NovelToon NovelToon
Gantungan Kunci Tua

Gantungan Kunci Tua

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / Misteri / Cintamanis / Romansa Fantasi / Romansa Fantasi-Non-Human / Misi time travel / Tamat
Popularitas:37.2k
Nilai: 5
Nama Author: syahri musdalipah tarigan

19+ Bijak-bijaklah memilih bacaan.
Mungkin bisa saja anda salah paham.


Kisah ini menceritakan sebuah Goblin yang tampan terjebak dan dibebaskan oleh tetesan air mata seorang wanita yang cantik dari sebuah gantungan kunci tua.

Goblin tampan dan wanita cantik yang saling jatuh cinta dan menikah.
Tapi cinta mereka dan pernikahan mereka tidak bertahan lama, cuman bertahan 2 hari.

Setelah itu Goblin tampan menghilang di tengah ramainya orang yang sedang berkunjung di pusat permainan hiburan malam.

Hati wanita itu sangat hancur, seperti tidak menerima kenyataan jika ia harus berpisah untuk selamanya.

Beberapa hari setelah kejadian perginya suami wanita tersebut.
Muncullah 2 orang pria dari masa kecil dan berebut cinta yang di miliki wanita itu.

Siapakah pria yang akan berhasil merebut cinta dan menggantikan sosok suami yang wanita ini cintai?

Jika Anda penasaran Klik dan baca "Gantungan Kunci Tua".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketemu.

Part 29

______

Tiga hari setelah Syahri diculik.

“Kemana Syahri! Sudah tiga hari ini dia tidak Nampak. Tokonya juga sudah tutup selama tiga hari.” Arsyad bingung sambil melihat dari dalam mobilnya.

Tap!

Tap!

Mimi berjalan mendekati toko Syahri dengan wajah yang cemas. Arsyad hanya melihat Mimi dari dalam mobil kemudian ia turun dan mendekati Mimi untuk bertanya.

“Permisi! Apakah nona tahu kemana pemilik toko ini pergi.” Tanya Arsyad ke Mimi yang kala itu sedang bingung dan mondar-mandir di depan toko Syahri.

“Kemana anak itu ya?”Gumam Mimi tidak mendengar dan tidak sadar jika Arsyad sedang berdiri di samping dan bertanya berkali-kali.

“Nona apakah kamu tahu dimana pemilik toko ini.” Arsyad bertanya dengan nada yang tinggi tepat di telinga Mimi.

“Eh!” Mimi terkejut dan melihat Arsyad dari bawah sampai atas dengan tatapan tajam dan kening yang mengerut.

“Kamu bukannya pemuda yang pernah bertanya tentang Syahri.” Mimi bertanya dengan penuh curiga.

“Iya benar, tapi kemana wanita itu.” Arsyad bertanya.

“Nah, itu dia yang jadi masalahnya sekarang! Sebelum dia menghilang, kata kedua karyawannya ia pergi mengantarkan seorang pemuda yang sedang berkunjung kemudian pemuda itu tiba-tiba jatuh sakit. Dari kejadian itu dia belum pulang sampai sekarang.” Mimi memberitahu sambil memutari badan Arsyad.

“Apa!” Arsyad terkejut dengan kedua tangan yang mengepal.

“Biasa saja, dari tadi kamu membuat aku terkejut dan hampir hilang setengah nyawa aku kamu buat.” Mimi mendorong pelan bahu Arsyad.

“Sebelum dia pergi untuk mengantarkan pemuda itu apalagi yang sudah ia alami. Maksud saya kejanggalan yang ia alami.” Arsyad bertanya dengan penuh kecemasan.

“Apa urusannya sama kamu, jangan-jangan kamu yang menculik Syahri.” Mimi mendekatkan wajahnya dengan membesarkan kedua bola matanya.

“Saya sebagai temannya kuatir dan ingin mencarinya.” Arsyad menjelaskan.

“Hem!” Mimi menatap tajam sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Percayalah sama aku nona! Aku ingin membantunya. Jadi tolong katakana yang jelas.” Dengan wajah yang panik Arsyad bertanya kembali.

“Ok, aku akan beritahu kamu. Syahri pernah bilang ada seseorang yang mengikutinya dan ada orang juga yang memberikan ia roti lapis di pagi hari.” Dengan serius Mimi memberitahu sambil mengingat bagaimana Syahri bercerita waktu itu.

