NovelToon NovelToon
My Beautiful Witch

My Beautiful Witch

Status: tamat
Genre:Fantasi / Supernatural / Chicklit / Tamat
Popularitas:112.9k
Nilai: 5
Nama Author: nath_e

Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.

Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.

Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.

Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendinginkan Bara Api

Arion membuka pintu aula dengan kasar, aku tahu dia mengetahuinya yang terjadi sebenarnya, tapi amarah telah menguasai dirinya. Ia segera menarik ku dari pelukan Ainsley of Leinster. Tatapan tajam dan mematikan ditujukan kepada Penyihir Salem.

Ainsley hanya membalasnya dengan senyuman sinis

" Aku akan merebutnya dari mu Arion...ingat itu." serunya pada Arion

Arion diam seribu bahasa, aku mengikuti langkahnya yang panjang sehingga sedikit membuatku kewalahan. Kami bahkan melewati Lord Hugo tanpa berpamitan.

Aku hanya memberikan isyarat pada nya bahwa kami pergi dan Lord Hugo hanya bisa menganggukkan kepalanya dalam kebingungan.

Arion bersiul memanggil pegasus nya, dan tanpa banyak bicara ia meraihku untuk segera menaiki pegasus dan terbang. Aku terus menatap wajah tampannya sambil melingkarkan tanganku di lehernya. Dia benar-benar marah.

Kami menuju gerbang dimensi waktu, dan mendarat di Savana indah seperti biasanya. Arion menurunkan ku dan tetap dalam diamnya. Dia bahkan tidak lagi menggandeng tanganku dan berjalan mendahului ku.

Aku pun hanya bisa terdiam. Karena mengatasi pria yang sedang marah hanya dengan diam dan menunggu dia menurunkan egonya.

Aku membiarkannya dia berjalan cepat, sedangkan aku berjalan perlahan dan menikmati pemandangan Savana yang indah. Berkali kali berada disini aku tidak menyadari keindahan sempurna di Savana. Dan kini sambil menanti my savior tenang, aku bisa menikmatinya...thanks for that Arion...

Rupanya Arion berbalik dan menatapku dari kejauhan, mungkin dirinya kesal melihatku yang malah berjalan santai dan menikmati pemandangan Savana.

Aku menyadarinya tapi aku berusaha mengabaikan dirinya. Ini pelajaran untuknya agar bisa mendengarkan penjelasan ku. Aku sengaja berlama-lama dan mengambil beberapa bunga liar. Aku ingin tahu sampai sejauh mana ia bisa bersabar.

Arion berjalan mendekatiku,

See...my trick worked...he comes to me...

" Apa sudah cukup bermain mainnya ?"

Finally...dia berbicara padaku,

" Apa kau lihat aku sedang bermain-main, sayang?"

Aku pikir dengan mengucapkan sayang dia akan sedikit melunak.

Arion menghela nafasnya, aku bisa merasakan dia mulai mengatur emosinya...its good honey...

" Baiklah...aku minta maaf...aku salah. "

See....i win....

Aku tersenyum penuh kemenangan, tanpa dia sadari.

" Bisakah kau menatapku...Mikhaela...jangan abaikan seseorang ketika berbicara denganmu?"

Hhhmm...dia mulai kehilangan kesabaran lagi...baiklah, aku akan mengalah sedikit...

" Kau...minta maaf...untuk apa ?" tanyaku sambil menatapnya dengan lembut, aku tidak ingin dia kembali tersulut emosi

" Tidak mendengarkan penjelasanmu....mungkin." jawabnya pelan

Aku tertawa melihat nya...Arion my Guardian Angel berbicara tanpa daya di depan wanitanya.

" Akhirnya kau menyadari sikapmu."

" I'm sorry...atas kelakuanku tadi...aku hanya tidak suka Ainsley bersikap begitu berani padamu...dia bertingkah seperti Dominic." katanya seraya mendudukkan dirinya diatas hamparan rumput hijau.

