Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DALAM LUKA (Bab 29)
Setelah satu hari Arnold tidak berjumpa dengan Velicia, hari ini dia berniat akan mengunjungi Velicia dan akan memberikan sebuah kejutan untuk Velicia, dia akan mengajak Velicia untuk makan malam spesial berdua di sebuah resto mewah, dia telah menghubungi piha resto untuk mempersiapkan makn malam istimewa sebagai hadiah untuk Velicia.
Arnold bangun dari tidurnya, dengan bersemangat dia beranjak menuju bathroom untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi Arnold melangkah melangkah menuju lemari, dia memilih pakaian terbaiknya untuk berjumpa dengan Velicia.
Arnold kni sudah rapi dengan kaos santai dan celana jeans yang membuat penampilannya sangat sempurna, wajah nan tampan dengan postur tubuh yang sangat sempurna membuat semua mata wanita akan terpesona jika melihatnya.
Setelah rapi, Arnold keluar dari kamarnya lalu melangkah menuju ruang makan untuk sarapan, kali ini Arnold terlihat buru-buru menghabiskan sarapannya, entah mengapa dia sudah tak sabar lagi untuk berjumpa dengan Velicia.
Kali ini dia merasa bahagia jika berada di samping Velicia, dia selalu ingin membuat Velicia tersenyum dengan manis, dan melupakan semua kesedihan dan luka yang telah di torehkannya di hati Velicia selama ini. Saat ini Arnold hanya ingin memberi kebahagiaan pada Velicia sebelum ajal datang menjemput mantan istrinya itu.
Setelah menghabiskan sarapannya, Arnold langsung berdiri melangkah keluar rumah untuk mengambil mobilnya. Setelah berada di dalam mobil, Arnold langung melajukan mobilnya keluar dari kediaman Setyawan.
Dia mengendarai mobilnya dengan hati yang berbunga-bunga, dia sengaja menghidupkan mp3 agar harinya terasa bersemangat. Berhubung hari masih pagi, jalan kota ternate mash terlihat sangat sepi, hanya beberapa mobil dan kendaraan roda dua yang melintas di jalanan.
Setelah beberapa menit menempuh perjalanan, mobil Arnold tiba di depan Villa keluarga Arista, Satpan yang melihat kedatangan mobil Arnold langsung membukakan pagar besi yang menjulang tinggi itu.
Arnold memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu utama Villa keluarga Arista, dia turun dari mobilnya. Dengan langkah cepat dia langsung meangkah menuju kamar Velicia.
“ Veli” panggil Arnold saat membuka pintu kamar Velicia.
Arnold tak mendapati Velicia di atas ranjang, dia pun berfikiran mungkin Velicia tengah berada di bathroom, Arnold melangkah masuk ke dalam kamar Velicia, dia duduk di atas ranjang menunggu Velicia keluar dari bathroom, sambil membuka beberapa email penting yang massuk di Androidnya.
Satu jam Arnold menunggu Velicia keluar dari bthroom, namun yang di tunggu tak kunjung keluar. Dia pun merasa penasaran bercampur khawatir. Arnold langsung berjalan menuju bathroom lalu mengetuk pintu bathroom.
“ Veli, kamu di dalam?” tanya Arnold.
Namun Arnold tak mendengar gemercik air dan suara di dalam bathroom, dia pun memutar tuas pintu llu mendorong pintu tersebut, Arnold kaget saat melihat ke dalam bathroom, dia tak mendapati siapa pun di dalam bathroom. Seketika rasa khawatir muncul di hati Arnold. Dia mencoba mencari Velicia di dalam kamarnya namun dia masih tak menemui Velicia di dalam kamar itu.
Arnold pun langsung keluar dari kamar Velicia, lalu melangkah menuju ruang makan, dia mengira Velicia sedang masak atau makan di sana.
“ Veli” seru Arnold saat memasuki ruang makan, Arnold semakin kaget saat melihat ruang makan massih kosong dan tak ada makanan yang terhidang di sana. Arnold semakin khawatir, dia pun berkeliling Villa mencari Velicia.
“ Veli, kamu dimana?” teriak Arnold tak putus asa. Dia melangkah menuju taman belakan, namun dia masih tak menemukan siapa pun di sana.
