NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:172
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6

"Ul gue duluan ya"Ucap dinda saat melihat teman satunya masih membereskan barang barang di meja kerjanya.

"oh iya din,hati hati ya"

Dinda hanya mengangguk dan mengacungkan jempol tanganya.Sedangkan dery dan martin masih berada di ruangan yang sama dengan aulia.

"ul jangan bilang gue bawa motor sendiri ya sama citra"martin tiba tiba menghampiri aulia dan berbisik pelan di dekat gadis itu.Meski jaraknya terhalang oleh meja aulia bisa dengar dengan jelas ucapan teman laki lakinya itu.

Gadis itu mengangkat satu alisnya ke atas.

"kenapa?"tanyanya.

"nanti gue ceritain"aulia mengangguk meski ia masih penasaran.

  Sengaja dua laki laki itu tidak buru buru untuk pulang,karena takut citra akan memperhatikan mereka.

"kok kalian berdua belum balik sih?"

    Benar saja,citra datang menghampiri mereka bertiga.Pertanyaannya di arahkan kepada martin dan dery yang masih duduk di kursi mereka masing masing.Martin dan dery saling beradu pandang.Terpaksa mereka harus bermain drama lagi.

"kata siapa?ini udah mau balik kok.ul gue sama dery balik duluan ya"Tampak martin mengajak dery untuk keluar dari ruangan mereka.Tinggalah citra dan aulia disana.

"Lu masih mau berdiri disitu?gue juga balik duluan ya cit"Pamit aulia sambil menenteng tasnya.

   Tiba tiba tangannya di tarik oleh gadis itu.Aulia kaget dan menatap wajah citra dengan penuh tanya.

"lu gak pulang sama dery kan ul?"tanyanya.

"nggak,gue bawa motor sendiri.Kalo lu gak percaya ikut liatin aja,kalo mau ikutin gue sampe rumah juga boleh"Ucap aulia dengan senyuman namun sebenarnya hatinya merasa jengkel.

  Citra menatapnya dengan wajah datar.Tangan itu ia lepaskan begitu saja,lalu ia pergi meningalkan aulia sendiri di ruang yang sudah gelap.

"dih gak jelas"batinnya aulia.

Ia pun pergi meninggalkan ruangan yang sudah tidak ada siapa siapa lagi.Menyusul teman temannya yang mungkin masih ada di parkiran.

   Jam di tangannya sudah menunjukan pukul 16.21 Masih terlalu sore dipikirnya.Aulia hendak mengambil motornya dan berniat untuk mencari jajanan sebelum pulang ke rumahnya.

  Saat ia tiba di parkiran untuk mengambil motornya.Hanya ada dua motor yang tersisa.Motor miliknya dan motor martin.Ia menaiki dan menghidupkan motornya.Bahunya tersentak saat ada seseorang di belakang yang menepuknya.

"lu ngapain martinnnn"ucapnya sambil menghembuskan nafas.Merasa lega karena ternyata yang menepuk bahunya adalah martin.

"hehe,gue lewat belakang.Nunggu dulu si citra naik ojek baru deh gue bisa balik lagi bawa motor gue"

"hahaha emang kenapa si?"tanyanya yang masih penasaran.Martin menjelaskan secara detail dengan gerak gerik yang membuat gadis itu tertawa terbahak bahak.

"lagian kenapa gak di angkut aja tuh sama si dery,biar lu gak jadi korban haha"Aulia tampak meledek martin yang wajahnya penuh keringat karena berlarian dari gerbang depan ke parkiran itu.

"gak taulah si dery kayak jijik banget ama tu cewek"ucapnya.

  Akhirnya mereka berdua pergi dengan motor mereka masing masing secara bersamaan.Dery masih duduk dimotornya di warung seberang,ia menunggu martin dan berjaga jaga takut akan citra masih memantau mereka.Untungnya dery dan martin sempat melajukan motornya seolah olah mereka benar benar pulang berdua,padahal mereka hanya mencari jalan buntu untuk balik lagi ke arah kantornya.

   Dery menatap aulia dan martin yang baru keluar dari kantor itu.Ia tersenyum dengan tatapan yang biasa ia lakukan jika sedang menatap aulia.Hatinya selalu senang saat melihat wajah gadis itu,ia hanya perlu berusaha untuk mendekati aulia lebih dekat lagi.Juga mencari cara bagaimana menjelaskan cinta yang tak pernah ada untuk citra.Karena ia tak ingin menyakiti salah satu dari mereka,demi persahabatan yang sudah mereka bangun bertahun tahun.

  Aulia menekan klakson,yang membuat lamunan dery buyar.Gadis itu pergi lebih dulu.Di susul oleh martin dan dirinya.Mereka pulang ke rumah mereka masing masing.

   15 menit sudah aulia tiba di tempat yang banyak penjual jajanan.Ia menepikan motornya di dekat para penjual itu.Membeli beberapa jajanan untuk ia nikmati nantinya di rumah bersama mama papanya.Tak berlama lama setelah membeli yang ia mau,aulia kembali melajukan sepeda motornya menuju ke arah jalan pulang.

Di kantornya pak arman masih tak berdaya menahan rasa pusing yang tak kunjung hilang.Mau tak mau ia harus menuruti perkataan istrinya,ia menyuruh regina untuk memanggil satpam yang hari ini berjaga di kantornya.

Pak arman memintanya untuk mengantarnya pulang ke rumah.Karena kondisinya sekarang tak memungkinkan jika mengendarai mobilnya sendiri.Bahkan untuk berdiri saja rasanya ruangan ikut berputar.