" Aku mengerti perasaanmu Arion...aku pun sebenarnya kurang menyukai sikapnya, dia...terlalu berani padaku. " jawabku

Aku mendekati Arion dan duduk bersebelahan dengannya.

" Apa kau menikmatinya Mikhaela ?"

" Apa maksudmu ?"

" Ainsley....dia mencium mu."

Aku terkejut dengan pertanyaannya, menatapnya dan kemudian tertawa kecil.

" Kau menanyakan hal konyol Arion....semua terjadi begitu saja, aku pun tidak menduga dia berani melakukannya." jawabku tenang

" Tapi kau menyukainya." sahut Arion sambil menatapku

Aku diam rasanya tidak ingin menjawab pertanyaan konyol ini, ku tatap wajah Arion. Aku menemukan kesedihan dan luka di dalam nya. Ku dekatkan wajahku padanya dan perlahan kuberikan ciuman lembut di bibirnya.

" Jangan tanyakan hal itu lagi...okey." pintaku padanya

Arion menatapku dan menarik ku kembali dalam ciuman nya yang lebih dalam dan menuntut. Aku membiarkannya melakukan apa yang ia mau...sepanjang dia bisa menguasai dirinya lagi dan menyingkirkan amarah.

I am yours now...and forever...till death do us part..

I love you...my love..my savior...my Guardian Angel...

...----------------...

Ariana menyambut kedatanganku lagi. Dia tersenyum dan membawaku ke suatu tempat yang cukup luas dimana hanya ada tebing bebatuan, tidak ada satupun tanaman disana.

Aku menatap sekeliling, sejauh mata memandang yang kulihat hanya bebatuan terjal. Hawa panas dan semilir angin menerpaku.

" Dimana ini Ariana ?" tanyaku keheranan

" Waktunya penguasaan elemen api...Mikhaela." jawabnya sambil tersenyum

" Disini kau bisa melatih sihir api mu...tidak ada kehidupan di sekitar sini jadi akan aman untuk melatih kemampuan elemen api."

Ariana menjulurkan tangannya ke depan, sebuah bola api tiba-tiba saja muncul di telapak tangannya. Aku sedikit terkejut dan membayangkan hawa panas yang akan menyakiti kulitku.

" Cobalah....rasakan energi panas yang ditimbulkannya." kata Ariana padaku

" Bagaimana bisa memunculkan api itu ?" tanya ku keheranan

" ignis potentia...katakan itu dengan tegas dan tenang...Mikhaela."

Aku berusaha mencobanya,

" Ignis potentia.."

Sebuah bola api muncul di telapak tangan ku, rasanya hangat dan tidak cukup buruk. Ariana tersenyum melihatku berhasil memunculkan api. Dia memberikan contoh padaku untuk memindahkan api ke tangan yang lain dan memainkannya bagaikan bola.

Aku mencoba meniru apa yang dilakukannya, awalnya memang cukup sulit tapi akhirnya aku berhasil.

" Mari kita pisahkan mereka..." kata Ariana

Ariana menggerakkan tangannya melepaskan bola api ke udara. Kedua tangannya seolah melakukan gerakan membelah secara bersamaan dan memutar, bola api terpecah menjadi beberapa bagian.

" Parvious augue..."

Aku mengikutinya, melakukan sesuai arahannya,

" Parvious Augue..." dan berhasil

Aku berusaha mengembangkan kemampuanku dengan memutar tanganku seolah sedang memainkan bola-bola api itu berputar kesana kemari.

" Perbesar energinya, Mikhaela...jadikan itu alat penyerang." perintah Ariana

" Iginisious imperium..."

Seketika api berubah besar dan ku gerakkan menghantam dinding batu. Menghancurkan tebing batu kecil di depanku. Aku terpana dengan kekuatannya yang luar biasa.