“Kalau begitu saya pamit dulu, terimakasih atas informasinya.” Arsyad berbalik badan kemudian masuk kedalam mobilnya.

Mimi masih memantau Arsyad, sampai mobil yang dikendarainya jauh dari pandangan Mimi. Mimi berbalik badan dan berjalan menuju tokonya.

Kling!

Kling!

Mimi masuk kedalam restorannya.

“Sayang gimana? Syahri sudah kembali.” Andreas bertanya dengan wajah yang panik.

“Belum tahu gimana kabarnya. Apa kita lapor ke polisi saja.” Ucap Mimi dengan wajah yang cukup serius.

“Kita tidak punya fotonya Syahri, bagaimana polisi akan mencarinya jika kita tidak punya foto.” Jawab Andreas tanpa berpikir panjang.

“Benar juga ya sayang, kita tunggu saja kalau begitu.” Sahut Mimi yang ikut-ikutan jadi bodoh.

“Oh, tadi ada seorang pemuda yang ingin mencari di mana Syahri berada. Mudah-mudahan dia bisa menemukan Syahri ya sayang.” Mimi teringat dan memberitahu Andreas.

“Kasihan Syahri.” Wajah Andreas tiba-tiba berubah sedih dan manja sambil memeluk Mimi.

“Cup cup, sudah sayang jangan bersedih. Kamu ini suami atau istri aku sayang.” Mimi menyindir sambil menepuk-tepuk punggung Andreas.

“Aku ini suami kamu dong.” Andreas melepaskan pelukannya dengan duduk tegak ia memegang tangan Mimi.

Sedangkan Arsyad masih terus melajukan kendaraannya. Sambil menelepon seseorang.

📲“Cepat temukan alamat Martinus atau Martin, kemudian kirimkan ke saya segera.” Arsyad berbicara dengan seseorang di telepon kemudian menutup teleponnya.

Arsyad menghentikan kendaraannya di tepian jalan raya menuju pantai. Saat ia sedang menunggu pesan masuk dari orang yang di teleponnya tadi. Tiba-tiba mobil yang berwarna hitam lewat, mobil yang pernah di kendarai Martin.

“Itukan mobil Martin! Mau kemana dia?” Gumam Arsyad kemudian mengikutinya dari belakang.

Mobil yang berwarna hitam tidak menyadari jika Arsyad sedang mengikuti mereka dari belakang.

“Inikan arah mau ke kota B, ada apa di sana .” Ucap Arsyad yang masih bingung.

Hampir tiga jam Arsyad mengikutinya, kemudian mobil itu terhenti di sebuah Villa yang begitu indah. Untuk masuk saja ada tiga orang penjaga yang berjaga di depannya. Arsyad yang masih bingung hanya memandangi dari kejauhan.

Ketika ia terus memantau, Arsyad melihat ada seorang wanita yang sedang masuk sambil membawa beberapa bungkus baju wanita.

“Untuk siapa baju-baju itu.” Arsyad heran sambil melihatnya terus.

“Sebaiknya aku turun untuk memastikannya agar lebih jelas lagi.” Arsyad turun dari mobilnya dan menyelinap masuk. Namun Arsyad ketahuan oleh para penjaga.

“Siapa kamu.” Bentak penjaga yang tinggi dan berwajah sangar tapi tampan.

“Aku aku.” Arsyad pura-pura gugup, tapi mata sedikit liar.

“Mau apa kamu ke sini!” Tanya salah satu penjaga yang lain dengan nada menekan.

“Aku mau bertemu dengan tuan Martin, apakah dia ada di dalam.” Ucap Arsyad berusaha untuk tenang.

“Untuk beberapa hari ini tuan Martin sedang sibuk dan tak ingin di ganggu.” Jawab penjaga yang bertampang seram tapi tampan.

“Tapi tuan.” Arsyad pura-pura memohon.

“Apakah kamu tidak mendengarkan kami.” Ucap salah satu penjaga sambil melayangkan pukulan ke wajah Arsyad.

Bam!

“Auw!” Arsyad terjatuh sambil memegang wajahnya.

“Oh! Jadi kalian ingin memakai kekerasan dan beraninya kalian main keroyok. Kalau gitu aku terima apa yang kalian buat hari ini.” Arsyad berbicara sambil perlahan bangkit dan berdiri dengan wajah yang sebelah lebam.

