
Di mana kisah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, kisah pencinta dan tanpa restu akan terlibat dalam kehidupan nya.
Saat pertemuan nya dengan anak tunggal keluarga Wicana yang sudah menampung nya dan ibunya selamat bertahun-tahun lama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lembayung Senjaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Percakapan Singkat
Jam sudah menujukan pukul 11.50 malam Silla dan Intan nampak beberapa kali menguap karena hari sudah larut.
" Sebaiknya kalian masuk deh tidur udah ngantuk banget kayak nya, tidur sana kakak akan nyusul sebentar lagi. " Gumam Mahendra menatap Silla.
" Iyaa yuk dr Silla kita tidur, malam ini kamu tidur sama aku di kamar aku. " Ajak Intan dengan semangat.
" Silla cukup panggil nama aku SILLA. " Seru gadis itu dengan tegas kemudian bergegas masuk lebih dulu dari Intan.
" Ok Silla, kak aku sama Silla masuk dulu yah. Jangan tidur terlalu larut udara di sini dingin nanti kak Mahen bisa sakit. " Ucap Intan pelan.
" Ok siap, Terima kasih Intan. Selamat malam.. " Mahendra menatap kepergian gadis itu dengan senyum tipis di ujung bibirnya.
Di rumah itu hanya ada 2 kamar 1 kamar utama di mana Intan dan Silla akan tidur dan 1 kamar di depan untuk tempat tidur Mahendra yang sudah di bersihkan dan di tata oleh Intan beberapa jam lalu.
Silla mengamati setiap sudut kamar yang sederhana itu nampak biasa saja dan cukup kurang di bilang mewah dari pada kamarnya, namun gadis itu harus tetap bersyukur dan menghargai setiap bentuk kebahagiaan dan kemampuan orang lain.
" Kenapa, sempit yah?. Kalau nggak aku tidur di bawa kamu tidur di atas. " Ucap Intan melihat Silla yang diam mengamati kamarnya.
" Kenapa emang harus tidur di bawah, orang di atas aja muat untuk kita lagian aku tidurnya anteng kok tenang aja deh.. " Ucap Silla melepas kemejanya dan menyisakan tantop putih nya.
Gadis itu langsung menjatuhkan tubuh nya di atas kasur Intan yang tidak terlalu empuk itu sembari memejamkan mata, Intan langsung menyusul Silla yang tidur di samping nya.
" Aku matiin ya lampu nya?. "
Silla membuka mata nya
" Nanti aja, aku mau nanya sesuatu sama kamu. Sini tiduran... " Ajak Silla menepuk kasur di samping nya.
" Nanya apa?. "
Silla memiringkan tubuh nya.
" Kamu sama kak Mahen kenal berapa lama dan di mana?. "
Intan nampak bingung dan heran kenapa tiba-tiba gadis itu bertanya hal seperti itu.
" Emz, ya kenal baru aja. Baru 20 harian deh kayak nya dan aku kenalnya di rumah utama tentu saja. Aku kan pelayan dirumah itu dan aku sering membersihkan kamar kak Mahendra eh ternyata di kasih kesempatan sebelum aku pergi untuk ketemu dan deket sama dia. "
Silla mengangguk anguk mengerti
" Terus?. "
" Terus apa yahh?. " Intan tersenyum bingung dengan pertanyaan Silla yang semakin aneh.
" Hubungan kalian lah?. "
" Gak ada hubungan cukup sekedar teman dekat, kak Mahendra itu teman pertama ku dan yang ngajakin aku keluar dari rumah utama untuk pertama kalinya. Dulu aku gak pernah keluar tugas ku hanya bersih bersih dan lain nya. Setelah kak Mahendra dateng dan dapet izin dari nyonya aku bisa keluar. "
" Emang tante Ratna gak ngebolehin kamu keluar berteman tau bertemu orang lain?. "
Intan tersenyum
" Aku nya yang gak mau, bukan nyonya Ratna yang tidak mengizinkan. Kamu tahu Silla hidup aku hampir hancur dan di sana itu ada tuan Agung dan nyonya Ratna yang nolongin aku sama ibu ku. "
Silla diam menatap mata Intan yang langsung kosong dan sedih.