" Bagus...terus kembangkan Mikhaela...energi api adalah elemen terkuat dan paling berbahaya...kau harus bisa mengontrol dan menguasainya."

Aku kembali mencobanya dan kali ini aku memberikan energi yang lebih besar.

" Iginisious imperium..."

Hantaman energi api besar mengarah kembali ke tebing batu di depanku. Karena terlalu besar tebing batu itu hancur berkeping-keping membuat getaran luar biasa bak gempa dengan skala besar. Aku terjatuh karena tidak bisa mengendalikan keseimbangan.

" Berhati-hatilah Mikhaela...jangan terlalu memberi energi yang berlebihan...elemen api memiliki efek merusak yang sangat besar...gunakan ini hanya sebagai pilihan terakhirmu." pesan Ariana padaku

Dia benar melihat apa yang baru saja aku lakukan, sepertinya aku akan berpikir dua kali untuk menggunakannya.

" Igniso fridusia.."

Ariana kembali memberikan aku pelajaran. Bola api di tangan Ariana yang semula merah menyala berubah menjadi kebiruan.

Aku mengikuti nya dan kembali berhasil. Penguasaan eleman api lebih mudah daripada elemen air.

Ariana membuat bara api dengan pecahan bebatuan,

" Dinginkan mereka...Mikhaela."

" Igniso fridusia.."

Bara itu padam. Ariana tersenyum padaku

" Elemen api telah berhasil kau kuasai...teruslah berlatih...kau hanya perlu mengontrol emosimu saat memakai elemen api...gunakan hati mu untuk memakainya. "

" Aku mengerti Ariana...terimakasih telah mengajarkanku."

" Aku rasa hari ini cukup...pulanglah...kita bertemu lagi besok." kata Ariana seraya menghilang perlahan dariku

Aku pun segera meninggalkan tempat itu. Tempat ini begitu mengerikan sunyi, sepi, hanya ada kehampaan yang aku rasakan. Berbeda dengan savana yang ada di sisi lain Taman Dewa.

Aku melihat Arion di ujung sana, menyambut ku dengan senyumannya. Dia membawaku pergi dari tempat ini dan kembali ke Magic Cakes.

1
Riezki Arifinsyah
Luar biasa
Riezki Arifinsyah
keren Thor serasa nonton Harry Potter
pelukis_senja: makasih ka🤗
total 1 replies
ya sudahlah .. sebenarnya aku agak bingung karena alur novel bergerak keluar dari tema awal yang dibangun.

jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?
Astaroth mati tapi iblis lain masih banyak. keputusan yang gegabah, Mikhaela
apakah sosok Astaroth ini mirip dengan iblis Baphomet ?
kelemahan Strigoi seingatku ada di hatinya.
berarti di sini Mikhaela masuk dalam fase sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
bukankah mereka memang bermusuhan ? 🤔
Kenneth was die ?
are you crying ?
ada kemungkinan Arion akan berubah menjadi manusia biasa.
kenapa Mikhaela tidak menggunakan strategi ini dari awal ?
he bites me
nah kalau ternyata tinggal tulang belulangnya saja bagaimana ?
setahu aku solomonari itu adalah lulusan terbaik dari scolomance dan juga menjual jiwanya pada Iblis.
jadi ingat adegan ketika Gandalf ditarik oleh cambuk apinya Balrog di Bridge of Khazad Dum
he needs you
bukankah tadi Mikhaela mengatakan akan menarik Fellix agar terpisah dari Mammon. kenapa sekarang malah jadi ga tau bagaimana caranya ?
pelukis_senja: 😅🤭🙏iya yaa...sy mpe lupa, harap maklum yaa🤭fantasi pertama yg kacau balau ini
total 3 replies
takutnya saat Mikhaela pingsan, proses penyempurnaannya disusupi oleh iblis.
kalau ngajak nikahnya mendadak begitu, sudah pasti ceweknya bakalan syok. Hahaha.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!