“Kau masih.” Ucap salah satu penjaga yang lainnya dan hendak melayangkan pukulan kembali. Namun terhenti karena tiba-tiba Martin keluar dan menjumpai Arsyad.

“Hentikan!” teriak Martin untuk menghentikan perkelahian sambil terus berjalan mendekati Arsyad.

“Tapi bos!” ucap penjaga dengan serentak.

“Aku tidak suka di bantah, apa kalian dengar.” Bentak Martin ke anak buahnya yang sedang berdiri.

“Baik bos.” Anak buah Martin tertunduk dan mundur sedikit kebelakang.

“Punya nyali juga kamu ke sini.” Martin berjalan dan berhenti di hadapan Arsyad dengan senyum yang kejam.

“Mana Syahri, kamu apakan dia.” Bentak Arsyad dengan wajah yang masih menahan amarah.

“Jauh-jauh datang kesini hanya untuk mencari Syahri.” ucap Martin dengan wajah yang sedikit dekat dengan wajah Arsyad.

“Cepat katakan dimana Syahri, atau aku akan.” Arsyad menarik kerah baju Martin dengan ucapan yang sedikit menggantung.

“Auw! Aku takut, yakin kamu mau menemuinya sekarang.” Jawab Martin dengan tenang sambil senyum sinis.

“Kalau kamu memaksa saya akan mengajak kamu berjumpa dengan Syahri di atas.” Martin melepaskan pegangan Arsyad dan berjalan duluan memasuki Villa.

Arsyad terus mengikuti Martin hingga masuk ke dalam Villa. Ketika sudah memasuki ruangan tamu, Arsyad melihat Syahri sedang berjalan dengan memakai baju terusan pendek sambil membawa makanan di tangannya.

Arsyad terkejut dan menarik nafas panjang, ia merasa lega ketika melihat Syahri baik-baik saja.

“Kamu sudah liat, wanita yang kamu kuatirkan itu baik-baik saja di sini. Bahkan dia sedang sibuk memasak.” Martin memberitahu sambil beranjak duduk ke sofa.

“Aku akan mengecek sendri.” Arsyad berjalan meninggalkan Martin kemudian mengikuti Syahri yang sedang berjalan ke arah dapur.

Sedangkan Syahri tidak mengetahui jika Arsyad sedang berada di Villa itu juga.

“Syahri.” Panggil Arsyad dengan nada lembut.

“Hem!” Syahri yang sedang berjalan spontan terhenti, kemudian menoleh kearah seorang pria yang memanggilnya.

Syahri tertegun sambil membesarkan kedua bola mata dan berkata. “Kamu kenapa bisa sampai di sini.” Syahri berjalan perlahan mendekati Arsyad.

“Aku!” Ucapan Arsyad terhenti ketika melihat tanda merah di bagian leher Syahri. Tanda seperti bekas ciuman.

“Kamu mau bilang apa?” Tanya Syahri sambil mendekatkan diri lebih dekat lagi.

“Kamu tidak boleh disini, aku akan membawa kamu keluar dari sini.” Arsyad menarik tangan Syahri dan melangkahkan kakinya berjalan keluar dari dapur.

“Kita mau kemana?” Syahri bertanya dengan nada yang panik.

Arsyad tidak memperdulikan pertanyaan Syahri atau Martin yang sedang duduk di sofa. Arsyad terus menarik tangan Syahri sampai keluar dari Villa.

Ketika sampai di depan Villa Syahri melepaskan pegangan tangan Arsyad.

“Kita mau kemana dan kenapa kamu tiba-tiba seperti ini.” Tanya Syahri dengan nada yang bingung.

Prok!

Prok!

Martin datang dengan santainya sambil menepuk tangannya.

“Kamu mau bawak kemana boneka kesayangan aku.” Tanya Martin sambil mendekati Arsyad dan menarik Syahri agar jauh dari Arsyad.

“Penjaga pegang wanita ini.” Teriak Martin memanggil para penjaga. Para penjaga pun datang kemudian memegang kedua tangan Syahri.

“Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku.” Syahri memberontak berusaha melepaskan diri dari genggaman penjaga.

“Apa kamu suka dengan pria ini.” Martin bertanya dengan kedua mata yang memerah sambil memegang dagu Syahri.

“Terserah aku, mau aku suka kepada siapapun itu bukan urusan kamu. lepaskan aku.” teriak Syahri yang lantang di depan wajah Martin.