Aulia melihat sekeliling rumahnya,ia mencari mobil papanya yang biasa di parkir di garasi.Namun tak ia temukan,ia pikir gerbang rumahnya terbuka lebar karena papanya sudah pulang.Aulia masuk ke dalam rumah dimana mamanya sudah menyambutnya dengan sebuah senyuman.

"eh anak mama udah pulang,gimana sayang kerjanya capek?mau mama buatin minum?"tanyanya sambil mengelus rambut aulia.

Aulia tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.

"Gak usah ma,nih liat aku bawain jajanan" Aulia mengangkat beberapa plastik berisi jajanan yang ia beli tadi.Membuat wajah bu wida sumringah.

"waahhhh enak tuh sambil ngadem di taman depan"

"papa belum pulang ma?kok mobilnya gak ada di garasi?"Tanyanya yang langsung membuat wajah bu wida kembali cemas.

"justru itu papa gak angkat angkat telpon mama dari tadi,terakhir nelpon tadi siang papa bilang kepalanya sakit.Mama khawatir papa kenapa napa"

"yaampun ma,apa aku balik lagi ke kantor papa ya?"ucap aulia yang ikut panik.

"tapi sayang ini udah sore udah mau maghrib nanti kamu pulang kemaleman di jalan,kamu tau sendiri daerah sini rawan begal.mama takut kamu yang kenapa napa ah."

"ya terus gimana mah?"tanya aulia lagi.

Bu wida terdiam sebentar mencari ide,namun suara klakson mobil membuat mereka berlarian kecil ke luar rumah.Ibu dan anak itu saling beradu pandang sambil melemparkan senyum.

"itu papa sayang"ucap bu wida yang berjalan menghampiri mobil suaminya.

Saat melihat orang yang turun di mobil itu,bu wida menghentikan langkahnya.Lalu kembali berlari ketika satpam itu merangkul bahu pak arman.Tampak suaminya berjalan dengan lemas,wajahnya pucat pasi.

"Ya ampun pa,papa kenapa?"tanya bu wida dengan membantu satpam itu memegangi tubuh suaminya.

"maaf bu,pak arman katanya pusing jadi minta saya buat anterin beliau ke rumahnya"Ucap satpam itu yang bernama sarip.

"yaudah pak tolong bantu antar suami saya ke kamar ya"

pak sarip mengangguk,sedangkan aulia sibuk menutup pintu gerbang yang masih terbuka lebar.Karena hari sudah menuju malam,ia takut ada seseorang yang masuk ke rumah itu tanpa sepengetahuan keluarganya.

"makasih ya pak,bapak jangan dulu pulang bentar lagi maghrib nanti aja pulangnya.nanti saya pesenin ojol ya"ucap bu wida.

"Baik bu tapi saya mau balik ke kantor bu,belum waktunya saya pulang"jelas pak sarip.

"gausah balik kantor pak,langsung pulang ke rumah aja tanggung juga pulang dari kantor kan jam 9 malem.Kasian bapak kalo bulak balik"kini giliran aulia yang bicara.Pak sarip hanya menurut perintah majikannya.

Jika dipikir memang iya jarak dari rumah pak arman ke kantornya sangat jauh,hanya akan membuang buang waktu jika ia balik ke kantor itu lagi pikirnya.

Pak sarip menunggu mereka di ruang tengah sambil meminum satu gelas air dingin yang sudah di sediakan oleh aulia.Tenggorokannya yang kering kini sudah kembali segar.

Saat tiba papanya di rumah,aulia bergegas menelpon dokter terdekat dari rumahnya karena khawatir penyakit papanya tampak serius.15menit kemudian dokter itu datang.Memeriksa penyakit yang di derita oleh pak arman.

"Pak arman terkena vertigo,mungkin tadinya sering menahan ngantuk ya?saya kasih obat dulu untuk beberapa hari.jika tak kunjung membaik baiknya segera di bawa ke rumah sakit"

"makasih ya dok"

Dokter itu langsung pamit pergi dari rumah mereka.Pak arman masih berbaring dengan tubuhnya yang terasa lemas.Matanya terus terpejam namun ia tak tidur.Karena setiap matanya terbuka apapun yang dilihatnya terasa berputar begitu cepat.

Aulia dan bu wida menggenggam tangan pak arman dengan erat.Mereka merasa sedih melihat kondisi pak arman seperti ini.

"pak sarip masih ada?"tanya pak arman yang kini sudah mulai besuara.

"ada pak di ruang tengah,mama suruh pak sarip pulangnya sehabis maghrib aja kasian masih cape"ucap bu wida.

"Tolong panggilin suruh dia kesini ma"ucap pak arman yang langsung dituruti oleh istrinya.

Pak sarip masuk lagi ke kamar itu dengan sopan santunnya.Ia menghampiri pak arman yang masih berbaring di tempat tidur.

"saya pak,ada yang bisa saya bantu?"ucap pak sarip.

"pak sarip,mulai besok mau gak jadi satpam di rumah saya aja.Saya lagi butuh satpam di rumah ini tapi belum ada waktu buat cari orang lain."

"oh boleh pak"ucap pak sarip dengan senang hati.

"yaudah pak,bapak mau pulang apa mau tidur disini?"tanya pak arman lagi.

"saya pulang aja pak,saya mau kasih tahu istri saya kalo besok saya udah gak kerja di kantor bapak lagi takut istri saya anterin makanan ke sana"ucap pak sarip.

Pak arman dan bu wida mengangguk mengerti.Lalu bu wida mempersilahkan pak sarip jika memang mau pulang karena adzan maghrib pun sudah lewat.Ia memesan ojol terlebih dulu untuk mengantar satpam itu pulang ke rumahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!