Sekuel novel pertama MY ACCIDENT DESTINY..
Kisah kali ini berpusat pada kehidupan dan perjalanan cinta si Badboy JACOB setelah cinta pertama nya bertepuk sebelah tangan..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElizabethMelyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU SHELO
Part 29 " Bertemu Shelo "
Hari Minggu yang cerah membuat semangat baru semua orang untuk menghabiskan waktu sesuka hati.
Begitu juga dengan Jasmin yang dengan sengaja meminta Jacob yang akhir akhir ini bersikap dingin kepadanya untuk menemani nya berbelanja.
Meski dengan setengah hati, namun Jacob tetap menuruti Jasmin siang itu.
Mereka hanya pergi berdua, tanpa diikuti driver maupun bodyguard.
Jasmin mencoba sebisa mungkin untuk mengembalikan waktu waktu indah bersama dengan Jacob yang mengajaknya untuk berpisah di usia pernikahan yang seumur jagung.
Meski sikap Jacob sangat dingin, tapi dia tidak bisa mengacuhkan Jasmin.
Saat mereka pergi ke mall, Jasmin menuju ke store pakaian yang cukup branded.
Disana ia memilihkan beberapa kemeja untuk lelaki nya yang tidak tertarik sama sekali.
Di samping sikap dingin nya, Jacob tetap memberikan perhatian kecil seperti ketika Jasmin hampir bertabrakan bahu dengan orang lain, dengan sigap Jacob menarik tubuh Jasmin untuk bergeser di sebelahnya.
" Maaf bu, untuk kemeja ini tersisa 1 saja. Bagaimana kalau pre order saja. " Kata salah satu pelayan toko di hadapan Jasmin dan juga wanita sebaya nya yang menginginkan kemeja yang sama untuk lelaki mereka.
" Tidak. Aku mau ini sekarang. Aku yang melihatnya lebih dulu. " Sahut wanita asing itu sinis.
" Tapi aku yang mengambilnya lebih dulu. " Kata Jasmin tidak mau kalah.
" Seharusnya kamu mengalah dengan member vvip disini. Setiap 2 hari sekali, aku selalu membeli banyak pakaian disini. Benarkan?? " Kata wanita itu mengintimidasi pelayan toko dengan angkuh.
" Mohon maaf. Tapi di sini tidak ada tulisan untuk mengalah. Lagipula aku yang mengambil kemeja ini lebih dulu. " Sahut Jasmin tetap tidak mau kalah.
Situasi pun jadi tegang, para pelayan mencoba memberi solusi akan tetapi mereka tetap bersikap childish.
Jacob yang baru selesai menerima panggilan telepon, kembali masuk ke store dan mendapati wanitanya sedang bersitegang di depan meja kasir.
" Lepaskan !!! Dasar perempuan kampungan, tidak tahu diri. " Bentak wanita asing itu sambil mendorong bahu Jasmin.
Jacob tanpa segan menghampiri mereka dan menahan tubuh Jasmin yang terdorong.
Ia mulai muak dengan situasi yang rumit ini.
" Apa yang kamu lakukan?" Kata Jacob dengan suara beratnya menatap tajam ke arah wanita asing itu.
" Oh.. jadi kamu kekasihnya.. kasi tau pacarmu ini, supaya jangan jadi kampungan. Aku ini member vvip. " Sahut wanita itu sombong.
" Berikan kemeja itu. " Kata Jacob merebut kemeja yang mereka perebutkan dari tangan pelayan.
BREEKKKK
Begitu terkejutnya semua mata yang melihat Jacob merobek kemeja mahal dan bagus itu.
" Aku yang bayar. " Kata Jacob memberika black card nya.
Jasmin pun tidak mengerti apa yang lelaki brutal ini lakukan.
" Berikan padanya. Tidak perlu berterima kasih, itu hadiah untukmu. " Kata Jacob menghina balik wanita asing itu, sambil pergi menggandeng tangan Jasmin.
" Hei.. dasar lelaki gila. " Teriak wanita asing itu kesal.
Ketika mereka sudah keluar dari store, ekspresi Jacob tampak marah dan melepaskan genggaman tangannya.
" Apa kamu kurang kerjaan?? Memalukan. " Bentak Jacob kepada Jasmin.
" Kenapa harus malu.. kan aku tidak mencuri.. dia yang mulai duluan. " Jawab Jasmin membela diri.
" Jangan buang buang waktu, aku antar kamu pulang. Aku ada urusan. " Sahut Jacob kembali dingin.
" Jacob.. " Suara seorang wanita memanggil nya dari belakang.
Jacob dan Jasmin pun menoleh ke arah wanita itu, dan ternyata dia adalah Shelo.
" Shelo. " Kata Jacob yang langsung berubah aura nya dan berjalan menghampiri Shelo tanpa ragu, sambil memberikan pelukan singkat untuk saling menyapa.
' Siapa wanita itu. ' Kata hati Jasmin mulai cemburu.
Mereka bertiga pun menyisihkan waktu untuk mengobrol bersama.
Shelo dengan anggun dan cantiknya memperkenalkan diri kepada Jasmin.