Seorang pelayan keluar dari kamarnya saat mendengar teriakan Arnold yang menggema di dalam Villa, pelayan menghampiri Arnold.
“ Tuan, apakah anda mencari nona Veli?” tanya seorang pelayan yang kini telah berdiri di hadapn Arnold.
“ Iya bi, nona Veli kemana?” Arnod balik tanya pada sang pelayan.
“ Kami tidak tahu tuan, kemarin nona Veli pergi keluar tanpa memberitahu kami kemana tujuannya ... sejak kemarin nona Veli belum pulang ke rumah tuan ...,” jelas sang pelayan kepada Arnold.
“ Pergi kemana bi?” tanya Arnold lagi.
Sang pelayan hanya menggelengkan kepalanya pertanda dia tak tahu apa pun tentang keberadaan nona muda Arista.
Arnold langsung mengambil ponselnya dari saku celananya, dia langsung mencari nomor kontak Velicia. Arnold men-dial nomor Velicia, namun panggilanny hanya di jawab oleh operator yang menyatakan bahwa nomor yang di hubungi sedang tidak aktif.
Arnold semakin khawatir.
“ Veli, dimana kamu saat ini?” gumam Arnold di dalam hati.
Arnold mengingat Merry sahabat Velicia, Arnold langsung keluar dari Villa dan langsung masuk ke dalam mobilnya, dia pun langsung melajukan mobilnya meninggalkan Villa keluarga Arista menuju kedai teh Merry.
Arnold menghentikan mobilnya saat telah sampai di depan kedai teh milik Merry, dia turun dari mobilnya lalu melangkah masuk ke dalam kedai teh yang terlihat masih sepi karena saat ini masih jam 10 pagi.
“ Maaf tuan, kami belum buka “ ujar seorang pelayan yang tampak masih membersihkan beberapa meja di dalam kedai teh itu.
“ Maaf, saya ingin berjumpa dengan pemilik kedai teh ini” ujar Arnold
“ Maaf, nona Merry saat ini belum sampai di sini, kemungkinan saat ini dia masih berada di apartemennya” ujr sang pelyan memberikan informasi kepada Arnold.
“ Apa mungkin Velicia menginap di apartemen Merry? Wanita yang waktu itu bersamanya di edai teh ini?” gumam Arnold di dalam hati.
“ Oh ... terima kasih, bisakah saya meminta alamat nona Merry?” tanya Arnold lagi karena dia bernia akan langsung mencari Velicia di apartemen milik sahabatnya.
“ Maaf tuan, kami tidak tahu alamat apartemen nona Merry” jawab sang pelayan, membuat Arnold merassa kecewa karena tidak dapat berjumpa dengan Merry untuk memastikan keadaaan Velicia saat ini baik-baik saja.
Arnold pun keluar dari kedai teh dengan perasaan kecewa, dia bingung harus mencari Velicia kemana, karena hanya Merry satu-satu orang yang di kenalnya sebagai teman Velicia.
Arnold kembali massuk ke dalam mobilnya, dia duduk memikirkan tempat-tempat yang biasa di kunjungi Velicia, namun karena hubungannya selama ini tidak baik dengan Velicia membuat dia tidak tahu apa pun tentang Velicia.
Akhirnya Arnold pun memutuskan untuk menunggu Merry di depan kedai tehnya, Setelah dua jam menunggu di dalam mobil Arnold kembali melangkah masuk ke dalam kedai teh milik Merry.
Arnold kembali bertanya tentang keberadaan Merry pada seorang pelayan, pelayan pun melangkah menuju ruangan Merry untuk memberitahukan seorang yang tengah mencarinya. Sedangkan Arnold masih menunggu di salah satu meja di kedai tersebut.
“ Ada apa kau mencariku?” tanya Merry sinis saat menghampiri Arnold.
“ Merry, apakah kau tahu dimana Velicia?” tanya Arnold terus terang.
“ Untuk apakau mencari Velicia? Untuk kau sakiti lagi hatinya?” jawab Merry dengan ketus, karena dia sangat membenci Arnold yang telah menyakiti hati sahabatnya.
Arnold hanya diam mendengar ucapan Merry, sementara itu tanpa di sadari Arnold, Viona juga sedang berada di dalam kedai itu, dia mengethui kekasihnya masih mencari Velicia, sehingga Vion berniat akan menghancurkan Velicia.
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏.
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