“Sekarang wanita aku sudah bisa melawannya. Aku suka dengan perlawanan yang kamu berisikan.” Martin berbalik badan mendekati Arsyad.

“Lepaskan Syahri, kamu tidak berhak menyiksanya seperti itu.” Arsyad berusaha tenang supaya suasana tidak terlalu kacau.

“Kamu jangan banyak bicara, kamu sudah ingin membawa kabur dia dari genggamanku.” Martin berbicara sambil melayangkan pukulan kembali ke wajah Arsyad.

Arsyad tidak mengelak, ia hanya berdiam dan menyerahkan dirinya habis dihujani pukulan oleh Martin.

“Cukup! Hentikan.” Teriak Syahri sambil berusaha untuk melepaskan diri dari genggaman para penjaga.

“Kamu ingin aku berhenti, baik! Aku akan berhenti dengan satu pukulan kembali.” Ucap Martin yang sudah memasang ancang-ancang untuk menghajar kembali Arsyad yang sudah tidak berdaya.

Ketika tendangan Martin hampir mendekati perut Arsyad. Tiba-tiba Syahri datang menyelinap menghadang Martin. Namun sayang, tidak dapat terelakan hingga perut Syahri yang terkena hantaman oleh kaki Martin.

“Akh!” Syahri berdiri dengan kedua mata yang melotot dan air mata yang mengalir. Syahri tumbang dengan memegang perut dan perlahan jatuh ke lantai.

“Syahri.” Teriak serentak Arsyad dan Martin.

Arsyad dengan sigap memeluk Syahri yang kala itu tumbang.

Sedangkan Martin juga ikut berusaha memegang Syahri, namun tangannya di tepis oleh Arsyad.

“Bos, wanita itu mengeluarkan darah.” Ucap penjaganya dengan serentak dan wajah yang bingung.

Bersambung.

1
Love You
Secerah hatiku aka🥰🥰🥰
sari. trg: Baik kak...🤗
total 1 replies
Love You
Jujur aku penasaran ingin membaca ini. Ketika ada note 19+. Dari kemarin aku pernah sempet ingin membuat Novel yang ++ namun aku hapus kembali aka😄😄😄
Love You
Jujur aku penasaran ingin membaca ini. Ketika ada note 19+. Dari kemarin aku pernah sempet ingin membuat Novel yang ++ namun aku kembali aka😄😄😄
sari. trg: Kenapa buat aja Kakak..
yang ++ itu lebih greget dia..🤭🤭😅
total 1 replies
Ijah
👍🏻👍🏻👍🏻
Ijah
jam 10 malam transaksi sewa menyewa?
Ijah
Singkat, tp alur nya bagusjg jelas
cerita yg menarik Thor 👍🏻
sari. trg: Makasih kak.
total 1 replies
Nafisah Nayla
imajinasiku, para tokoh & latarnya adl pria" britania dg rambut pirang kecoklatan, bukan wajah eropa..
Author SUPERSTAR: Hi, mampir yuk di Aku (Bukan) Wanita Murahan...
total 2 replies
Yuni Sulistiarsih
lanjut...💪💪💪💕....tetap semangat..
Jendeuki💚
please
D'missBeauty
boom like semoga sukses dan tetap semangat untuk novel kk yang sangat bagus 👌
Yuni Sulistiarsih
syahri yang sudah cinta kepada William..
sari. trg: Ia. kak. 😁
total 1 replies
D'missBeauty
mari saling dukung kk
aku list favorit dan juga rate bintang 5
sari. trg: Baik kak.
total 1 replies
Fa Rel
bgus novelmu thor
sari. trg: Terimakasih kak.
total 1 replies
Fa Rel
glen kyak han lucu 🙄😂😂
Fa Rel
mimi yg dlu jahat kn
sari. trg: Ia, kak. 😊
total 1 replies
Yuni Sulistiarsih
like and favorit...💕
Yuni Sulistiarsih
semangat thor....💪💕
Yuni Sulistiarsih
cerita nya bagus..aku suka aku suka...💕
sari. trg: Terimakasih kak. 🤗🤗
total 1 replies
nay
mampir dulu kaakk, semoga makin rame ceritanya 😋
salam dari "get married with monster"
sari. trg: Ok kak.
total 1 replies
kidung mesra
nyicil baca ya tor... like n pavt nya juga sudah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!