" Bagaimana kabarmu Shel? Kenapa sendirian, mana Arvi?" Tanya Jacob antusias bertemu cinta pertama yang sudah lama tidak ia temui.
" Arvi masih di kantor. Tidak bisa menemani ku. " Jawab Shelo ceria.
" Bagaimana dengan kalian? Gadis cantik ini pasti kekasihmu. " Goda Shelo tersenyum riang.
" Dia.. ehm.. " Jawab Jacob ragu.
Jasmin pun jadi kesal, melihat Jacob yang tidak bisa tegas menjawab bahwa mereka adalah sepasang suami istri.
Belum lagi perlakuan Jacob yang begitu hangat dengan wanita itu, berbeda jauh dengan perlakuannya kepada Jasmin.
" Aku ke toilet dulu. Permisi. " Pamit Jasmin dengan ekspresi menahan emosi.
Shelo pun jadi mengerti situasi yang sedang tidak baik ini dan mulai berbincang dengan Jacob.
" Kalian bertengkar ya? Apa kita bertemu di waktu yang kurang tepat? " Kata Shelo merasa tidak enak.
" Bukan.. bukan seperti itu.. Aku memang sedang kacau dengannya. " Jawab Jacob lesu.
" Jacob.. dari tatapan mata mu, aku tau kamu menyukai nya.. sangat menyukai nya.. " Tebak Shelo yang sudah memahami sikap Jacob yang pernah mencintai nya.
" Terlalu kelihatan ya?? Aku memang menyukai nya.. aku bahkan menikahi gadis itu. " Kata Jacob merasa nyaman bicara jujur pada Shelo, penjinak pertamanya.
" Benarkah?? " Sahut Shelo sangat terkejut.
" Tapi itu sebuah kesalahan.. dengan membuatnya berada di sisiku, membuatnya dalam bahaya. " Lanjut Jacob lesu.
" Kenapa harus khawatir.. Ada kamu yang melindungi nya. " Kata Shelo yakin dengan kemampuan Jacob.
" Aku tidak sebaik yang kamu kira Shel. Sejak bertemu dengan mu, aku jadi sedikit lembek. " Canda Jacob tidak percaya diri.
" Jack.. aku yakin kalau kamu bisa melindungi dia. Kamu itu adalah tipe lelaki yang tidak akan membiarkan wanitamu terluka walau harus melakukam berbagai cara. Aku rasa gadis itu beruntung memiliki mu. " Kata Shelo mencoba menyemangati Jacob.
" Kalau benar begitu.. kenapa kamu menolak ku.. " Canda Jacob, membuat Shelo tersenyum dan memukul ringan ke lengan Jacob.
" Bagaimana kalian bisa bertemu?? Apa karena hutang piutang juga sepertiku.. " Tanya Shelo penasaran.
" Sebenarnya aku sama sekali tidak ada urusan dengan gadis itu. Kami bertemu di Singapura, ketika dia diculik oleh kelompok lawan ku. Tanpa sengaja aku melihatnya, dan entah kenapa aku merasa terbebani. Suatu malam, aku memimpikan mu.. mimpi yang sangat buruk.. Jasmin mengingatkan ku padamu, dan akirnya aku nekad menolongnya.. kemudian hubungan kami terjalin begitu saja.. " Cerita Jacob mendetail kepada Shelo.
Namun seketika pandangan Shelo teralihkan oleh Jasmim yang ternyata sudah berada di dekat Jacob dan mendengar percakapan itu.
" Jasmin.. " Kata Jacob terkejut ketika melihat Jasmin yang sudah hampir menangis.
" Maaf, aku pulang dulu. " Pamit Jasmin bergegas pergi.
" Hei.. tunggu.. " Teriak Jacob namun Jasmin tidak peduli.
" Cepat kejar dia.. kurasa dia salah paham Jack." Sahut Shelo yang jadi merasa bersalah.
" Maaf.. aku pergi dulu Shel, nanti aku hubungi. " Pamit Jacob yang tergesa gesa mengejar Jasmin yang sudah hilang dari pandangan.
" Semoga mereka baik baik saja. Good luck Jacob. " Gumam Shelo yang jadi ikut khawatir.
Jacob berlari kesana kemari mengejar Jasmin yang entah kemana menghilang.
Ia berusaha menelepon Jasmin namun tidak ada respon.
Jacob merasa khawatir jika ia melakukan hal yang nekad atau menemui bahaya tanpa sepengetahuan Jacob.
Tanpa lelah, ia terus berusaha mencari.
Sedangkan Jasmin yang sudah berada di dalam taksi, tidak bisa membendung air mata nya.
Ia menangis sesegukan seakan menyerah dengan niat nya untuk berjuang mengembalikan keadaan seperti semula.
" Dasar lelaki brengs*k. Aku tidak butuh belas kasihan mu. " Gerutu Jasmin merasa sakit hati mendengar cerita Jacob, yang mengatakan bahwa Jasmin mengingatkan Jacob pada Shelo.
Jasmin jadi memiliki kesimpulan sendiri, bahwa ia hanyalah pelampiasan Jacob setelah cinta pertamanya pergi.
selalu suka karyamu