" Maaf, jangan sedih aku cuman mau tahu aja kok. Jadi kamu sama kak Mahen hanya sebatas itu saja?. "
Intan semakin bingung dengan arah pembicaraan mereka
" Tentu saja, kami berbeda dan jika nyonya tahu dia akan marah besar meski aku sudah di anggap seperti keluarga sendiri oleh nya. " Silla diam dia bisa menyimpulkan jika memang ada suatu perasaan yang berusaha di hilangkan oleh Intan.
" Kamu gak ada perasaan sedikit gitu sama kak Mahen, walapun baru sebentar kalian seperti nya memiliki sebuah ikatan yang tidak terlihat. " Intan diam menatap langit langit kamarnya sendiri.
" Meskipun ada perasaan itu harus di hilang kan dan aku sendiri bermimpi pun tidak boleh. "
" Tapi om Agung dan kak Mahen tidak pernah menilai seseorang dari latar belakang, mereka baik pada semua orang. Mungkin aja kak Mahendra punya rasa yang sama tapi takut juga mengucapkan nya. "
Intan tertawa
" Gak mungkin dan tidak akan pernah mungkin, udah ayo tidur. Capek tahu membahas sesuatu yang tidak akan pernah menjadi nyata, kecuali ngomongin kehidupan kamu aku pasti akan tetap percaya percaya aja.. " Intan menatap Silla yang menurutnya benar-benar beruntung dalam semua hal.
" Kamu pernah pacaran?. "
Intan menggeleng
" Kenal laki-laki aja itu tuan Agung sama kak Mahendra. "
" Astaga dia benar-benar gadis yang polos dan tidak tahu kehidupan keras dunia ini, lalu bagaimana dia akan melalui hari harinya?. " Batin Silla.
" Udah jangan banyak berfikir yang gak gak ayo tutup mata dan tidur, besok kita jalan jalan yah keliling desa aku juga belum melihat ke sekeliling. " Gumam Intan dengan penuh semangat.
Mereka mulai memejamkan mata mereka menyambut alam bawah sadar mereka.
***
Mahendra masih sibuk dengan ponselnya melihat beberapa berkas yang harus dia periksa besok, Mahendra meminta Sekertaris untuk mengatur ulang beberapa pekerjaan untuk besok dan mungkin dia akan ambil cuti 2 hari untuk menemani Silla juga.
" Huammm, selesai juga. " Gumam Mahendra meregangkan kedua tangannya.
Jam sudah menujukan pukul 01.00 dini hari.
" Sebaiknya aku tidur udara juga semakin dingin. " Gumam nya sembari menatap ke pos ronda yang nampak masih ramai bapak bapak yang sedang menonton acara TV.
" Syukur lah jika malam tempat ini ramai, jadi Intan tidak perlu takut. " Mahendra segera berdiri membereskan semua sisa makanan ringan mereka dan langsung membuang nya. Membawa serta cangkir kosong mereka kedalam dan segera masuk kedalam kamarnya untuk istirahat.
Pos Ronda
" Tetangga baru kita itu mbk Intan, orang nya ramah juga nya. Kayaknya yang barusan masuk itu suami nya deh?. " Celetuk seorang bapak bapak dengan sarung yang melingkar di lehernya.
" Iya loh, anak nya ramah cantik lagi, tadi saya ketemu di warung nya pak Sito dia nanya saya tadi. "
" Iyaa, seperti nya pengantin baru. Yang laki ganteng juga wajar mereka cocok jadi pasangan, mungkin mereka lagi sibuk menikmati hangat nya selimut... " Gelak tawa terdengar nyaring di pos ronda itu.